[ Contoh ] Identifikasi ISU dan Krisis Hypermart - Manajemen Krisis PR - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, November 3, 2018

[ Contoh ] Identifikasi ISU dan Krisis Hypermart - Manajemen Krisis PR


[ CONTOH ] IDENTIFIKASI ISU DAN KRISIS HYPERMART
MANAJEMEN KRISIS PR

Berikut ini adalah satu contoh dalam Identifikasi Isu dan Krisis yang pernah dialami Hypermart yang dikirim oleh Nabiilah Syafira Aziz. Semoga dapat menjadi refrensi teman - teman semua dalam mengerjakan tugas kuliah terutama mata kuliah Manajemen Krisis Public Relations

Latar Belakang Isu

Setiap perusahaan cukup sulit dilepaskan dari masalah atau pun konflik yang dapat memicu terjadinya suatu krisis. Seringkali informasi isu berkembang menjadi simpang siur dan semakin tidak terkendali, bahkan menjadi isu panas yang pasti dapat mempengaruhi opini publik terhadap perusahaan. Dengan begitu, setiap perusahaan harus mampu segera melakukan manajemen isu sehingga krisis yang ada tidak semakin larut atau pun berkepanjangan. Penanganan isu yang baik juga dilakukan oleh Hypermart yang merupakan gerai yang tergabung dalam PT Matahari Putra Prima dengan menanggapi isu-isu yang tersebar luas di media tentang keterlambatan pembayaran utang ke supplier dikarenakan bangkrut.

Isu tersebut datang berdasarkan informasi yang diperoleh kumparan.com, Kamis (24/8), manajemen Hypermart menyebutkan bahwa seluruh utang usaha pada tanggal 31 Juli 2017 akan dibayarkan secara terpisah pada tanggal 10 Agustus 2017 dan sisa utangnya akan dibayarkan mulai bulan September 2017 sampai Februari 2018.

Perseroan menyebutkan bahwa kinerja saat ini sedang tidak menggembirakan karena situasi dan kondisi makroekonomi yang tengah sulit. Selain itu, banyaknya ekspansi dan pembukaan gerai-gerai baru, sementara penjualan di Lebaran hasilnya di bawah ekspektasi, di lain sisi stok barang berlebihan di gudang. Perseroan mengajukan permohonan keterlambatan pembayaran utang tersebut kepada sedikitnya 30 supplier. Pemasok-pemasok tersebut di antaranya AP3MI, GAPMI, NAMPA, AMIN, APGAI, APROGAKOB, GABEL, ASRIM, APIKI, APIKCI, APSSI.

Baca: Contoh Analisis ISU Iklan Grab Bike

Tahapan Krisis

Tahapan-tahapan yang dialami oleh Hypermart berupa :

1. Tahap Prodromal

Krisis pada tahapan ini lumayan sering dilupakan banyak orang karena perusahaan masih bisa bergerak dengan lincahnya. Padahal, pada tahap ini krisis sudah mulai muncul. Tahap prodromal sering disebut pula warning stage karena sudah memberi sirene tanda bahaya mengenai simtom-simtom yang harus segera diatasi. Pada tahap ini Hypermart sudah menyadari dengan adanya krisis karena keterlambatan pembayaran utang yang tentunya Hypermart sudah mengetahui mengapa ini terjadi.

2. Tahap Akut

Inilah tahap ketika orang mengatakan: “telah terjadi krisis”. Walaupun bukan disini yang menjadi awal mulanya krisis, banyak orang menganggap suatu krisis dimulai dari sini karena gejala yang samar-samar atau sama sekali tidak jelas itu mulai kelihatan jelas. Tahap akut adalah tahap antara, yang paling pendek waktunya bila dibandingkan dengan tahap-tahap lainnya. Bila ia lewat, maka umumnya akan segera memasuki tahap kronis. Seperti Hypermart yang belum menyadari bahwa pasca mediasi tersebut membuat reputasi perusahaan memburuk karena banyak yang beranggapan bahwa Hypermart telah bangkrut.

3. Tahap Kronis

Tahapan ini sering juga disebut dengan “The clean up phase atau the post morte”. Tahap kronis adalah tahap yang terenyuh. Kadang-kadang dengan bantuan crisis manager yang handal, perusahaan akan memasuki keadaan yang lebih baik. Pada tahap ini Hypermart mengalami hal yang cukup rumit dimana isu tersebut sudah disebar luaskan di media.

4. Tahap Resolusi (Penyembuhan)

Tahap ini adalah tahap penyembuhan (pulih kembali) dan tahap terakhir dari 4 tahap krisis. Krisis umumnya berbentuk siklus yang akan membawa kembali keadaan semula (prodromal stage). Pada tahap ini Hypermart membangkitkan perusahaan dengan membangun citra kembali dengan memberikan keterangan resmi kepada publik.

Penanganan Krisis

Pemilik gerai ritel Hypermart pun memberikan keterangan resmi terkait pengajuan permohonan keterlambatan pembayaran utang kepada para supplier pemasok barang-barang Hypermart. Emiten ritel milik taipan Grup Lippo tersebut membantah jika kondisi perseroan saat ini tengah goyah lantaran keterlambatan pembayaran utang tersebut. Danny Kojongian yang merupakan corporate communication director & corporate secretary of Matahari Putra Prima pun memberikan klarifikasi terkait kondisi bisnis perseroan saat ini. Berikut pernyataan resmi MPPA yang diterima kumparan.com, Sabtu (26/8) :
  1. Hypermart telah menjadi grup hipermarket terkemuka lokal yang tumbuh kembang di Indonesia mengoperasikan lebih dari 289 gerai multi-format skala nasional dari Aceh sampai Papua, dengan infrastruktur logistik kelas dunia yang tidak tertandingi dan mempekerjakan lebih dari 12.700 staf dan karyawan toko. Hypermart memiliki reputasi entrepreneurship, profesionalisme, disiplin dan terobsesi penuh kepada kepuasan pelanggan, terus berinovasi dan membangun kesempurnaan dalam tata kelola operasionalnya.
  2. Hypermart bertumbuh kembang di bumi nusantara, dimiliki dan dikelola oleh putra putri terbaik bangsa. Dalam dua belas tahun terakhir, Hypermart menorehkan catatan cemerlang pertumbuhan penjualan tahunan rata-rata 37%. Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan 3.168 mitra kerja pemasok yang telah sukses berkolaborasi dan bertumbuh kembang bersama menjalin kemitraan sejati.
  3. Kami menyayangkan dan menolak pemberitaan di sosial media yang berupaya mendiskreditkan kelompok usaha kami dengan tuduhan-tuduhan yang tidak akurat dan tidak proporsional. Semuanya itu tidak akurat, menyimpang, dipolitisasi dan memberi pencitraan yang tidak benar.
  4. Di dalam pelaksanaan rutinitas operasional perusahaan, bisa saja terjadi perbedaan interpretasi perhitungan komersial yang tidak dikehendaki dengan sekelompok kecil pemasok, dan bila terjadi Hypermart akan selalu mencari solusi bersama secara rational, komersil dan berkeadilan dan dapat diterima dalam dunia usaha. Pada saat ini terdapat 33 dari 3.168 pemasok yang masih terjadi perbedaan perhitungan, tetapi tentunya kondisi ini tidak serta merta mewakili gambaran keseluruhan kemitraan yang kuat yang ada dengan seluruh pemasok lainnya.
  5. Bisnis Hypermart tetap kuat, solid dan berkomitmen untuk terus bertumbuh cepat dan berinovasi melayani cakupan geografis area Indonesia yang masih begitu luas, potensial dan belum terpenuhi dengan layanan ritel kami.
  6. Posisi finansial MPPA salah satu yang terbaik di sektornya.
  • Total pendapatan Penjualan Tahunan Rp 14,5 trilliun. 
  • Total pendapatan Ebitda Tahunan Rp 430 miliar.
  • Total Aset Rp 6,8 trilliun. 
  • Total Ekuitas Pemegang Saham Rp 2,25 trilliun. 
  • Total Pinjaman Bank dan lainnya Rp 870 miliar.
7. Hypermart memberikan apresiasi tinggi kepada lebih dari 15 juta pelanggan setia bangsa Indonesia yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Hypermart dalam misinya membangun negeri, membangun lapangan kerja, dan mendukung laju pertumbuhan ekonomi dalam tahun-tahun berjalan.

Sumber :
  • https://kumparan.com/dewi-rachmat-k/hypermart-ajukan-keterlambatan-pembayaran-utang-ke-supplier 
  • https://kumparan.com/dewi-rachmat-k/hypermart-bisnis-kami-masih-kuat 
  • https://economy.okezone.com/read/2017/08/24/278/1762584/dikabarkan-bangkrut-dan-terlilit-utang-begini-reaksi-hypermart
  • https://finance.detik.com/bursa-valas/3613389/hypermart-telat-bayar-pemasok-barang

Baca juga : Contoh makalah Identifikasi Isu dan Tahapan ISU

Penelusuran yang terkait dengan [ Contoh ] Identifikasi ISU dan Krisis Hypermart - Manajemen Krisis PR

contoh kasus manajemen krisis public relations
contoh kasus manajemen krisis dalam perusahaan
jurnal manajemen krisis public relations
jurnal manajemen krisis pdf
contoh kasus public relations dalam perusahaan
contoh krisis perusahaan dan penanganannya
contoh manajemen isu
skripsi manajemen krisis public relations

 " [ Contoh ] Identifikasi ISU dan Krisis Hypermart - Manajemen Krisis PR "

No comments:

Post a Comment