[ Contoh ] Analisis Isu dan Penanganan Krisis yang terjadi di Perusahaan - Dunia Public Relations

Terbaru

Friday, November 9, 2018

[ Contoh ] Analisis Isu dan Penanganan Krisis yang terjadi di Perusahaan

[ CONTOH ] ANALISIS ISU DAN PENANGANAN KRISIS
YANG TERJADI DI PERUSAHAAN

Berikut ini adalah sebuah Analisis Isu serta Penanganan Krisis yang terjadi pada sebuah perusahaan yang dikirim oleh Nabiilah Syafira Aziz. Semoga dapat menjadi refrensi teman - teman semua dalam mengerjakan tugas kuliah terutama mata kuliah Manajemen Krisis Public Relations

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan farmasi terkemuka Johnson & Johnson, ketika pada tahun 1982, perusahaan ini menguasai lebih dari 36 persen perdagangan obat pusing kepala di seluruh Amerika. Produk Tylenol merupakan produk unggulan dan telah menghabiskan dana kampanye produk hingga jutaan dolar. Namun, suatu ketika Tylenol terkontaminasi dengan racun sianida dan tragisnya tujuh orang meninggal setelah meminum obat tersebut di Chicago.

Dalam waktu singkat, jajaran manajemen dan bagian Public Relations Johnson & Johnson pun melakukan serangkaian tindakan cepat, seperti menghentikan produksi dan distribusi Tylenol, menarik produk dari pasar, meluncurkan kampanye masif yang meminta konsumen menukar Tylenol dengan produk yang lebih aman, hingga memanggil 50 karyawan bagian Public Relations untuk menjadi staf di pusat pemberitaan.

Meski langkah-langkah telah diambil untuk mengantisipasi tidak meluasnya efek berbahaya obat sakit kepala yang Perusahaan Johnson & Johnson produksi, namun ada satu kekhawatiran besar yang siap menghadang, yaitu bagaimana memulihkan kepercayaan publik untuk memakai produk-produk, khususnya Tylenol, yang dikeluarkan oleh Johnson & Johnson. Untuk mengantisipasi masalah ini pihak Johnson & Johnson akhirnya menggunakan jasa agen Public Relations Burson-Masteller.

Johnson & Johnson pun melakukan kampanye media dengan memanfaatkan penghargaan media atas sikap terbuka perusahaan selama menangani krisis, yakni mengundang lebih dari 600 jurnalis dari 30 kota besar untuk menghadiri telekonferensi video, mengirimkan 7.500 media kit ke kantor-kantor berita sebelum telekonferensi, melatih jajaran eksekutif perusahaan supaya dapat tampil mengesankan dan berkomunikasi yang baik ketika berhadapan dengan wartawan, dan mendistribusikan 80 juta kupon gratis yang dapat ditukarkan dengan produk Tylenol yang baru. Dengan begitu, rangkaian kegiatan tersebut menghabiskan dana dan melibatkan para pekerja yang tidak sedikit.

1.2 Pokok Permasalahan

Pokok permasalahannya adalah Tylenol terkontaminasi dengan racun sianida dan tragisnya tujuh orang meninggal setelah meminum obat tersebut di Chicago. Padahal, produk Tylenol merupakan produk unggulan dan telah menghabiskan dana kampanye produk hingga jutaan dolar.

1.3 Tujuan

  1. Menjelaskan profil singkat Perusahaan Johnson & Johnson
  2. Menganalisa isu Perusahaan Johnson & Johnson 
  3. Menjelaskan bagaimana Perusahaan Johnson & Johnson menangani krisis

1.4 Manfaat

Mengetahui bagaimana sejarah dan profil dari Perusahaan Johnson & Johnson, mengetahui isu yang seperti apa yang terjadi pada Perusahaan Johnson & Johnson, menjelaskan bagaimana Perusahaan Johnson & Johnson menangani krisis yang cepat dan benar.

Baca : Contoh Identifikasi Isu dan Krisis yang menimpa Hypermart

BAB II

PEMBAHASAN




2.1 Profil Perusahaan

Johnson & Johnson adalah perusahaan multinasional Amerika yang menjadi produsen peralatan medis, farmasi, dan barang konsumen dalam kemasan. Perusahaan yang berdiri sejak 1886 ini didirikan oleh tiga bersaudara Robert Wood Johnson, James Wood Johnson dan Edward Mead Johnson di New Brunswick, New Jersey, AS. Perusahaan ini bermarkas di New Brunswick, New Jersey dengan divisi konsumennya berlokasi di Skillman, New Jersey. Perusahaan ini membawahi 230 anak perusahaan dan beroperasi di di 57 negara. Perusahaan mempekerjakan sekitar 116.200 karyawan yang memproduksi produk-produk yang dijual di 175 negara. Penjualannya dalam setahun mampu mencapai $ 65 miliar pada tahun 2011 lalu.

2.2 Analisa Isu

2.2.1 Analisa Isu Berdasarkan Aspeknya

Dalam aspeknya, isu ini termasuk dalam Defensive Issues, karena isu yang terjadi cenderung memunculkan ancaman terhadap organisasi. Bagaimana tidak, setelah tujuh orang meninggal karena meminum Tylenol yang merupakan produk unggulan Perusahaan Johnson & Johnson, banyak orang di Amerika takut mengkonsumsi lagi seluruh produk yang Perusahaan Johnson & Johnson produksi, terutama Tylenol.

2.2.2 Analisa Isu Berdasarkan Jenisnya

Pada kasus di Perusahaan Johnson & Johnson yang bergerak pada bidang farmasi, terjadi isu tragis yang menyebabkan tujuh orang meninggal setelah meminum obat Tylenol yang terkontaminasi dengan racun sianida. Maka dengan itu kami menyimpulkan bahwa kasus ini terjadi dari pihak eksternal karena mencakup peristiwa-peristiwa atau fakta-fakta yang berkembang di luar organisasi.

2.2.3 Analisa Isu Berdasarkan Waktunya

Kasus Johnson & Johnson termasuk ke dalam jenis krisis yang bersifat segera (immediate crisis) karena pada kasusnya ada tujuh orang meninggal setelah meminum obat Tylenol yang terkontaminasi dengan racun sianida.

2.2.4 Analisa Isu Berdasarkan Penyebabnya

Terjadinya krisis dalam Perusahaan Johnson & Johnson juga disebabkan karena adanya faktor accident, yang dikarenakan bukan merupakan faktor kesengajaan dari Perusahaan Johnson & Johnson untuk melakukan pencampuran sehingga terjadinya kontaminasi dengan racun sianida dan menewaskan tujuh orang.

2.3 Penanganan Krisis

Sebelumnya perlu dipaparkan terlebih dahulu bahwa yang meninggal adalah empat wanita, dua pria dan seorang gadis berusia 12 tahun. Pihak berwenang mengetahui bahwa seseorang telah membuka segel dan mengganti beberapa asetaminofen dengan sianida dan mengembalikannya ke rak, tapi mereka tidak tahu siapa yang melakukannya atau mengapa.

Namun, dalam waktu singkat, jajaran manajemen dan bagian Public Relations Johnson & Johnson melakukan serangkaian tindakan cepat, seperti menghentikan produksi dan distribusi Tylenol, menarik produk dari pasar, hingga memanggil 50 karyawan bagian Public Relations untuk menjadi staf di pusat pemberitaan.

Tidak sampai disitu saja, Johnson & Johnson pun melakukan kampanye media dengan memanfaatkan penghargaan media atas sikap terbuka perusahaan selama menangani krisis, yakni mengundang lebih dari 600 jurnalis dari 30 kota besar untuk menghadiri telekonferensi video, mengirimkan 7.500 media kit ke kantor-kantor berita sebelum telekonferensi, melatih jajaran eksekutif perusahaan supaya dapat tampil mengesankan dan berkomunikasi yang baik ketika berhadapan dengan wartawan, dan mendistribusikan 80 juta kupon gratis yang dapat ditukarkan dengan produk Tylenol yang baru. Dengan begitu, rangkaian kegiatan tersebut menghabiskan dana dan melibatkan para pekerja yang tidak sedikit.

Selain itu, strategi penanganan krisis yang digunakan oleh Johnson & Johnson adalah Forgiveness and Sympathy strategy. Dalam strategi pengampunan, bermaksud untuk berusaha mendapatkan pengampunan dari berbagai publik dan menciptakan penerimaan atas krisis tersebut. Dan juga menggunakan Remediation and Rectification strategy, keduanya masih dalam strategi Forgiveness. Dalam remediasi, menawarkan beberapa bentuk kompensasi untuk membantu korban. Selain itu juga memberikan konseling dan bantuan keluarga korban. Untuk Rektifikasi melibatkan tindakan untuk mencegah terulangnya krisis yang sama di masa depan. Seperti mengembangkan prosedur pemeriksaan acak baru sebelum pengiriman Tylenol ke pengecer.

Dan dalam strategi simpati adalah komponen besar strategi komunikasi krisis Johnson & Johnson. Strategi simpati mendapat dukungan dari masyarakat dengan menggambarkan organisasi tersebut sebagai korban serangan yang tidak adil dari entitas luar. Kesediaan Johnson & Johnson untuk menerima kerugian dengan menarik produk Tylenol membuat simpati dengan publik.

Baca juga : Contoh Analisis Isu yang terjadi pada Iklan Grab Bike

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Dari kasus di Perusahaan Johnson & Johnson yang telah menewaskan hingga tujuh orang setelah meminum produk unggulannya yakni Tylenol, dapat disimpulkan bahwa kasus ini bukan karena faktor kesengajaan yang di lakukan oleh Perusahaan Johnson & Johnson, melainkan karena adanya faktor accident sehingga terjadinya kontaminasi sianida pada Tylenol. Dan kasus ini dapat ditangani dengan cepat karena krisis ini termasuk ke dalam jenis krisis yang bersifat segera (immediate crisis).

Tindakan yang di lakukan oleh Johnson & Johnson merupakan tindakan yang tepat dan cepat, dimana dalam waktu singkat, jajaran manajemen dan bagian Public Relations Johnson & Johnson melakukan serangkaian tindakan cepat, seperti menghentikan produksi dan distribusi Tylenol, menarik produk dari pasar, meluncurkan kampanye masif yang memintta konsumen menukar Tylenol dengan produk yang lebih aman, hingga memanggil 50 karyawan bagian Public Relations untuk menjadi staf di pusat pemberitaan.

3.2 Saran

Dari berkembangnya isu dari pihak eksternal seharusnya kita sadar bahwa masih banyak hal yang harus diperbaiki dari perusahaan ini. Demi tercapainya sebuah visi perusahaan tentu kita harus selalu mengedepankan citra perusahaan dan dengan adanya media sebagai partner hal ini sangat memudahkan kita dalam menjangkau tiap sendi-sendi masyarakat. Selain itu, dapat menjamin seluruh produk mendapatkan segel yang kuat dan aman sampai ke tangan konsumen supaya tidak ada tindakan sabotase lagi. Dan oleh karena itu sangat dibutuhkan sebuah hubungan yang baik dan kerja sama dengan pihak eksternal, internal dan juga media.

Baca juga : Contoh Strategi dan Penaganan Krisis

Penelusuran yang terkait dengan [ Contoh ] Analisis Isu dan Penanganan Krisis yang terjadi di Perusahaan

contoh krisis perusahaan dan penanganannya
contoh kasus manajemen krisis dalam perusahaan
contoh makalah manajemen krisis perusahaan
contoh kasus krisis komunikasi perusahaan
krisis perusahaan adalah
makalah manajemen krisis public relations
makalah manajemen krisis pdf
pengertian manajemen krisis menurut para ahli

" [ Contoh ] Analisis Isu dan Penanganan Krisis yang terjadi di Perusahaan "

No comments:

Post a Comment