[ Contoh ] Riset Humas Terkait Program Marketing PR di Perusahaan - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, October 30, 2018

[ Contoh ] Riset Humas Terkait Program Marketing PR di Perusahaan

[ CONTOH ] RISET HUMAS TERKAIT
PROGRAM MARKETING PR DI PERUSAHAAN

Berikut ini adalah Hasil Riset Public Relations terkait suatu program marketing PR dis ebuah perusahaan yang dikirim oleh Nabiilah Syafira Aziz. Semoga dapat menjadi refrensi teman - teman semua dalam mengerjakan tugas kuliah terutama mata kuliah Riset Humas

BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Kegiatan

Setiap perusahaan tentunya berlomba-lomba dalam mendapatkan penjualan yang tinggi pada hari besar seperti Idul Fitri supaya mendapatkan keuntungan besar pada momentum tersebut. Melihat kondisi seperti ini, MPR (Marketing Public Relations) tentunya membuat strategi untuk meningkatkan penjualan selama Ramadhan supaya menguntungkan perusahaan.

Begitu pula dengan PT Electronic City Indonesia yang merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang ritel elektronik dengan visi mengembangkan toko ritel elektronik modern dengan konsep pameran untuk memberikan pelayanan yang terbaik, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan mitra bisnis profesional untuk menambah kepuasan konsumen. Dan tentunya MPR PT Electronic City Indonesia membuat strategi untuk meningkatkan penjualan selama Ramadhan.

Bentuk strategi yang dilakukan oleh MPR PT Electronic City Indonesia untuk meningkatkan penjualan diantaranya mengadakan bazar murah, mengadakan lomba dengan hadiah vocher belanja dan membuat paket belanja elektronik murah. Namun dalam pelaksanaannya, MPR mengalami beberapa hambatan yaitu dari faktor persaingan harga dan faktor kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

Untuk mengetahui strategi MPR dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan dan mengetahui hambatan apa saja yang terjadi, penulis tertarik untuk meneliti permasalahan yang ada dengan judul “Strategi MPR PT Electronic City Indonesia dalam Meningkatkan Penjualan Selama Ramadhan”.

Baca : Contoh Perencanaan Program Marketing Public Relations

1.2. Maksud dan Tujuan

1.2.1. Maksud Kegiatan
Maksud dari kegiatan riset ini adalah untuk mengetahui strategi MPR PT Electronic City Indonesia dalam meningkatkan penjualan.

1.2.2. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan riset ini adalah :
  1. Mengetahui strategi MPR dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan.
  2. Mengetahui hambatan-hambatan yang muncul dari strategi MPR dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan.

1.3. Ruang Lingkup Kegiatan

Dalam penulisan ini, penulis membuat batasan yaitu penulisan ini hanya sebatas meneliti tentang strategi MPR pada PT Electronic City Indonesia dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan yang dilakukan di kantor pusat PT Electronic City Indonesia Jalan Jend. Sudirman No.Kav 52-53, RT.5/RW.1, Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini dilakukan selama satu hari pada tanggal 18 Mei 2018.

1.4. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam penulisan makalah riset ini, penulis membuat sistematika dalam 3 bab, yaitu :

BAB I : Pendahuluan

Berisikan tentang latar belakang kegiatan, maksud dan tujuan, ruang lingkup kegiatan dan sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori dan Proses Kegiatan

Berisikan tentang landasan teori yang meliputi umum dan studi literature, juga tentang tinjauan perusahaan, proses kegiatan yang meliputi perencanaan kegiatan pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan juga tentang kendala dan pemecahan.

BAB III : Penutup

Berisikan tentang kesimpulan dari hasil analisa penelitian dan saran yang penulis berikan.


BAB II

LANDASAN TEORI DAN PROSES KEGIATAN


2.1. Landasan Teori

2.1.1. Umum

1. Pengertian Public Relations

Menurut Scott M Cutlip & Allen H Centre (1982) dalam Rosady Ruslan (2012:25) mengungkapkan bahwa, “Public Relations adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan suatu program kegiatan untuk memperoleh pengertian dan dukungan publiknya”.

2. Peranan Public Relations
Menurut Dozier & Broom (1995) dalam Rosady Ruslan (2012:20) peranan Public Relations dapat dibedakan menjadi empat kategori, yaitu:
  • Penasehat Ahli (Expert Prescriber)
    Seorang praktisi PR yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi untuk dapat membantu mencarikan solusi yang tepat atas masalah hubungan dengan publik (public relationship) yang sedang atau akan dihadapi oleh perusahaan yang bersangkutan.
     
  • Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)
    Praktisi PR harus dapat berperan sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa yang menjadi harapan serta keinginan publiknya dan sebaliknya, sehingga dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.
     
  • Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator)
    Di sini, peran PR adalah untuk membantu pimpinan perusahaan baik sebagai Penasehat (adviser) hingga dalam proses pengambilan keputusan atau tindakan eksekusi dalam mengatasi persoalan yang terjadi secara rasional dan professional.
     
  • Teknisi Komunikasi (Communications Technician)
    Peranan ini menjadi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau biasa dikenal dengan method of communications in organizations.

3. Pengertian Marketing Public Relations

Menurut Thomas L. Harris (1991) dalam Rosady Ruslan (2012:245) mengemukakan bahwa, “Marketing Public Relations adalah sebuah proses perencanaan dan pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut di lakukan melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produk dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan”.

4. Pengertian Marketing

Menurut Philip Kotler (1993) dalam Rosady Ruslan (2012:250) mengemukakan bahwa, “Marketing adalah sebuah ide untuk memuaskan keinginan pelanggan dengan menampilakan produk dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, yang diasosiasikan dengan pembuatan, pendistribusian dan akhirnya pengkonsumsian produk tersebut”.

5. Pengertian Strategi
Menurut Ahmad S Adnanputra (1990) dalam Rosady Ruslan (2012:133) mengemukakan bahwa, “Strategi adalah bagian terpadu dari suatu rencana (plan), sedangkan rencana merupakan produk dari suatu perencanaan (planning) yang pada akhirnya perencanaan adalah salah satu fungsi dasar dari proses manajemen”.

6. Penyebab dibutuhkannya strategi Marketing Public Relations
Menurut Philip Kotler (1993) dalam Rosady Ruslan (2012:252) menyebutkan faktor penyebab dibutuhkannya strategi Marketing Public Relations adalah :
  1. Meningkatkannya biaya promosi periklanan yang tidak seimbang dengan hasil keuntungan yang diperoleh dan keterbatasan tempat
  2. Persaingan yang ketat dalam promosi dan publikasi, baik melalui media cetak ataupun media elektronik dan sebagainya 
  3. Selera konsumen yang cepat mengalami perubahan dalam waktu relatif pendek (tidak loyal), karena banyaknya pilihan atau substitusi produk yang ditawarkan di pasaran 
  4. Makin menurunnya perhatian atau minat konsumen terhadap tayangan iklan, karena pesan dalam iklan yang kini cenderung berlebihan dan membosankan perhatian konsumennya.

2.1.2. Studi Literature
Setiap perusahaan tentunya berlomba-lomba dalam mendapatkan penjualan yang tinggi pada hari besar seperti Idul Fitri supaya mendapatkan keuntungan besar pada momentum tersebut. Melihat kondisi seperti ini, Marketing Public Relations tentunya membuat strategi untuk meningkatkan penjualan selama Ramadhan supaya menguntungkan perusahaan.

Untuk mengetahui strategi Marketing Public Relations dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan dan mengetahui hambatan apa saja yang terjadi, penulis tertarik untuk meneliti permasalahan yang ada dengan disusun beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Apa strategi Marketing Public Relations PT Electronic City Indonesia dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan?
  • Mengadakan bazar murah
  • Mengadakan lomba dengan hadiah vocher belanja 
  • Membuat paket belanja elektronik murah
2. Faktor apa hambatan Marketing Public Relations dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan?
  • Faktor persaingan harga
  • Faktor kebutuhan konsumen yang berbeda-beda
Baca juga : Contoh Program Marketing Public Relations Hotel Blue Sky

2.2. Tinjauan Perusahaan

2.2.1. Sejarah Perusahaan
PT Electronic City Indonesia (“Electronic City”) merupakan salah satu dari pelopor perusahaan ritel produk elektronik modern di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2001 dan membuka toko standalone sekaligus toko pertama (flagship store) di Sudirman Central Business District (SCBD). Electronic City memperluas jaringan toko di luar Jabodetabek dengan membuka toko pertama di Denpasar di tahun 2004 dan di Sumatera yang terletak di Medan, Sumatera Utara di tahun 2007.

Electronic City resmi menjadi perusahaan terbuka pada tanggal 3 Juli 2014 dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (kode saham ECII). Electronic City melepas 333. 333.000 saham atau sebanyak 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dengan harga penawaran Rp 4.050 per saham.

Sampai dengan Juni 2014, Electronic City telah mengoperasikan 63 toko yang tersebar di beberapa kota besar di pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Electronic City menawarkan produk yang beragam dalam empat kategori utama yaitu: audio-video, peralatan rumah tangga, telepon selular dan gadget, peralatan TI dan perlengkapan kantor. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya Electronic City juga didukung oleh 11 gudang distribusi yang berada di Jakarta, Bogor, Bandung, Tangerang, Solo, Medan, Denpasar, Pontianak, Balikpapan dan Kendari.

Electronic City menerapkan dual-branding strategy melalui dua konsep toko Electronic City Store (EC Store) dan Electronic City Outlet (EC Outlet) sebagai metode pemasaran untuk target segmen konsumen yang berbeda. Electronic City juga meluncurkan platform e-commerce melalui situs resmi Perseroan dalam upaya untuk memperkuat citra Perseroan dan menjaring konsumen yang lebih memilih untuk membeli produk secara online.

2.2.2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi perusahaan diwujudkan oleh suatu pernyataan formal mengenai apa yang ingin dicapai perusahaan sebagai acuan dalam penciptaan formula strategi bagi misi perusahaan. Adapun visi PT Electronic City Indonesia adalah “Mengembangkan toko ritel elektronik modern dengan konsep pameran untuk memberikan pelayanan yang terbaik, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan mitra bisnis profesional untuk menambah kepuasan konsumen.

Sedangkan misi perusahaan itu sendiri adalah untuk menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia dalam bisnis ritel elektronik dengan jaringan toko modern berskala luas dan didukung oleh layanan terbaik dan fasilitas lengkap.

2.2.3. Struktur Organisasi Perusahaan 



2.2.4. Marketing Public Relations dalam Perusahaan

1. Kedudukannya dalam Perusahaan
Dalam kedudukan struktur organisasi, posisi Marketing Public Relations PT Electronic City Indonesia tepat berada di bawah Marketing Director. Keberadaan Marketing Public Relations bertugas memonitor dan mengevaluasi program promosi agar dapat berjalan secara sistematis dan terencana dalam mendukung Departemen Pemasaran dalam mengejar target penjualan.

2. Tujuan Komunikasi yang Dilakukan
  1. Tujuan kegiatan yang dilakukan Marketing Public Relations PT. Electronic City Indonesia : Memposisikan PT Electronic City Indonesia sebagai ritel elektronik unggulan
  2. Mempertahankan kualitas dan menambah kuantitas peranan beserta keberadaan outlet-outlet yang berada di seluruh Indonesia 
  3. Memperkokoh citra perusahaan dibenak para konsumen maupun masyarakat pada umumnya. 

3. Khalayak Sasaran Kegiatan Marketing Public Relations PT Electronic City Indonesia :
  • Publik Internal yakni meliputi seluruh staf, karyawan, dewan direksi dan pemilik PT Electronic City Indonesia.
  • Publik Eksternal
    1. Masyarakat luas pada umumnya, khususnya masyarakat yang bermukim di daerah cabang PT Electronic City Indonesia
    2. Para konsumen beserta partner dari PT Electronic City Indonesia yang telah ada, baik yang berupa perorangan maupun yang berbentuk departemen atau perusahaan swasta dan juga para calon konsumen. 
    3. Kalangan media massa (media cetak daerah, media cetak pusat, radio dan televisi). 
    4. Kalangan pemerintah setempat.

4. Strategi Komunikasi yang Digunakan
Untuk memfokuskan arah kegiatan dan pembagian tugas dengan baik, maka Public Relations di PT Electronic City Indonesia dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:
  1. Marketing Public Relations yang mempunyai program dan kegiatan guna mengoptimalkan tujuan komunikasi dan membantu bagian pemasaran dalam penjualan.
  2. Community Public Relations yang bertujuan untuk memperkokoh citra bahwa PT Electronic City Indonesia memiliki rasa kepedulian sosial terhadap masyarakat.

2.3. Proses Kegiatan

2.3.1. Perencanaan Kegiatan
Dalam perencanaan strategi Marketing Public Relations PT Electronic City Indonesia dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan di lakukan melalui riset. Menurut informan I, “Sekitar bulan April yang lalu kami sudah melakukan riset dengan mempelajari evaluasi pada kegiatan tahun lalu”.

2.3.2. Pelaksanaan Kegiatan
Penelitian ini dilaksanakan di kantor pusat PT Electronic City Indonesia Jalan Jend. Sudirman No.Kav 52-53, RT.5/RW.1, Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2018.

2.3.3. Evaluasi
PT Electronic City Indonesia berkantor pusat di Jalan Jend. Sudirman No.Kav 52-53, RT.5/RW.1, Kota Jakarta Selatan. Seluruh kegiatan operasional yang bersifat non produksi dan pelayanan kepada konsumen dilakukan di kantor pusat. Sedangkan untuk kegiatan penjualan dilaksanakan pada cabang toko di seluruh Indonesia.

Sampai dengan Juni 2014, Electronic City telah mengoperasikan 63 toko yang tersebar di beberapa kota besar di pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Electronic City menawarkan produk yang beragam dalam empat kategori utama yaitu: audio-video, peralatan rumah tangga, telepon selular dan gadget, peralatan TI dan perlengkapan kantor. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya Electronic City juga didukung oleh 11 gudang distribusi yang berada di Jakarta, Bogor, Bandung, Tangerang, Solo, Medan, Denpasar, Pontianak, Balikpapan dan Kendari.

2.4. Kendala dan Pemecahan

2.4.1. Kendala
Adapun kendala yang dihadapi oleh PT Electronic City Indonesia dalam pelaksanaan meningkatkan penjualan selama Ramadhan, yaitu :

1. Faktor persaingan harga (Price war)
Berada dalam bidang usaha apapun tidak akan terlepas dari suatu persaingan dimana kepuasan konsumen menjadi faktor utama. Hal tersebut juga terlihat dari semakin banyaknya penawaran yang di berikan oleh perusahaan ritel elektronik selain PT Electronic City Indonesia.

Hasil wawancara dengan informan I pada tanggal 18 Mei 2018, sebagai berikut, “Sekarang di Indonesia, sedang booming ritel elektronik, karena itu banyak perusahaan serupa yang baru berdiri dan memberikan penawaran harga yang lebih rendah”.

Berdasarkan data di atas diketahui bahwa hambatan dari persaingan harga dengan perusahaan ritel elektronik lain adalah yang cukup berarti dalam pelaksanaan strategi Marketing Public Relations PT Electronic City Indonesia dalam meningkatkan penjualan.

2. Faktor kebutuhan konsumen yang berbeda-beda

Semua konsumen memiliki tujuan dan kebutuhan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Faktor kebutuhan yang beragam inilah yang senantiasa berusaha untuk di penuhi oleh PT Electronic City Indonesia, dengan cara meningkatkan mutu pelayanan kepada para konsumen bahwa PT Electronic City Indonesia akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan mereka sehingga para konsumen dapat merasa puas.

Hal tersebut seperti yang diuraikan oleh informan I pada wawancara tanggal 18 Mei 2018, yaitu, “Setiap konsumen memiliki keinginan yang berbeda-beda dan mereka ingin dipenuhi segala keinginannya, dan tentu saja kami akan berusaha keras memberikan keyakinan pada para konsumen bahwa PT Electronic City Indonesia mampu wewujudkan keinginan dari para konsumen”.

Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa kegiatan memuaskan konsumen adalah prioritas utama dan konsumen merupakan komponen utama untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Karena itulah PT Electronic City Indonesia sebisa mungkin berupaya mewujudkan apa yang menjadi keinginan dari para konsumennya.

2.4.2. Pemecahan

Berdasarkan data yang di peroleh penulis di lapangan, terdapat upaya yang dilakukan PT Electronic City Indonesia untuk menangani hambatan yang dihadapi dalam usaha meningkatkan penjualan, yaitu :

1. Faktor persaingan Harga (Price War) 
 Hambatan dari persaingan harga, muncul dari perusahaan serupa yang baru berdiri dan memberikan penawaran harga yang lebih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut PT Electronic City Indonesia menawarkan harga tertentu pada event-event tertentu.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Informan I, pada wawancara tanggal 18 Mei 2018, sebagai berikut, “Untuk mengatasi persaingan harga, kami bisa memberikan harga-harga tertentu pada situasi dan kondisi tertentu, agar pelangggan tertarik dan membeli produk yang ditawarkan. Contohnya pada saat Ramadhan, PT Electronic City Indonesia mengadakan bazar murah dalam Toko dan mengadakan lomba dengan hadiah vocher belanja”.

Dengan strategi promosi yang dilakukan tersebut di harapkan dapat meningkatkan jumlah konsumen pada event tertentu. Selain itu usaha tersebut di maksudkan agar para konsumen puas dan tetap setia kepada PT Electronic City Indonesia.

2. Faktor kebutuhan konsumen yang berbeda-beda
Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda ketika membeli suatu produk di PT Electronic City Indonesia, yang menjadi kendala adalah bagaimana PT Electronic City Indonesia mampu meyakinkan para konsumen bahwa PT Electronic City Indonesia mampu memenuhi apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan setiap konsumen.

Hal seperti itu juga di sampaikan oleh informan I, pada wawancara tanggal 18 Mei 2018, sebagai berikut, “Kami di sini beserta seluruh karyawan dari PT Electronic City Indonesia berupaya memenuhi keinginan dan kebutuhan dari para konsumen. Setiap kebutuhan konsumen akan kami usahakan untuk dipenuhi seperti membuat paket belanja elektronik murah”.

Seluruh karyawan dari PT Electronic City Indonesia selalu melakukan upaya-upaya pemberian pelayanan sebaik mungkin bagi para konsumen. Selain usaha-usaha tersebut, PT Electronic City Indonesia juga berupaya menjalin hubungan yang baik dengan para konsumennya. PT Electronic City Indonesia selalu berusaha untuk memberikan kepuasan bagi para konsumen.

BAB III

PENUTUP


3.1. Kesimpulan

MPR (Marketing Public Relations) merupakan bagian yang tentunya terdapat dalam struktur organisasi atau perusahaan. MPR tentu memiliki aspek dalam mewakili komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, menyebarkan informasi, dan memiliki pencapaian tujuan atas perusahaan itu sendiri.

Memperhatikan hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan-kesimpulan yang diajukan, dapat dikemukakan implikasi-implikasi yang timbul dari penelitian ini, yaitu informasi penelitian mengenai strategi MPR PT Electronic City Indonesia dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan.

Bentuk strategi yang dilakukan oleh MPR PT Electronic City Indonesia untuk meningkatkan penjualan diantaranya mengadakan bazar murah, mengadakan lomba dengan hadiah vocher belanja, dan membuat paket belanja elektronik murah. Selain itu dalam pelaksanaannya, MPR mengalami beberapa hambatan yaitu dari faktor persaingan harga dan faktor kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

Mengetahui adanya hambatan dalam melaksanakan strateginyanya, diharapkan MPR PT Electronic City Indonesia dapat dengan cerdas dalam menangani masalah tersebut. Dengan demikian strategi MPR dapat berjalan secara optimal.

3.2. Saran

Setelah melaksanakan penelitian pada MPR PT Electronic City mengenai strategi MPR PT Electronic City dalam meningkatkan penjualan selama Ramadhan, saran yang dapat diberikan diantaranya adalah :

Akan lebih baik lagi jika tiap tahun dapat melakukan inovasi baru dalam melakukan event untuk meningkatkan penjualan supaya konsumen dapat mendapatkan pengalaman yang berbeda ketika berbelanja.

Untuk membentuk brand kepada masyarakat luas, bazar dapat dilakukan di perkampungan supaya dapat mendekatkan diri kepada masyarakat. Namun, tentunya perlu melakukan riset tempat terlebih dahulu.


Baca lagi : Contoh Proposal Riset / Magang di Perusahaan

Penelusuran yang terkait dengan [ Contoh Riset Humas Terkait Program Marketing PR di Perusahaan

contoh kegiatan marketing public relations
contoh program marketing public relations
contoh kasus marketing public relations
contoh marketing public relations
strategi marketing public relations
teori strategi marketing public relations
contoh public relation dalam promosi
marketing public relations pdf


" [ Contoh  Riset Humas Terkait Program Marketing PR di Perusahaan "

No comments:

Post a Comment