[ Contoh ] Makalah Komunikasi Antar Budaya - Budaya Eropa [ Belanda ] + Studi Kasus - Dunia Public Relations

Terbaru

Wednesday, October 31, 2018

[ Contoh ] Makalah Komunikasi Antar Budaya - Budaya Eropa [ Belanda ] + Studi Kasus


[ CONTOH ] MAKALAH KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
BUDAYA EROPA [ BELANDA ] + STUDI KASUS


Berikut ini adalah ssatu Makalah Budaya Eropa atau lebih tepatnya budaya Belanda yang dikirim oleh Nabiilah Syafira Aziz. Semoga dapat menjadi refrensi teman - teman semua dalam mengerjakan tugas kuliah terutama mata kuliah Komunikasi Antar Budaya

Budaya Eropa



Budaya Eropa dapat dikatakan kebudayaan yang sangat berpengaruh terhadap budaya-budaya di dunia. Budaya Eropa sangat membantu para pemikir-pemikir Asia. Bahkan Amerika pun begitu terpengaruh oleh segala konsep, gaya hidup, hingga seni eropa.

Budaya Eropa memiliki sejarah yang sangat panjang. Secara geologis dan geografis, sebenarnya benua Eropa sendiri merupakan salah satu anak benua. Induknya yakni Eurasia yang saat ini menjadi Asia. Namun yang membedakan antara Eropa dan Asia adalah perbedaan bangsa yang dominan berkulit putih dan bermata biru, serta budaya yang berbeda dengan budaya-budaya Asia.

Karena pembatasan antara Eropa dan Asia sendiri belum jelas secara geografis, maka pemisahan benua ini sendiri diawali oleh faktor kebudayaan. Sering sekali orang-orang menyebut Eropa sebagai benua biru karena seperti yang dapat kita lihat dari mata mereka yang kebanyakan memiliki mata berwarna biru.

Sebagian besar penduduk Eropa merupakan bangsa-bangsa dari Ras Kaukasoid yang berkulit putih dan berambut pirang. Hal ini yang menjadi ciri khas masyarakat Benua Eropa yang membedakan dari benua lain. Penduduknya dapat dibedakan menjadi lima kelompok yaitu :
  1. Suku bangsa Nordik, bermata biru dan berambut sangat pirang. Mereka tinggal di wilayah utara yaitu Jerman, Belanda, dan Semenanjung Skandinavia; 
  2. Suku bangsa Alpina, bermata coklat dan berambut pirang. Mereka tinggal diwilayah tengah, seperti Perancis, Swiss dan Belgia; 
  3. Suku bangsa Mediteran, bermata agak kecoklatan, dan berambut hitam bergelombang serta masyarakatnya bertempat tinggal di italia, Yunani,dan Spanyol; 
  4. Suku bangsa Slavia, bermata abu-abu Biru, rambut pirang keputih-putihan dan bertempat tinggal di Bulgaria, Rusia, Slovakia, dan Yugoslavia; 
  5. Suku bangsa Dinara, berambut gelap, suku bangsa ini tinggal di Rumania.
Budaya Eropa dimulai sejak zaman Paleolitik dengan ditandai ditemukannya ribuan batuan tangan yang usianya mencapai hingga 800 ribu tahun. Penemuan ini menjadi bukti penting bagi bangsa Eropa. Inilah tonggak dari sebuah sejarah dan budaya di Eropa. Namun awal budaya demokratik Eropa ini dimulai perkembangannya sejak zaman Yunani kuno.

Selanjutnya, budaya Eropa memuncak seiring terbentuknya kekaisaran Romawi di tanah Italia. Kekaisaran Romawi membagi benua Eropa menjadi dua, yaitu sepanjang Sungai Rhine dan Danube. Ketika kekaisaran Romawi mengalami kemunduran, Eropa masuk pada zaman kegelapan. Ilmu pengetahuan menjadi hilang, hingga akhirnya mereka masuk kepada Zaman Renaisanse atau dapat disebut Zaman Pencerahan.

Zaman Renaissanse menandakan sebuah periode penemuan yang dieksplorasi oleh Bangsa Eropa. Mereka mengumpulkan dan mengembangkan segala ilmu pengetahuan yang ditemukan dari ilmuwan-ilmuwan Islam ketika berkecamuk perang salib. Secara hati-hati, komunitas Monastik ini mengumpulkan segala catatannya dan mulai membukukan untuk dipelajari lebih lanjut.

Pada abad ke-15, negara yang pertama kali membuka penemuan Eropa adalah Portugal. Lalu diikuti oleh Spanyol, Perancis, Belanda, Britania Raya atau Inggris. Inggris bergabung membangun sebuah kolonial dengan daerah kekuasaan yang luas di tiga benua, yakni Afrika, Amerika, dan Asia. Masa kolonial bagi Eropa secara tidak langsung berpengaruh terhadap bangsa-bangsa di Afrika, Amerika, dan Asia

Setelah masa penemuan ini memuncak, maka konsep demokrasi pun berkembang di Eropa. Bangsa Eropa mulai merindukan suatu konsep yang melindungi hak-hak rakyat sebagai salah satu bagian dari sebuah negara. Perjuangan kemerdekaan yang pertama kali muncul adalah Perancis, yang dikenal dengan sebutan Revolusi Perancis.

Revolusi Perancis pun akhirnya menginspirasi bangsa di Benua Eropa untuk mempunyai pikiran-pikiran revolusioner demi menentang segala bentuk monarki di negaranya masing-masing. Setelah pergolakan revolusi ini reda, maka yang paling mempengaruhi budaya Eropa selanjutnya adalah adanya Revolusi Industri di Britania Raya (Inggris) pada akhir abad ke-18.

Budaya Eropa sebenarnya merupakan kebudayaan yang tumpang tindih. Beberapa budayawan Eropa menyatakan jika budaya Eropa sebenarnya terbentuk dari budaya Afrika Utara, yaitu Mesir kuno. Sebagian ahli budaya menganggap jika bangsa Eropa adalah keturunan dari bangsa Mesir kuno. Namun dasar kebudayaan Eropa sendiri diletakkan oleh bangsa Yunani, diperkuat oleh Romawi, dan distabilkan oleh Kristen.

Antara abad ke-16 dan ke-20, Turki Ottoman turut mempengaruhi budaya Eropa. Maka, budaya Eropa berkembang menjadi fenomena yang kompleks dari jangkauan sebagai budaya mandiri. Filsafat, mistisme Islam, Kristen, sekuler humanisme dikembangkan melalui usia panjang menjadi perubahan dan pembentukan jati diri Eropa.

Karena koneksi dan adopsi global inilah, budaya Eropa mencapai kemajuan. Dapat kita lihat disetiap periode yang menjadi ciri khas seperti pencerahan, naturalisme, romantisme, ilmu pengetahuan, demokrasi, sosialisme. Budaya Eropa tumbuh dengan dorongan berbagai budaya dari tiap benua dan menjadikan budayanya sendiri sebagai budaya global.
Baca : Contoh Makalah Komuikasi Antar Budaya - Karakteristik Budaya

Budaya Belanda

Salah satu negara di benua Eropa ialah Belanda. Belanda terletak di wilayah Eropa Barat. Di sebelah timur berbatasan dengan Jerman, Selatan dengan Belgia dan untuk bagian utara dan barat dibatasi oleh Laut Utara. Negara ini adalah pertemuan budaya Jerman, Inggris, dan Perancis.

Bentuk negaranya bukanlah republik melainkan monarki konstitusional, dengan kepala negara seorang raja atau ratu. Sedangkan, kepala pemerintahan dipegang oleh seorang perdana menteri. Permukaan tanah di Belanda sangat rata. Hampir seperuh dari pada negara Belanda berada kurang 1 meter dibawah permukaan laut. Permukaan tertinggi ialah Vaalserberg, yang berada di provinsi Limburg yang mempunyai ketinggian 321 m. Permukaan terendah ialah Nieuwerkerk aan den Ijssel yang berada 6.76 dibawah permukaan laut. Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk dan dinding laut.

Sebagian kawasan di Belanda, misalnya daerah Flevoland mesti di reklamasi (perlu dibangun daratan baru di lahan yang sebelumnya terdiri dari air). Arah angin yang utama di Belanda ialah barat daya, yang menyebabkan iklim kepulauan yang sederhana, dengan musim panas yang dingin dan musim sejuk yang sederhana.

Banyak orang yang mengalami culture shock setelah tinggal di Belanda selama beberapa bulan. Namun hal tersebut dapat kita hindari jika sudah mengenal budaya dasar dan kebiasaan masyarakat Belanda.

Karakteristik Orang Belanda

  1. Straightforward, yang artinya mereka tidak sungkan-sungkan mengatakan opininya
  2. Kritis akan keadaan sekitar dan cenderung berkomentar
  3. Suka menolong
  4. Cenderung tertutup
  5. Individualis
  6. Optimis dan pekerja keras, selalu mengutamakan persaingan.
  7. Tepat waktu, mereka sangat menghargai waktu
  8. Sangat teratur, agenda selalu ada ditangan, dan janji selalu ditepati.
  9. "Work hard, Play hard", yang berarti mereka sangat mengutamakan waktu luang saat akhir pekan.
  10. Menghargai dan menghormati orang lain, serta respektif terhadap pekerjaan orang lain.

Kebiasaan Menarik dari Masyarakat Belanda

  1. Menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama, baik di desa maupun di kota. Karena Belanda menawarkan sekitar 35.000 kilometer jalur sepeda
  2. Makanan umum dan sehari hari masyarakat Belanda adalah: “patat” (kentang goreng), roti isi, “stampot” (kentang masih dengan daging dan brokoli), aneka macam snack seperti pastel, risoles, frikandel. 
  3. Hampir semua masyarakat Belanda (utamanya dari generasi muda) dapat berbicara bahasa Inggris.
  4. Dosen dapat dipanggil dengan menggunakan nama depan. Namun tentu saja tergantung bagaimana dosen itu ingin dipanggil.
  5. Tidak ada senioritas dalam perkuliahan di Belanda, begitu juga dengan per-ploncoan.
  6. Orang Belanda ketika menaiki tangga biasanya pria yang akan berjalan di depan (memang sangat berbeda dengan dikebanyakan negara eropa, saat menaiki tangga, wanitalah yang di depan)
  7. Perabot di Belanda sangat terkenal di dunia (tidak heran jika orang Belanda suka dipuji mengenai perabotan mereka) 
  8. Supir taksi di Belanda tidak menerima uang tips.
  9. Jika orang Belanda mengundang seseorang ke rumahnya, biasanya mereka hanya menyajikan beberapa gelas arak kemudian diajak makan di luar.
  10. Orang Belanda saat menuangkan kopi terdapat aturannya, yakni hanya boleh 2/3 penuh (jika menuang hingga segelas penuh, dianggap tidak sopan dan kurang pendidikan).

Ciri Khas Negara Belanda

  1. Negara Belanda sangat terkenal dengan bunga tulipnya yang indah dan memiliki berbagai macam warna.
  2. Belanda juga memiliki kebanggan lain seperti kincir angin. Kincir angin ini berfungsi untuk pendorong air ke daratan dengan tujun membentuk daratan baru. Seperti yang kita ketahui bahwa belanda berada dibawah permukaan laut untuk sepertiga wilayahnya dengan Nieuwerkerk aan den Ijssel yang merupakan titik terendah di Belanda (-6,76 meter NAP)
  3. Belanda juga terkenal dengan sepatu kayunya yang disebut dengan klompen. Klompen sudah ada sejak tahun 1207 M.
  4. Keju juga merupakan ciri paling terkanal dari belanda yang memiliki rasa khas tertentu dibandingkan dengan negara lainnya.
  5. Belanda terkenal dengan bendungannya.
  6. Belanda adalah negara liberal dan toleran. Namun tidak berarti semua hal boleh dilakukan. Umumnya, Belanda memiliki sikap terbuka terkait kebebasan berbicara, pernikahan sesama jenis dan penggunaan obat-obatan ringan.
  7. Arti kedai kopi di Belanda adalah istilah kopi yang dilegalkan yang hanya menjual mariyuana (ganja) dan hanya dapat dinikmati di tempat itu.
  8. Membeli narkoba di jalanan adalah larangan, karena Belanda hanya mengizinkannya di kedai kopi
  9. Pada 2001 Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis

Policy Cycle dalam Pemerintahan Belanda

Agenda Setting adalah proses awal yang akan menjadi cikal bakal terbentuknya suatu kebijakan. Dalam proses ini terdapat :
  1. Identifikasi masalah-masalah yang muncul dalam ruang publik. 
  2. Dari masalah yang ada dipilih salah satu yang dominan (proses pemilihan dilakukan karena pada dasarnya tidak semua masalah dapat diangkat sebagai kebijakan).
  3. Pengambilan masalah pada akhirnya akan membentuk suatu policy agenda yang di dalamnya terdapat interpretasi dari masalah-masalah yang ada. 
Pihak-pihak yang mempengaruhi setting policy agenda dan memiliki peran masing-masing untuk membentuk suatu kebijakan diantaranya sebagai berikut :
  1. Kantor-kantor publik
  2. Birokrasi
  3. Media massa
  4. Kelompok kepentingan

Penerapan agenda setting dalam kebijakan Belanda adalah,
“Isu-isu yang ada dalam ruang publik Belanda dibahas dalam forum sidang yang disebut standing committee. Standing committee terdiri dari anggota parlemen, senate, dan eksekutif yang di dalamnya terdapat anggota kabinet. Kabinet dalam awal perumusan kebijakan mengakomodasi isu-isu dan tuntutan-tuntutan dalam publik untuk selanjutnya dari rumusan tersebut akan dibahas dan mendapat review dari anggota parlemen.”

Isu-isu yang diangkat dalam kebijakan-kebijakan Belanda dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal diantaranya :
  1. Hukum internasional dari United Nation
  2. Pengaruh-pengaruh yang datang dari European Union (EU)
Saat United Nation merilis suatu hukum internasional yang memuat isu baru dan belum dibahas dalam hukum nasional, Belanda akan berusaha mengakomodasi kepentingan tersebut dengan hukum nasionalnya. Sebelum diadopsi menjadi hukum nasional, hukum internasional akan dibahas dalam forum yang dibentuk di European Union (EU). Setelah melalui pembahasan di EU selanjutnya akan diadopsi menjadi isu-isu yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan pembentukan policy di Belanda.

Aktor domestik yang berperan dalam penentuan agenda setting selain dari internal pemerintah adalah dari partai politik. Partai politik di Belanda yang terdiri dari VVD, CDA, dan PVV membentuk koalisi yang saling mendukung satu sama lain dalam proses penentuan agenda setting dalam perumusan kebijakan di negara Belanda. Ketiga partai tersebut menghindari konsep oposisi dan mosi tidak percaya kepada kabinet sehingga dalam proses penetuan agenda setting mereka menganut sistem kerjasama dalam pembuatan agenda setting suatu kebijakan. Isu yang disepakati secara mayoritas akan didukung secara mulus oleh pihak-pihak yang terlibat dalam standing comittee.

Peran media dalam penyusunan agenda setting di Belanda adalah,
“Menjadi suatu sarana yang efektif untuk menyebarkan diskursus dan isu-isu dari publik yang dapat dijadikan sebagai cikal bakal suatu kebijakan dan menyalurkan kebijakan-kebijakan yang akan dirilisnya kepada publik sehingga pada akhirnya peran media benar-benar menjadi perantara antara rakyat dan pemerintah sebagai perwujudan sistem demokrasi Karena pemerintahan Belanda benar-benar menghargai eksistensi suara masyarakat sebagai implementasi sistem demokrasi.”

Pemerintah Belanda tidak memberikan perhatian lebih pada kelompok-kelompok kepentingan dalam pembentukan agenda setting. Hal tersebut terjadi karena pemerintah Belanda lebih terfokus pada eksistensi kapasitas seorang individu sebagai manusia yang independen sehingga realitas isu-isu yang diangkat sebagai kebijakan juga berorientasi pada individu.

Studi Kasus :

Siklus Kebijakan Belanda dalam Drugs Policy

Latar belakang Drugs Policy :
  1. Pada tahun 1960-1970 Belanda mencatat peningkatan masalah kesehatan yang disebabkan oleh konsumsi narkotika (sehingga, pada tahun 1980-an konsumsi narkotika menjadi suatu hal yang dianggap lazim dan legal dalam masyarakat Belanda).
  2. Angka kriminal yang disebabkan oleh transaksi dalam bidang narkotika juga semakin meningkat.
  3. Upaya pemerintah Belanda untuk melawan penyalagunaan narkotika yang direalisasikan melalui kebijakan-kebijakan tidak memberikan suatu efek penurunan yang signifikan terhadap konsumsi narkotika di masyarakat.
  4. Kebijakan yang menetapkan narkotika sebagai sesuatu yang ilegal meningkatkan timbulnya praktik drug trafficking dan illicit market drug di luar kontrol pemerintah.
  5. Timbulnya praktik drug trafficking dan illicit market drug di luar kontrol pemerintah, bahaya akibat peredaran narkotika dan konsumsinya akan menjadi lebih multidimensional mengingat tidak adanya kontrol dalam praktik market tersebut.

Pemerintah Belanda merealisasikan kebijakan dengan cara :
  1. Melegalkan penggunaan obat-obat narkotika untuk personal.
  2. Memberikan suatu pertimbangan knowledge dengan memberikan standar mengenai konsumsi narkotika yang aman bagi manusia. 

Inspirasi dasar kebijakan :
  • Berasal dari United Nation dalam Undang-Undang UN Single Convention yang berisi kesepakatan mengenai peredaran narkotika dan illicit trafficking of narcotics dibawah hukum kriminal

Tujuan realisasi kebijakan :
  1. Untuk melindungi anak muda supaya tidak terjebak dalam narkotika dalam kadar bahaya yang tinggi yang diistilahkan sebagai hard drug. Karena secara nyata peredaran drug tersebut ada dalam masyarakat dan berdekatan dengan dunia anak muda, jadi apabila tidak ada legalisasi konsumsi untuk mereka maka dikhawatirkan anak muda akan berusaha mencari narkotika melalui illicit market yang secara nyata akan lebih berbahaya, namun pemerintah Belanda membuat diferensiasi yang jelas antara dua hal ini yakni antara soft drug dan hard drug.
  2. Pemerintah melegalkan konsumsi soft drug dengan mengijinkan perdagangan barang-barang ini pada coffeshop-coffeshop dan youth club yang bonafit tentunya terdapat batasan usia untuk mengonsumsi drug ini.
  3. Dengan kebijaksanaan ini pemerintah Belanda percaya jika seorang anak muda yang ingin menggunakan soft drug akan lebih baik apabila dia tidak berada pada suatu kawasan yang mengekspos tentang kriminalisasi hard drug.
  4. Selain itu dengan memberikan toleransi terhadap penggunaan soft drug untuk penggunaan secara personal akan secara otomatis memberikan diferensiasi terhadap konsumen hard drug dan soft drug yang pada akhirnya akan membentuk hambatan sosial untuk transisi dari soft ke hard drug.
  5. Dengan adanya diferensiasi antara hard drug dan soft drug masyarakat akan lebih waspada dan secara sadar mengetahui bahwa hard drug akan lebih berbahaya dari soft drug karena di satu sisi mereka telah memiliki pengalaman sebagai konsumen dari soft drug. Pada kenyataannya, di Belanda, transisi konsumen narkotika yang melakukan transisi dari soft ke hard drug memilik persentase yang relatif rendah.

Hambatan yang terjadi :
  1. Eksistensi dari proporsi kecil pecandu narkotika memberikan dampak negatif yang menyulitkan masyarakat. Para pecandu berusaha untuk melakukan segala upaya untuk mendapatkan uang untuk membeli narkotika. Adanya kebijakan meningkatkan jumlah pecandu narkotika dalam masyarakat sedangkan kenyataannya 20% pecandu narkoba hidup dalam standar hidup yang tidak wajar dan cenderung anti sosial.

    Masyarakat dari suatu wilayah melayangkan protes bahwa dengan adanya coffeshop, menyebabkan adanya pengunjung yang sangat berisi yang di dalamnya juga berasal dari luar negeri melakukan tindakan anti sosial. Pada kenyataannya kontrol terhadap aktivitas ilegal seperti penjualan hard drug, perdagangan senjata dan barang curian dapat secara bebas berlalu lalang dalam tempat tersebut. Selain itu eksistensi turis manca yang tidak memiliki kejelasan justifikasi dalam hal ini juga menjadi gangguan bagi penduduk sekitar.
  2. Keterlibatan organisasi kriminal kelas atas dalam supply drug dan penjualannya. Meskipun secara regulasi pemerintah Belanda telah meyakinkan bahwa tidak akan ada keterlibatan organisasi dalam proses ini. Tetapi pada kenyataannya hal tersebut tidak mungkin terjadi, karena tidak meragukan lagi bahwa profesional kriminal telah terlibat dalam aktivitas ini. Selama sepuluh tahun terakhir ini para kriminal profesional telah meluaskan aktivitas mereka baik dalam lingkup nasional di Belanda maupun secara internasional.

    Laba yang didapat para kriminal diestimasikan mencapai 10 milyar Gulden Belanda. Fakta yang menguatkan adalah data dari institusi keuangan yang mencatat tentang transaksi luar biasa, sebanyak 2.600 laporan transaksi pada tahun 1994 lebih dari setengahnya berhubungan dengan drug traffcking.
  3. Efek kebijakan drug liberalization telah merambah ke negara-negara lain. Liberalisasi obat di Belanda mengudang kritik dari negara-negara sekitarnya karena pada prosesnya liberalisasi meningkatan adanya perdagangan narkotika yang berkembang secara crossborder dengan Belanda sebagai pusatnya. Hal ini menjadi sangat berdampak bagi negara-negara lain di Eropa karena pada dasarnya secara geografis, negara Belanda merupakan pintu gerbang barang-barang perdagangan. Terlebih lagi atmosfer kosmopolitan atmosfer yang terdapat di Amsterdam yang kerap digunakan sebagai tempat international meeting menyebabkan perdagangan internasional narkoba tidak dapat dihindari lagi.

    Dengan adanya masalah ini, Belanda mendapat desakan dari negara-negara Uni Eropa untuk meninjau kembali kebijakan drug liberalisasi yang diberlakukan oleh Belanda. Bahkan, pemerintah Belanda diharapkan melakukan suatu amandemen terhadap kebijakan ini.Menanggapi desakan internasional terutama negara anggota EU dan dampak negatif yang timbul di masyarakat, pemerintah Belanda menempatkan kasus ini sebagai agenda setting yang akan dibahas lebih lanjut dalam pengambilan kebijakan.

Baca juga : Contoh Makalah Kebudayaan - Budaya JEpang

Kebijakan Ekonomi Belanda

Kebijakan ekonomi Belanda diarahkan terutama ke arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dan pengembangan dengan cara konsolidasi fiskal, tenaga kerja dan reformasi pasar produk, restrukturisasi ekonomi, konservasi energi, perlindungan lingkungan, pembangunan daerah, dan tujuan nasional lainnya.

Pemerintah yang telah menggabungkan kebijakan makroekonomi yang ketat dan stabil, dengan luas reformasi struktural dan peraturan. Pemotongan tajam dalam subsidi pengeluaran keamanan dan sosial dikombinasikan dengan moderasi upah deregulasi yang konsisten, dan privatisasi bekas perusahaan milik negara, dan persaingan yang meningkat telah membantu perekonomian Belanda untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja berkelanjutan.

Belanda adalah salah satu negara anggota Uni Eropa pertama yang lolos ke Uni Ekonomi dan Moneter (EMU). Kebijakan fiskal bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara mengurangi belanja publik dan menurunkan pajak dan iuran jaminan sosial. Penurunan ekonomi yang tak terduga telah menjadikan keseimbangan fiskal dan melambungkan defisit nominal

Pertumbuhan Ekonomi Belanda Tahun 2008-2013 :
  1. Dalam hal luas permukaan dan ukuran populasi, Belanda bukan negara sangat besar dan peringkat 133 di seluruh dunia dan ke-61. Berbeda sekali, kinerja ekonomi negara peringkat jauh lebih tinggi. Ukuran ekonomi, atau Produk Domestik Bruto, lebih dari € 588 miliar pada 2010. Belanda memiliki ekonomi terbesar keenam belas di dunia dan terbesar keenam di Uni Eropa.
  2. Dibandingkan dengan banyak negara anggota Uni Eropa lainnya, Belanda memiliki ekonomi yang sangat terbuka, yang mengapa negara terpukul keras oleh penurunan tajam dalam perdagangan dunia pada tahun 2008 dan 2009. Namun demikian, penurunan ekonomi di Belanda tidak lebih besar dari penurunan PDB untuk seluruh zona euro.

    Ketika dianggap selama jangka waktu yang lama, bagaimanapun, Belanda menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik dibandingkan dengan Anggota Uni Eropa dan Amerika Serikat. Ini merupakan kinerja yang sangat baik untuk perekonomian yang dikembangkan dengan standar hidup yang tinggi. Reformasi struktural yang telah dilaksanakan di, misalnya, pasar tenaga kerja dan sistem jaminan sosial, telah menciptakan kondisi untuk pertumbuhan ekonomi berpotensi sehat yang menawarkan ruang untuk investasi dalam pengetahuan dan inovasi, misalnya, sehingga Belanda akan tetap menjadi makmur , berkelanjutan, dan juga gia yang bangsa.
  3. Untuk periode kabinet (2011-2015), rata-rata pertumbuhan PDB diharapkan menjadi 1 persen, sementara 1,25 persen dipertanggungjawabkan pada awal pemerintah Rutte pada akhir 2010. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh resesi ekonomi tahun 2011-an dan 2012.In awal 2012, tingkat inflasi akan menjadi 2,25 persen.
  4. CPB Belanda Biro Analisis Kebijakan Ekonomi (CPB) mengharapkan bahwa defisit anggaran Belanda akan menjadi 4,5 persen, atau 28 miliar euro, pada tahun 2013. Dari tahun ke depan, perekonomian Belanda diperkirakan akan pulih perlahan-lahan, dengan produk domestik bruto (PDB) dari 1,25 persen pada tahun 2013.
  5. Belanda secara tradisional memiliki ekonomi terbuka dan tingkat perdagangan dengan negara lain sangat signifikan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Biro Belanda untuk Analisis Kebijakan Ekonomi, Belanda menghasilkan sekitar 33% dari pendapatannya dari ekspor barang dan jasa. Pada tahun 2011, nilai ekspor adalah 84,2% dari Belanda PDB.
  6. Sebagai eksportir terbesar kelima barang di dunia, Belanda menempati posisi penting ketika datang ke perdagangan dunia. Pada tahun 2010, Belanda mengekspor barang senilai total lebih dari 574.000.000.000 dolar AS. Belanda juga merupakan eksportir yang signifikan dari layanan komersial - ekspor jasa-jasa komersial sebesar 111,3 miliar dolar AS (81,9 miliar Euro, CBS, 2012) pada tahun 2010, yang menempatkan negara kesembilan dalam peringkat dunia.
  7. Selain menjadi eksportir utama, Belanda juga mengimpor sejumlah besar barang: hampir $ 518.000.000.000 senilai tahun 2010. Dengan pangsa 3,4% dari total global, negara merupakan importir terbesar ketujuh barang di dunia. Belanda juga merupakan pengimpor signifikan dari layanan komersial - impor layanan komersial sebesar 109 miliar dolar AS pada 2010, yang menempatkan kedelapan Belanda di peringkat dunia.
  8. Tingkat pengangguran di Belanda adalah salah satu yang terendah di Eropa. Dari 2006 hingga 2010, rata-rata 3,4% dari penduduk yang bekerja potensi menganggur, sementara tingkat yang sesuai di negara-negara euro adalah 8,5%. Krisis ekonomi telah menyebabkan peningkatan pengangguran di Belanda menjadi 4,8% pada bulan Oktober 2011 (Eurostat, 2011), tetapi ini masih jauh di bawah rata-rata negara tetangga. Pemuda pengangguran sangat rendah di Belanda. Pada bulan Oktober 2011, 8,2% penduduk potensial Belanda yang bekerja di bawah-25 adalah pengangguran, dibandingkan dengan rata-rata 22,0% di Uni Eropa-27.
  9. Jumlah total investasi Belanda di negara lain cukup besar. Pada akhir 2010, investasi di luar negeri mencapai lebih dari 890 miliar dolar AS, membuat negara investor asing terbesar ketujuh di dunia.
  10. Menurut Badan Penanaman Modal Asing, negara telah menyediakan kemudahan untuk sekitar 8.000 perusahaan asing, termasuk perusahaan seperti BASF, Cisco Systems, Microsoft, Nike, SABIC, Siemens dan Yakult. Perusahaan asing telah melakukan investasi langsung senilai 590 miliar dollar AS. Akibatnya, Belanda adalah terbesar kedelapan penerima dunia investasi asing, dengan investor asing memberikan 15% dari jumlah pekerjaan di Belanda.

Fakta utama tentang memulai bisnis di Belanda :

  1. Diperlukan sekitar empat hari dan empat prosedur untuk memulai bisnis baru di Belanda
  2. Upah minimum bulanan untuk yang berusia di atas 23 tahun adalah sebesar EUR 1.524,60
  3. Diperlukan waktu sekitar 98 hari dan biaya EUR 62.719 untuk mengajukan izin mendirikan bangunan dari Pemerintahan Eksekutif Kota
  4. Belanda berada di peringkat ketiga dalam perbandingan sistem kekayaan intelektual 36 negara yang menilai biaya, kecepatan, kualitas hakim/pengadilan, kualitas saran serta keadilan dan kemungkinan keputusan yang diambil
  5. Perusahaan yang ingin mencatatkan surat berharga ekuitas di Euronext Amsterdam harus memenuhi ketentuan antara lain, sudah mempublikasikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit untuk tiga tahun sebelumnya
Meskipun investasi di Belanda merupakan proses yang transparan dan mudah, sangat penting untuk memahami perbedaan aturan setempat. Cara yang dilakukan orang dalam menjalankan bisnis di Belanda mungkin berbeda dengan negara asal investor. Selain itu, variasi mengenai perbedaan tersebut dapat muncul di daerah Belanda yang lain dan industri tempat perusahaan beroperasi, seperti :
  1. Bahasa Belanda merupakan bahasa utama yang digunakan di Belanda dan dengan demikian menjadi bahasa pengantar bisnis. Sekalipun demikian, banyak penduduk Belanda yang menguasai bahasa kedua.
  2. Ketepatan waktu adalah hal penting ketika melakukan bisnis di di Belanda. Pakaian bisnis pada umumnya bersifat konservatif; sekalipun demikian, hal ini mungkin berbeda-beda di industri yang lain.
  3. Berjabatan tangan merupakan sapaan umum untuk perkenalan baru dan saling bertukar kartu nama dapat dilakukan setelah perkenalan pertama. Memberikan hadiah tidak menjadi bagian dari budaya bisnis Belanda.
  4. Walaupun tidak seperti pembisnis Perancis dan Jerman yang begitu suka berjabat tangan, orang Belanda termasuk sangat menjunjung formalitas. Jadi ketika bernegosiasi bisnis, langsung saja ajukan nilai jual jika tidak ingin bisnisnya terbang
  5. Orang Belanda banyak yang mempelajari budaya China, jadi ini bisa dijadikan topik yang menarik untuk dibahas
Investor yang ingin mendirikan usaha di Belanda seringkali akan mempertimbangkan negara-negara Uni Eropa sebagai pilihan alternatif. Meskipun keanggotaan Uni Eropa memastikan kesetaraan dalam banyak aspek dari aturan hukum, Belanda dapat dibedakan pada beberapa faktor berikut :
  1. Belanda merupakan negara ekonomi terbesar keenam di Uni Eropa. Pada tahun 2015, pertumbuhan PDB sebesar dua persen
  2. Belanda diperingkatkan sebagai negara kelima dengan perekonomian paling kompetitif di dunia.
  3. Di antara insentif yang ditawarkan, perusahaan yang termasuk dalam aturan Innovation Box dapat memanfaatkan tarif pajak efektif sebesar lima persen untuk pendapatan dari aset tidak bergerak
  4. Tenaga kerja berpendidikan tinggi, produktif, dan multibahasa (90 persen penduduknya fasih berbahasa Inggris)
  5. Belanda berada di peringkat tiga dunia untuk kualitas infrastruktur
Meskipun ada banyak keuntungan berinvestasi di Belanda, investor asing harus selalu menyadari tantangan yang mungkin muncul. Pasar domestik Belanda tetap kecil dan dicirikan dengan tingkat persaingan yang tinggi. Meskipun berada di peringkat atas dalam Peringkat Daya Saing Global Forum Ekonomi Dunia, diakui bahwa pasar tenaga kerjanya masih relatif lemah, khususnya dalam hal fleksibilitas penentuan upah.

Analisa Orientasi Konteks

Budaya Belanda dapat dimasukan dalam Low Context Cultural dikarenakan :
  1. Mereka tidak sungkan-sungkan mengatakan opininya dan kritis akan keadaan sekitar juga cenderung berkomentar.

    Berarti pola berbicara mereka tidak basa-basi dan sangat berterus terang juga tidak peduli apakah komunikan akan tersakiti oleh isi pesannya atau tidak dan biasa dipanggil “Dutch Uncle” (tukang mengeritik)
  2. Tidak ada senioritas dalam perkuliahan di Belanda dan Dosen dapat dipanggil dengan menggunakan nama depan (namun tentu saja tergantung bagaimana dosen itu ingin dipanggil)

    Berarti hubungan dengan atasan dan bawahan sangat terbuka, berbeda dengan Jepang dan Indonesia yang sangat menghormati orang yang lebih tua sehingga ketika mengambil keputusan, yang tualah yang mengutuskan karena mereka lebih memiliki banyak pengalaman ketimbang yang muda
  3. Optimis dan pekerja keras juga selalu mengutamakan persaingan

    Berarti mereka bersikap profesional, sehingga angka pengangguran di Belanda termasuk yang terendah di Eropa, jika pun terjadi krisis, di Belanda masih terbilang sangat rendah tingkat penganggurannya ketimbang negara tetangga dan juga Belanda diperingkatkan sebagai negara kelima dengan perekonomian paling kompetitif di dunia
  4. Individualis dan cenderung tertutup

    Berarti mengutamakan kapasitas individu tanpa memperhatikan sosial dan memang masyarakat yang masuk dalam budaya konteks rendah menganut budaya individual, tidak seperti Indonesia, Cina dan Arab yang sangat mengutamakan bersosialisasi. Maka memang dapat dikatakan jarang ditemukan orang Belanda yang menggunakan media sosial ketimbang budaya konteks tinggi
  5. Tepat waktu, sangat teratur, agenda selalu ada ditangan, dan janji selalu ditepati

    Berarti sangat terorganisasi dan sangat ciri khas dari budaya konteks rendah bahwa mereka efesiensi waktu dan terorganisasi, tidak seperti Indonesia dan Amerika Latin yang terkenal dengan jam karet dan suka melakukan sesuatu secara dadakan

Sumber :
  1. https://abdulaura.wordpress.com/2016/05/11/kebudayaan-belanda/
  2. http://triscamiaa-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-107151-Etnografi%20Bangsabangsa-Budaya%20Eropa.html
  3. http://mycomparativepolitics.blogspot.co.id/2011/11/pembuatan-kebijakan-di-belanda.html
  4. http://fajarxo.blogspot.co.id/2014/04/makalah-pertumbuhan-ekonomi-belanda.html
  5. http://www.business.hsbc.co.id/id-id/countryguide/netherlands

Baca lagi : Contoh Analisis Perbedaan Komunikasi Antar Budaya - Aceh & Maluku

Penelusuran yang terkait dengan [ Contoh ] Makalah Budaya Belanda

makalah negara belanda
budaya unik di belanda
makalah lintas budaya pdf
keadaan sosial budaya belanda
sosial budaya negara belanda
makalah sejarah negara belanda
makalah pemerintahan belanda
culture belanda

" [ Contoh ] Makalah Komunikasi Antar Budaya - Budaya Eropa [ Belanda ] + Studi Kasus "

No comments:

Post a Comment