[ Contoh ] Tugas Teknik Loby & Negosiasi (Analisis Kasus Telegram) - Dunia Public Relations

Terbaru

Thursday, September 27, 2018

[ Contoh ] Tugas Teknik Loby & Negosiasi (Analisis Kasus Telegram)

 [ CONTOH ] TUGAS TEKNIK LOBY & NEGOSIASI
(ANALISIS KASUS TELEGRAM)

Telegram, pemblokiran telegram, kasus telegram

1. Analisa Kasus

Kapolri: Ada 17 Kasus Terorisme yang Manfaatkan Telegram

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, berdasarkan temuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, ada 17 kasus terorisme dengan memanfaatkan media sosial Telegram. Karena itu, Kemkominfo akan menutup akses media sosial itu di Indonesia.

"Telegram dari hasil temuan Polri, khususnya Densus, ada 17 kasus yang terkait dengan penggunaan Telegram dari jaringan ini. Sekarang kan jaringan ini sudah tahu bahwa telepon bisa disadap, HP, SMS bisa disadap, sehingga mereka mencari saluran komunikasi lain yang aman buat mereka," ujar Tito di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurutnya, 17 kasus tersebut salah satunya adalah Bom Thamrin, Jakarta. Kemudian, berkembang fenomena teroris lone wolf atau bergerak sendiri.

"Dua tahun terakhir ada 17 (kasus) mulai dari bom Thamrin dan lain-lain, kemudian sekarang ini berkembang fenomena lone wolf, jadi mereka tidak terstruktur tapi mereka masing-masing gerak sendiri terjadi self radicalisation. Jadi radikal sendiri melalui penggunaan IT sekarang ini," ucap dia.

Tito mengatakan, dulu teroris semisal dokter Azahari mengajarkan murid-muridnya untuk membuat bom secara langsung. Sekarang, mengajari membuat bom cukup dengan online, chatting, dan sharing di grup online.

Dia menuturkan, Telegram menjadi favorit para terduga teroris ini. Alasannya, akun Telegram bisa disembunyikan. Telegram juga bisa membuat grup yang memuat sampai 10 ribu anggota. Admin grup pun bisa disembunyikan.

"Kemudian end to end encryption. Artinya dienkripsi sehingga tidak bisa disadap di tengah. Lalu account-nya bisa tersembunyi, tidak harus tahu nomor HP-nya. Tapi dia cukup gunakan username, saling kontak, chat to chat, hanya dengan user, jadi dia tidak ketahuan, dan sulit dilacak. Nah positifnya teknologi ini tentu akan bermanfaat untuk pembicaraan rahasia yang dianggap privacy segala macam," Tito memungkas.

2. Menganalisa kasus berdasarkan :

  1. Komunikasi yang harus dilakukan oleh pihak telegram adalah komunikasi Organisasi dikarenakan sifatnya yang formal terlebih dalam menghadapi peraturan pemerintah dalam dugaan terdapatnya situs terorisme di dalam telegram. Selain itu PR telegram juga bisa memanfaatkan komunikasi Massa dalam menyebarkan informasi yang sesunguhnya dari pihak internal Telegram kepada masyarakat luas di Indonesia bahwa Telegram sedang menyelidiki situs situs terorisme yang ada di telegram.
  2. Sebagai Public Relation Telegram, saya harus melakukan beberapa kegiatan penting. Yang pertama yang harus dilakukan adalah melakukan komunikasi kepada pemerintah agar tidak diblokirnya izin usaha telegram di indonesia. Yang kedua adalah melakukan konferensi pers dengan rekan rekan media dan menjelaskan masalah apa yang sedang terjadi secara transparan. Dalam konferensi pers tersebut harus mencantumkan beberapa point penting dari pihak telegram, antara lain :

    a. Menyatakan pihak manajemen Telegram memahami kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia dalam penanggulangan kegiatan terorisme dan siap bekerja sama menanggapi hal tersebut.

    b. Menyatakan hanya Telegram versi web yang akan di blokir pemerintah Indonesia akibat dari ditemukannya situs situs terorisme di Telegram versi web.

    c. Menyatakan pihak manajemen Telegram akan segera menyelidiki dan akan memberitahukan hasil penyelidikan secepatnya kepada pemerintah Indonesia.
     
  3. Tujuan Perusahaan Telegram melakukan komunikasi adalah :
    a. Menyampaikan informasi yang jelas tentang masalah yang terjadi antara pihak Telegram dengan pemerintah.
    b. Menarik simpati masyarakat tentang kasus Telegram bahwa aka nada dampak yang besar bagi masyarakat jika telegram jadi diblokir oleh pemerintah, dikarenakan hampir setiap kegiatan perkantoran menggunakan aplikasi Telegram.
    c. Mempengaruhi pikiran masyarakat dan pemerintah bahwa pihak Telegram bersedia bekerja sama dengan pemerintah dalam memberantas terorisme dengan penelitian atas ditemukannya situs situs terorisme yang ada di telegram versi web oleh pemerintah Indonesia.
 
Baca juga : Analisis Kasus dan Menentukan Strategi Komunikasi (Teknik Lobi & Negosiasi)

Penelusuran yang terkait dengan [ Contoh ] Tugas Teknik Lobi & Negosiasi (Analisis Kasus Telegram)

contoh kasus teknik lobi dan negosiasi
contoh kasus lobi perusahaan
contoh kasus lobi yang berhasil
artikel contoh kasus lobi
contoh kasus lobby negosiasi dan diplomasi
contoh kasus lobi politik
contoh kasus lobi bisnis
contoh lobi dan negosiasi

" [ Contoh ] Tugas Teknik Loby & Negosiasi (Analisis Kasus Telegram) "

No comments:

Post a Comment