Perencanaan Program Marketing Public relations

PERENCANAAN PROGRAM MARKETING PUBLIC RELATIONS PADA KLINIK THAMRIN RESIDENCE DENTAL
TUGAS MATA KULIAH MARKETING PUBLIC RELATIONS

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Marketing Public Relations


KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmat-Nya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi besar yakni Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini secara umumnya dan kepada Dosen Mata Kuliah Marketing Public Relations secara khususnya.

Kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena kami masih dalam tahap pembelajaran. Namun, kami tetap berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat kami harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada makalah kami berikutnya. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.2017

Depok, Januari 


Tim Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………….........…. ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………….… iii
DAFTAR GAMBAR ………………………….………………….……. iv
DAFTAR TABEL ………..……………………………………….……. v
BAB I PENDAHULUAN ……………………...……………..… 1

1.1. Latar Belakang Perusahaan ………………………... 1
1.2. Produk / Jasa Perusahaan ……….…………….…... 2

BAB II RENCANA MARKETING PUBLIC RELATIONS …. 4
2.1. Latar Belakang / Analisa Situasi ………..…..……… 4
2.1.1. Analisa Produk / Jasa …………...………... 5
2.1.2. Analisa Publik / Target Sasaran …............. 20
2.1.3. Analisa Lingkungan ………….….……….. 22
2.2. Market Goal ………………………..……..……….... 24
2.3. Rencana MPR …...……………………….…………. 25
2.3.1. Sasaran MPR ……….……………………. 26
2.3.2. Strategi MPR ……………….……………. 28
2.3.3. Rekomendasi MPR …………….……….… 29

BAB III TAKTIK ATAU PROGRAM MPR …………………... 35
3.1. Kegiatan / Event …………………………………… 35
3.2. Media Publikasi ……………………………………. 38
3.2.1. Media Cetak …………………………….. 38
3.2.2. Media Digital ……………………………. 39
3.2.3. Media Konvensional ……………………. 39

BAB IV PENUTUP ………………………………………..……. 43
4.1. Kesimpulan ………………………………………... 43
4.2. Saran ………………………………………………. 43

LAMPIRAN – LAMPIRAN …………………………………………… 44
DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1. Retainer / Penahan Gigi……………………………………………. 9
Gambar II.2. Cara Pemasangan Retainer / Penahan Gigi ………………........... 10
Gambar II.3. Contoh Behel / Kawat Gigi …………………………………....... 10
Gambar II.4. Pemasangan Implant di Gigi …………………………………….. 15
Gambar II.5. Pemasangan Crown ……………………………………….…..… 18
Gambar II.6. Contoh Pemasangan Veneer …………………………………..… 20
Gambar III.1 Design Depan Brosur ukuran A4 ……………………………...... 39
Gambar III.2. Design Dalam Brosur ukuran A4 ………………………………. 40
Gambar III.3. Design Poster ukuran A3 ……………………………………….. 41
Gambar III.4. Design Framepress ukuruan A2 ……………………………….. 42

DAFTAR TABEL
Tabel II.1. Kalender kegiatan selama bulan Januari 2017 ………………........ 32
Tabel II.2. Kalender kegiatan selama bulan Februari 2017 ………………..… 32
Tabel III.1. Susunan Acara acara Happy Family Happy Teeth …………… ... 36

Mpr, perencanaan marleting pr, plan mpr

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Perusahaan
“Klinik Thamrin Residence Dental” adalah instansi pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang sedang berkembang dan mempunyai komitmen untuk senantiasa meningkatkan pelayanan yang akan kami berikan kepada pasien atau pelanggan kami. Selain memberikan hasil perawatan yang prima Klinik Thamrin Residence

Dental juga memberikan kenyamanan, keamanan dalam setiap perawatannya, keramahan serta privasi bagi pasiennya. Klinik Thamrin Residence Dental terletak di tempat yang strategis, mudah dijangkau dan dikelilingi pusat-pusat perdagangan.

Sejarah Klinik Thamrin Residence Dental sebagai klinik kesehatan dan kecantikan gigi dan mulut di mulai tahun 2009, komitmen kami untuk menjaga kepercayaan pasien sebagai pelanggan kami dengan senantiasa meningkatkan pelayananpun mulai melandasi seluruh aktivitas yang dilakukan. Dengan adanya kepercayaan pelanggan dan keinginan untuk memperluas pelayanan pada masyarakat.

Pasien akan ditangani langsung oleh Drg. Lana Milova. Drg. Lana Milova adalah dokter gigi yang berdomisili di Jakarta Pusat. Beliau lulusan dari FKG Universitas Prof Dr Moestopo (B). Praktek Drg. Lana Milova adalah Senin s/d Sabtu (All by Appointment). Klinik Thamrin Residence Dental berlokasi di Apt. Thamrin Residence lt P9. Unit R7 Jalan Kebon Melati – Jakarta Pusat. Tlp (021) 2357989
Contoh Plan Marketing Public Relations Hotel Blue Sky

1.2. Produk / Jasa Perusahaan
1. Retainer (Penahan gigi)
Apa itu Penahan Gigi (Retainer)? Penahan gigi (retainer) adalah alat ortodontik yang digunakan untuk menjaga susunan gigi. Ortodontis akan meratakan gigi yang tidak lurus atau tidak rata dengan kawat gigi. Setelah gigi sudah tersusun rapi, ortodontis akan mengganti kawat gigi dengan alat penahan gigi agar posisi gigi tidak berubah.

2. Behel Gigi / Kawat Gigi

Kawat gigi adalah sarana yang paling umum digunakan untuk mengoreksi jajaran gigi yang tidak rata atau rahang yang terlalu sesak. Pemasangan yang baik umumnya dilakukan oleh dokter ortodonti, yaitu dokter gigi yang telah menjalani pelatihan khusus pengencangan dan perataan deretan gigi3. ImplantImplan gigi adalah fondasi yang dibuat manusia yang memperbolehkan kita mengganti gigi yang telah hilang dengan gigi baru.

3. Crown
Crown adalah teknik yang dipakai dengan cara memberikan ‘sarung’ pada gigi. Tujuannya, untuk membuat gigi menjadi lebih kuat atau untuk mengubah penampilannya agar terlihat lebih indah. Gigi yang bermasalah akan dikikis terlebih dahulu sebelum disarungkan restorasi gigi (crown). Crown ini bisa terbuat dari berbagai material, salah satu yang jadi favorit adalah porselen.

5. Veneer
Veneer gigi adalah prosedur kecantikan dari kedokteran gigi untuk membantu meningkatkan warna, bentuk, dan posisi gigi serta memperbaiki gigi yang gompal. Veneer gigi terbuat dari lapisan tipis porselen yang dipasang untuk menutupi permukaan depan gigi.


BAB II
RENCANA MARKETING PUBLIC RELATIONS

2.1. Latar Belakang / Analisa Situasi
Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, sehat secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua menginginkan anaknya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini dapat dicapai jika tubuh mereka sehat. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan kata lain bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara urnum.

Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal, maka harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan dapat dimulai dari memperhatikan diet makanan, jangan terlalu banyak makanan yang mengandung gula dan makanan yang lengket.

Pembersihan plaks dan sisa makanan yang tersisa dengan menyikat gigi, teknik dan caranya jangan sampai merusak terhadap struktur gigi dan gusi. Pembersihan karang gigi dan penambalan gigi yang berlubang oleh dokter gigi, serta pencabutan gigi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan merupakan fokal infeksi. Kunjungan berkala ke dokter gigi setiap enam bulan sekali balk ada keluhan ataupun tidak ada keluhan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka akan dicapai suatu kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Dengan demikian akan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan dan akan meningkatkan etos kerja yang lebih baik lagi. Sehingga kesehatan jasmani dan rohani seperti yang diharapkan akan tercapai.

2.1.1. Analisa Produk / Jasa
Pada klinik Thamrin Residence Dental ada beberapa layanan perawatan gigi, diantaranya:
  1. Retainer (Penahan gigi)Penahan gigi (retainer) adalah alat ortodontik yang digunakan untuk menjaga susunan gigi. Ortodontis akan meratakan gigi yang tidak lurus atau tidak rata dengan kawat gigi. Setelah gigi sudah tersusun rapi, ortodontis akan mengganti kawat gigi dengan alat penahan gigi agar posisi gigi tidak berubah.

    Untuk mendapatkan susunan gigi yang sesuai harapan dengan kawat gigi bisa membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Sayangnya, gigi cenderung berpindah posisi walaupun telah diluruskan, terutama bila ada celah di antara gigi. Gusi dan tulang rahang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan posisi gigi yang baru dan proses ini bisa berlangsung selama beberapa bulan. Penahan gigi dapat mencegah agar gigi tidak bergerak keluar dari susunan sampai tulang rahang telah menyesuaikan diri.

    Penahan gigi memiliki berbagai bentuk dan terbuat dari berbagai bahan. Jenis penahan gigi yang paling umum adalah kawat yang dipasang pada gigi depan, juga dikenal sebagai penahan gigi “permanen”. Beberapa penahan gigi dapat dilepas, namun pasien harus memakai alat ini selama waktu minimal yang dibutuhkan dalam 24 jam.

    Semua jenis penahan gigi dapat menjaga agar gigi tidak berpindah dari posisi baru mereka, sehingga tidak ada jenis penahan gigi yang “terbaik”. Namun, beberapa orang mungkin merasa lebih nyaman menggunakan jenis penahan gigi tertentu. Ortodontis akan menyarankan jenis penahan gigi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda

    Siapa yang Harus Menggunakan Penahan Gigi (Retainer) & Hasil apa yang Diharapkan Penahan gigi harus digunakan ketika gigi yang tidak lurus telah diratakan dengan kawat gigi. Apabila Anda sudah lama menggunakan kawat gigi dan akhirnya gigi Anda sudah rata, langkah selanjutnya adalah melepas kawat gigi. Namun, pada tahap ini, tulang rahang dan jaringan halus kemungkinan belum dapat menahan gigi agar tidak berubah posisi, sehingga Anda harus menggunakan penahan gigi.

    Beberapa bulan pertama setelah kawat gigi dilepas adalah saat di mana gigi kemungkinan besar akan berpindah ke posisi lamanya. Supaya hal ini tidak terjadi, dokter gigi Anda akan menyarankan agar Anda menggunakan penahan gigi. Jika tidak, besar kemungkinan Anda harus menggunakan kawat gigi lagi.

    Berapa lama Anda harus menggunakan penahan gigi akan ditentukan oleh dokter Anda. Biasanya, periode penggunaan penahan gigi akan sama dengan periode penggunaan kawat gigi, namun bisa juga lebih lama. Bahkan, beberapa pasien mungkin harus menggunakan penahan gigi seumur hidup mereka.

    Cara Kerja Penahan Gigi (Retainer)

    Penahan gigi dirancang berdasarkan bentuk dan wujud gigi Anda. Penahan gigi permanen akan dilekatkan dengan menggunakan semen khusus pada bagian belakang gigi. Berbeda dari sebagian besar kawat gigi, penahan gigi tidak akan terlihat dari luar, sehingga Anda tetap bisa tersenyum dengan indah. Namun, Anda mungkin membutuhkan waktu agar bisa terbiasa menggunakan penahan gigi. Penahan gigi biasanya tidak menyakitkan, namun Anda bisa saja menghasilkan lebih banyak ludah sampai Anda terbiasa menggunakan penahan gigi.

    Penahan gigi lepasan terbuat dari gabungan plastik dan kawat atau plastik transparan. Penahan gigi lepasan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Penahan gigi lepasan biasanya harus terus dipakai selama 3-6 bulan pertama. Setelah itu, Anda hanya perlu menggunakan alat ini saat malam hari. Ortodontis Anda akan memberitahukan jadwal pemakaian. Kemungkinan Resiko & Komplikasi Karena penahan gigi hanya dapat mencegah agar gigi tidak kembali ke posisi awal mereka yang tidak rapi, alat ini biasanya tidak menyebabkan komplikasi asalkan dipasang pada gigi dengan benar. Apabila penahan gigi menyebabkan rasa sakit, maka penahan gigi harus dibawa kembali ke ortodontis untuk disesuaikan atau diperbaiki. Jika tidak, ada kemungkinan penahan gigi akan menyebabkan gangguan gigi, misalnya infeksi.

    Saat dokter gigi sudah memasang penahan gigi pada gigi Anda, Anda mungkin sudah mengetahui cara membersihkan gigi karena Anda pernah menggunakan kawat gigi. Cara membersihkan gigi ini tidak akan berubah saat Anda menggunakan penahan gigi. Penahan gigi harus dibersihkan secara rutin agar tidak ada makanan yang tersangkut dan menimbulkan masalah.

    Anda juga harus ingat bahwa plak mudah timbul di antara penahan gigi dan gigi. Kemungkinan Anda akan kesulitan membersihkan bagian tersebut, namun hal ini bisa lebih mudah dilakukan apabila Anda menggunakan benang gigi yang sudah dirancang khusus untuk penahan gigi. Penahan gigi tidak dipasang permanen pada gigi; alat ini hanya dilekatkan dengan semen. Ada kemungkinan penahan gigi akan mengendur. Bila hal ini terjadi,

    Anda harus meminta dokter gigi melakukan pemeriksaan dan memperbaiki penahan gigi secepat mungkin. Kawat penahan gigi juga bisa rusak. Apabila hal ini terjadi, penahan gigi harus diganti. Studi terbaru menunjukkan bahwa penahan gigi logam dapat berinteraksi dengan sinyal radio, seperti Wifi atau telepon genggam, dan menyebabkan efek samping yang serius, seperti gangguan jiwa, keracunan, atau kematian. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi secara langsung atau perlahan seiring bertambahnya waktu.

    Anda harus memberitahu ortodontis Anda apabila mengalami gejala, seperti sakit kepala, muntah, sakit tenggorokan, nyeri, pusing, atau merasa lemas. Beberapa orang mungkin sangat sensitif terhadap berbagai jenis logam. Maka dari itu, sebaiknya Anda meminta agar penahan gigi dibuat dari jenis logam yang sama dengan jenis logam untuk kawat gigi Anda.

  2. Behel Gigi / Kawat GigiKawat gigi dalam bahasa kedokteran disebut dental braces atau orthodontic braces yaitu alat yang digunakan pada bidang kedokteran gigi untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur.

    Semula, kawat gigi digunakan untuk mengencangkan gigi karena gigi terlalu maju (tonggos) serta susunan gigi tak merata. Kawat gigi juga berfungsi untuk meratakan susunan gigi yang tumbuh tak beraturan. Namun, perubahan fungsi kawat gigi kini semakin terlihat. Kawat gigi tidak hanya digunakan sebagai alat kesehatan, namun menjadi tren yang sedang digandrungi. Orang-orang bergigi normal, ikut meramaikan behel agar terlihat percaya diri. Tak ketinggalan, karet kawat gigi juga menjadi sesuatu yang dapat dipamerkan. Penahan kawat gigi ini didesain untuk bongkar pasang layakya mainan.

    Adapun arti secara harfiah orthodonti sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu orthos yang berarti lurus dan dons yang berarti gigi. Istilah orthodonti sendiri digunakan pertama kali oleh Le Foulon pada tahun 1839. Ilmu orthodonti sebagai suatu ilmu pengetahuan seperti yang kita kenal dewasa ini barulah kira-kira 50 tahun yang lalu dan lambat laun berkembang terus sehingga seolah-olah menjadi bidang spesialisasi dalam kedokteran gigi. Pada zaman dahulu yaitu 60 hingga 70 tahun yang lalu ilmu orthodonti memang sudah dikenal seperti halnya dengan ilmu penambalan gigi dan pembuatan gigi tiruan, tetapi konsepnya berbeda dengan konsep ilmu orthodonti yang sekarang. Jika dulu yang dipentingkan hanyalah masalah mekanis saja, dalam arti penggunaan alat-alat untuk meratakan susunan gigi yang tidak rata, sekarang masalah biologis juga turut menjadi perhatian. Maksud dan tujuan dari perawatan orthodonti sendiri ada beberapa macam yaitu:

    1. Menciptakan dan mempertahankan kondisi rongga mulut yang sehat
    2. Memperbaiki cacat muka, susunan gigi geligi yang tidak rata, dan fungsi alatalat pengunyah agar diperoleh bentuk wajah yang seimbang dan penelanan yang baik
    3. Memperbaiki cacat waktu bicara, waktu bernafas, pendengaran, dan mengembalikan rasa percaya diri seseorang
    4. Menghilangkan rasa sakit pada sendi rahang akibat gigitan yang tidak normal
    5. Menghilangkan kebiasaan buruk, seperti; menghisap ibu jari, menggigit-gigit bibir, menonjolkan lidah, bernafas melalui mulut

Adapun beberapa jenis bahan dari behel yang digunakan antara lain :
  • Metal bracketIni merupakan bahan behel yang paling banyak digunakan orang. Behel metal terbaik adalah buatan USA / German yang memiliki kualitas jangka panjang. Pilih produk terbaik untuk kebaikan gigi Anda. Namun demikian, mereka yang memiliki alergi terhadap logam perlu berhati-hati atau sebaiknya menghindari bahan behel yang satu ini.
  • Behel estetis / Ceramic bracketJenis behel estetis merupakan behel yang memiliki warna serupa gigi. Jadi bagi Anda yang ingin memakai behel namun tidak ketara dan terlihat jelas oleh orang lain bisa memilih jenis bahan ini. Sama seperti metal, bahan ini cukup nyaman untuk dipakai mengunyah, berbicara dan sebagainya.

  • InvisalignIni merupakan cara perawatan gigi yang tidak diketahui orang. Orang tidak akan tahu bahwa Anda sedang melakukan proses perbaikan gigi. Invisalign dengan menggunakan alat yang bisa dipasang dan dilepas sendiri. Bahannya berupa plastic transparan yang dipasangkan pada gigi. Alat ini dibuat sesuai dengan bentuk gigi menggunakan teknologi tiga dimensi dengan bantuan computer.

    Secara berkala yakni selama 2 minggu sekali, alat ini akan diganti. Namun demikian, alat ini hanya ideal dipakai untuk kasus-kasus perbaikan gigi yang ringan. Bila memperbaiki kasus berat, artinya invisalign tidak dianjurkan.
  • Behel damon / Damon BracesBentuk behel damon menyerupai behel metal, hanya saja alat ini memiliki pengunci sendiri. Bahan damon memiliki keunggulan yakni lebih higienis dan nyaman untuk dipakai. Gigi bisa lebih leluasa bergerak, stabil dalam pergerakannnya dan tidak memerlukan control yang ekstra seperti pada bahan behel lainnya

    Adapun efek penggunaan kawat gigi :
    1. Mengalami sariawan disertai rasa ngilu
    2. Mengalami inflamasi (radang gusi) yang menyebabkan gusi mudah berdarah
    3. Nyeri / sakit yang dirasakan adalah hal wajar karena adanya proses

Resorpsi dan aposisi (hal yang menyebabkan gigi bisa berpindah). Biasanya rasa nyeri ini akan hilang setelah 3 – 7 hari.

Solusi untuk mengatasi rasa sakit :
  1. Lakukanlah pengontrolan gigi minimal 3 minggu sekali
  2. Menggunakan sikat gigi khusus, terutama untuk bagian celah gigi
  3. Penggunaan sikat gigi yang bulunya keras bisa menyebabkan pembengkakan gusi
  4. Rajin melakukan scalling (pembersihan karang gigi) minimal 6 bulan sekali
  5. 5. Mengonsumsi makanan yang tidak terlalu keras, karena dapat memberikan rasa sakit dan juga dapat menyebabkan bracket terlepas.

3. Implant
Implan Gigi (Dental Implant) adalah cara baru menggatikan gigi yang hilang atau pemasangan gigi palsu dengan memberikan solusi ketahanan gigi jangka panjang atau lebih awaet dimana keberadaan gigi palsu tersebut hampir medekati atau menyamai gigi alami.

Pada dasarnya, implan adalah sebuah prosedur dalam dunia kedokteran gigi untuk menggantikan struktur gigi alami secara penuh, artinya hampir mendekati gigi asli, dimana gigi tiruan akan menggantikan gigi yang sudah lepas, implan gigi menggantikan bagian akar penuh gigi dan terpasang langsung pada bagian tulang rahang, yang membuat keberadaan gigi tiruan lebih tahan lama, saat ini ada sudah ada jutaan pasien gigi yang sudah berhasil dan merasa nyamanan dengan prosedur implan gigi ini.

Manfaat Implan Gigi
Dari setiap tindakan perawatan pasti yang diharapkan adalah manfaatnya. Begitu juga dengan perawatan dengan cara implan gigi ini. Seperti yang diharapkan implan gigi juga memiliki manfaat, diantaranya adalah bahwa implan gigi ialah memiliki ketahanan yang lebih panjang dari pada pemasangan gigi palsu. Dimana keberadaan gigi palsu lebih rentan lepas sat gigi bergerak. Keberadaan gigi implan akan seperti gigi alami.

Selain itu manfaat impalan gigi ialah dapat menjaga tulang keropos pada tulang rahan. Dimana keropos pada tulang rahang akan terjadi seiring waktu setalah gigi asli terlepas. Manfaat lainnya dari implan gigi ialah dari sisi penampilan. Dimana orang yang biasanya terlihat ompong, akan terlihat lebih manraik dan tidak terlihat ompong lagi.

4. Crown
Istilah crown dalam dunia kedokteran gigi mempunyai arti yang sebenarnya, yaitu mahkota. Bagian gigi yang tampak di rongga mulut disebut mahkota (crown).

Mahkota terbentuk berlapis dimulai dari lapisan email yang terletak paling luar, diikuti dentin dan kemudian rongga pulpa di bagian paling dalam yang berisi pembuluh darah, syaraf dan sel-sel pembentuk gigi. Bagian yang tidak kelihatan, tertanam di dalam gusi disebut akar.

Jadi tanpa harus dicrown, gigi sudah mempunyai mahkota. Tampaknya dewasa ini istilah crown lebih banyak digunakan untuk menunjuk mahkota tiruan. Istilah ini pasti muncul dari kalangan dokter gigi juga. Mungkin istilah mahkota tiruan dianggap kurang keren , sehingga dipakai istilah lain yang berbau asing : crown.

Dalam tulisan ini selanjutnya istilah crown akan dipakai menggantikan istilah mahkota tiruan, semata-mata karena lebih pendek, sehingga lebih cepat ditulis.Crown umumnya dipasang pada gigi untuk merestorasi gigi yang bentuknya tidak utuh, yang disebabkan oleh proses karies (penyakit gigi berlubang), patah, terkikis atau sebab lainnya. Crown dipakai juga untuk memperbaiki bentuk gigi yang terlalu kecil, posisi gigi yang tidak normal, warna gigi yang kurang baik. Masih ada beberapa hal khusus yang dapat diatasi dengan cara memasang crown pada gigi.

Crown sebagai bahan restorasi gigiGigi yang berlubang umumnya dapat direstorasi dengan bahan tambalan bila lubang belum terlalu besar. Artinya struktur gigi yang tersisa masih cukup banyak, sehingga dapat "memegang" bahan tambalan pada tempatnya. Bila lubang sudah sedemikian besarnya, sehingga meliputi dua atau tiga permukaan lebih, restorasi dengan bahan tambalan seperti amalgam, resin komposit atau ionomer kaca tidak akan dapat bertahan lama. Karena itu prinsip "gigi memegang bahan restorasi" harus diganti dengan "bahan restorasi memegang gigi". 

Di sinilah crown digunakan, karena bahan restorasi ini secara fisik akan terlihat seperti mahkota gigi sesungguhnya. Bukan hanya terlihat, tetapi juga menggantikan fungsi mahkota gigi sesungguhnya. Untuk merestorasi gigi yang berlubang dengan crown, gigi harus diasah pada beberapa bagian untuk menyiapkan tempat bagi crown agar mempunyai ketebalan yang cukup. Ketebalan crown harus cukup agar tahan terhadap tekanan kunyah.

Tapi juga tidak boleh terlalu tebal sehingga bila rahang bawah dan atas dikatupkan, crown tidak kontak lebih dahulu dengan gigi antagonisnya dibandingkan gigi lainnya.

Karena fungsinya untuk merestorasi gigi, crown juga dapat memperbaiki posisi gigi yang tidak pada tempatnya. Dengan mengasah sisi gigi yang menonjol lebih banyak dan di sisi lainnya lebih sedikit, crown dapat dipasang lebih ke arah dalam sehingga posisi gigi terkoreksi.

Bila gigi terlalu kecil sehingga menimbulkan celah yang cukup besar di antara gigi, pemasangan crown akan membuat gigi terlihat lebih bagus dan makanan tidak mudah menyelip di antara gigi.Bahan crownSaat ini crown dapat dibuat dari berbagai macam bahan, tergantung kebutuhan.

Bila gigi yang akan dipasang crown adalah gigi depan, faktor estetik merupakan pertimbangan pertama, karena itu harus dibuat dari bahan yang dapat meniru warna gigi. Bahan yang sekarang ini ada di pasaran adalah akrilik, porselen dan logam berlapis porselen. Akrilik dapat meniru warna gigi, harganya tidak terlalu mahal, tapi mudah berubah warna dan terkikis karena proses mengunyah.

Sedangkan porselen dapat meniru warna gigi, tidah mudah berubah warna dan tidak terkikis oleh prose mengunyah. Tingkat kesulitan yang tinggi dalam proses pembuatan crown dari porselen dan mahalnya bahan baku membuat tingginya harga crown dari porselen.

Logam berlapis porselen dibuat untuk bila gigi terlalu tipis sehingga tidak bisa diasah terlalu tebal untuk memberi tempat bagi restorasi porselen. Ruangan yang diperlukan logam tidak sebanyak yang diperlukan porselen, sehingga pengasahan gigi juga tidak terlalu banyak.

Untuk merestorasi gigi belakang, dapat digunakan bahan logam atau porselen. Porselen yang utuh tanpa celah mempunyai kekuatan yang sama dengan logam. Karena itu demi estetika, porselen sering digunakan untuk pembuatan crown pada gigi belakang. Logam merupakan bahan yang kuat terhadap tekanan kunyah dan tidak memerlukan ruang terlalu banyak sehingga pengasahan gigi lebih sedikit dibandingkan untuk pengasahan untuk porselen.

5. Veneer
Veneer merupakan lapisan tipis porcelain pada gigi yang dilekatkan dengan resinv luting. Keuntungan porcelain veneer dibandingkan mahkota porcelain-logam, mahkota selubung (jaket) adalah dipertahankannya struktur gigi. Pada teknik ini, karena preparasi gigi dilakukan terbatas pada email bagian luar saja, struktur gigi dipertahankan dan pulpa terlindung, oleh karena itu mengurangi gejala-gejala tidak nyaman seperti karies sekunder dan hipersensitivitas. 

Veneer itu seperti make up di wajah yang bisa menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan yang dicapai tanpa merusak gigi asli anda atau dengan kata lain veneer sebenarnya menyempurnakan bentuk gigi anda yang rusak sehingga didapat “smile make over” yang keren.

Berdasarkan bahan materialnya maka veneer gigi dibedakan menjadi veneerporselen dan veneer komposit.

Veneer porselen
Sesuai dengan namanya, maka veneer jenis ini terbuat dari material porselen dimana keunggulannya :
  1. Lebih kuat dan tahan lama
  2. Estetika lebih baik
  3. Tidak mudah berubah warna
Veneer komposit
Veneer ini terbuat dari bahan komposit ( bahan tambalan sewarna gigi ), keunggulannya : 
  1. Permukaan email gigi yang diasah lebih sedikit
  2. Dapat dibuat langsung di mulut pasien
  3. Lebih mudah diperbaiki bila rusak.
2.1.2. Analisa Publik / Target Sasaran
Kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007, sebanyak 72,1 % penduduk Indonesia menderita karies gigi (gigi berlubang) dan 23,4 % yang mengeluhkan masalah gigi dan mulut dalam 12 bulan terakhir. Dari jumlah tersebut hanya 29,6 % yang mengkonsultasikan masalahnya dan mendapatkan perawatan dari tenaga medis. Selain itu, riset tersebut juga mengungkapkan bahwa dari 91,1 % masyarakat berusia lebih dari 10 tahun yang menggosok gigi setiap hari, hanya 7,3 % yang menggosok gigi secara benar.
  1. GeografiSasaran dilihat dari sisi Geografi, yaitu sasaran dilihat dari tempatnya / lokasinya, dimanakah program kita ini akan dilakukan, sasaran kami dari sisi demografis adalah disekitar Apartemen Thamrin, karena klinik berada di sana, jadi lebih mudah menjangkau target sasaran. Selain disekitar Apartemen Thamrin, kami juga menargetkan di sekitar Jakarta, karna nanti kami akan melakukan kegiatan yang berlangsung diluar klinik. Kami tidak mentargetkan terlalu jauh misalnya diluar kota, dikarenakan untuk keefektifitasan program-program yang akan dijalankan.

  2. DemografiSasaran dilihat dari sisi Demografi, kami kelompokkan kebeberapa bagian, pertama dari usia. Usia yang kami targetkan berkisar 5 – 45 tahun. Karena dari anak-anak sampai orang tua pasti membutuhkan yang namanya perawatan gigi.

    Lalu dari jenis kelamin, kami mentargetkan semua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Dari tingkat ekonomi, kami mentargetkan dari yang berpenghasilan rendah sampai tinggi, dikarenakan semua orang pasti membutuhkan / mengiginkan giginya terawatt dengan baik.
  3. PsikografiSasaran dilihat dari sisi Psikografi, dikelompokkan menjadi kelas sosial, personalitas, gaya hidup. Kalau dari kelas sosial kami mentargetkan dari kelas social agak tinggi, karena untuk menggunakan produk / jasa seperti pemasangan crown, veneer, behel, membutuhkan uang yang tidak sedikit, untuk itu tidak terlalu ditargetkan untuk kelas sosial yang agak bawah, karena mereka melihat dari sisi harganya. Kalau dari personalitas, kami mentargetkan anak-anak muda yang ingin tampil lebih bergaya dengan menggunakan produk-produk kami seperti behel.

    Karna saat ini banyak sekali anak muda yang memasang behel bukan untuk memperbaiki gigi, Cuma karna ingin dilihat lebih menarik. Dari sisi gaya hidup, hamper sama seperti personalitas, gaya hidup sekarang merubah pemikiran banyak orang yang tadinya menggunakan behel hanya untuk memperbaiki gigi, sekarang sudah menjadi hal yang diminati untuk bergaya. Dari sisi ini juga lebih mengarah ke anak-anak muda, atau juga bagi para calon konsumen yang kurang percaya diri dengan penampilannya.
2.1.3. Analisi Lingkungan1. PEST
  • Politik: Dari segi politik atau peraturan atau hokum, Klinik Thamrin Residence Dental telah memiliki izin yang resmi, sehingga segala jenis kegiatan yang berada di klinik sudah dipastikna berjalan sesuai prosedur. Banyak klinik lain yang belum memiliki izin praktek resmi sehingga beresiko menyalahi prosedur yang semestinya.
  • Ekonomi: Dari segi ekonomi hal ini akan berpengaruh terhadap keadaan ekonomi masyarakat serta berpengaruh kepada pemeliharaan dan pembeliaan alat-alat medis untuk menunjang pelayanan di Klinik Thamrin Residence Dental. Kami akan terus akan melakuakan pemeliharaan dan mengganti alat-alat medik sudah mulai usang dengan membeli alat-alat medik yang baru agar bisa membuat pasien yang berkunjung ke klinik kami merasa aman dan nyaman.
  • Sosial: Tingkat pendidikan yang semakin tinggi akan berpengaruh terhadap kepedulian kesehatan gigi sebagai kebutuhan primer mereka dan meningkatnya pelayanan kesehatan yang berkualitas.
  • Teknologi: Pesatnya perkembangan ilmu teknologi di dunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya menyebabkan semakin baiknya pelayanan yang di tawarkan klinik-klinik gigi di Indonesia. Hal ini akan berdampak dengan meningkatnya kesehatan gigi masyarakat Indonesia khususnya. Permintaan akan pelayanan kesehatan gigi yang sudah canggih bahkan sudah setara dengan pelayanan kesehatan gigi yang ada di luar negeri

2. SWOT
STRENGTHS (Kekuatan)
  1. Memiliki legalitas yang resmi atas izin praktek.
  2. Memiliki peralatan modern, canggih, dan baru.
  3. SDM yang berkualitas.
Weakness (Kelemahan)
  1. Baru berkembang jadi kinerja tim yang belum teruji.
  2. Kualaitas dan kuantitas SDM belum merata.
  3. Belum memiliki kerjasama luas dengan pihak asuransi kesehatan.
Opportunities (peluang)
  1. Meningkatnya tingkat pendidikan, maka kesadaran terhadap kesehatan gigi semakin meningkat.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan perluasan dan peningkatan mutu layanan kilinik
  3. Sertifikasi system manajemen mutu (ISO)
Threats (Ancaman)
  1. RS umum dan swasta yang telah eksis dengan dana besar, kualita dan kuantitas SDM unggul berkualitas
  2. Promosi yang gencar dari RS dan kilinik pesaing
  3. Kondisi sosial, politik, ekonomi tidak stabil.
2.2. Market Goal
Dengan diadakan nya event tersebut, klinik Thamrin Residence Dental bertujuan untuk :
  1. Meningkatkan jumlah pelanggan klinik Thamrin Residence Dental
  2. Meningkatkan laba klinik Thamrin Residence Dental
  3. Membangun image yang baik bagi klinik Thamrin Residence Dental
2.3. Rencana MPR
Tanggal 14 Februari 2016 yaitu event Happy Family Happy Teeth, setiap pasien yang telah terdaftar dan melakukan perawatan gigi di klinik kami berhak mendapatkan perawatan gigi gratis (Scalling) sebasar Rp 500.000 kepada salah seorang anggota keluarga dengan syarat membawa fotocopy kartu keluarga dan ktp.

Tanggal 15 Februari 2016 yaitu event Jakarta memilih. Bertepatan dengan pemilihan gubernur DKI Jakarta, klinik Thamrim Residence Dental mengadakan sebuah event dengan mengusung tema PILGUB, dimana orang yang telah melakukan pemilihan (vote) gubernur Jakarta akan melakukan perawatan gigi berupa Scalling, Bleaching, dan kontrol behel akan mendapatkan potongan harga dengan perincian :
  1. Scalling dan kontrol behel akan mendapatkan discount 50% untuk 20 orang pertama
  2. Bleaching akan mendapatakan discount 30% untuk 10 orang pertama Dengan syarat menunjukan bukti telah melakukan pemilihan (tinta PILGUB) 
Tanggal 1 – 23 Februari 2017 event Beauty Smile yang dilakukan dengan cara mengunggah foto di Instagram masing – masing untuk mendapatkan like terbanyak, syaratnya :
  1. Peserta telah terdaftar sebagai pasien di klinik kami dan melakukan perawatan rutin selama minimal 6 bulan atau melakukan perawatan estetika ataupun implant.
  2. Menyertakan hastag #TRDsmilingcontest dan mention ke klinik kami
  3. Memfollow (mengikuti) instagram klinik kami Yang akan diumumkan pada tanggal 23 Februari berdasarkan like terbanyak hingga tanggal 22 Februari 2016 pukul 12 malam.
2.3.1. Sasaran MPR
Kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007, sebanyak 72,1 % penduduk Indonesia menderita karies gigi (gigi berlubang) dan 23,4 % yang mengeluhkan masalah gigi dan mulut dalam 12 bulan terakhir. Dari jumlah tersebut hanya 29,6 % yang mengkonsultasikan masalahnya dan mendapatkan perawatan dari tenaga medis. Selain itu, riset tersebut juga mengungkapkan bahwa dari 91,1 % masyarakat berusia lebih dari 10 tahun yang menggosok gigi setiap hari, hanya 7,3 % yang menggosok gigi secara benar.

A. Geografi
Sasaran dilihat dari sisi Geografi, yaitu sasaran dilihat dari tempatnya / lokasinya, dimanakah program kita ini akan dilakukan, sasaran kami dari sisi demografis adalah disekitar Apartemen Thamrin, karena klinik berada di sana, jadi lebih mudah menjangkau target sasaran. Selain disekitar Apartemen Thamrin, kami 27juga menargetkan di sekitar Jakarta, karna nanti kami akan melakukan kegiatan yang berlangsung diluar klinik.

B. Demografi
Sasaran dilihat dari sisi Demografi, kami kelompokkan kebeberapa bagian, pertama dari usia. Usia yang kami targetkan berkisar 5 – 45 tahun. Karena dari anak-anak sampai orang tua pasti membutuhkan yang namanya perawatan gigi. Lalu dari jenis kelamin, kami mentargetkan semua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Dari tingkat ekonomi, kami mentargetkan dari yang berpenghasilan rendah sampai tinggi, dikarenakan semua orang pasti membutuhkan / mengiginkan giginya terawatt dengan baik.

C. Psikografi
Sasaran dilihat dari sisi Psikografi, dikelompokkan menjadi kelas sosial,bpersonalitas, gaya hidup. Kalau dari kelas sosial kami mentargetkan dari kelas social agak tinggi, karena untuk menggunakan produk / jasa seperti pemasangan crown, veneer, behel, membutuhkan uang yang tidak sedikit, untuk itu tidak terlalu ditargetkan untuk kelas sosial yang agak bawah, karena mereka melihat dari sisi harganya. Kalau dari personalitas, kami mentargetkan anak-anak muda yang ingin tampil lebih bergaya dengan menggunakan produk-produk kami seperti behel. Karna saat ini banyak sekali anak muda yang memasang behel bukan untuk memperbaiki gigi, Cuma karna ingin dilihat lebih menarik. 

Dari sisi gaya hidup, hampir sama seperti personalitas, gaya hidup sekarang merubah pemikiran banyak orang yang tadinya menggunakan behel hanya untuk memperbaiki gigi, sekarang sudah menjadi hal yang diminati untuk bergaya. Dari sisi ini juga lebih mengarah ke anak-anak muda, atau juga bagi para calon konsumen yang kurang percaya diri dengan penampilannya.

2.3.2. Strategi MPR
Untuk meningkatkan keberhasilan program-program MPR, dibutuhkan rencana / strategi yang matang dan baik. Jangan hanya ingin melakukan suatu kegiatan tanpa direncanakan dahulu sebelumnya. Ada beberapa strategi yang sering digunakan dalam kegiatan MPR, yaitu Push, Pull, dan Pass

A. Strategi PushPush Strategy (mendorong)
Yaitu merangsang konsumen untuk membeli produk/jasa dengan memberikan pelayanan yang menarik & menguntungkan seperti memberikan hadiah. Hadiah bisa berupa pemeriksaan gigi gratis setelah 3 kali berkunjung, atau dengan gratis berkonsultasi dengan dokter ahli. Ketika mengeluarkan produk/jasa baru, diberikan potongan harga agar lebih banyak pemintanya.

B. Strategi PullPull Strategy (menarik)
Yaitu strategi untuk menarik perhatian calon konsumen. Seperti dengan membuat media publikasi seperti banner, poster, spanduk, atau juga mendekor klinik sesuai dengan momentum, misalkan hallowen, klinik di design seperti suasana hallowen yang agak seram untuk menarik para konsumen.

C. Strategi PassPass Strategy (membujuk / mempengaruhi)
Adalah gabungan antara strategi push dan pull. Pada strategi ini lebih ditekankan agar konsumen mau membeli / menggunakan produk / jasa kita. Kita bisa mengadakan special event, atau acara-acara seminar, acara tentang yang terkait dengan karakteristik perusahaan kita, misalkan klinik gigi, ada bulan gigi nasional, pasti banyak kegiatan-kegiatan yang bertemakan kesehtan gigi dan semacamnya. Gunakan kesempatan ini untuk memperluas pengetahuan orang lain tentang perusahaan kita.

2.3.3 Rekomendasi MPR
  1. PesanMeningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dibulan yang identik dengan bulan kasih sayang ini, klinik memperingatinya dengan mengadakan event HAPPY FAMILY HAPPY TEETH yang bertujuan memberikan persembahan kepada orang terkasih dan juga event BEAUTY SMILE CONTEST kepada para pasien loyal kami.

    Kemudian bertepatan dengan PILGUB Jakarta, klinik memberikan dukungan untuk acara tersebut dengan memberikan potongan harga dan dental travel pack kepada masyarakat yang telah melakukan pemilihan.
  2. MediaMedia Sosial, Web resmi Klinik Thamrin Residence Dental. Kami memilih media tersebut untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan Klinik kedepannya. Dijaman modern seperti ini, teknologi internet sangatlah menjadi pilihan utama dalam menyebarkan / mempublisitaskan suatu kegiatan, karena mudah dan tidak memerlukan biaya yang banyak.
  3. ProgramTanggal 14 Februari 2016 yaitu event Happy Family Happy Teeth, setiap pasien yang telah terdaftar dan melakukan perawatan gigi di klinik kami berhak mendapatkan perawatan gigi gratis (Scalling) sebasar Rp 500.000 kepada salah seorang anggota keluarga dengan syarat membawa fotocopy kartu keluarga dan ktp.
Tanggal 15 Februari 2016 yaitu event Jakarta memilih. Bertepatan dengan pemilihan gubernur DKI Jakarta, klinik Thamrim Residence Dental mengadakan sebuah event dengan mengusung tema PILGUB. Di mana orang yang telah melakukan pemilihan (vote) gubernur Jakarta akan melakukan perawatan gigi berupa Scalling, Bleaching, dan kontrol behel akan mendapatkan potongan harga dengan perincian :
  • Scalling dan kontrol behel akan mendapatkan discount 50% untuk 20 orang pertama
  • Bleaching akan mendapatakan discount 30% untuk 10 orang pertama
    Dengan syarat menunjukan bukti telah melakukan pemilihan (tinta PILGUB) Tanggal 1 – 23 Februari 2017 event Beauty Smile yang dilakukan dengan cara mengunggah foto di Instagram masing – masing untuk mendapatkan like terbanyak, syaratnya :
    1. Peserta telah terdaftar sebagai pasien di klinik kami dan melakukan perawatan rutin selama minimal 6 bulan atau melakukan perawatan estetika ataupun implant.
    2. Menyertakan hastag #TRDsmilingcontest dan mention ke klinik kami.
    3. Memfollow (mengikuti) instagram klinik kami Yang akan diumumkan pada tanggal 23 Februari berdasarkan like terbanyak hingga tanggal 22 Februari 2016 pukul 12 malam.

4. kalender kegiatan


6. Evaluasi
Mengukur keberhasilan suatu perancangan suatu kegiatan dapat dilihat dari beberapa indikator. Misalkan, apakah selama perancangan kegiatan mengalami kendala, dan jika menemukan kendala langkah apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ada pula indikator dari pihak yang kita buat rencananya, adakah masukan yang diberikan terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan. Karena ini baru perencanaan, belum bisa melakukan evaluasi setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Evaluasi hanya sebelum kegiatan, misalkan persiapan, dan kesiapan pelaksana acara. Dan apakah ide rencana dapat di setujui oleh pelaksana.

7. Kesimpulan
Melakukan suatu kegiatan untuk mendapatkan perhatian publik memang sangat perlu untuk dilakukan setiap bidang usaha. Untuk mencari keuntungan lebih ataupun hanya sekedar untuk lebih memperkenalkan perusahaan kepada target sasaran. Namun sebelum melakukan suatu kegiatan ada baiknya dilakukan dulu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang akan membantu kesuksesan suatu acara. Oleh karena itu saat ini banyak sekali perusahaan yang menggandeng pihak lain dalam melakukan suatu kegiatan. Perencanaan haruslah memuat banyak aspek-aspek penting, agar tidak ada kendala yang terjadi ketika suatu kegiatan itu dilaksanakan.

BAB III
TAKTIK ATAU PROGRAM MPR

3.1. Kegiatan / Event
Dari beberapa event yang kami buat, kami memilih satu yang kami putuskan untuk diselenggarakan, yaitu:
  1. Nama dan tema Kegiatan :
    Happy Family Happy Teeth, kegiatannya setiap pasien yang telah terdaftar dan melakukan perawatan gigi di klinik kami berhak mendapatkan perawatan gigi gratis (Scalling) sebasar Rp 500.000 kepada salah seorang anggota keluarga dengan syarat membawa fotocopy kartu keluarga dan KTP.
  2. Latar belakang atau alasan dipilihnya kegiatan :
    Karena kami akan menunjukkan bahwa kasih sayang bukan hanya tertuju kepada pasangan atau kekasih, melainkan bisa ditujukan kepada orang terdekat misalkan keluarga.
  3. Waktu dan tempat
    Keigauatan berlangsung dari jam 9 pagi sampai dengan jam 3 sore, bertempat di Klinik Thamrin Residence Dental.
  4. Susunan acara
5. Susunan Panitia
Susunan panitia dibagi menjadi beberapa orang, yaitu
  1. Ketua Kegiatan : Ryan Fratama
  2. Wakil Kegiatan : Bagus Faisal
  3. Bendahara : Clara Tampubolon
  4. Sekretaris : Dian Indah
  5. Perlengkapan DLL : Pradana Agung
6. Anggaran
  • Kostum untuk pegawai @Rp 500.000 x 7 orang = Rp 3.500.000,-
  • Biaya Scalling @Rp 500.000 x 20 orang             = Rp 10.000.000,-
  • Media Publikasi :
  • Poster (A3) @Rp 15.000 x 3 pcs                          = Rp. 45.000,-
  • Brosur (A4) @Rp 7.500 x 50 pcs                         = Rp. 375.000,-
  • Frame Press (A2) Rp. 150.000,-+
Total Rp. 14.067.000.-

3.2. Media Publikasi


Segmenting dan Targeting dalam Marketing Public Relations

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Suatu kegiatan akan berjalan dengan baik dan lancar apabila sebelumnya sudah dibuat perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang membutuhkan waktu yang tidak sedikit, begitupun ketika tim kami membuat perencanaan program ini.
Ada kendala dan juga pemecahan selama proses penyelesain. Diantaranya kurangnya waktu bertemu sehingga agak sulit menyatukan pemikiran. Untuk menangani itu, kami memberikan pengelompokan pekerjaan untuk menyelesiakannya. Sehingga ketika ada waktu untuk mengerjakan bersama, semua sudah mempunyai bahan dan siap untuk di bicarakan. Segala kendala ada baiknya dipikirkan bersama untuk mendapatkan jalan keluar, agar semuanya dapat diselesaikan dengan maksimal.

4.2 Saran
Untuk membuat perencanaan suatu kegiatan lebih maksimal, sebaiknya dikerjakan secara sungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Ketika ada kendala, jangan cepat menyerah dan membiarkannya. Selesaikan masalah tersebut dengan sebaik mungkin. Perbanyaklah berdiskusi dalam merumuskan semua aspek yang dibutuhkan agar perencanaan yang sedang dibuat menjadi lebih baik.

Lampiran-lampiran