Industri Film Dewasa Jepang Kekurangan Pemain Pria Terancam bangkrut

INDUSTRI FILM DEWASA JEPANG KEKURANGAN PEMAIN PRIA
TERANCAM BANGKRUT



Industri film dewasa Jepang atau Japan Adult Video (JAV) terancam berhenti berproduksi hal ini disebabkan kurangnya bintang laki-laki yang hanya berjumlah 70 sedangkan untuk actor wanita berjumlah lebih dari 6.000. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu aktor pria JAV bernama Shimiken "Aktor film dewasa di Jepang sangat langka daripada Harimau Bengal di India," Ungkapnya melalui akun twitternya.

Setidaknya ada puluhan ribu artis wanita dan 40.000 judul film dirilis setiap bulannya. Ironisnya, aktor pria tetap kurang. Namun pernyataan Shimiken lantas dibantah oleh kolumnis Wired untuk berita Jepang, Brian Ashcraft. Ia menyebut berdasarkan data tahun lalu, industri film dewasa di Jepang melibatkan 6.000-an artis wanita.

Pernyataan Shimiken tersebut bisa jadi sebagai undangan untuk kaum pria menggeluti profesi sebagai aktor film esek - esek. Perlu diketahui, produksi film dewasa Jepang menghasilkan dua kali film lebih banyak dari Amerika Serikat.

INDONESIA PENGUNDUH FILM DEWASA TERBANYAK WILAYAH ASIA

Disadari atau tidak, Indonesia adalah salah satu pengunduh terbanyak film dewasa dari negri sakura tersebut, seperti di kutip dari Infospesial.net Indonesia menempati peringkat pertama setelah filiphina, sedangkan kota dengan penguduh terbanyak di Indonesia adalah Yogyakarta, sangat si sayangkan bagi penikmat film ini apabila JAV berhenti memproduksi fim ini.





Meskipun tampaknya seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi setiap pria yang ingin bercumbu dengan artis cantik dan seksi dari jepang apalagi dengan upah yang lumayan. Namun ternyata tidak mudah bagi setiap Orang.di era Internet yang semakin meluas dan mencapai puncaknya pada tahun 2003, Jumlah para pria yang ingin menjadi bintang film dewasa ini turun drastis. Hal ini disebabkan dengan penurunan Gaji bagi para aktor. 

Di saat yang bersamaan film dibuat dengan jangka waktu yang cepat,dan jadwal shooting yang padat.ditambah lagi dengan permintaan yang semakin banyak dan tehnik berhubungan yang semakin banyak dan juga dari kru film. Minimal satu tes bulanan untuk infeksi menular seksual juga merupakan persyaratan, bertindak sebagai sertifikasi untuk membedakan mereka sebagai aktor ras, untuk menciptakan pengalaman yang aman dan santai. membuat para aktor film ini semakin meninggalkan Industri ini

Tutupnya industry esek-esek tersebut mungkin akan lebih baik bagi generasi muda Indonesia agar mereka tak terjerumus kedalam bahaya p*rn*grafi dan s3ks beas. Namun tetap di sayangkan bagi penikmat film dewasa karena jepang merupakan gudang artis film dewasa terbaik.


" Industri Film Dewasa Jepang Kekurangan Pemain Pria Terancam Bangkrut "