Contoh Analisis Isu ( Iklan GrabBike ) - Management Krisis Public Relations - Dunia Public Relations

Terbaru

Wednesday, May 9, 2018

Contoh Analisis Isu ( Iklan GrabBike ) - Management Krisis Public Relations

CONTOH ANALISIS ISU ( IKLAN GRABBIKE )
MANAGEMENT KRISIS PUBLIC RELATIONS

Grab bike, iklan grab bike, isu grab baike

#Note

  • Analisis isu ini hanyalah contoh untuk refresi teman-teman dalam mengerjakan tugas kuliah
  • Hanya untuk refrensi tidak untuk di COPAS !!
  • Hargai kerja keras penulis dengan share di media sosial kamu
  • Untuk pertanyaan silahkan tulis di kolom kometar ataupun melalui laman Contact Us


A. Latar Belakang


Fenomena transportasi online di Indonesia selama setahun ini memang sedang menjadi trend, hanya dengan memanfaatkan “Gadget” sekarang sudah bisa memesan kendaraan yang akan mengantar seseorang kemapaun. Transoprtasi berbasis online isi sebenarnya pernah menuai pro dan kontra di masyarakat namun hingga kini transportasi ini masih sangat digandrungin oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dari berbagai penyedia jasa Transportasi Online yang akrab di telinga salah sarunya adalah GrabBike. Penyedia jasa Ojek online ini memang memiliki pelayanan dan juga tarifnya tersendiri. Akhir-akhir ini GrabBike baru saja meluncurkan iklan terbarunya melalui sebuah video yang di pasang di salah media sosial ternama.

Tetapi bukan sebuah pujian yang di dapat, tetapi justru menuai kritik yang pedas dari para netizen. Mereka menyayangkan iklan tersebut karena menampilkan adegan dimana seorang wanita yang berjalan dipenuhi luka penuh darah. Netizen mengecam tayangan tersebut merupakan sebuah adegan kekerasan yang sagat tidak patut di untuk dilihat.

Video dengan tajuk #PilihAman dari GrabBike ini mungkin agar pengguna Ojek online lebih memilih Grab yang mengklaim bahwa mereka memiliki armada dengan Driver yang terlatih serta kendaraan yang memiliki surat-surat lengkap dan terawat sehingga pengguna GrabBike tidak perlu takut akan keselamatanya.
Penilaian negatif juga tidak hanya datang dari Netizen saja melainkan juga dari Ketua Tim Perumus Etika Pariwara Indonesia yaitu Hery Margono yang mengungkapkan bahwa iklan tersebut sejatinya melanggar 2 atura kode etik yang berpotensi menimbulkan rasa takut akibat kekerasan dan juga merendahkan produk lain.

Ke-2 poin kode etik tersebut adalah kode etik yang menyangkut iklan visual yang menimbulkan rasa “Ngeri” yaitu poin 1.8 dan 1.9 yang berbunyi ” Iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut, ataupun memanfaatkan kepercayaan orang lain akan takhayul” (1.8) “Iklan tidak boleh menampilkan iklan yang merangsang, atau mendorong, ataupun memberi kesan membernarkan tindakan kekerasan” (1.9) .

B. Analisis Isu

B.I Analisis Iklan 
1. Media Pengiklan : Youtube, Facebook
2. Jenis Iklan : Konten Video3. Judul Iklan : #PilihAman
4. Durasi Iklan : 0.45 Menit5. Media Isu : Twitter, Website ( detic.com, wowkeren.com, news.idntimes.com, Cnnindonesia.com dll )
6. Tokoh terkait Isu : Ketua Tim Perumus Etika Pariwara Indonesia (Hery Margono)
7. Tampilan iklan dalam bentuk Screenshot :



Dari isu yang berkembang di masyarakat ini pertama kali muncul melalui media sosial “Twitter” dimana para netizen yang merasa iklan tersebut mengandung kekerasan. Mereka mulai mengungkapkan kekecewaan mereka melalui twitt dengan “ Mengerikan sepert nonton film horor di tengah kuburan “ (@AlfianAshari) “ #PilihAman malah #JadiMales “ “ Iklanya Serem Paling ditegor KPI” (wildan zidan) “ Iklanya jumawa sekali seolah-olah kalo menggunakan jasa Grab maka otomatis akan selamat, Berlagak Tuhan? “ tulis komentar akun (Unessy Gazaala Mouhisna) 

Dari kecaman – kecaman tersebutlah kemudian ketua Tim Perumus Etika Pariwara Indonesia yaitu Hery Margono yang mengungkapkan bahwa iklan tersebut sejatinya melanggar 2 aturan kode etik pariwara. 


B.I. Cyber Bullying
Dari isu yang beredar, Perusahaan GrabBike ini sedang mengalami Cyber Bullying dima kebanyakan isu yang beredar dan berkembang adalah melalui media sosial berbasis online yaitu Twitter. Dimana banyak netizen yang mengungkapkan kekecewaanya melalui twitt mereka. 
Cyber Bullying ini merupakan isu yang bisa berpotensi menyebabkan krisis reputasi dan citra perusahaan yang akan berdampak langsung pada profit perusaan bahkan kelangsungan perusahaan ini. 

Informasi yang menyebar melalui media sosial memang sangat sukar dikendalikan jika iklan ini dibiarkan akan berdampak pada teguran dari KPI dan ini dapat mengancam kepentingan Perusahaan GrabBike dalam memasarkan iklan-iklanya di media visual. 



B.II. Defensive Issue 
Isu yang berkembang melalui media sosial ini merupakan sebuah Devensife Issue untuk perusahaan GrabBike dimana isu yang berkembang bisa berdampak pada penurunan citra dan juga profit perusahaan yang akan berkurang seiring dengan penurunan kepercayaan publik ( Pengguna Aplikasi ). 
Selain itu konten iklan visual yang di pasang di media sosial jejaring sosial (Youtube) ini berpotensi mendapatkan teguran dari KPI dan juga KPAI dimana para pengguna Youtube tidak hanya dari kalangan dewasa saja namun juga anak-anak dapat secara bebas mengakses situs tersebut. 

Iklan ini dinilai sangat tidak baik untuk diperlihatkan kepada anak-anak karena akan berakibat merusak mental akibat konten visual berupa kekerasan yang tayang. 



A. Kesimpulan & Saran 

C.I. Kesimpulan 
Iklan merupakan sebuah media promosi yang sebenarnya selain dapat meningkatkan profit perusahaan juga dapat meningkatkan citra baik dimata masyarakat. Seperti yang dilakukan GrabBike, mereka mengiklankan layanan jasa Ojek online mereka melalui jejaring sosial Youtube dimana sasaran audiennya sebenarnya sangat tepat karena kebanyakan sekarang para penggakses video dari Youtube adalah para pengguna Smartphone yang berpotensi untuk menjadi pelanggan Aplikasi Ojek online. 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa selain harus tepat sasaran iklan ini sebaiknya dapat memberi manfaat dan juga nilai-nilai yang bisa diterima audiens bukan malah merugikan mereka. 


C. II. Saran 
Tidak ada salahnya mencoba iklan dengan gaya yang berbeda dengan iklan perusahaan lain namun di sini kita seharusnya memperhatikan nilai-nilai serta norma yang ada dan berlaku selain itu adanya kode etik periklanan seharusnya dapat menjadi dasar wawasan kita dalam beriklan demi membangun citra yang baik Iklan memang sangat diperlukan agar semaik dekat dengan konsumen dan tantunya juga untuk menjaring konsumen-konsumen baru. 



D. Datar Pustaka 

1. CnnIndonesia.com
2. Idtimenews.com


" Contoh Analisis Isu ( Iklan GrabBike ) Management Krisis Public Relations "

No comments:

Post a Comment