Sejarah Perkembangan Corporate Social Responsibility ( CSR ) - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, April 28, 2018

Sejarah Perkembangan Corporate Social Responsibility ( CSR )

SEJARAH PERKEMBANGAN 
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ( CSR )

Perkembangan CSR -
Revolusi industri pada dekade 19-an telah mengakibatkan adanya ledakan industri, pada era tersebut korporat memandang dirinya sebagai organisasi yang bertujuan mengeruk keuntungan semata.

Kontribusi terhadap suatu komunitas hanya terbatas pada penyediaan lapangan pekerjaan dan mekanisme pajak yang dipungut pemerintah.

Padahal kenyataanya komunitas membutuhkan lebih dari pada itu. Ditambah lagi kerusakan yang ditimbulkan akibat kegiatan ekonomi yang dilakukan korporat telah membawa kerusakan pada lingkungan yang acap kali biayanya dibebankan pada komunitas maupun pemerintah.

Fenomena di atas dirasa menjadi titik awal menyadari pentingnya peran lingkungan eksternal dan internal terhadap keberadaanya.

Dekade 1970 seiring dengan perkembangan teori manajemen komunitas tidak lagi di anggap sebagai konsumen melainkan sebagai mitra. Maka lahirlah istilah CSR

Baca juga :
 

csr, sejarah csr, perkembangan csr, ciri-ciri csr, bukan csr


Faktor Pendorong Perkembangan CSR

  1. Kepedulian dan harapan baru komunitas, konsumen, otoritas publik dan investor dalam konteks globalisasi dan perubahan industri berskala besar
  2. Kriteria sosial memberi pengaruh besar dalam pengambilan keputusan investasi individu dan institusi baik sebagai konsumen maupun investor
  3. Meningkatkan kepedulaian pada kerusakan lingkungan yang disebakan kegiatan ekonomi 
  4. Transparansi kegiatan bisnis akibat perkembangan media teknologi dan informasi modern (Iriantara, 2007:46)

Pro Kontra terhadap Keberadaaan CSR

Istilah CSR mulai mengemuka pada awal 1970 di Amerika Serikat.

Dan saat ini terdapat nama yang digunakan oleh berbagai perusahaan di dunia untuk menyebut aktivitas senada dengan CSR seperti Corporate Citizenship, Community Development,

Community Giving ataupun Community Involvement.
Perusahaan di seluruh dunia khususnya AS menunjukkan banyak yang mengadopsi tindakan CSR. Kendati pesatnya perkembangan CSR oleh berbagai perusahaan tapi sampai saat ini masih terdapat kontroversi mengenai pelaksanaan program CSR dalam hal ini terdapat kelompok yang pro dan kontra terhadap pelaksanaan CSR

Kelompok Pendukung CSR

Pijakan dari kelompok ini adalah bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya sebatas menghasilkan laba, tapi mereka memiliki kewajiban untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti lebih luas. Di bawah ini merupakan argumen kelompok yang PRO kegiatan CSR:

Ekspektasi Publik
Opini publik saat ini mendukung aktivitas bisnis yang mengejar tujuan-tujuan ekonomi dan juga berbagai social.

Laba Jangka Panjang
Perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial cenderung memiliki laba jangka panjang yang lebih aman.

Kewajiban Etis
Pelaku bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial karena tindakan yang bertanggung jawab merupakan suatu hal yang benar untuk dilakukan.

Image Publik
Pelaku bisnis dapat menciptakan kesan publik yang baik bila mereka memiliki tujuan-tujuan sosial
  1. Menciptakan lingkungan yang lebih baik 
  2. Keterlibatan perusahaan besar dapat membantu pemecahan masalah sosial yang rumit
  3. Menyeimbangkan antara tanggung jawab dan kekuasaan
Perusahaan besar memiliki kekuasaan yang sangat besar sehingga tanggung jawab yang besar dalam jumlah yang sepadan perlu dimiliki oleh perusahaan sebagai penyeimbang atas kekuasaan yang sangat besar tersebut

Kepentingan Pemegang Saham
Tanggung jawab sosial akan meningkatkan harga saham perusahaan dalam jangka panjang

Kepemilikan terhadap sumber daya
Perusahaan korporasi memilki sumber daya untuk mendukung proyek-proyek publik dan proyek amal yang membutuhkan bantuan perusahaan

Mencegah lebih baik dari pada mengobati
Para pelaku bisnis harus mewaspadai masalah sosial yang ditimbulkan dari operasi perusahaan sebelum praktik operasi perusahaan dikoreksi secara besar-besaran oleh publik yang dapat menimbulkan kerugian sangat besar bagi perusahaan

Mencegah regulasi tambahan dari pemerintah
Dengan bertanggung jawab secara sosial, pelaku bisnis dapat mengharapkan adanya regulasi dari pemerintah dalam jumlah yang sedikit.

Kelompok Kontra Kegiatan CSR

Di bawah ini merupakan pendapat kelompok yang kontra pada kegiatan CSR:

CSR dapat menghambat operasi sistem pasar bebas
Pendapat yang dikemukan oleh Milton Friedman menyatakan CSR di benarkan bila alokasi sumber daya perusahaan yang dilakukan untuk program CSR memberikan kontribusi bagi optimalisasi laba perusahaan.

CSR dianggap hanya bersifat sinis dan selfish
Kritik ini datang karena banyak perusahaan di dunia melakukankegiatan CSR yang hanya bertujuan untuk meningkatkan reputasi mereka di mata publik maupun pemerintah dan bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Perusahaan berlindung dibalik program  CSR untuk mendapatkanpromosi melalui pembelian media space

Pemberitaan publikasi terhadap program CSR seharusnya bukanlah tujuan utama dari dibuatnya program CSR. Publistas positif akan terwujud terkait bila program CSR tersebut sukses dan untuk suksesnya suatu program CSR harus dilakukan dengan sungguhsungguh

Program CSR dianggap hanya sekumpulan kegitan PR yang biasanya lip service dan mengarah pada kebohongan publik
CSR memang dapat membangun reputasi, tapi reputasi yang di bangun bukanlah reputasi kebohongan publik. Kegiatan CSR sebenarnya bukanlah tindakan yang hanya pada ranah PR tapi hakikatnya murni itikad baik dari korporat untuk berkotribusi terhadap masyarakat. Kebanyakan perusahaan menjadikan program

CSR adalah progra m yang bersifat isidental, tren dan tidakberkesinambungan.
Pada perkembangannya saat ini, Penerapan CSR seringkali rancu dengan penerapan marketing. Sejumlah strategi pemasaran yang acap kali diklaim perusahaan sebagai aktivitas CSR, misal:
  • Social Marketing yaitu penerapan sejumlah teknik pemasaran komersial pada tahapan analisis, perencanaan, eksekusi dan evaluasi dari sebuah program yang dipolakan untuk mempengaruhi tindakan kesukarelaan dan ketidaksukarelaan target audiens agar berperan dalam meningkatkan kesejakteraan dari individu ataupun kelompok masyarakat.

    Contoh:
    Program Pepsodent “Senyum untuk dunia” dimana program ini berusaha mengajak konsumen untuk membeli pepsodent sekaligus menyisihkan uang pembelian tersebut untuk membantu anggota masyarakat lain yang bermasalah dengan gigi.

Bukan kegiatan CSR

Green Marketing:
Yaitu pengembangan dan promosi dari produk yang aman untuk lingkungan .

Contoh: Aktivitas yang digunakan Anita Roddick dalam mengakampanyekan Body shop sebagai produk yang tidak menggunakan binatang sebagai objek percobaan

Cause Related Marketing
Yaitu dukungan pada kejadian sosial tertentu dimana perusahaan mendorongnya melalui transaksi finansial dengan konsumennya.

Contoh: Penyedia layanan telekomunikasi XL pada tahun 2006 saat terjadi gempa Jogjakarta. Melalui pembelian pulsa isi ulang XL, konsumen telah ikut membantu korban bencana pada saat itu. Disini gempa dijadikan moment pendukung kegiatan pemasaran yang dilakukan.

Tiga hal diatas merupakan implikasi dari berkembangnya konsep CSR yang disalahtafsirkan oleh banyak kalangan.

Kembali lagi pada prinsip awal bahwa kegiatan CSR adalah berujung kepada pembentukan masyarakat yang mandiri dan di kelola secara berkesinambungan.

Searches related to Sejarah Perkembangan Corporate Social Responsibility ( CSR )

sejarah perkembangan csr pdf
sejarah csr pdf
sejarah lahirnya csr
sejarah csr di indonesia pdf
sejarah perkembangan csr di dunia
jelaskan sejarah terbentuknya csr
sejarah dan perkembangan csr di indonesia
perkembangan csr di indonesia pdf

 " Sejarah Perkembangan Corporate Social Responsibility ( CSR ) "

No comments:

Post a Comment