Perspektif dan Karakteristik Corporate Social Responsibility ( CSR )

PERPEKTIF DAN KARAKTERISTIK
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ( CSR )

Prespektif mengenai CSR -
Menurut Samuel dan Saarf, ada tiga perspektif terkait dengan CSR, yaitu:
  1. Kapital Reputasi: memandang penting reputasi untuk memperoleh dan mempertahankan pasar. CSR dipandang sebagai strategi bisnis yang bertujuan untuk meminimalkan keuntungan dengan menjaga kepercayaan stakeholder
     
  2. Ekososial: memandang stabilitas dan keberlanjutan sosial dan lingkungan sebagai strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis korporat
     
  3. Hak-hak pihak lain: memandang konsumen, pekerja, komunitas yang terpengaruh dan pemegang saham, memiliki hak untuk mengetahui tentang korporat dan bisnisnya

Baca : Contoh tugas pembuatan program Corporate Social Responsibility

csr, karakteristik csr, pilar csr, corporate social responsobility, perspektif csr

Lima Pilar Corporate Social Responsibilty

Dalam pelaksanaan CSR dirasa perusahaan perlu mewujudkan tindakan yang sesuai keadaan sosial terhadap komunitas sekitarnya, di Indonesia CSR secara gencar dikampanyekan oleh Indonesia Business Link (IBL), terdapat 5 pilar aktivitas CSR, yaitu:
  1. Building Human Capital: berkaitan dengan internal perusahaan untuk menciptakan SDM yang andal, sisi lain perusahan juga di tuntut melakukan pemberdayaan masyarakat
     
  2. Strengtening Economies: perusahaan harus memberdayakan ekomoni masyarakat sekitarnya, agar terjadi pemerataan kesejahteraan
     
  3. Assesing Social Chesion: upaya menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar, agar tidak menimbulkan konflik
     
  4. Encouraging Good Governance: perusahaan dalam menjalankan bisnisnya mengacu pada good corporate governance
     
  5. Protectting the Environment: mengharuskan perusahaan untuk menjaga lingkungan sekitarnya

Kategori Tindakan Corporate Social Responsibility

Continuity and sustainability: di sebut juga dengan kesinambungan dan berkelanjutan yang merupakan unsur vital dari CSR. Suatu kegiatan amal yang berdasarkan isidental bukanlah CSR. CSR merupakan hal yang bercirikan pada long term perspective bukan instant, happening ataupun booming.

Comunity Empowerment: di sebut juga pemberdayaan komunitas membedakan CSR dengan kegiatan charity. Tindakan kedermawanan meski membantu komunitas tetapi tidak menjadikannya mandiri. Salah satu indikasi dari sukses nya suatu tindakan CSR adalah adanya kemandirian yang lebih pada komunitas dibandinkan dengan sebelum tindakan CSR hadir.

Two ways: artinya CSR bersifat dua arah. Perusahaan bukan lagi berperan sebagai komunikator semata, tetapi juga harus mampu mendengarkan aspirasi dari komunitas. Hal ini dapat dilakukan dengan survei need assessment untuk mengetahui needs, desires, interest, dan wants dari komunitas

Prinsip Kerja Corporate Social Responsibility

Alyson Warhurst dalam Wibosono, 2007:39 mengajukan prinsip kerja CSR, sebagai berikut:
  • Prioritas Korporat: mengakui tanggung jawab sosial sebagai prioritas tinggi korporat dan penentu utama pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, korporat dapat membuat kebijakan program, dan praktik dalam menjalankan bisnisnya dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial
     
  • Manajemen Terpadu: mengintegrasikan kebijakan program dan praktik ke dalam kegiatan bisnis sebagai suatu unsur manajemen
     
  • Proses Perbaikan: secara berkesinambungan memperbaiki kebijakan program dan kinerja sosial perusahaan berdasarkan penemuan mutakhir dan memahami kebutuhan sosial
     
  • Pendidikan Karyawan: menyelengarakan pendidikan dan pelatihan serta motivasi karyawan
     
  • Pengkajian: melakukan kajian dampak sosial sebelum memulai kegiatan atau proyek baru dan sebelum menutup satu fasilitas atau meninggalkan lokasi pabrik
     
  • Produk dan Jasa: mengembangkan barang dan jasa yang berdampak positif pada lingkungan sosial
     
  • Informasi Publik: memberi informasi dan bila di perlukan mendidik pelanggan, distributor, dan publik tentang penggunaan yang aman, transportasi, penyimpanan dan pembuangan produk begoti pula dengan jasa
     
  • Fasilitas dan Operasi: mengembangkan, merancang, dan mengoperasikan fasilitas serta menjalankan kegiatan yang mempertimbangkan temuan kajian sosial
     
  • Penelitian: melakukan atau mendukung penelitian dampak sosial bahan baku, produk, emisi, dan limbah yang terkait dengan kegiatan usaha dan penelitian yang menjadi sarana untuk mengurangi dampak sosial yang bersifat negatif
     
  • Prinsip Pencegahan: memodifikasi manufaktur, pemasaran, atau penggunaan barang atau jasa sejalan dengan penelitian mutakhiruntuk mencegah dampak sosial yang bersifat negatif
     
  • Kontraktor dan Pemasok: mendorong penggunaan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan kalangan kontraktor dan pemasok, disamping itu juga mensyaratkan perbaikan dalam praktik bisnis yang dilakukan kontraktor dan pemasok
     
  • Siaga menghadapi Darurat: menyusun dan merumuskan rencana darurat dan bila terjadi keadaan bahaya bekerja sama dengan layanan gawat darurat, instansi berwenang dan komunitas lokal sekaligus mengenali potensi bahaya yang muncul
     
  • Transfer Best Practice: berkontribusi pada pengembangan dan transfer praktek bisnis yang bertanggung jawab secara sosial pada semua industri dan sektor publik
     
  • Memberi Sumbangan: memberi sumbangan untuk usaha bersama, pengembangan kebijakan publik dan bisnis, pemerintah dan lintas departemenpemerintah serta lembaga pendidikan yang akan meningkatkan kesadaran tentang tanggung jawab sosial
     
  • Keterbukaan: menumbuhkembangkan keterbukaan dan dialog dengan pekerja dan publik, mengatisipasi dan memberi respon terhadap potencial hazard dan dampak operasi, barang, limbah
     
  • Pencapain dan Pelaporan: mengevaluasi kinerja sosial, melaksanakan audit sosial secara berkala dan mengkaji pencapaian berdasarkan kriteria korporat dan peratuaran perundang – undangan dan menyampaikan informasi tersebut pada dewan redaksi, pemegang saham, pekerja dan publik

Faktor yang mendasar perusahaan melakukan tindakan CSR

  1. Faktor Ekonomi
    Mengacu pada bagaimana perusahaan mampu memperkuat citra dan kredibelitas brand/produknya melalui aktivitas CSR. Selain itu aktivitas CSR juga hemat di bandingkan dengan aktivitas marketing, dengan membangun citra dengan CSR, komunitas akan lebih percaya dan merasakan keuntungan dengan hadirnya perusahaan disuatu wilayah tertentu
     
  2. Faktor Moral
    Lebih didasari bahwa CSR memang bermula dari inisiatif korporat untuk dapat menjalin relasi yang saling menguntungkan. Dimana prinsip menjadi tetangga yang baik dan berguna adalah prioritas yang utama. Tujuannya adalah untuk memberdayakan komunitas menuju pada kemandirian

Tren Aktivitas CSR

Berdasarkan Survei yang di buat majalah MIX 03/17 Maret-13 April 2008, memperlihatkan beberapa aktivitas CSR :
  1. Product Suport: membuat produk yang aman
  2. Environment support: perlindungan tenaga kerja, intensif
  3. Employee support: perlindungan tenaga kerja, intensif, penghargaan, jaminan kesehatan
  4. Diversity: kebijakan perusahaan atau tidak membedakan konsumen dan calon pekerja dalam hal gender, fisik dan ras
  5. Community Support: mendukung program pendidikan, kesehatan

Pihak yang berhak mendapatkan manfaat program CSR
  1. Media Massa
  2. Pemasok
  3. Pemegang saham
  4. Perusahaan
  5. masyarakat sekitar
Prinspinya adalah semua stakeholder dari perusahaan tersebut

Artikel terkait lainya :


Searches related to Perspektif dan Karakteristik Corporate Social Responsibility ( CSR )

csr adalah
dimensi csr
3 pendekatan csr
makalah etika bisnis dan csr

 " Perspektif dan Karakteristik Corporate Social Responsibility ( CSR ) "