Mekanisme Program CSR - Mengemas dan Mengkomunikasikan CSR - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, April 28, 2018

Mekanisme Program CSR - Mengemas dan Mengkomunikasikan CSR

MEKANISME PROGRAM CSR
MENGEMAS DAN MENGKOMUNIKASIKAN CSR

Menyusun Program CSR

Demartinis menyebutkan bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan oleh perusahaan dalam menyusun program CSR, yaitu:
  1. Merumuskan komunitas Organisasi
  2. Menentukan tujuan
  3. Menyusun pesan yang hendak disampaikan
  4. Memilih metode penyampaian pesan yang hendak disampaikan
  5. Memilih metode penyampaian pesan yang paling efektif
  6. Realisasi program
  7. Analisis hasil/evaluasi

Merumuskan Komunitas OrganisasiLangkah yang dapat dilakukan dalam merumuskan komunitas guna menyusun program CSR:
  1. Menyusun pembatasan kategori masyarakat lokal
  2. Mengidentifikasi norma, adat, nilai dan hukum setempat
  3. Mengidentifikasi pemuka pendapat yang berpengaruh 
  4. Memilih komunitas primer dan sekunder
Bagaimana caranya pihak perusahaan mendekati komunitas primer yang notabenenya adalah “orang asing” ?

Dilakukan dengan membuka interaksi yang luas dengan masyarakat dengan penelitian untuk mendapatkan data data terkait lalu membuka dialog kepada komunitas primer. Hal ini menjadi langkah awal untuk membangun rasa “sense of belonging” komunitas terhadap perusahaan.

Data yang dibutuhkan dalam tahapan perumusan ini adalah data tentang kondisi demografis setempat, kondisi lingkungan dan penggunaan lahan, kondisi fisik dan infrastruktur setempat, model kepemimpinan, ketersediaan tempat hiburan, kondisi perekonomian lokal, kondisi pendidikan lokal, gambaran tentang kondisi pemerintahan setempat, kondisi lingkungan kesehatan dan SDM.

CSR, PROGRAM CSR, MEKANISME CSR, corporate socia responsibility


Menentukan Tujuan


Dalam kegiatan/program CSR. Tentunya ada pertimbangan yang harus di perhatikan di dalam mentukan tujuan CSR, yaitu:
  1. Tujuan harus Jelas
    Tujuan CSR tidak boleh hanya berupa ungkapan secara lisan namun harus di tulis dengan spesifik dan jelas hal ini bergunan untuk mengurangi distorisi dalam mekanisme evaluasi. Kejelasan juga berguna menciptakan kesamaan pemahaman seseorang dengan lainnya.

    Tujuan juga harus memiliki range waktu yang tepat. Istilah yang biasanya di pakai adalah tujuan jangka pendek (kisaran kurang dari 5 tahun)dan tujuan jangka panjang (lebih dari 5 tahun).
  2. Buatlah tujuan dengan melihat jangka waktu yang realistis
  3. Tujuan CSR juga tentunya tidak boleh mengabaikan tujuan dari organisasi. Tentunya harus sejalan dengan tujuan organisasi.

Menyusun Pesan yang Hendak Disampaikan
Program CSR mengandung sejumlah isu yang menjadi fokus kegiatannya. untuk itulah bagaimana mengemas isu tersebut menjadi sebuah pesan untuk di sampaikan di dalam program CSR untuk para khalayaknya.

Hal yang harus dipertimbangkan didalam menentukan dan mengolah sebuah pesan program CSR:
  1. Pilih isu yang paling tepatPilih isu yang mendu
  2. kung positioning organisasi
  3. Pilih isu yang menarik
  4. Isu di bungkus dengan kemasan yang menarik dengan cara pemilihan tag line dengan mengunakan kalimat non formal, dan mudah diingat membuat isu CSR yang dihembuskan menjadi menarik.

Hal yang perlu diingat bahwa program CSR bukan sekedar program bagus dan tepat, tetapi juga harus dikemas secara menarik. Untuk itu dibutuhkan memiliki kreativitas untuk menyusun pesan dalam program CSR.

Memilih Metode yang Paling Baik dalam Menyampaikan Pesan Tahapan eksekusi dari mekanisme pemilihan pesan. Hal ini berkaitan dengan pemilihan:
  1. Apakah menggunakan media atau tidak ?
  2. Menggunakan metode komunikasi apa yang paling tepat untuk digunakan ? 
  3. Cara penyampaian pesan haruslah selaras dengan kemampuan audien dalam memahami pesan.
  4. Pertimbangan tingkat pendidikan/latar belakang komunikator dan komunikan harus sangat diperhatikan di dalam efektivitas sampainya tujuan dari program CSR tersebut.

Realisasi Program

Realisasi dari sejumlah perencanaan yang dilakukan merupakan tahapan berikutnya.
Menjalankan sejumlah aktivitas dan isu yang telah disepakati, merupakan hal wajib dilakukan.

Analisis Hasil Evaluasi
Evaluasi harus selalu dilakukan, untuk mengetahui efektivitas dan tingkat keberhasilan program CSR yang dijalankan. Hasil evaluasi ini merupakan masukan bagi perencanaan dan realisasi program berikutnya.

Untuk itu dibutuhkan rancangan tolak ukur evaluasi dalam menyusun program CSR, adalah:
Tentukan standar segmentasi dari sasaran tujuan program, sesuai atau tidak dilihat dari segi demografisnya, psikografisnya, dan geografisnya.

Buatlah skala prioritas yang merupakan siapa sasaran kelompok primer dari program CSR. Biasanya kelomok utama yang menjadi prioritas adalah kelompok primer, lalu kelompok sekunder setelahnya baru kelompok tersier.

Penelitian tentang needs, desires, wants, dan interest komunitas Tahapan ini merupakan langkah yang mutlak dilakukan guna mendapatkan data tentang komunitas yang nantinya digunakan sebagai dasar pertimbangan penyusunan program CSR.

Dialog dengan opinion leader dalam komunitas
Merupakan metode yang dapat ditempuh untuk mendapatkan data asli tentang komunitas.

ALUR PENYUSUNAN PROGRAM CSR


  • Memilih Program
    Menentukan jenis program, menentukan pendekatan yang sesuai, pemilihan berdasarkan struktur budaya perusahaan
     
  • Mengajak Komuniti untuk Terlibat secara Startegis
    Melibatkan setiap lapisan masyarakat lokal, menghubungakan kompetensi komuniti dengan tujuan perusahaan
     
  • Mencari Saran/Masukan dari Masyarakat Local
    Mencari rekomendasi bagaimana perusahaan dapat memberikan bantuan secara tepat kepada komuniti, mencari tahu tipe sumber daya yang dibutuhkan.
     
  • Memungkinkan juga untuk mendengar pendapat dari pihak ketiga
    Hubungkan program dengan nilai dan reputasi perusahaan Melibatkan manajemen lokal dalam memilih program yang tepat dan sesuai dengan brand perusahaan
     
  • Nyatakan Tujuan Perusahaan yang Relevan dengan Program
    Tujuan perusahaan menjadi semangat dalam pelaksanaan CSR, tujuan perusahaan harus dinyatakan secra spesifik dan fokus Pertimbangkan Pihak yang Memungkinkan untuk Menjadi Partner pemilihan patner yang tepat mendorong lebih mengenanya tujuan program pada target
     
  • Pengawasan terhadap Anggaran dan Proyek
    Pengawasan tidak hanya pada pelaksanaan program, tapi juga anggaran yang dibutuhkan tetap berjalan sesuai rencana
     
  • Penilaian dan Pengukuran
    Dampak yang diraskan komuniti, analisis cost benefit Komunikasikan Komitmen Perusahaan Dengan melakukan komunikasi ekternal dan komunikasi internal


MENGKOMUNIKASIKAN PROGRAM CSR


Pengkomunikasian program CSR merupakan hal berikutnya yang harus dilakukan, setelah perusahaan merealisasikan program tersebut.

Tujuan dari aktivitas komunikasi ini adalah:
Sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada seluruh stakeholder terkait pelaksanaan program CSR.

Membuka kanal interaksi yang memberikan kesempatan stakeholder untuk mengkritisi, memberi saran, menyampaikan ide dan harapan ataupun bentuk partisipasi serta respon yang lain demi peningkatan efektivitas dan kreativitas penyelengaraan program CSR.

Aktivitas komunikasi juga mendorong perusahaan lain agar menyelenggarakan aktivitas CSR. Tentunya akan berdampak kepada reputasi perusahaan itu sendiri.


KUALITAS PENGKOMUNIKASIAN PROGRAM CSR


Program CSR dan pengkomunikasiannya, dapat dipilah menjadi :

Program CSR yang baik, tapi komunikasi CSR-nya tidak berjalan dengan baik. Hal ini idealnya program CSR yang baik haruslah dibarengi dengan kulitas pengkomunikasian yang baik juga.
Kualitas program CSR yang tidak baik, namun pengkomunikasiannya baik. Hal ini dapat berimbas mampu memberikan image yang bagus
Kulitas program yang tidak baik dan pengkomunikasiannya pun tidak baik.
Pengkomunikasian Program dengan Model

Komunikasi Lasswell - Prinsip pengkomunikasian yang baik:
Kesepahaman dapat lahir dari setiap partisiapan komunikasi akan tercapai, dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, latar belakang pengalaman.
Semakin dekat dengan 2 faktor di atas, maka semakin efektiflah kesepahaman itu muncul.
Komunikasi dua arah menjadi sangat efektif untuk pencapaian dan kefektifan komunikasi.
Untuk itu kita harus mempertimbangkan aspek : Who, What, Channel, Whom, Effect dan Feedback.

WHO = Terkait pada siapakah pengirim pesan dalam sebuah aktivitas komunikasi.
Model peran komunikator didalam menyampaikan pesan persuasifnya:
  • Model public information - Yaitu seorang Humas berperan seperti seorang wartawan dalam menyebarkan informasi atau bekerja sama dengan media untuk mengendaliakn penyebaran informasi.
  • Model Publicty or Press Agentry -  Prinsip yang dipakai adalah komunikasi satu arah yang biasa dipakai dalam aktivitas kampanye ataupun propaganda.
  • Model Two Way Asymmetrical (Pola komunikasi dua arah) -  Komunikasi ditujukan agar khalayak menerima keputusan, terbuka, dan dapat bekerja sama dengan organisasi.
  • Model Two Way Symmetrical - Komunikasi bersifat seimbang dan mampu menyelesaikan konflik antara organisasi dan khalayak.

WHAT =  Pesan apa yang dipertukarkan oleh partisipan komunikasi.
Pesan dapat berupa:
  • Verbal Nonverbal

CHANNEL = Sarana apa yang tepat untuk menyampaikan pesan . Dalam memilih media yang digunakan untuk mengkomunikasikan CSR. Sebelum memilih media yang relevan, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, antara lain:
  • KarakteristIk stakeholder yang akan menjadi target komunikasi.
  • Pemilihan media berdasarkan karekter media dan kredibelitas dari media tersebut.
  • Manajemen waktu terkait pada moment yang tepat untuk mengirimkan pesan kepada komunikan.
  • Anggaran dana yang tersedia. Dimana semakin luas jangkauan yang ingin kita capai tentunya memakan biaya yang besar pula.

WHOM = Siapakah si penerima pesan tersebut.
Penerima pesan tersebut dapat:
  • Individu,
  • Kelompok
  • Organisasi lain
Hal ini perlu diketahui karena semakin kita paham akan si penerima pesan akan meminimalkan “noise” dalam komunikasi.

EFFECT =  Dari proses komunikasi yang terjadi, harus diketahui dan dipetakan pengaruh atau dampak apa yang mungkin terjadi dari akivitas komunikasi tersebut.

Dengan perencanaan komunikasi yang tepat dimungkinkan dampak yang diinginkan dapat terwujud.

FEEDBACK = Feedback merupakan indikator dari keaktivan komunikan merespons komunikator.
Aktivitas pengkomunikasian program CSR dapat dilakukan dengan pertimbangan:
  • Keefektifan pemilihan media yang tepat - Memilih media yang tepat dengan melihat kelebihan dan kekurangan dari karakteristik masing masing media (koran, V, majalah, internet, dan lain-lain)
  • Menggunakan program berdasarkan fakta - Tanggapan negatif tentang CSR. Biasanya didasarkan kepada program CSR yang dibuat tidak berdasarkan fakta dan data yang benar.
  • Mengajak seluruh stakeholder untuk terlibat -  Dalam bentuk mengkritisi ataupun menyebarluaskan informasi tentang esensi program CSR.


Penelusuran yang terkait dengan Mekanisme Program CSR

mekanisme pelaksanaan csr
buku csr pdf
csr adalah pdf
download buku tentang csr
ebook csr bahasa indonesia
uu csr 2016
csr di indonesia pdf
contoh program csr 

"  Mekanisme Program CSR - Mengemas dan Mengkomunikasikan CSR "

No comments:

Post a Comment