[ Contoh ] Riset Humas - Program CSR PT Kereta Commuterline JABODETABEK - Dunia Public Relations

Terbaru

Thursday, April 19, 2018

[ Contoh ] Riset Humas - Program CSR PT Kereta Commuterline JABODETABEK

[ CONTOH ] RISET HUMAS
PROGRAM CSR PT KERETA COMMUTER JABODETABEK

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kehadiratilahi Rabbi karena atas rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan laporan riset humas “ Strategi Corporate Public Relations PT. KCJ Dalam program CSR PT KCJ dalam menjalin hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu pada baginda Rasullulah SAW, keluarga, dan sahabatnya yang senatiasa istiqamah.

Kami mengucapakan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan ini. Saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan bagi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat khususnya bagi mahasiswa/i Bina Sarana Informatika. Tak lupa kami meminta maaf apabila dalam pembuatan laporan ini masih banyak terjadi kesalahan. Akhir kata kami ucapkan terimakasih semoga laporan ini bermanfaat.


Depok, Mei 2017

Peneliti

Daftar Isi

KATA PENGANTAR..........................................................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................................................
DAFTAR BAGAN................................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian..................................................................................................
1.2 Perumusan Masalah...........................................................................................................
1.3 Identifikasi Masalah............................................................................................................
1.4 Maksud dan Tujuan...........................................................................................................
1.4.1 Maksud Kegiatan........................................................................................................
1.4.2 Tujuan Kegiatan...........................................................................................................
1.5 Ruang Lingkup Kegiatan....................................................................................................
1.6 Sistematika Penulisan........................................................................................................

BAB II LANDASAN TEORI DAN PROSES KEGIATAN
2.1 Landasan Teori..................................................................................................................
2.1.1 Teori PR.........................................................................................................................
2.1.2 Studi Literature..............................................................................................................
2.2 Tentang Perusahaan PT. KCJ.........................................................................................
2.3 Proses Kegiatan.................................................................................................................
2.3.1 Perencanaan Kegiatan.....................................................................................................
2.3.2 Evaluasi...........................................................................................................................
2.4 Kendala dan Pemecahan....................................................................................................

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..............................................................................................................................
3.2 Saran........................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................
LAMPIRAN PENELITIAN.....................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran :
1. Surat Izin Riset........................................................................................
2. Surat Balasan...........................................................................................
3. Form Penilaian........................................................................................
4. Foto Kegiatan Donor Darah....................................................................


BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Penelitian

Sarana transportasi merupakan salah satu sarana mobilitas yang telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap orang. Salah satu jenis transportasi yang dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi permasalahan kebutuhan transportasi masyarakat di atas adalah kereta api. Kereta api merupakan salah satu jenis transportasi dengan multi keunggulan komparatif, hemat lahan dan energi, rendah polusi, besifat massal, serta mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang memasuki era kompetisi, potensinya diharapkan dapat dimobilisasi dalam skala nasional, sehingga mampu menciptakan keunggulan yang kompetitif terhadap produksi dan jasa domestik dipasar global. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh kereta api di atas, diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan guna menjadi solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks.

Pengguna jasa kereta api itu sendiri terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan ekonomi menengah ke bawah sampai kalangan ekonomi menengah ke atas. Hal itu disebabkan karena harga karcis yang sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat sehingga kereta api dijadikan sebagai pilihan alternatif transportasi darat yang sangat ekonomis. Selain itu, sarana transportasi darat yang cukup dapat menjawab permasalahan kemacetan adalah kereta api. Hal ini didukung dengan daya tempuh kereta api yang cepat sampai ke tujuannya, fasilitas kereta yang memadai, pemberhentian kereta (stasiun) yang tersebar di beberapa wilayah strategis, dan harga tiket yang ditawarkan cukup terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Pelayanan jasa transportasi disediakan dengan mengedepankan kualitas pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien. Menurut Schumer (1974), demi mendukung kualitas pelayanan jasa transportasi, pemerintah perlu memperhatikan berbagai aspek diantaranya kelancaran (speed), keamanan (safety) kecukupan (adequacy), frekuensi (frequency), teratur (regularity), bertanggung jawab (responsibility), murah (acceptable cost), dan kenyamanan (comfort).

PT KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) sebagai salah satu perusahaan jasa yang cukup konsisten untuk melayani masyarakat berusaha menjaga dan membina hubungan baik dengan masyarakat. Dalam hal ini salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Humas PT KCJ adalah kegiatan eksternal relation salah satunya yaitu CSR (Corporate Social Responsibility) mengenai aksi donor darah yang dilakukan PT KAI dan bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) yang diadakan di kantor pusat stasiun Juanda. Tercatat, 300 orang berpartisipasi dalam aksi tersebut yang diadakan kurang dari 3 jam setiap harinya. Direktur utama PT KAI ignasius jonan juga ikut dalam kegiatan ini. Pendonor yang ikut bukan berasal dari pegawai saja tetapi dari masyarakat umum pengguna KRL. Dalam program CSR ini dimaksudkan untuk menjalin hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat.

1.2 Perumusan Masalah


Bedasarkan latar belakang diatas maka peneliti memfokuskan penelitian pada

“ Bagaimana program PT KCJ dalam upaya membangun hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat. ”

1.3 Maksud dan Tujuan

1.4.1 Maksud Kegiatan
Adapun maksud dari kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Pemenuhan tugas Riset Humas
  • Mempelajari program PT KCJ dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan karyawan dan masyarakat.
1.4.2 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut:
  • Mengobservasi kegiatan PT KCJ dalam menjalankan program CSR dalam uapaya memjalin hubungan yang baik dengan karyawan dan masyarakat.
  • Mempelajari strategi CSR donor darah PT KCJ dalam membina hubungan baik dengan masyarakat dan karyawan.

1.5 Ruang Lingkup Kegiatan

Aksi sosial donor darah yang digalang oleh PT KCJ dan PMI (Palang Merah Indonesia), mendapatkan animo yang tinggi dari masyarakat. Sebanyak 300 kantong darah didapatkan PMI dalam acara Donor Darah ini.

Donor darah yang diselenggarakan PT KCJ yang bekerjasama dengan PMI ini diselenggarakan di Kantor Pusat PT KCJ, Stasiun Juanda. Acara donor darah yang baru saja diselenggarakan oleh PT KCJ ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat pengguna Commuterline Jabodetabek, pasalnya tercatat 300 pendonor. 150 orang internal dan 150 orang eksternal. Para pendonor tidak Cuma – Cuma mendonorkan darahnya, PT KCJ memberikan souvenir berupa Kaos dan Snack setelah mendonorkan darahnya.

1.6 Sistematika Penulisan

Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif maka data disajikan dalam bentuk pendekatan deskriptif yang berupa pemaparan data hasil penelitian. Adapun penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan mempelajari dokumen terkait. Kemudian tahapan penelitian meliputi tahap, pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan analisis data.

Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus - menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).

Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karenapublic relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).

Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa “public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002, p.145). Sedangkan Marston mengatakan “public relation adalah suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1). Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa “public relation adalah suatu perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah pihak”.

Pengertian Public Relation secara umum dan khusus sebagai berikut:
  1. Pengertian UmumPublic relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. Crystallizing

    Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu (Widjaja,2001).
     
  2. Pengertian Khusus
    Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002).

FUNGSI PUBLIC RELATIONS


Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
  1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
  2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkansemuapihak. 
  3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal. 
  4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi

dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah

RUANG LINGKUP PUBLIC RELATION

Ruang Lingkup PR dibagi menjadi 2 yaitu Internal dan Eksternal yang dimaksud ruang lingkup Internal/ Internal Relation yaitu ruang lingkup yang masih di dalam suatu perusahaan atau hotel itu sendiri. Internal relation contoh nya :
  1. Employee Relations (hubungan dengan para pekerja)
  2. Stockholder Relations (hubungan dengan para pemegang saham) 
  3. Labour Rekations (hubungan dengan para buruh) 
  4. Manager Relations (hubungan dengan para manager)
Sedangkan yang dimaksud dengan ruang lingkup Eksternal / Eksternal Relation yaitu ruang lingkup yang berada di luar suatu perusahaan atau hotel. Contoh Ekternal Relation :
  1. Goverment relations (menjaga hubungan baik dengan pemerintah)
  2. Community relations (menjaga hubungan baik dengan warga setempat) 
  3. Consumer relations (menjaga hubungan baik dengan konsumen) 
  4. Media and Pers relations (menjaga hubungan dengan media massa dan pers)

Peranan dan Sasaran Public Relations


A. Peranan Public Relations
Public Relations di dalam suatu organisasi memegang peranan penting dalam membantu organisasi yang diwakilinya untuk mencapai keberhasilan visi dan misi yang menjadi tujuan bersama dari organisasi tersebut.

Menurut Dozier dan Broom dalam Center (2007:45) Peranan Public Relations dalam suatu organisasi dapat dibagi empat kategori yaitu:
  1. Penasehat Ahli (Expert prescriber)
    Seorang praktisi pakar Public Relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (Public Relationship)
     
  2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)
    Praktisi PR dalam hal ini, bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya. Dipihak lain, dia juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya. Sehingga dengan komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai, mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.
     
  3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem solving process fasilitator)
    Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional.
     
  4. Teknisi Komunikasi (communication technician)
    Peranan Communication technician ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization.

B. Peranan umum PR dalam manajemen suatu organisasi terlihat dengan adanya beberapa aktivitas pokok kehumasan, yaitu :
  1. Mengevaluasi sikap dan opini publik
  2. Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi dengan kepentingan publiknya
  3. Merencanakan dan melaksanakan penggiatan aktivitas PR.

C. Sasaran kegiatan Public Relations

Menurut H Fayol sasaran kegiatan PR adalah :
  1. Membangun identitas dan citra perusahaan (building corporate identity and image) menciptakan identitas dan citra perusahaan yang positif mendukung kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak.
     
  2. Menghadapi krisis (facing of crisis) menangani keluhan dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan PR recovery of image yang bertugas memperbaiki lost of image and damage.
  3. Mempromosikan aspek kemasyarakatan (promotion public causes)
    • Mempromosikan yang menyangkut kepentingan publik
    • Mendukung kegiatan kampanye social

Tujuan Public Relation (PR)

Ada banyak pendapat para penulis tentang tujuan dari Public Relation antara lain :

A. Bonar merumuskan tujuan PR adalah :
  1. Public understanding (pengertian publik)
  2. Public confidence ( kepercayaan publik) 
  3. Public support (dukungan publik) 
  4. Public cooperation (kerjasama publik)
Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).  

B. Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut: Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
  • Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
  • Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation. 
  • Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek. 
  • Mendukung bauran pemasaran.

2.1.2 Teori Literature
Dalam sistem transportasi nasional, transportasi kereta api merupakan tulang punggung angkutan darat. Mengapa disebut demikian? Hal ini dikarenakan kereta api memiliki keunggulan dibandingkan transportasi darat lainnya. Keunggulan tersebut diantaranya kereta api mampu mengangkut secara massal, hemat energi, hemat lahan, sedikit menghasilkan polusi dan dapat langsung masuk ke jantung kota. Karena sebagai salah satu perusahaan jasa yang cukup konsisten untuk melayani masyarakat, PT KCJ berusaha menjaga dan membina hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat dengan melakukan program kegiatan CSR (Corporate Soicial Responsibility).Tujuan dari penelitian yang dilakukan ialah untuk mengetahui lebih dalam peran Public Relation PT KCJ melalui program kegiatan CSR aksi donor darah tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain ialah wawancara, Observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisa dengan menggunakan analisis Interaktif Miles dan Huberman dalam mengetahui peran PR dalam implementasi CSR PT KCJ.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan peran Public Relations PT. KCJ sudah baik karena telah berhasil mempertahankan program kegiatan CSR dalam menjalin hubungan baik antara karyawan dan masyarakat dengan aksi donor darah tersebut yang dilaksanakan 2 tahun terakhir ini.

2.2 Tentang Perusahaan


PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia yang mengelola KA Commuter Jabodetabek. PT KAI Commuter Jabodetabek dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008. Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholder-nya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi permasalahan transportasi perkotaan yang semakin kompleks. Perusahaan ini resmi menjadi anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sejak tanggal 15 September 2008 yaitu sesuai dengan Akta Pendirian No. 415 Notaris Tn. Ilmiawan Dekret, S.H.

Kehadiran PT KAI Commuter Jabodetabek dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Di mulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh induknya PT Kereta Api (Persero), yang memisahkan dirinya dari saudara tuanya PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta. Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dan pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT Kereta Api (Persero) Daop 1 Jakarta.

Dan akhirnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KAI Commuter Jabodetabek. Setelah menjadi perseroan terbatas perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan Bekasi (Jabodetabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

Visi & Misi Perusahaan


Visi Perusahaan
Visi Perusahaan adalah mewujudkan jasa angkutan kereta api komuter sebagai pilihan utama dan terbaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Misi Perusahaan

Misi Perusahaan adalah menyelenggarakan jasa angkutan kereta api komuter yang mengutamakan keselamatan, pelayanan, kenyamanan dan ketepatan waktu, serta yang berwawasan lingkungan.

2.3 Proses Kegiatan

2.3.1 Perencanaan Kegiatan Kegiatan yang sangat baik bagi kemanusiaan dengan juga melengkapi kegiatan sosial yang dilakukan oleh PMI ( Palang Merah Indonesia ) dalam melaksanakan dan mengumpulkan para pendonor darah. Sebelum melakukan donor darah, para peserta telah tercatat melakukan registrasi ulang yang dimaksudkan agar data – data kita dapat diketahui lebih lanjut oleh petugas PMI. Dengan mengisi sebuah form berwarna merah yang terdiri dari data – data pribadi dan riwayat kesehatan serta tanda tangan persetujuan untuk melakukan donor darah. Setelah itu diberikan nomor urut sebagai nomor registrasi. Pihak penyelenggara memberikan snack berupa makanan dan minuman agar kita selalu dalam kondisi fit.

Setelah itu baru melakukan pengecekan HB darah dan tensi agar sesuai kriteria untuk menjadi pendonor darah yang memenuhi syarat. Ada beberapa sarah yang disampaikan oleh petugas PMI adalah berat badan yang ideal dan tidur yang cukup minimal 5 jam sebelumnya. Setelah itu menunggu saatnya untuk menanti antrian untuk donor darah. Petugas PMI pada bagian transfusi darah memanggil nama peserta yang telah siap, selanjutnya berbaring di tempat tidur yang tersedia dengan menyodorkan salah satu lengan. Barulah oleh petugas yang cekatan dan ramah menancapkan jarum di bagian urat nadi lengan. Darah segar dan sehat telah masuk ke kantung darah melalui selang kecil dan tertampunglah 300 cc dalam waktu 2 menit lamanya. Disarankan untuk selalu santai dan jangan tegang serta memberikan saran pula untuk menungggu beberapa detik untuk berdiri saat selesai dicabut jarum dilengan.

Pencatatan dan pendataan oleh petugas PMI telah dilakukan melalui sistem online jaringan komputerisasi dan memberikan kartu donordarah dan beberapa multivitamin untuk menambah kesegaran tubuh kita pasca donor darah. Terakhir menuju kebagian administrasi yang dilakukan Staf PT KCJ untuk di registrasi yang sudah melakukan donor darah sehingga akan terdata keaktifan dan jumlah darah yang sudah terkumpul dengan kondisi baik dalam wakru yang sudah ditentukan.

Salah satunya Tyas Amalia, wanita yang baru berusia 22 tahun, seorang pegawai swasta yang setiap hari kerja menggunakan KRL dari Stasiun Depok menuju Stasiun Cawang PP, ia menyengajakan datang ke Stasiun Juanda untuk turut berdonor darah.


“ Melalui twitter PT KCJ @commuterline saya taunya, dan akhirnya saya kemari, mumpung ada waktu luang dari kerja “

2.3.2 Evaluasi

Pada tahun 2015 dan 2016 dilakukan Donor darah sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu setiap 6 bulan sekali. Pada tahun 2017 inilah minat masyarakat meningkat dalam mendonorkan darahnya, Karena minat yang meningkat inilah PT KCJ mengadakan donor darah sebanyak 4 kali dalam setahun. Kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan, dibuktikan dengan antusias yang diikuti oleh 150 karyawan dan 150 masyarakat pengguna KCJ.

2.4 Kendala dan Pemecahan

Adanya kendala yang dirasakan oleh PT KCJ yaitu terbatasnya kuota bagi para pendonor yang hanya menyiapkan kantong darah sebanyak 300 buah. Oleh sebab itu, PT KCJ harus membatasi para pendonor yang masih banyak ingin ikut berpartisipasi dalam aksi sosialnya kali ini. Dan pada tahun berikutnya PT KCJ berencana akan menambah kuota dan kantung darah agar semua masyarakat yang ingin berpartisipasi bisa ikut menyumbangkan darahnya.

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Pelaksanaan “Kita Selamatkan Yang Membutuhkan” menjadi sebuah kegiatan rutin program CSR yang telah digelar PT KCJ yang bekerja sama dengan PMI ( Palang Merah Indonesia ). Diselenggarakan pada tanggal 21 – 22 maret 2017. Kegiatan donor darah tersebut sangatlah penting dan merupakan sesuatu yang berdampak positif bagi setiap orang. Persediaan donor darah dapat dipenuhi apabila penduduk di suatu negara sadar akan pentingnya setetes darah bagi seoseorang diluar sana yang membutuhkan. Pada tahun ini ada 4 kali kegiatan donor darah yang digelar dan pada bulan Maret 2017 yakni kegiatan yang ke-3 telah berhasil mengumpulkan 600 kantong darah, di ikuti 150 orang karyawan dan 150 orang masyarakat umum. Disinilah sisi humanis karyawan KCJ, sama – sama berperan dalam menyebarkan betapa pentingnya donor darah. Baik untuk pendonor maupun penerima donor.

3.2 Saran

Kegiatan donor darah yang diadakan di Stasiun Juanda harus dilakukan secara berkesinambungan, dan melibatkan masyarakat umum yang lebih luas. Kuota pendonor darah pun sebaiknya dilebihkan karena dilihat antusias masyarakat dalam berpartisipasi cukup banyak. Selain itu, pengemasan kegiatan CSR bisa dibuat agar lebih menarik dan ada tambahan (hiburan dan pembagian door prize).






Searches related to contoh riset kehumasan

contoh kasus riset public relation
contoh proposal riset public relations
riset humas

" [ Contoh ] Riset Humas - Program CSR PT Kereta Commuterline JABODETABEK "

No comments:

Post a Comment