[ Contoh ] Penyusunan Laporan KKP Event BSI [ Senandung Kasih Untuk Rohingya ]

[ CONTOH ] PENYUSUNAN LAPORAN KKP EVENT BSI
[ SENANDUNG KASIH UNTUK ROHINGYA ]

BAB I

PENDAHULUAN


Download laporan kkp ini versi Microsoft word, ada di :
 
1.1 Umum
Keadaan di Rohingya yang semakin mencekam, sehingga menyebabkan masyarakatnya terisolir. Hal ini menyebabkan banyak anak – anak dan wanita mengalami kesusahan sehingga mereka tidak bisa beraktifitas dengan selayaknya manusia normal di wilayah lainnya.

Dengan demikian membuat kami tergerak untuk melakukan sebuah aksi nyata untuk dapat meringankan penderitaan mereka.

1.2 Maksud dan tujuan


A. Maksud

Maksud dari Laporan Praktikum Terpadu ini adalah untuk menerapkan ilmu yang penulis dapat selama perkuliahan dengan membahas Praktikum Terpadu yang berjudul Senandung Kasih Untuk Rohingya. Sehingga penulis dapat menjelaskan manfaat dari acara tersebut, antara lain :
  1. Agar penulis dapat menerapkan ilmu yang didapat
  2. Mempraktekkan pada permasalahan yang ada 
  3. Mengembangkan opini penulis untuk selalu percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dalam penulisan Laporan Praktikum Terpadu 
  4. Memberikan kesempatan penulis untuk mengembangkan daya kreatifitas 
  5. Sebagai dharma bakti penulis kepada almamater AKOM BSI

B. Tujuan
Sebuah event dikatakan berhasil yaitu tidak hanya ketika acara itu berjalan lancar saja melainkan seharusnya apa yang menjadi pesan dari event tersebut haruslah tersampaikan dengan baik kepada audiens sehingga tercapailah tujuan dari sebuah event. Berikut adalah Maksud dan Tujuan dari event kami :
  1. Sebagai bentuk kepedulian Mahasiswa Bina Sarana Informatika terhadap masalah Sosial
  2. Sebagai wujud pengamalan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian terhadap masyarakat 
  3. Sebagai wadah untuk menampung musisi-musisi atau Band baru untuk unjuk kebolehan.
  4. Memberikan hiburan terhadap masyarakat sekitar kampus 
  5. Sebagai salah satu syarat pemenuhan Tugas / Praktikum Terpadu bagi mahasiswa jurusan Public Relations semester V 
  6. Sebagai sarana Kampanye gerakan Musisi / Pelajar anti Genosida.

BAB II

LANDASAN TEORI


2.1. Umum

A. Pengertian Komunikasi
Sebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut mengerti betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi”. (Komaruddin, 1994;Schermerhorn, Hunt & Osborn, 1994; Koontz & Weihrich, 1988)

B. Unsur Komunikasi 
  • Sumber atau Komunikator
  • Isi Pesan 
  • Media atau Saluran 
  • Penerima atau Komunikan

C. Definisi Organisasi

Organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki / jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan.

Ciri-ciri Organisasi :
  1. Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas (ex. pimpinan, staff ).
  2. Adanya pembagian kerja

D. Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005).
  • Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi(ex. memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi).
  • Komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.

E. Definisi dan Konsep Kunci Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi dalam batasan yang sederhana adalah komunikasi antar manusia yang terjadi dalam konteks organisasi. Komunikasi organisasi menurut Goldhaber (1986) adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.

F. 7 Konsep Dasar Komunikasi Organisasi
  1. Proses
  2. Pesan 
  3. Jaringan 
  4. Saling Tergantung 
  5. Hubungan 
  6. Lingkungan 
  7. Ketidakpastian

G. Pendekatan Komunikasi Organisasi
Ada 3 pendekatan yang digunakan dalam komunikasi organisasi, yaitu :
  1. Pendekatan makro (memproses informasi dari lingkungan)
    • Memproses informasi dan lingkungan
    • Identifikasi
    • Intergrasi dengan organisasi lain
    • Penentuan tujuan
     
  2. Pendekatan mikro (Fokus pada komunikasi dalam unit dan sub unit pada organisasi)
    • Orientasi dan latihan
    • Keterlibatan anggota
    • Penentuan iklim organisasi
    • Supervisi dan pengarahan
    • Kepuasaan kerja
     
  3. Pendekatan individual (berpusat pada tingkah laku komunikasi individual dalam organisasi)
    • Berbicara pada kelompok kerja
    • Menghadiri dan berinteraksi dalam rapat-rapat
    • Menulis
    • Berdebat untuk suatu usulan

H. Fungsi komunikasi dalam organisasi 
  • Fungsi informative (sistem Pemrosesan Informasi)
  • Fungsi regulative (peraturan yang berlaku dalam organisasi 
  • Fungsi persusasif (mengatur suatu organisasi) 
  • Fungsi integrative (menyediakan saluran komunikasi)

2.2. Iklim Komunikasi Organisasi
 

A. Definisi Iklim Organisasi
Menurut Tagiuri (1968) iklim organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan. Menurut Payne dan Pugh (1976), iklim organisasi adalah suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku, dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial.

Dimensi iklim organisasi menurut Litwin dan Stringers (1968) :
  • Rasa tanggung jawab
  • Standard atau harapam tentang kualitas pekerjaan 
  • Ganjaran atau reward 
  • Rasa persaudaraan 
  • Semangat tim
Iklim organisasi dapat dipelajari dengan mengobservasi jumlah otonom secara individual, kebebasan yang dialami oleh individu, tingkat dan kejelasan struktur dan posisi yang dibebankan kepada pekerja, orientasi ganjaran dari organisasi dan banyaknya sokongan serta kehangatan yang diberikan kepada pekerja.

B. Iklim Komunikasi

Ada hubungan yang sirkuler antara iklim organisasi dengan iklim komunikasi. Tingkah laku komunikasi mengarahkan pada perkembangan iklim organisasi.

5 Dimensi iklim komunikasi menurut Redding (goldhaber 1986) :
  1. Supportiveness atau bawahan mengamati bahwa hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu mereka membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting.
  2. Partisipasi membuat keputusan 
  3. Kepercayaan, dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia 
  4. Keterbukaan dan keterusterangan 
  5. Tujuan kinerja yang tinggi, pada tingkat mana tujuan kinerja dikomunikasikan dengan jelas kepada anggota organisasi.
Gibbs menegaskan bahwa tingkah laku komunikasi tertentu dari anggota organisasi mengarahkan pada iklim supportiveness. Di antara tingkah laku tersebut adalah :
  • Deskripsi
  • Orientasi masalah 
  • Spontanitas 
  • Empathi 
  • Kesamaan 
  • Provosionalisme

C. Pokok Persoalan Utama dari Iklim Komunikasi
  1. Persepsi mengenai sumber komunikasi dan hubungannya dalam organisasi
  2. Persepsi mengenai tersedianya informasi bagi anggota organisasi Persepsi 
  3. Persepsi mengenai organisasi itu sendiri. Persepsi

D. Kepuasan Komunikasi Organisasi
Adalah tingkat kepuasan seorang karyawan dalam mempersepsikan lingkungan secara keseluruhan. Iklim mencakup kepuasan anggota organisasi terhadap informasi yang tersedia. Iklim komunikasi jelas dipengaruhi oleh persepsi bagaimana baiknya aktivitas komunikasi dari suatu organisasi memuaskan tuntutan pribadi. Kepuasaan komunikasi tidaklah terikat kepada konsepsi efektivitas pesan.

E. Hubungan Komunikasi Organisasi dengan Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan respons seseorang terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang dihadapinya. Hasil penelitian Navy O’Reily dan Robert mendukung dengan kuat bahwa ada hubungan kualitas dan kuantitas komunikasi dengan kinerja organisasi. Pemimpin sebagai orang yang bertanggung jawab dalam organisasi dapat memberikan kontribusi dalam organisasinya.

Dengan melakukan hal-hal yang merupakan tanggung jawabnya, berarti pemimpin secara tidak langsung ikut membantu karyawan dalam mencapai kepuasan kerjanya, antara lain :
  1. Semua pimpinan haruslah menetapkan tujuan bagi karyawannya.
  2. Semua pimpinan harus melatih karyawannya dan membantu mereka menjadi lebih efektif dalam pekerjaannya 
  3. Semua pimpinan harus meninjau kemajuan karyawannya dalam bentuk hasil dan tujuan yang telah dicapainya dan tidak menghargai kegagalan tapi hasil nyata dari tujuan mereka. 
  4. Semua pimpinan harus memberikan bimbingan 
  5. Semua pimpinan hendaklah menggunakan metode baru dalam kelompok dan bidang mereka untuk membuat anggota kelompok terus menarus menjadi lebih efektif 
  6. Pimpinan harus membuat perencanaan untuk masa dating 
  7. Pimpinan harus mengembangkan kemampuan orangorangnya. 
  8. Memberikan standar sosial dan finansial dalam menghargai prestasi karyawan.

2.3 Perilaku Kelompok dalam Organisasi
 

A. Teori pembentukan kelompok
  1. Kelompok dari sisi persepsi
    Suatu kumpulan individu dapat dianggap sebagai suatu kelompok bila anggotanya harus memperhatikan hubungan mereka dengan lainnya.
     
  2. Kelompok dari sisi organisasi
    Suatu kelompok adalah suatu sistem terorganisir terdiri dari dua atau lebih individu yang saling berhubungan sehingga sistem menunjukkan beberapa fungsi, mempunyai standar dari peran hubungan di antara anggotanya, dan mempunyai set norma-norma yang mengatur fungsi kelompok dan masing-masing anggota.
     
  3. Kelompok dari sisi motivasi
    Adalah sekelompok individu yang keberadaannya sebagai suatu kumpulan yang menghargai individu. Kelompok ini dapat memberikan pengaruh pada orang atau kelompok di lingkungannya.
     
  4. Kelompok dari sisi interaksi
    Adalah sejumlah orang yang berkomunikasi satu dengan yang lainnya, dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak sehingga masing-masing orang dapat berkomunikasi dengan seluruhnya, tidak melalui orang kedua, atau orang lain, tetapi bertatap muka.
Dengan demikian, kelompok adalah kumpulan individu di mana perilaku dan/atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan/atau prestasi anggota lainnya, sehingga sebuah kelompok dapat terbentuk apabila adanya kesamaan tujuan dari masing-masing anggotanya.

B. Karakteristik Kelompok menurut Reitz
  • Adanya dua orang atau lebih
  • Berinteraksi satu sama lainnya 
  • Saling berbagi beberapa tujuan yang sama 
  • Melihat dirinya sebagai suatu kelompok

C. Alasan berkelompok
  • Rasa aman
  • Status dan harga diri 
  • Interaksi dan afiliasi 
  • Kekuatan 
  • Pencapaian tujuan 
  • Kekuasaan

D. Bentuk – bentuk Kelompok
  1. Kelompok Primer
    Tokoh dari kelompok ini adalah Charles H. Cooley dan George Homans. Kelompok primer bersifat akrab, bekerjasama, berkomunikasi secara langsung (tatap muka), loyal, dan mempunyai tanggapan yang sama atas nilai-nilai dari para anggotanya. Kelompok primer memberikan kontribusi dalam pembentukan sifat sosial dan citacita individu. Contoh: keluarga dan teman bergaul (peer group).
     
  2. Kelompok Formal & Informal 

    A. Kelompok Formal
    - Kelompok komando
    Dispesifikasikan oleh bagan organisasi, terdiri dari bawahan yang melapor langsung kepada seorang penyelia tertentu. 

    - Kelompok tugas
    Terdiri dari karyawan yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu/proyek.

    B. Kelompok Informal
    - Kelompok minat
    Individu yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama dan tidak dikaitkan pada organisasi, tetapi spesifik pada masing-masing kelompok.

    - Kelompok Persahabatan
    Bentuk kelompok karena anggotanya mempunyai sesuatu yang sama seperti umur, keyakinan politik, latar belakang etnik yang menyatakan interaksi dan komunikasinya di luar kerja.
     
  3. Kelompok terbuka & tertutup
    Perbedaan di antara kelompok terbuka dan tertutup terletak pada daya respon terhadap perubahan dan pengaruhnya terhadap kestabilan. Secara lebih jauh, ada 4 dimensi yang dapat menjadi dasar membedakan kedua tipe kelompok ini, yaitu:
    • Perubahan keanggotaan kelompok.
    • Kerangka referensi.
    • Perspektif waktu.
    • Keseimbangan.
     
  4. Kelompok Referensi
    Kelompok referensi digunakan bagi anggotanya sebagai sumber dari nilai dan sikap pribadinya. Kelompok ini memberikan dua 2 fungsi bagi seseorang untuk melakukan evaluasi diri, yaitu:
    • Fungsi perbandingan social
    • Fungsi pengesahan social

E. Faktor faktor yang mempengaruhi keterpaduan kelompok

  • Kesamaan nilai dan tujuan
  • Keberhasilan dalam mencapai tujuan 
  • Status atau citra kelompok 
  • Penyelesaian perbedaan 
  • Kecocokan terhadap norma norma 
  • Daya tarik pribadi 
  • Persaingan antar kelompok

BAB III

PEMBAHASAN


3.1. Pengertian Event Management

Menurut Goldblatt (Event Management, 2013):
 “Event Manajemen adalah kegiatan professional mengumpulkan dan mempertemukan sekelompok orang untuk tujuan perayaan, pendidikan, pemasaran, dan reuni, serta bertanggung jawab mengadakan penelitian, membuat desain kegiatan, melakukan perencanaan dan melaksanakan koordinasi serta pengawasan untuk merealisasikan kehadiran sebuah kegiatan.”
Dengan demikian Event Management dapat didefinisikan sebagai pengorganisasian sebuah kegiatan yang dikelola secara profesional, systematis efisien, dan efektif.

Kegiatannya meliputi konsep (perencanaan) sampai dengan pelaksanaan hingga pengawasan. Dalam event management, semua orang harus bekerja keras dengan visi yang sama untuk menghasilkan kegiatan yang sesuai dengan harapan.

3.2 Pengertian Event Organizer
  • Event Organizer terdiri dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu event dan organizer.
  • Dalam bahasa Indonesia, event berarti acara sedangkan organizer berarti pengatur. 
  • Jadi secara harfiah Event Organizer diartikan sebagai Pihak yang mengatur sebuah acara. 
Atau dapat dikatakan Event Organizer adalah :
“Usaha di bidang jasa yang secara resmi ditunjuk oleh klien untuk mengorganisasi rangkaian acara, mulai dari sisi kreatif, persiapan, pelaksanaan hingga selesai, dalam rangka membantu klien menyukseskan dan mewujudkan tujuan yang diharapkannya melalui rangkaian acara”.
EO lahir dari keinginan para pihak yang memiliki sejumlah dana. Mereka memiliki beberapa tujuan yang diharapkan dapat dicapai dengan mengadakan rangkaian acara dan tentu saja sebagai penyandang dana mereka tidak mau repot-repot untuk mengatur acara itu. Mereka cukup memberikan briefing singkat mengenai mengenai maksud dan tujuan mengadakan acara, sementara bentuk kreatif acara dan eksekusi diserahkan pada EO.
  • Dalam kegiatan sebuah event, EO mempunyai peranan yang sangat penting. Yaitu membantu mewujudkan tujuan yang diharapkan pemilik dana (biasa disebut sebagai klien).
     
  • EO melalui rangkaian acara, mulai dari proses penciptaan konsep, persiapan tempat, perizinan, perlengkapan pendukung, artist & talent, dokumentasi, hingga jalannya acara dan jika diperlukan sampai pada publikasi acara di media massa.

3.3 Element element Event
  1. WhyBerkaitan dengan tujuan yang akan dicapai dalam acara ini, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan khalayak.
     
  2. Who
    Berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai dalam acara ini, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan khalayak.
     
  3. Where
    Berkaitan dengan tempat penyelenggaraan acara yang paling tepat untuk khalayak sasaran, hal ini memiliki pengaruh pada atmosfir suasana pertunjukkan yang akan digelar untuk mempengaruhi emosi penonton.
     
  4. When Berkaitan dengan waktu yang paling tepat untuk penyelengaraan acara dan juga mempertimbangkan adanya fleksibilitas atau kelonggaran yang dihubungkan dengan waktu untuk penelitian dan persiapan. 
  5. What
    Berkaitan dengan bagaimana mengemas event ini agar menarik bagi khalayak sasaran, terdiri dari nama atau jenis acara, isi program dan elemen yang dibutuhkan.

3.4 Posisi EO
Posisi EO Di antara 5 P


Dalam sebuah kegiatan event tentunya terdapat keterlibatan beberapa pihak yang terdiri dari 5 P. Dari ke-5 unsur P ini akan terlihat posisi sesungguhnya dari event organizer. Ke-5 P itu adalah :
  1. Penyandang Dana
    Merupakan pihak yang mengeluarkan dana untuk pelaksanaan suatu program. 
  2. Pelaksana
    Di sinilah posisi dan peran EO yang sesungguhnya. Pelaksana harus bekerja keras untuk mewujudkan impian dan kepuasan semua pihak (menjadi pusat dari seluruh pihak yang ada) sehingga pelaksana memiliki posisi yang sangat vital dan strategis. 
  3. Penampil
    Merupakan salah satu kunci daya tarik suatu program. Semua jenis program sangat tergantung pada para penampilnya. Pengisi acara kunci bias berupa Guest Star, MC, dan sebagainya yang sudah banyak dikenal. 
  4. Penonton
    Baik membayar atau gratis, pesta kecil di rumah sampai tingkat lomba F1, faktor penonton adalah salah satu tolak ukur kesuksesan event. 
  5. Pengamat
    Pengamat bisa berasal dari kalangan pers di mana pengamat memiliki pengaruh sebagai humas atau PR secara tidak langsung.

3.5 Jenis Jenis event berdasarkan jenis ukuran dan besarnya
Berdasarkan jenis ukuran besarnya sebuah acara, event dibedakan menjadi 3, yaitu:
  • Mega Event, adalah event yang sangat besar, memberikan dampak ekonomi yang besar pada masyarakat sekitar atau bahkan pada Negara penyelenggara dan diinformasikan serta diliput melalui tayangan berbagai media. Biasanya event ini terselenggara setelah dilakukan Bidding (kompetisi antara beberapa organizer untuk menjadi penyelenggara). Contoh : Piala Dunia.
     
  • Hallmark Event, identik dengan karakter atau etos dari suatu wilayah, kota atau daerah di suatu tempat. Bersifat regional di suatu daerah tertentu. Contoh : Rio Karnaval, yang dikenal sebagai ekspresi dari Amerika Latin, yang memberikan energi pada kota Rio de Jeneiro.
     
  • Major Event, merupakan event yang secara ukuran mampu menarik media untuk meliput, menarik sejumlah pengunjung yang besar dalam kurun waktu periode tertentu untuk menghadiri event tersebut dan memberikan dampak peningkatan ekonomi secara signifikan. Contoh : PRJ (Pekan Raya Jakarta).

3.6 Jenis-Jenis event Berdasarkan jenis penyelenggaraannya
  1. Olahraga
    Pertandingan Profesional
    Kompetisi peringkat
    Pertandingan sahabat / eksibisi
    Lomba-lomba
  2. Seni
    Pementasan / pergelaran profit oriented
    Pementasan / pergelaran program acara
    Non profit
    Institusional / privat
    Lomba / festival
    Pentas eksebisi / apresiasi
     
  3. Topik Wicara
    Diskusi
    Talk Show
    Seminar
    Variety Show
    Sarasehan
    Presentasi
    Dialog
     
  4. Pameran
    Pameran komoditas perdagangan
    Pameran seni
     
  5. Pribadi
    Pesta pernikahan
    Syukuran
    Pesta ulang tahun
    Pesta peringatan pribadi

3.7 Kaitan Humas dengan event
Menyelenggarakan acara atau kegiatan khusus (special event) dalam humas merupakan salah satu kiat untuk menarik perhatian media pers dan umum terhadap perusahaan atau produk tertentu yang akan ditampilkan dalam acara tersebut.

Di sisi lain, kegiatan special event dari humas atau PR tersebut diharapkan mampu memuaskan pihak-pihak lain yang terlibat atau terkait untuk berperan serta dalam suatu kesempatan pada acara khusus humas, baik untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), pengenalan (awareness), maupun upaya pemenuhan selera (pleasure) dan menarik simpati atau empati sehingga mampu menumbuhkan saling pengertian bagi kedua belah pihak.
“Pada akhirnya suatu event diharapkan dapat menciptakan citra (image) positif dari masyarakat atau publik sebagai target sasarannya.”
Salah satu kiat keberhasilan dalam kegiatan PR adalah untuk proses publikasi sehingga menciptakan citra positif untuk komunikasi dua arah timbal balik (reciprocal two ways traffic communication) yang dilakukan melalui program kerja PR. Acara khusus tersebut dilakukan baik untuk mewakili perusahaan maupun pengenalan dan pengetahuan produk atau mengenai pelayanan yang dapat diberikan kepada pihak masyarakat sebagai khalayak sasarannya.

3.8 Fungsi Event
Arti penting event bagi perusahaan adalah sebagai suatu media efektif dalam membangun good will publik kepada perusahaan, yaitu :
  1. Loyalitas konsumen : event untuk konsumen.
  2. Membangun kebanggan dan motivasi kerja : event untuk karyawan. 
  3. Membangun dukungan komunitas / masyarakat luas.

3.9 Manfaat Event Manfaat yang di dapat dari sebuah event dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu :
  1. Fungsi Promosi Event
    Memberitahukan tentang adanya sebuah event dan menjaring sebanyak mungkin partisipan yang akan terlibat untuk kesuksesan event itu sendiri.
     
  2. Pembentukan Citra
    Calon partisipan yang hendak berpartisipasi mengetahui bahwa keikutsertaannya dalam event membawa manfaat bagi produk atau jasa yang dikelolanya itu dalam suatu prestise tertentu dan memiliki nilai emosional.
     
  3. Manfaat Ekstra
    Manfaat lain yang bukan bagian utama dari jasa event yaitu dengan keikutsertaan dalam sebuah event berarti merupakan sebuah peluang bagi produk atau jasa yang berpartisipasi sebagai peserta pameran atau sponsor untuk berpromosi.

BAB IV

LAPORAN EVENT


4.1 Rundown Acara

No
Kegiatan
2Waktu
PJ
1
Pembukaan
15.00 – 15.15
Host
2
Sambutan Ketua Panitia
15.15 – 15.30
Ketua Panitia
3
Sambutan Ketua Prodi Humas
15.30 – 15.45
Ka Prodi
4
Penampilan Band
15.45 – 17.45
Seksi Acara
Istirahat
6
Penampilan Band
18.30 – 20.00
Seksi Acara
7
Penyerahan bantuan (Simbolis)
20.00 – 20.15
Ketua Panitia
8
Penampilan bintang tamu utama
20.15 – 21.00
Host
9
Penutup
21.00 – 21.15
Host



4.2 Rangkaian Event

Pada sabtu 11 November 2017 kemarin, Mahasiswa Bina Sarana Informatika Margonda yang terdiri dari 8 Mahasiswa / Mahasiswi Jurusan Publik Relation berhasil mengadakan rangkaian kegiatan dari Parade Band Senandung Kasih untuk Rohingya yang mengusung tema “Bermusik Untuk Beramal”. Sekitar lebih dari 500 peserta menghadiri rangkaian acara Parade Band yang terbagi menjadi acara simbolisasi penyegelan hasil donasi mahasiswa Bina Sarana Informatika Margonda dan dilanjutkan oleh penampilan dari 14 band beserta penampilan special dari band Rasdjiman. Diharapkan dari rangkaian acara tersebut dapat dicapai tujuan awal yaitu menringankan beban Etnis Rohingya. Selain itu event ini diadakan sebagai salah satu syarat dalam pengambilan nilai untuk Praktikum Terpadu mahasiswa.

Event yang dimulai pada hari sabtu 11 November kemarin, dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan acara awal yaitu pembukaan oleh Ketua panitia Alfan Hidayat, dan dilanjutkan dengan simbolisasi penyegelan hasil donasi oleh ketua panitia beserta tamu kehormatan Ibu Susi Susilowati selaku perwakilan dari Kaprodi Jurusan Hubungan Masyarakat Bina Sarana Informatika yang berhalangan untuk hadir. Salah satu peserta yang hadir berpendapat, bahwa acara Parade Band Senandung Kasih untuk Rohingya ini berbeda dengan banyak acara lain yang sedang memburu simpati dari mahasiswa tentang isu Etnis Rohingya yang sedang hangat, karena acara ini mampu menyatukan antara kegiatan bermusik melalui parade band dan beramal dengan cara pengumpulan donasi.

Mendekati puncak acara, para peserta yang menghadiri lokasi halaman kampus Bina Sarana Informatika Margonda semakin bertambah. Walaupun keadaan cuaca yang sedang hujan ringan tidak menyuruti animo penonton untuk tetap menyaksikan penampilan dari 14 band yang tampil. Secara umum, penampilan yang dilakukan oleh band tersebut bertujuan untuk membuat peseta yang hadir terhibur. Tentunya disetiap band yang tampil, masing masing dari mereka selalu mengingatkan akan kebebasan bagi kaum Etnis Rohingya. Peserta yang hadir semakin larut dalam kemeriahan yang ada saat acara yang ditunggu-tunggu pun tampil, yaitu penampilan dari band Rasdjiman. Melalui lagu-lagu yang dilantunkan oleh band Rasdjiman, terselip pesan pesan perdamaian dan saling membantu satu sama lain. Pada intinya, rangkaian acara Parade band Senandung Kasih untuk Rohingya ini dapat menyatukan kegiatan bermusik untuk beramal untuk meringankan beban Etnis Rohingya.

BAB V

PENUTUP

Demikian laporan Pratikum Terpadu Event Parade Band & Bakti Sosial ini kami susun, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan tujuan yang optimal dari yang diharapkan. Seluruh panitia mengucakan banyak terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

LAMPIRAN
laporan kkp, penyusunan kkp, kkp bsi, kkp event

KKp event, kkp akom bsi, kkp komunikasi

Searches related to contoh laporan KKP BSI

contoh laporan kkp bsi manajemen administrasi
contoh laporan kkp bsi teknik komputer
contoh laporan kkp bsi pdf
contoh kkp bsi manajemen informatika 2017
contoh kkp bsi komputerisasi akuntansi
panduan kkp bsi 2017
contoh kkp bsi 2017
contoh laporan kkp akuntansi

" [ Contoh ] Penyusunan Laporan KKP Event BSI [ Senandung Kasih Untuk Rohingya ] "