Prinsip-Prinsip & Hukum Negosiasi Serta Pentingnya Mendengarkan Dalam Lobi dan Diplomasi

PRINSIP-PRINSIP & HUKUM NEGOSIASI
SERTA PENTINGYA MENDENGARKAN DALAM LOBI DAN DIPLOMASI


PRINSIP-PRINSIP NEGOSIASI
  • Buat pihak lawan berkomitmen dulu
    Kita tahu bahwa kita biasanya berada da;am posisi yang lebih baik apabila kita bisa membuat pihak lawan lebih dulu berkomitmen pada sebuah posisi.
  • Berpura-pura bodoh itu pintar
    Ketika kita bernegosiasi, kita lebih baik berpura-pura tahu lebih sedikit daripada pihak lawan, jangan terlihat lebih tahu.
     
  • Jangan biarkan pihak lawan menulis kontrak
    Selalu ada hal-hal yang terlupakan atau terabaikan saat kita melakukan negosiasi secara verbal sehingga hal tersebut harus dirinci secara tertulis.
     
  • Bacalah kontrak setiap waktu
    Untuk melakukan setiap perubahan dalam kontrak tersebut sebaiknya dibicarakan dan disepakati bersama.
     
  • Orang percaya apa yang mereka lihat secara tertulis
    Kebanyakan orang percaya pada apa yang mereka lihat secara tertulis, mereka tidaka akan percaya bila mereka hanya mendengarnya.
     
  • Berkonsentrasilah pada isu
    Kita tahu bahwa seharusnya selalu berkonsentrasi pada isu (pokok permasalahan) dan tidak teralihkan perhatiannya oleh tindakan-tindakan negosiator lawan.
     
  • Berilah selalu ucapan selamat kepada pihak lawan
    Berikanlah ucapan selamat kepada mereka meskipun menurut Anda mereka melakukan negosiasi dengan buruk.

PERTANYAAN KRITIS TENTANG MENDENGARKAN

  • Bagaimana cara mendengarkan yang baik dan efektif?
  • Apa tantangan dalam mendengarkan?
  • Di mana kesulitannya untuk dapat menjadi pendengar yang aktif?
  • Apa dampak negatifnya bila kita tidak mau mendengarkan?

PENTINGNYA FUNGSI MENDENGARKAN UNTUK LOBI
  1. Komunikasi akan berhasil apabila antara komunikator dan komunikan terdapat kecocokan atau kesamaan satu sama lain (Berlo).
  2. Hasil riset tentang mendengarkan menyebutkan aktivitas terbesar yang dilakukan manusia dalam kegiatan sehari-harinya adalah mendengarkan.
  3. Dengan mendengarkan kita memberikan sentuhan emosional, memberikan perhatian, memberikan perhatian, memberikan penghargaan padanya.

RISET TENTANG MENDENGARKAN

riset rakin,penelitian rakin, hasil riset rakin,hukum negosiasi, pentingya mendengarkan


penelitian banker,hasil riset banker,tentang yang mendengarkan




DEFINISI MENDENGARKAN

  • Menurut Devito (1997) mendengar adalah proses aktif menerima rangsangan (stimulus) telinga (aural=isyarat).
  • Listening dibedakan dengan Hearing. Pada konsep hearing, mendengar di sini hanya sebuah proses fisiologis.
  • Sedang pada listening ada proses pemberian arti atau makna

TUJUAN MENDENGAR
Devito menyebutkan mendengarkan memiliki tiga jenis, yaitu:
  1. Mendengarkan untuk kesenangan.
  2. Mendengarkan untuk informasi.
  3. Mendengarkan untuk membantu.

3 MANFAAT MENDENGAR BILA DIKAITKAN DENGAN FUNGSI UMPAN BALIK
  1. Menangkap informasi yang diharapkan, dikehendaki sasaran lobi sehingga ia menganbulkan keingian kita ketika melobinya.
  2. Menangkap kekecewaan sasaran lobi pada kita agar kita tidak mengulangi kembali, diikuti dengan pemberian service recovery, servis tambahan untuk meredakan kekecewaannya pada kita atau pada perusahaan kita.
  3. Menangkap kesalahpahaman yang mungkin telah terjadi sebelumnya sehingga kita bisa mengklarifikasi dan meredakan mungkin amarah yang timbul sebagai akibat kesalahpahaman kita.

PRINSIP-PRINSIP MENDENGARKAN EFEKTIF
  • Kesegaran
    Setelah mendengarkan atau mendapatkan kesan yang kurang positif dari sasaran lobi Anda, Anda harus mengklarifikasi, meminta maaf, dan memberikan penjelasan sebenarnya.
     
  • Kejujuran
    Jangan malu mengakui kita belum paham, jangan pula takut untuk tidak setuju manakala ada materi atau masalah yang belum dipahami.
  • Kepatutan
    Dalam memberikan tanggapan, sesuaikan dengan situasi komunikasi, budaya, termasuk dengan dimensi lingkungan komunikasi itu sendiri.
  • Kejelasan
    Umpan balik harus merupakan refleksi yang jelas mengenai pesan, bukan perasaan atau prasangka pribadi.

CARA MENDENGARKAN YANG EFEKTIF (DEVITO)
  1. Mendengarkan partisipatif dan aktif.
  2. Mendengarkan secara empatik dan secara objektif.
  3. Mendengarkan tanpa menilai dan mendengarkan secara kritis.
  4. Mendengarkan secara dangkal dan mendalam.

15 HUKUM NEGOSIASI
  1. Jangan menyempitkan topik sebuah negosiasi pada satu topik saja. Kembangkan sebanyak mungkin hal-hal atau ide-ide pokok yang dapat dinegosiasikan dan jangan lupa untuk segera menciptakan ide pokok yang baru bilamana Anda dan anggota kelompok lainnya mengalami jalan buntu pada satu ide pokok tertentu.
     
  2. Persiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.
     
  3. Kristalisasikan visi Anda mengenai kesepakatan tersebut.
    Pihak yang dapat memvisualisasikan hasil akhirnya umumnya merupakan pihak yang memimpin jalannya perundingan.
     
  4. Informasi adalah kekuatan.
    Dapatkan sebanyak mungkin informasi yang bisa di dapatkan sebelumnya supaya Anda yakin bahwa Anda memahami betul nilai dari pengadaan perundingan tersebut. Ingatlah, sangat sedikit perundingan yang mulai seketika juga pada saat pihak lawan sudah tiba di meja.
     
  5. Ajukan pertanyaan.
    Perjelas informasi yang tidakAnda mengerti. Tentukan baik itu kebutuhan implisit maupun eksplisit dari pihak lawan.
     
  6. Ketika Anda mendengar dengan baik, Anda tidak hanya mendapatkan ide-ide baru untuk menciptakan hasil win/win tetapi juga membuat lawan bicara Anda merasa bahwa mereka diperhatikan dan dihargai. Hal ini juga membuat Anda dapat mencari apa sebetulnya yang menjadi keinginan dari lawan bicara Anda.
     
  7. Tentukan target untuk setiap kesepakatan. Definisikan tingkat penerimaan minimum untuk setiap kesepatakan. Jika bagi Anda tidak cukup jelas apa tujuan Anda sendiri, Anda akan berakhir dengan hanya dapat bereaksi pada proposal yang diberikan oleh lawan bicara Anda.
     
  8. Targetkan aspirasi Anda setinggi mungkin.
    Jadikan aspirasi Anda seakan-akan menjadi satusatunya faktor terpenting di dalam menentukan hasil akhir dari perundingan tersebut. Anda dapat menargetkannya tinggi-tinggi semudah untuk menargetkannya pada tingkat yang rendah.
     
  9. Kembangkan pilihan-pilihan dan strategi.
    Orang-orang yang sukses adalah mereka yang memiliki sejumlah alternatif yang dapat diterima. Serupa dengan hal tersebut, negosiator yang sukses adalah mereka yang memiliki strategi yang baik untuk dapat mengubah pilihan-pilihan mereka menjadi kenyataan.
  10. Jujur dan adil.
    Tujuan yang ingin dicapai di dalam menciptakan hasil win/win adalah supaya kedua pihak dapat merasa bahwa kebutuhan dan tujuan mereka masing-masing telah tercapai, sehingga mereka berkenan untuk datang lagi dan melakukan perundingan lainnya.
     
  11. Jangan pernah menerima penawaran pertama.
    Sering kali, pihak lawan akan memberikan penawaran yang menurut mereka pasti Anda tolak hanya untuk melihat seberapa kuat pemahaman Anda terhadap hal pokok.
     
  12. Rundingkan dengan kekuatan/kuasa jika memungkinkan. Jika hal tersebut tidak mungkin, setidaknya ciptakan penampilan yang berkuasa. Jika pihak lawan berpikir bahwa Anda tidak memiliki alasan yang cukup untuk menolerir hal-hal di luar tuntutan Anda, pihak lawan tentunya akan enggan untuk melakukannya.
  13. Temukan apa yang diinginkan oleh pihak lawan.
    Jangan menyerah terlalu cepat, dan akuilah konsesi sebagai sebuah konsesi. Menyerah terlalu dini akan membuat lawan bicara Anda beranggapan bahwa Anda mungkin dapat menerima hal-hal lainnya di luar tuntutan Anda.
     
  14. Koperatif dan bersahabat.
    Hindari sikap menjilat ataupun terlalu frontal, yang sering kali menggagalkan negosiasi.
     
  15. Gunakan kekuatan kompetisi.
    Seseorang yang berpikir bahwa untuk berkompetisi dengan bisnis Anda adalah sesuatu yang penting akan berkenan untuk memberikan lebih dari apa yang mereka maksudkan pada mulanya. Seni negosiasi adalah sebuah keahlian yang berharga untuk diajarkan kepada setiap anggota di dalam keluarga (tidak hanya berlaku untuk kalangan bisinis), termasuk anak-anak.

Baca juga :



Searches related to Prinsip-Prinsip & Hukum Negosiasi Sera Pentingnya Mendengarkan Dalam Lobi dan Diplomasi

contoh kasus lobby negosiasi dan diplomasi
contoh kasus lobi dan negosiasi
lobi dan negosiasi dalam komunikasi bisnis
contoh kasus lobi yang berhasil
makalah lobi dan negosiasi
fungsi lobi


" Prinsip-Prinsip & Hukum Negosiasi Serta Pentingnya Mendengarkan Dalam Lobi dan Diplomasi "