Hubungan Lobi dan Komunikasi [ Teknik Loby dan Negosiasi ] - Dunia Public Relations

Terbaru

Sunday, March 11, 2018

Hubungan Lobi dan Komunikasi [ Teknik Loby dan Negosiasi ]

HUBUNGAN LOBI DAN KOMUNIKASI
[ TEKNIK LOBY DAN NEGOSIASI ]


DEFINISI KOMUNIKASI -
Lasswel mendefinisikan komunikasi dengan: whosays what-in which channel-to whom-and with what effect.

Maka komponen dalam komunikasi terdiri dari:
  1. Komunikator (siapa)
  2. Pesan (mengatakan apa)
  3. Saluran (melalui saluran apa)
  4. Komunikan (kepada siapa)
  5. Efek (dengan efek bagaimana)

Beberapa tujuan dari komunikasi adalah untuk:
  • Mempengaruhi
  • Menarik perhatian
  • Menarik simpati
  • Menimbulkan empati
  • Menyampaikan informasi

Bila dikaitkan dengan kegiatan Public Relations, maka PR harus benar-benar memahami esensi dari kegiatan komunikasi itu sendiri agar tujuannya (pencitraan) dapat tercapai.

Proses Komunikasi pada Lobi


tarsis tarmudji,proses komunikasi pada loby,komunikasi pada lobi,
 
Sumber: Tarsis Tarmudji (1993)


POSISI LOBI DALAM KOMUNIKASI


5 konteks atau tingkatan analisis dalam komunikasi (Littlejohn, 1989):
  1. Komunikasi Intrapribadi (intrapersonal communication)
    Komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri dan pelakunya berbicara dengan diri sendiri secara sadar atau tanpa disadari. Contonhnya: berpikir.
  2. Komunikasi Antarpribadi (interpersonal communication)
    Komunikasi yang dilakukan antara dua orang (dyadic communication), biasanya dalam bentuk tatap muka langsung.
     
  3. Komunikasi Kelompok (group communication)
    Sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.
     
  4. Komunikasi Organisasi (organizatiton communication)
    Tidak jauh berbeda dengan komunikasi kelompok, hanya saja kegiatan komunikasinya bersifat lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas.
     
  5. Komunikasi Massa (mass communication)
    Komunikasi yang menggunakan media massa sebagai medium atau salurannya, baik media cetak maupun elektronik, dan biasanya kegiatan komunikasi nya dikelola suatu lembaga atau orang yang dilembagakan.

HUBUNGAN LOBI DAN KOMUNIKASI

 
  • Lobi merupakan kegiatan komunikasi yang bersifat informal guna membujuk, merayu, atau mempengaruhi pihak lain agar pihak lain tersebut menyetujui usulan, gagasan ataupun pokok pikiran si pelobi.
  • Lobi dapat dilakukan di dalam beberapa konteks komunikasi, seperti komunikasi intrapribadi, interpribadi, kelompok, organisasi, dan massa. 
  • Dalam komunikasi organisasi, kerangka berpikir anggota organisasi harus diperhatikan karena satu dan lainnya berbeda-beda.
  • Keberhasilan lobi dalam komunikasi kelompok dipengaruhi karena adanya teori tentang komunikasi kelompok itu sendiri, alasannya adalah lobi kerap dilakukan tidak hanya orang per orang , melainkan dilakukan tim.
  • Dalam komunikasi politik, lobi juga berhubungan dengan propaganda (teknik mempengaruhi), dan komunikasi persuasif (tujuan ingin membujuk).
  • Dalam komunikasi antarbudaya, lobi sangat diperlukan bagi para pelobi terutama bila sasarannya adalah orang dari daerah atau bahkan negara yang berbeda, sehingga konflik (miscommunication) tidak terjadi.

Arti Penting Hubungan dengan Pemerintah

 
Menurut H. Frazier Moore hubungan pemerintah perlu mendapat perhatian karena:
  1. Kebijakan pemerintah yang tidak tepat bisa membuat perusahaan menghadapi perubahan biaya yang tidak terduga, perpajakan yang tinggi dan sebagainya, sehingga dapat mematikan gerak perusahaan.
  2. Undang-undang/peraturan pemerintah dapat membuat banyak pembatasan bagi ruang gerak perusahaan.

Dengan demikian government relations menduduki posisi yang sangat penting dan vital karena perusahaan dapat memberikan fakta / bujukan kepada pemerintah, parlemen untuk melindungi bisnis perusahaan.

LOBI DALAM GOVERNMENT RELATIONS


Government Relations, pada dasarnya dilakukan perusahaan bertujuan untuk:
  1. Mengubah berbagai peraturan yang menyulitkan ruang gerak perusahaan.
  2. Membatalkan rancangan regulasi yang sedang disiapkan oleh legislatif atau eksektif.

Dengan demikian melakukan lobi adalah suatu keharusan, yang diperhatikan dalam kegiatan government relations. Lewat lobi tidak berarti segala sesuatu bisa dibeli, karena itu meski lobi perlu dan ditujukan pada orang penting dalam pemerintahan maka lakukanlah dengan profesionalisme tinggi.

Melobi Pemerintah

Kegiatan hubungan dengan pemerintahan oleh pejabat PR biasa dilakukan dengan cara melakukan lobi. Pelobi muncul dari tuntutan perusahaan yang tidak dapat dipenuhi oleh Government Relations-nya. Kadang karena tidak adanya pelobi yang tangguh maka perusahaan menyewa PR (konsultan PR) beserta timnya untuk melobi pemerintah.

Peran para pelobi di Indonesia belakangan cukup menonjol. Para mantan pejabat pemerintah umumnya dikenal sebagai anggota dewan komisaris suatu perusahaan yang banyak memerlukan lobi dengan pemerintah.

Alasan untuk Melakukan Lobi Oleh PR Terhadap Pemerintah (Frank Jefkins) adalah:
  1. Segala bentuk campur tangan pemerintah, seperti kebijakan ekonomi, peraturan perpajakan, dan sebagainya akan memebrikan dampak bisnis perusahan.
  2. Beberapa bisnis menjadi sukses karena mereka telaten mengadakan dialog dengan pemerintah.
  3. Suatu aspek penting dalam pemerintahan demokratis adalah pendiskusian berbagai rencana dan rancangan undang-undangnya dengan pihak-pihak terkait yang akan terkena dampaknya.
  4. Di pihak parlemen juga ada kelompok lobi.
  5. Penting untuk mendapatkan informasi dan bahkan mengadakan pertemuan serta mengenal para anggota parlemen, terutama yang berkepentingan pada bidang bisnis perusahaan dan memerlukan informasi tentang apa yang perusahaan kerjakan.
  6. Anggota parlemen adalah pembentuk opini. Kalau anda tidak tahu mereka, maka jangan salahkan mereka jika mereka tidak tahu anda.
 
Baca Juga :
 
Hasil pencarian terkait di Google :
contoh lobi dan negosiasi
makalah lobi dan negosiasi
artikel contoh kasus lobi
contoh kasus lobi dan negosiasi
contoh kasus lobby negosiasi dan diplomasi
jenis lobi dan contohnya
hubungan antara lobi, diplomasi, negosiasi dan perundingan

 
" Hubungan Lobi dan Komunikasi [ Teknik Loby dan Negosiasi ] "

No comments:

Post a Comment