Hambatan dalam Lobi, Negosiasi Diplomasi dan cara Menanggulanginya - Dunia Public Relations

Terbaru

Thursday, March 15, 2018

Hambatan dalam Lobi, Negosiasi Diplomasi dan cara Menanggulanginya

HAMBATAN DALAM LOBI, NEGOSIASI DIPLOMASI
DAN CARA MENANGULANGINYA

ProseS komunikasi terdapat hambatan-hambatan, sebagai berikut:
  1. Apa yang dikatakan belum tentu didengar
  2. Apa yang didengar belum tentu dimengerti
  3. Apa yang dimengerti belum tentu diterima
  4. Pembicara mungkin tidak dapat mengetahui apa yang telah didengar/dimengerti/diterima oleh pendengar.

Blake dan Haroldsen juga menyimpulkan beberap sumber gangguan semantik, antara lain:
  • Kata-kata yang dipergunakan terlalu sukar dimengerti atau dipahami komunikan.
  • Perbedaan dalam memberikan arti kata denotatif pada kata-kata yang dipergunakan saat berkomunikasi.
  • Perbedaan dalam memberikan arti kata konotatif pada kata-kata yang dipergunakan saat berkomunikasi.
  • Pola kalimat yang dipergunakan komunikator membingungkan komunikan.
  • Terdapat perbedaan budaya antara komunikator dengan komunikan.

Devito (1996) mengatakan bahwa hambatan komunikasi terjadi karena:
  1. Polarisasi
  2. Orientasi intensional
  3. Kakekacauan karena mmenyimpulkan fakta secara keliru
  4. Implikasi pragmatis
  5. Hambatan akibat potong kompas (by passing)
  6. Kesemuan (allness)
  7. Evaluasi statis

Proses Komunikasi dan Bebagai Hambatan yang Menyertainya Apa yang dipikir, tidak sama dengan yang diucapkan.


proses komunikasi,komunikasi lobi,lobi dan negosiasi,halangan komunikasi,negosiasi,diplomasi


Bila pelobi ingin melemparkan isu melalui media massa, maka harus diperhatikan:
  1. Media massa memiliki agenda setting
  2. Media massa menjalankan fungsi gate keeper
  3. Media massa memilih pesan sesuai kebutuhan mereka (uses and gratification)

Keberhasilan dan efektif tidaknya sebuah pesan komunikasi tergantung pada:
1. Komunikatornya
  • Memiliki kredibilitas.
  • Tepat dalam menentukan sasaran.
  • Tepat dalam memilih media.
  • Memiliki keterampilan dalam mengemas pesan.
2. Isi pesannya
  • Valid dan akurat.
  • Aktual.
  • Dikemas dengan baik.
3. Komunikannya
  • Profil dan identitas pribadinya.
  • Kebutuhannya.
  • Minatnya.
  • Seleranya.
  • Latar belakang kultural, dan sebagainya.
4. Salurannya
  • Tingkat gangguannya sekecil mungkin.
  • Peluang terjadinya umpan balik bila. menggunakan saluran tersebut sangat besar.
  • Kemungkinan pengulangan pesan dengan biaya yang relatif murah bisa dilakukan.

TIPE-TIPE KEPRIBADIAN DAN KECERDASAN MANUSIA


A. Tipe Kepribadian Manusia
  1. Sanguinis (terbuka, ceria, dan optimis).
  2. Melankolis (tertutup dan pesimis).
  3. Flegmatis (tertutup dan pesimis).
  4. Koleris (terbuka dan optimis).

B. Tipe Kecerdasan Manusia
  1. Kecerdasan Linguistik-Bahasa.
  2. Kecerdasan Logis-Matematis.
  3. Kecerdasan Visual-Spasial.
  4. Kecerdasan Musikal.
  5. Kecerdasan Kinestetik-Tubuh.
  6. Kecerdasan Interpersonal (Sosial).
  7. Kecerdasan Naturalis.

Tiga gaya belajar dan komunikasi yang berbeda (Prof. Ken & Rita Dunn) yaitu:
  1. Visual.
  2. Auditori.
  3. Kinestetik.

MENANGGULANGI HAMBATAN DALAM LOBI


Agar sasaran lobi tidak menjadi hambatan itu sendiri dan bersedia menyetujui pihak Anda, maka pelobi harus:
  • Memberikan gambaran manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh oleh komunikan.
  • Meyakinkan bahwa keputusan yang akan diambil tidak membawa risiko yang mengancam dirinya.
  • Memberikan solusi yang akan menjamin keamanan dan keselamatan komunikan beserta keluarga, karir, dan masa depannya.

LAIN-LAIN DAN BERBAGAI TIPS
  • Lobi tidaklah sekali jadi, ikuti semua setiap perkembangannya.
  • Keep contact, ingatkan selalu dengan SMS yang sopan akan janji-janji antara kita dengan dia.
  • Kadang perubahan datang begitu cepat, bertindaklah cepat saat diperlukan.
  • Dengarkan secara efektif.
  • Bila sasaran mengalami kesulitan, bimbing dan tuntutlah mereka.
  • Bila mengalamai kesulitan, kita bisa juga menghubungi pihak-pihak tertentu yang dapat memberikan rekomendasi.
  • Padukan kemampuan komunikasi kepemimpinan kita, ingat model atau gaya komunikasi kepemimpinan terdahulu dan sebagainya.
  • Bangun citra diri yang positif dan dapat dipercaya, karena bukan hanya data yang dibutuhkan melainkan citra diri kita.

TIPE NEGOSIATOR DALAM ETIKA PENAWARAN (G. RICHARDS SHELL)

1. Poker School
  • Memandang bahwa negosiasi adalah sebuah permainan dengan aturan pasti.
  • Bertindak sesuai aturan dianggap etis sedangkan apabila bertindak sebaliknya dianggap tidak etis.
  • Mengijinkan cara-cara curang dalam memenangkan negosiasi asal cara-cara tersebut tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.

2. Idealist School
  • Penawaran adalah salah satu aspek kehidupan sosial bukan sebuah aktivitas spesial dengan keunikannya sendiri dalam membuat aturan.
  • Seorang idealis tidak akan mengijinkan penggunaan cara -cara curang walaupun tidak melanggar aturan dalam sebuah negosiasi.
  • Seorang idealis dalam melakukan suatu negosiasi mendasarkan pandangannya pada filosofi dan agama yang dianut.
  • Seorang idealis sangat tidak menyetujui bahwa sebuah negosiasi dianggap sebagai permainan.
  • Negosiasi adalah sesuatu hal yang dianggap serius dan memiliki konsekuensi pada masa yang akan datang.

3. Pragmatist School
  • Karakter orang seperti ini masih menyadari tentang tidak etisnya sebuah kecurangan dalam bernegosiasi tetapi pada situasi tertentu dia tetap melakukannya karena dianggap tidak melanggar aturan.
  • Mereka lebih sering melakukan dan mengijinkan kebohongan sebagai salah satu trik negosiasi dibanding seorang idealis.





Baca juga :




Searches related to Hambatan dalam Lobi, Negosiasi Diplomasi dan cara Menanggulanginya

contoh kasus lobby negosiasi dan diplomasi
lobi dan negosiasi dalam komunikasi bisnis
konflik dalam lobi
contoh kasus lobi dan negosiasi
strategi lobi dan negosiasi
makalah langkah dan strategi lobi
hubungan antara lobi, diplomasi, negosiasi dan perundingan
5 kendala dalam bernegosiasi


" Hambatan dalam Lobi, Negosiasi Diplomasi dan cara Menanggulanginya "

No comments:

Post a Comment