Pemasaran Program Siaran - Broadcasting TV - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, July 18, 2017

Pemasaran Program Siaran - Broadcasting TV

PEMASARAN PROGRAM SIARAN

Pemasaran program siaran -
Bagian pemasaran (sales-marketing) memegang peran sangat penting dalam mendorong kemajuan media penyiaran, bahkan berperan sangat menentukan dalam menentukan kelangsungan hidup media penyiaran komersil.

Media penyiaran adalah tempat untuk beriklan, pemasaran waktu siaran (air time) merupakan sumber pendapatan utama bagi media penyiaran.

Tanggung Jawab departemen pemasaran Media Penyiaran

 
 
Menurut Pringle-Starr-McCavitt, departemen pemasaran media penyiaran memiliki tanggung jawab antara lain :
  • Menjual waktu siaran kepada pemasang iklan.
  • Menyediakan sarana dimana pemasang iklan dapat mencapai target audiennya dengan biaya kompetitif
  • Menghasilkan pendapatan yang cukup agar stasiun penyiaran dapat beriperasi secara kompetitif
  • Menghasilkan keuntungan bagi pemilik stasiun.
Stasiun penyiaran berkeinginan untuk mendapatkan sebanyak mungkin pemasang iklan. Sedangkan Pemasang iklan selalu mempertimbangkan media apa yang paling tepat untuk mempromosikan suatu produk (barang dan jasa).

Staf pemasaran stasiun penyiaran tentu saja harus mengetahui kelebihan atau kekuatan dan kelemahan atau kekurangan siaran iklan. Agar dapat menyusun strategi penjualannya dan dapat meyakinkan para pemasang iklan

Day part - Sumber Program TV

 
Sumber program tv :
  1. In house production
  2. Stasiun jaringan
  3. Stasiun local
  4. Production house
  5. Perusahaan sindikasi
  6. Pemasang iklan
Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah suatu konsep yang sangat pentingdalam pemasaran. Eric Berkowitz dan rekan mendefiniskan segmentasi pasar sebagai “dividing up a market into distinct groups that (1) have common needs and (2) will respond similarly to a market action” . (membagi suatu pasar kedalam kelompok-kelompok yang jelas yang

(1) memiliki kebutuhan yang sama dan
(2) memberikan respon yang sama terhadap suatu tindakan pemasaran.


Dengan demikian segmentasi pasar adalah kegiatan untuk membagi konsumen kedalam kotak-kotak yang lebih homogeny
 
Konsep segmentasi memberi pegangan yang sangat penting dala pemasaran, yaitu anjuran agar memilih bagian tertentu saja dari khalayak konsumen yang sangat luas agar dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.

Dewasa ini hampir tidak ada satu produk pun yang dapat melayani kebutuhan seluruh segmen konsumen. Dengan adanya segmentasi konsumen maka perusahaan dapat mendesain produkproduk yang lebihresponsif terhadap kebutuhan konsumen.
penting dipahami struktur - struktur atau kelompok - kelompok konsumen yang ada di tengah masyarakat.
 
Berikut ini kita akan mempelajari dasar - dasar dalam melakukan segmentasi yang terdiri atas : segmentasi demografis, geografis, psikografis, perilaku dan manfaat.

segmentasi demografis

Segmentasi konsumen berdasarkan demografi padadasarnya adalah segmentasi yang didasarkan pada peta kependudukan misalnya: usia, jenis kelamin, besarnya anggota keluarga, pendidikan tertinggi yang dicapai, jenis pekerjaan konsumen, tingkat penghasilan, agama, suku dan sebagainya.

Semua ini disebut dengan variable - variabel demografi. Data demografi dibutuhkan antara lain untuk mengantisipasi perubahan - perubahan pasar menyangkut bagaimana produsen barang dan jasa menilai potensi pasar dalam setiap area geografi yang dapat dijangkau.

Segmentasi konsumen berdasarkan data demografi dibutuhkan untuk mengambil keputusan manajerial. Misalnya :

stasiun televisi menggunakan data demografi untuk membuka pemancar (transmisi) baru atau bagian pemasaran suatu perusahaan

menggunakan data demografi untuk membuka kantor cabang dan mengatur jumlah personel pemasaran yang dimilikinya
 
Data demografi juga sangat dibutuhkan dalam menentukan strategi periklanan yang menyangkut bagaimana suatu produk dikomunikasikan kepada khalayak - khalayak sasaran.

Dalam hal ini, pemasang iklan perlu memahami media-meda. apa saja yang dapat menjangkau segmen pasarnya, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menjangkau masing-masing
 
segmen itu, kapan sebaiknya disiarkan dan siapa bintang iklan yang cocok untuk menjangkau setiap segmen. Praktisi pemasaran perlu memahami data demografi yang terkait dengan strategi iklan ini agar dapat menentukan media yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Berdasarkan Usia


Biasanya konsumen dibedakan menurut usia Anak - anak, remaja, dewasa dan orang tua. Tetapi pembagian ini masih dianggap terlalu luas. Misalnya, kelompok usia dewasa memiliki bentang usia yang cukup luas sehingga perlu dibagi lagi menjadi kelompokkelompok yang lebih kecil.
 
Belch & Belch 5 membagi segmentasi berdasarkan usia sebagai berikut :

NO Kelompok Usia

  • 1 0-6
  • 2 6-11
  • 3 12-17
  • 4 18-24
  • 5 25-34
  • 6 35-49
  • 7 50-64
  • 8 Di atas 64 tahun
Biro Pusat Statistik (BPS) membagi konsumen dan audien media massa berdasarkan usia yang dikelompokkan sebagai berikut :

No Kelompok Usia

  • 1 0 -14
  • 2 15 – 20 tahun
  • 3 20 – 29 tahun
  • 4 30 – 39 tahun
  • 5 40+ tahun

Jenis Kelamin

  • Jenis Kelamin. Banyak sekali produk yang menggunakan pendekatan jenis kelamin ini dalam pemasarannya
  • Ada satu merek produk yang ditujukan hanya kepada wanita atau hanya kepada pria, masing-masing memiliki strategi promosi yang berbeda.
  • Isi media massa
  • mempengaruhi siapa yang akan menggunakan media itu. Program televise tertentu
    seperti : program olah raga biasanya disukai konsumen lakilaki, infotainment disukai wanita, sinetron (wanita), program memasak (wanita), program berita (lakilaki).
  • Pada umumnya wanita lebih banyak menonton televisi dari pada pria. Saat ini, jumlah penduduk pria dan wanita di Indonesia tidak jauh berbeda. Praktisi pemasaran harus memahami kaitan antara isi media
  • dengan siapa audiennya dalam mempersiapkan strategi promosi yang berhasil.

Pekerjaan

  • Pekerjaan. Konsumen yang memiliki jenis pekerjaan tertentu umumnya mengkonsumsi barang - barang tertentu yang berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya.
  • Selera merekapun umumnya juga berbeda dalam mengonsumsi media massa. Kalangan eksekutif lebih
  • menyukai media yang dapat mendorong daya pikir mereka atau membantu mereka dalam
  • mengambil keputusan misalnya menonton program berita atau film-film tertentu di televisi.
  • Sementara kalangan pekerja kasar lebih menyukai musik dangdut.

Pendidikam

  • Konsumen dapat pula dikelompokkan menurut tingkat pendidikan yang dicapai.
  • Pendidikan yang berhasil diselesaikan biasanya menentukan pendapatan dan kelas social mereka. Selain itu pendidikan juga menentukan tingkat intelektualitas seseorang.
  • Pada gilirannya, tingkat intelektualitas ini akan menentukan pilihan barang-barang, jenis hiburan dan program radio atau televisi yang diikutinya.
  • Tingkat pendidikan biasanya terkait pula dengan tingkat pekerjaannya walaupun tidak selalu. Seorang yang berpendidikan tinggi cenderung membaca secara rutin surat kabar dan majalah-majalah
  • tertentu yang sesuai dengan tingkat pendidikannya. Biasanya bacaannya agak berat, memerlukan pemikiran - pemikiran dan analisa, menyukai konsepkonsep baru dan tertantang untuk menggali hal-hal baru.
  • Sebaliknya, mereka yang hanya berhasil mencapai sekolah dasar umumnya akan mencari bacaan - bacaan yang ringan, mudah. dipahami, banyak gambar atau foto, berjudul besar dengan permasalahan sehari-hari Yang dekat dengan kehidupannya.

Pendapatan

  • Produk yang dibeli seseorang biasanya erat hubungannya dengan penghasilan yang diperoleh rumah tangga orang tersebut. Selera atau konsumsi sangat dipengaruhi oleh kelas yang ditinggali konsumen. Pendapatan seseorang akan menentukan di kelas social mana dia berada dan kedudukan seseorang dalam kelas sosial akan mempengaruhi kemampuannya berakses pada sumber - sumber daya

Menurut Lloyd Warner (1941) kelas sosial dapat dibagi menjadi enam bagian yaitu :
  • 1) Kelas atasatas (A+)
  • 2) Kelas atas bagian bawah (A)
  • 3) Kelas menengah atas (B+)
  • 4) Kelas menengah bawah (B)
  • 5) Kelas bawah bagian atas (C+)
  • 6) Kelas bawah bagian bawah ( C )
 " Pemasaran Program Siaran - Broadcasting TV "

No comments:

Post a Comment