Segmentasi & Target Marketing Public Relations (MPR)

SEGMENTASI & TARGET MARKETING
PUBLIC RELATIONS (MPR)

Alasan Perlunya Segmentasi - Konsumen dalam sebuah pasar memiliki banyak perbedaan. Beberapa produk untuk pria dan wanita serta anak-anak berbeda, cara berbelanja dan selera terhadap produkpun berbeda. Mereka yang dibesarkan disatu wilayah berbeda dengan wilayah yang lain. Orang tua dan anak-anak memiliki cara konsumsi yang berbeda dan setiap generasi memiliki kacamata yang berbeda dalam berkonsumsi, memandang masa depan dan menghabiskan waktu dan uangnya.

Karena pasar sifatnya heterogen maka akan sulit bagi produsen untuk melayaninya. Oleh karena itu pemasar harus memilih segmen-segmen tertentu saja yang bersifat homogen dan meninggalkan pasar yang lain, inilah yang disebut sebagai segmentasi pasar.

Artikel terkait :


PENGERTIAN SEGMENTASI


Secara definisi, SEGMENTASI adalah proses mengkotak-kotakan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok “potensial customer” yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memIliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. (Rhenald kasali).

TUJUAN SEGMENTASI PASAR


Walaupun setiap pemasar memiliki maksud yang berbeda-beda dalam melakukan segmentasi pasar, segmentasi pasar mempunyai tujuan utama yang sama yaitu ”melayani konsumen lebih baik dan memperbaiki posisi kompetitif perusahaan”. Disamping itu ada tujuan yang lebih sempit seperti meningkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik.

Setidaknya ada 5 keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar yaitu:
  1. Mendesain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
  2. Menganalisis pasar.
  3. Menemukan peluang dalam pasar.
  4. Menguasai posisi yang superior dan kompetitif
  5. Menentukan stratgei komunikasi yang efektif dan efisien.

PILIHAN SEGMENTASI
Pemasar mempunyai banyak pilihan dalam menerapkan segmentasi. Kalau tidak ada persaingan, pemasar bisa melakukan segmentasi:

1. Undifferentiated Marketing Strategy
adalah strategi segmentasi yang memberlakukan keseluruhan pasar sebagai potential customer, bagi barang-barang atau jasa yang ditawarkannya. Segmentasi ini sering juga disebut mass marketing yaitu melayani seluruh segmen sebagai suatu kesatuan dengan produk yang sama.
Dalam hal ini harus diingat dua hal :
  1. Tidak semua orang dapat menjadi prospek bagi produk anda.
  2. Produk yang baik harus memenuhi program segmentasi yang memadai dan tentu saja harus cukup menguntungkan.
Dalam keseharian banyak perusahaan yang menerapkan pemasaran seakan akan setiap orang berpotensi menjadi konsumennya.!!!!. Tentunya pandangan ini berbeda dengan mereka yang menargetkan pasarnya kepada mereka yang paling cocok. (the most likely prospects).

2. Diferensiasi
yaitu secara sengaja memasuki dua atau lebih segmen yang berbeda berdasarkan kebutuhan-kebutuhan konsumennya. Setiap segmen yang berbeda akan mendapatkan perlakuan yang berbeda. Dalam hal ini dapat dibedakan diferensiasi pasar dan diferensiasi produk.
  • Diferensiasi Pasar adalah a segmentation strategy. Dasarnya adalah kebutuhan–kebutuhan / keinginan-keinginan konsumen yang berbeda-beda dan tergantung pada market demands.
  • Diferensiasi Produk adalah bukan a segmentation strategy.
  • Diferensiasi produk adalah supply-side-oriented. Pembedaan dilakukan melalui merek, ukuran, warna, bau dan kemasan. 
Product differentiation dipergunakan pemasar untuk membedakan produknya dengan pesaing.
Jadi yang dimaksud dalam hal ini adalah diferensiasi pasar.

3. Konsentrasi
Konsentrasi pada satu segmen. Pemasaran yang terkonsentrasi adalah penjelmaan dari mass marketing kedalam sebuah celah yang lebih fokus.

4. Atomisasi
Lawan dari konsentrasi adalah atomisasi. Dalam atomisasi pasar dipecah lagi hingga lebih detail bahkan hingga tingkat individual konsumen. Strategi ini biasanya diterapkan oleh produsen yang membuat produk/jasa premium dan kualitas tinggi tetapi konsumen sangat sensitif terhadap pemilikan.

SYARAT SEGMENTASI


Syarat-Syarat Segmen yang baik adalah:
  1. Apakah segmen itu cukup besar ?
  2. Apakah ada daya belinya (willingness to purchase) ?
  3. Apakah dapat dibedakan dengan segmen lain ?
  4. Apakah sudah ada pesaing lain yang menguasai segmen itu?
  5. Apakah pasar ini dapat dijangkau?
  6. Bagaimana cara menjangkaunya, adakah media yang dapat menjangkaunya secara efektif ?
  7. Apakah ada sumber daya yang memadai ?

PROSEDUR SEGMENTASI

Prosedur dalam melakukan segmentasi :
  1. Kumpulkan informasi tentang produk, pesaing dan konsumen.
  2. Pelajari konsumen yang ingin dilayani dan tentukan basis segmentasi yang digunakan.
  3. Aplikasikan metodologi untuk mengidentifikasikan sejumlah segmen.
  4. Buatlah profil konsumen pada masing-masing segmen.
  5. Pilih target segmen yang paling potensial, baik, dari segi besar, daya beli, maupun kemampuan perusahaan untuk melayani.
  6. Kembangkan program-program pemasaran yang konsisten dengan segmen yang dipilih melalui program marketing mix.
  7. Lakukan evaluasi dan perbaiki program yang belum sejalan dengan kebutuhan segmen.

PENDEKATAN SEGMENTASI


A. DEMOGRAFI
Segmentasi berdasarkan demografi pada dasarnya adalah segmentasi yang didasarkan oleh peta kependudukan. Usia, jenis kelamin atau gender, besarnya anggota keluarga,famili life cycle, pendidikan, pekerjaan, tingkat penghasilan, agama, suku dan sebagainya adalah variabel-variabel demografi yang penting.

Kadang-kadang jangkauan pasar geografipun dianggap bagian demografi sekaligus melahirkan istilah geo-demografi sebagai makna demografi. Variabel-variabel ini akan menentukan besarnya pasar, potensi daya beli, dan perubahan-perubahan yang terjadi dipasar.


  • UsiaBiasanya dibedakan menurut usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Ataupun berdasarkan interval umur tertentu sesuai kepentingan pemasar.
  • GenderTidak semua produk dapat dibedakan menurut segmen ini. Makanan misalnya jarang dibedakan menurut gender.tetapi produk produk yang berhubungan dengan gaya hidup seperti pakaian, rokok, kendaraan, sepatu, alat rumah tangga umum menggunakan segmen ini.
  • Ukuran Keluarga
    Segmentasi ini dilakukan dengan membedakan pasar menurut besarnya anggota keluarga.
  • Family Life CycleDisini konsumen dibagi-bagi menurut tahapan yang dicapai seseorang dalam life cycle keluarganya. Daur hidup berkembang dari belum menikah, baru menikah tetapi belum punya anak, menikah dengan anak-anak usia balita, menikah dengan anak-anak meningkat dewasa, tua dengan anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri, dan keluarga kepompong (yang telah ditinggalkan anak-anak).
  • PekerjaanKonsumen yang memiliki jenis pekerjaan tertentu umumnya mengkonsumsi barang-barang tertentu yang berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya.
  • Pendidikan
    Pendidikan yang berhasil diselesaikan konsumen biasanya menentukan pendapatan dan kelas sosial seseorang. Pendidikan juga menentukan tingkat intelektualitas seseorang, pada gilirannya intelektualitas ini akan menentukan pilihan barangbarang, merek, jenis hiburan dan sebagainya.
  • Pendapatan
    Produk yang dibeli biasanya erat hubungannya dengan penghasilan yang dimiliki rumah tangga orang tersebut. Kita dapat menentukan apakah ingin memasarkan produk untuk kalangan berpenghasilan tinggi, menengah, atau bawah.
  • Kelas Sosial
    James Duessenberry
    menemukan hubungan antara penghasilan, kelas sosial dan konsumsi. Temuan ini kemudian dikenal dengan Relative Income hyphothesis artinya pilihan konsumsi seseorang bersifat relatif terhadap penghasilan dan kelas sosialnya dalam masyarakat.
Lloyd Warner membagi pasar ke dalam enam kelas sosial (Karakteristik Indonesia) yaitu;

  • Kelas A+ (Atas-Atas) Penghasilan perbulan > Rp. 8 jt
  • Kelas A (Atas-Bawah) Penghasilan perbulan Rp. 6-8 jt
  • Kelas B+ (Menengah-Atas) Penghasilan perbulan Rp. 4-6 jt
  • Kelas B (Menengah-Bawah) Penghasilan perbulan Rp. 0.7 -0.4 jt.
  • Kelas C+ (Bawah-Atas) Penghasilan perbulan Rp. 0.3 – 0.7 jt
  • Kelas C (Bawah-Bawah) Penghasilan perbulan < Rp. 0.3 jt.
Kombinasi antara income dan kelas dalam kelompok pekerjaan dapat juga dibagi dalam segmen sebagai berikut :

  • A   = Upper class
  • B   = Higher professional
  • C1 = Lower professional
  • C2 = Skilled non profesional
  • D   = Manual worker, unskilled labour
  • E   = Pensioner, low waged, unemployed
Agama
Segmentasi agama di Indonesia telah digunakan untuk memasarkan makanan, minuman dan pakaian. Segmentasi agama tentu tidak dapat dilakukan terhadap setiap jenis produk. Segmentasi cara ini umumnya sangat sensitif dan perlu keseriusan dalam menjalin hubungan dengan konsumennya.

Suku dab Kebangsaan
Produsen dapat melakukan segmentasi berdasarkan suku atau kebangsaan konsumennya sepanjang memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal kebiasaan dan kebutuhannya bila dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Selain itu tentu saja segmennya harus cukup besar, potensial dan memiliki daya beli yang tinggi.

B. GAYA HIDUP
Dalam segmentasi pasar, gaya hidup dapat digunakan untuk mengkelompokan konsumen kedalam segmen-segmen yang homogen. Dengan mengenali siapa mereka, profesional pemasaran dapat memahami apa yang ada di kepala mereka masing-masing konsumen. Dalam segmentasi demografi kita mempelajari “siapa mereka” maka dalam segmentasi psikografis kita ingin tahu “apa yang ada dikepala mereka”.

Dalam segmentasi psikografi perilaku kosnumendi observasi melalui gaya hidup, nilai-nilai kehidupan yang dianut dan kepribadiannya. Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. (Rhenald kasali).

Gaya hidup mempengaruhi prilaku seseorang dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Para peneliti pasar yang menganut pendekatan gaya hidup cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel AIO yaitu Activitas, Interest, dan Opinion (pandangan-pandangan).

PSIKOGRAFI INDONESIA


PT. Surindo Utama ( Biro riset swasta), berdasarkan analisa faktor menemukan tiga kelompok besar, yaitu:

  1. Pleasure – Achievement Factor
    Pada dasarnya menjelaskan tingkat atau kualitas upaya atau kerja keras seseorang untuk mencapai sesuatu. Kata pleasure yang berarti bersenang-senang menunjukan bahwa individu tersebut memberikan kontribusi yang minimal atau santai meraih sesuatu.
  2. Follower – Commander Factor
    Menunjukan seberapa jauh peranan seseorang dalam kelompoknya. Follower adalah sikap yang cenderung mengikuti arus, kurang kurang berani mengambil resiko. Sebaliknya commander adalah suatu sikap seorang pemimpin yang berani mengambil sikap, resiko dan mempengaruhi orang lain.
  3. Low Profile – High Profile Factor
    Menunjukan seberapa jauh seseorang mempunyai keinginan untuk mencari perhatian. Low profile cenderung berkarakter tidak mau menonjolkan diri dan kurang terbuka terhadap perubahaan dan high profile sebaliknya.
Berdasarkan faktor itu ditemukan 8 segmen untuk prilaku gaya hidup masyarakat perkotaan indonesia :

  1. The Affluent
    Adalah pekerja keras, memiliki ras percaya diri yang kuat, menyukai inovasi, proaktif, berani mengambil resiko, cenderung terbuka terhadap perubahan.
  2. The Achievers
    Sama memiliki siaft memimpin seperti affluent hanya saja ia cenderung tidak suka diperhatikan orang lain. Mereka megkonsumsi barang-barang secara fungsional. Pengambilan keputusan berdasarkan hal rasional. Meski begitu ia tidak terlalu mudah menerima gagasan baru.
  3. The Anxius
    Segmen ini mempunyai sikap sebagi follower, tetapi ambisus. Memiliki percaya diri yang kuat dalam mengambil keputusan, dan senang menjukan prestasinyatetapi tidak memiliki banyak keberanian, memerlukan dorongan orang lain, mudah dibujuk dengan hal-hal yang bersifat rasional.
  4. The Loners
    Segmen ini terdiri dari mereka yang senang menyendiri dan kurang berani tampil. Cenderung individualistik dan kurang tertarik berafiliasi.
  5. The Socialite
    Segmen yang senang bergaul, bersosialisasi, tetapi mereka juga pengambil resiko yang berani biarpun dasar rasionalnya kurang kuat. Segmen ini sering menguasai orang lain dan senang menonjol. Mereka reaktif terhadap perubahan dan cenderung bersifat impulsif.
  6. The Pusher
    Ini adalah segmen orang yang tidak ingin diperhatikan tetapi ingin mendominasi segala sesuatu tanpa arah yang jelas. Mereka tidak memiliki objektive yang jelas untuk meraih sesuatu tetapi senag mengontrol orang lain. Segmen ini tidak mudah menerima perubahan.
  7. The Attentions Seeker
    Orang-orang ini cenderung ingin menarik perhatian. Mereka senang membeli barang-barang baru untuk menarik perhatian orang lain, impulsif dan seringkali irasional. Mereka cenderung mudah dibujuk dan follower.
  8. Pleasure Seeker
    Yaitu suatu segmen yang ingin mencapai sesuatu tanpa kerja keras, individualistik, kurang sosialisasi, tetapi tekun mengikuti trend, memiliki prinsip yang goyah, meski begitu segmen ini tidak menghendaki terjadinya perubahan-perubahan.
Sedangkan Susianto dengan menggunakan rumusan AIO, menemukan 6 kelompok gaya hidup remaja di Indonesia, yaitu:

  1. Hura-hura
    Adalah kelompok yang menyukai kegiatan hura-hura dalam arti tidak serius dalam terlibat pada suatu hal. Sebagian besaradalah pria yang senang pada keramaian kota.
  2. Hedonis
    Segmen yang mengarahkan aktivitasnya untuk menacri kenikmatan hidup. Mereka main diluar rumah dan membeli barang-barang mahal untuk memenuhi kesengannya.
  3. Rumahan
    Remaja yang senang menghabiskan waktunya dirumah dan kurang bergaul. Berorientasi keluarga dan agak perhitungan dalam menghabiskan uang sakunya.
  4. Kebanyakan
    Tipe umum, mereka agak berhati-hati dalam mengambil keputusan/berperilaku, cenderung konformis dan kurang berani menjadi inspirator.
  5. Sportif
    Adalah remaja yang senag berolahraga dan menacapi prestasi dalam olah raga. Biasanya mereka bukan pesolek dan terbuka terhadap situasi.
  6. Orang untuk orang lain
    Kelompok yang peka terhadap kebutuhan orang lain,dapat diandalkan dan bersikap sosial, produktif dan menguatamakan kebersamaan dalam keluarga.

PSIKOGRAFI INTERNASIONAL


Lima segmen global yang disebut Target Scan, segmen psikografis itu adalah :

  1. Strivers (pekerja keras)
    Umumnya orang muda, sibuk dan hidup dibawah tekanan waktu. Mereka bekerja keras untuk mencapai tujuan hidup yang tinggi, kadang tidak terpenuhi, selalu meras kekurangan waktu, uang dan energi. Mereka materialistis, pencari kenikmatan dan menginginkan imbalan yang instan. Selling point untuk segmen ini : convenience.
  2. Achievers (pemburu sukses)
    Cenderung lebih tua dari strivers. Mereka hidup sejahtera, agak sombong, merekalah pemimpin opini, style setter yang mempertajam gaya hidup suatu bangsa. Sangat sadar kelas dan kualitas, mereka yang megkomando gaya hidup makanan, rekreasi dan pakaian. 
  3. Pressured (Orang-orang Tertekan)
    Ini adalah kelompok yang menerima penghasilan tetap mempunyai beban tanggung jawab keluarga yang besar. Secara fisik dan emosi cukup memprihatikan dan tidak memiliki kesempatan menikmati hidup.
  4. Adapters (Pencocok)
    Orang di Segmen ini selalu merasa cocok dengan lingkungannya. Mereka tidak mudah mengeluh karena selalu menyesuaikan diri dengan perubahan, bersikap terbuka, dan tidak mudah terkejut.
  5. Traditionals
    Segmen ini terdiri dari orang-orang yang cenderung mempertahankan nilai-nilai lama. Mereka enggan menerima hal yang baru, dan menyukai produk-produk lama yang sudah dikenalnya. Mereka terdiri dari kaum konservatif dan terikat dengan masa lalu.
C. GEOGRAFIS
Segmentasi mengharuskan pembagian pasar menjadi unti-unit geografis yang berbeda-beda, seperti negara, negara bagian, wilayah, propinsi, kota atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat memutuskanuntuk beroperasi dalam satu atau sedikit wilyah geografis atau beroperasi dalam seluru wilayah tetapi memberikan perhatian pada variasi lokal.

D. BEHAVIOR (PERILAKU)
Dalam segmentasi perilaku pembeli dibagi menjadi kelompokkelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian atau tanggapan mereka terhadap suatu produk. Segmentasi Perilaku dapat diklasifikasikan berdasarkan Kejadian, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan, dan tahap kesiapan pembeli.

1. Kejadian
Pembeli dapat dibedakam menurut kejadian saat mereka mengembangkan kebutuhan, membeli suatu produk atau memakai suatu produk. Co. perusahaan udara yang mengkhususkan dirinya pada orang-orang yang didominasi oleh suatu kejadian misalnya liburan hari raya.

2. Status Pemakai
Pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok non pemakai, bekas pemakai, pemakai potensial, pemakai pertama kali, dan pemakai tetap suatu produk.

3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok pemakai produk yang ringan, sedang atau berat. Pemakai berat sering merupakan prosentase kecil dari pasar tetapi merupakan persentase tinggi dalam konsumsi total.

4. Status Kesetiaan
Suatu pasar dapat disegmentasi menurut pola kesetiaan konsumen. Pembeli dapat dibagi menjadi empat kelompok menurut status kesetiaan mereka :

  • Sangat setia : konsumen membeli satu merek sepanjang waktu.
  • Kesetian yang terbagi ; konsumen setia pada dua atau tiga merek
    - Kesetiaan yang berpindah : konsumen yang suka berpindah merek
    - Berganti-ganti : konsumen yang tidak memiliki kesetiaan pada merek apapun.
b
Pasar terdiri dari orang-orang dengan tahap kesiapan yang berbeda-beda untuk membeli suatu produk. Beberapa orang tidak menyadari keberadaan suatu produk; beberapa orang menyadarinya; beberapa orang memiliki informasi tentang produk; beberapa orang tertarik pada produk; beberapa orang menginginkan produk tersebut; beberapa orang bermaksud untuk membeli produk. Jumlah relatifnya membuat perbedaan besar dalam merancang program pemasaran.


MEMILIH TARGET PASAR


Tahap selanjutnya dari segmentasi adalah menetapkan targeting atau menetapkan target pasar. Target pasar adalah satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran.

Kreteria memilih pasar sasaran yang optimal:
Ada empat kreteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang optimal, antara lain;

  1. Responsif; pasar sasaran harus responsif terhadap produk dan program-program pemasaran yang dikembangkan.
  2. Potensi penjualan : potensi penjualan harus cukup luas.semakin besar pasar sasaran semakin besar nilainya . Besarnya bukan hanya ditentukan oleh populasi tetapi juaga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
  3. Pertumbuhan memadai;
  4. Jangkauan media : pasar saran dapat dicapai dengan optimal kalau pemasar tepat memilih media untuk mempromosikan produknya. 

JENIS-JENIS PASAR SASARAN


1. Pasar sasaran jangka pendek dan masa depan.
Pasar sasaran jangka pendek adalah pasar yang ditekuni saat ini yang akan direncanakan dijangkau dalam waktu dekat. Pasar sasaran masa depan adalah pasar tiga atau lima tahun kedepan. Ingatlah segmentasi pasar adalah dinamis yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.

2. Pasar Sasaran primer dan Pasar Sekunder
Pasar Primer adalah sasaran utama produk yang dipasarkan. Mereka terdiri dari konsumen-konsumen yang sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Umumnya target primer adalah pemakai fanatik, adakalanya target primer adalah para penyalur yang meguasai sebagian besar peredaran produk.

Pasar Sekunder adalah pasar yang terdiri dari konsumen yang sering dianggap tidak penting tapi jumlahnya cukup besar. Tapi pasar ini tidak bisa diabaikan begitu saja karena beberapa alasan :

  1. Konsumen memerlukan waktu untuk mengkonsumsi lebih banyak.
  2. Konsumen mengkonsumsi sedikit tetapi memiliki indeks konsentrasi yang cukup tinggi.
  3. Merupakan subset dari pasar sasaran primer
  4. Influencer : konsumen yang rela mempengaruhi orang lain untuk mengkonsumsi produk ini.


PEMILIHAN STRATEGI PASAR SASARAN


Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pemilihan Strategi Pasar sasaran bisa dari luar atau dari dalam perusahaan diantaranya :

  1. Tahap dalam Product life Cycle
    Pasar sasaran hendaknya ditinjau kembali jika produk melewati masa-masa daur hidupnya. Ada kalanya pada tahap perkenalan perusahaan menggunakan strategi pasar yang tidak diferensiasi namun pada saat maturity perusahaan melakukan diferensiasi pasar.
  2. Keinginan konsumen dalam keseluruhan pasar
    Semakin kompleks struktur pasar maka semakin mungkin untuk melakukan diferensiasi.
  3. Potensi dalam pasar
    Posisi perusahaan/produk anda relatif terhadap pesaing menentukan stratgei sasaran anda. Jika pangsa pasar produk rendah maka produk harus bersaing dalam pasar dimana produk memiliki keunggulan kompetitif yang terbaik atau dengan kata lain pesaing kurang tertarik melawan produk ini 
  4. Struktur dan ntensitas Kompetisi
    Ketika suatu pasar dikerubuti oleh demikian banyak peminat, maka pemasaran harus memilih pasar sasarannya secara selektif. 
  5. Sumber Daya
    Sumber daya yang dimiliki perusahaan menentukan pemilihan pasar sasaran. Semakin besar sumber daya yang dimiliki semakin mungkin bagi perusahaan memasuki berbagai segmen sekaligus.
  6. Skala Ekonomis
    Skala ekonomis produksi menentukan perusahaan untuk memilih pasar sasaran. kapasitas mesin dan organisasi yang besar akan mendorong perusahaan memperluas produknya kedalam pasarpasar sasaran baru. Demikian juga bila terjadi sebaliknya mereka akan cenderung membatasi jumlah pasar sasarannya.

CONTOH PERUMUSAN TARGET PASAR


Produk : motor cycle merek X (nama produk)
1. Demografic :

  • Male, age group 17-25 th year old
  • Social economic status : B,C
  • Urban & sub Urban Area
2. Psychographic :

  • High school, University/Collage studen, fresh graduate, earlyworker, worker.
  • Smart, young at heart, trendy and dynamic
  • Single
  • Still likes to feel that he’s racer, likes to race sometimes with friends.
  • Aspire to be racing type.

Segmentasi & Target Marketing Public Relations (MPR) "