Perilaku Kelompok dalam Organisasi - Komunikasi Organisasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Thursday, March 16, 2017

Perilaku Kelompok dalam Organisasi - Komunikasi Organisasi

PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI
KOMUNIKASI ORGANISASI 

Teori Pembentukan Kelompok - Kelompok adalah kumpulan individu di mana perilaku dan/atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan/atau prestasi anggota lainnya, sehingga sebuah kelompok dapat terbentuk apabila adanya kesamaan tujuan dari masing-masing anggotanya. 

1. Kelompok dari sisi persepsi. 
Suatu kumpulan individu dapat dianggap sebagai suatu kelompok bila anggotanya harus memperhatikan hubungan mereka dengan lainnya.

2. Kelompok dari sisi organisasi.
Suatu kelompok adalah suatu sistem terorganisir terdiri dari dua atau lebih individu yang saling berhubungan sehingga sistem menunjukkan beberapa fungsi, mempunyai standar dari peranhubungan di antara anggotanya, dan mempunyai set norma-norma yang mengatur fungsi kelompok dan masing-masing anggota.

3. Kelompok dari sisi motivasi.
Adalah sekelompok individu yang keberadaannya sebagai suatu kumpulan yang menghargai
individu. Kelompok ini dapat memberikan pengaruh pada orang atau kelompok di lingkungannya.

4. Kelompok dari sisi interaksi.
Adalah sejumlah orang yang berkomunikasi satu dengan yang lainnya, dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak sehingga masing-masing orang dapat berkomunikasi dengan seluruhnya, tidak melalui orang kedua, atau orang lain, tetapi bertatap muka. 

Artikel terkait lainya :


Karakteristik Kelompok Menurut Reitz

  • Adanya dua orang atau lebih.
  • Berinteraksi satu sama lainnya.
  • Saling berbagi beberapa tujuan yang sama.
  • Melihat dirinya sebagai suatu kelompok.
ALASAN BERKELOMPOK
  • Rasa aman
  • Status dan harga diri
  • Interaksi dan afiliasi
  • Kekuatan.
  • Pencapaian tujuan
  • Kekuasaan


BENTUK-BENTUK KELOMPOK


 BENTUK-BENTUK KELOMPOK












1. Kelompok Primer
Tokoh dari kelompok ini adalah Charles H. Cooley dan George Homans. Kelompok primer bersifat akrab, bekerjasama, berkomunikasi secara langsung (tatap muka), loyal, dan mempunyai tanggapan yang sama atas nilai-nilai dari para anggotanya. Kelompok primer memberikan kontribusi dalam pembentukan sifat sosial dan citacita individu. Contoh: keluarga dan teman bergaul (peer group). 

Kelompok Formal & Informal

1. Kelompok Formal 
Kelompok Komando
  • Dispesifikasikan oleh bagan organisasi, terdiri dari bawahan yang melapor langsung kepada seorang penyelia tertentu. 
Kelompok Tugas
  • Terdiri dari karyawan yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu/proyek. 
2. Kelompok Informal
Kelompok Minat
  • Individu yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama dan tidak dikaitkan pada organisasi, tetapi spesifik pada masing-masing kelompok.
Kelompok Persahabatan
  • Bentuk kelompok karena anggotanya mempunyai sesuatu yang sama seperti umur, keyakinan politik, latar belakang etnik yang menyatakan interaksi dan komunikasinya di luar kerja. 
3. Kelompok Terbuka & Tertutup
Perbedaan di antara kelompok terbuka dan tertutup terletak pada daya respon terhadap perubahan dan pengaruhnya terhadap kestabilan. Secara lebih jauh, ada 4 dimensi yang dapat menjadi dasar membedakan kedua tipe kelompok ini, yaitu:
  1. Perubahan keanggotaan kelompok.
  2. Kerangka referensi.
  3. Perspektif waktu.
  4. Keseimbangan. 

3. Kelompok Referensi 
Kelompok referensi digunakan bagi anggotanya sebagai sumber dari nilai dan sikap pribadinya. Kelompok ini memberikan dua 2 fungsi bagi seseorang untuk melakukan evaluasi diri, yaitu:
  1. Fungsi perbandingan sosial.
  2. Fungsi pengesahan sosial.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterpaduan Kelompok
  • Kesamaan nilai dan tujuan
  • Keberhasilan dalam mencapai tujuan Status atau citra kelompok
  • Penyelesaian perbedaan
  • Kecocokan terhadap norma-norma
  • Daya tarik pribadi
  • Persaingan antar kelompok
Perilaku Kelompok dalam Organisasi - Komunikasi Organisasi "

No comments:

Post a Comment