Pengambilan Gambar & Wawancara, Editing pada Dokumenter - Dunia Public Relations

Terbaru

Thursday, March 9, 2017

Pengambilan Gambar & Wawancara, Editing pada Dokumenter

PENGAMBILAN GAMBAR & WAWANCARA, 
EDITING PADA DOKUMENTER 

Wawancara - Setelah mendapatkan setting lokasi untuk wawancara, hal kedua yang perlu diperhatikan adalah, komposisi dan posisi antara pewawancara dengan subjek yang diwawancari. Tetapi sebelum membicarakan hal ini lebih lanjut, ada baiknya kembali membicarakan soal lokasi serta subjek lebih dulu. Karena hal ini penting pula untuk diperhatikan. 

Hal yang perlu diperhatikan di dalam melakukan wawancara ialah :
  • Harus mengetahui lebih dulu apa yang menjadi objektifitasnya.
  • Apa yang akan diangkat dalam wawancara tersebut. 
Artikel terkait lainya :


LOKASI DAN KOMPOSISI

tempat, dokumenter,program dokumenter

Untuk lokasi wawancara, harus diperhatikan pula siapa tokoh yang akan diwawancarai itu : posisi, pekerjaan, jabatan, pakar, dsbnya. Untuk memilih setting lokasi wawancara, ada dua hal yang perlu diperhatikan :
  1. Wawancara dilakukan dalam keadaan duduk, sehingga kemungkinan subjek yang diwawancarai dapat lebih santai.
  2. Pertimbangan mengenai latar belakang dari subjek penting pula. Apabila dokumenter mengenai suatu penelitian, maka lokasi penelitian akan menjadi latar belakangnya.
Untuk membantu menentukan lokasi wawancara, ada 3 hal:
  1. Apakah latar belakang yang telah ditentukan ini, mampu menggugah perasaan (mood) dan memberikan aspek dramatik ?
  2. Apakah pemilihan latar belakang tersebut menjadikan orang yang akan kita wawancarai tidak santai, atau agak gugup, karena banyaknya orang yang berseliweran/lalu lalang disekitar situ. Atau lingkungannya agak gaduh, sehingga dapat mengganggu suasana wawancara ?
  3. Apakah kesan yang ditangkap dari latar belakang tersebut tidak terlalu menonjol sehingga mengalihkan perhatian dari adegan wawancara serta isinyan? 

KOMPOSISI DAN POSISI WAWANCARA


Pada posisi pertama, dimana pihak yang diwawancarai subjek menatap langsung ke kamera, ini akan memberik kesan wibawa dari tokoh tersebut. Selain itu sang tokoh melakukan kontak langsung dengan penonton. Pada posisi kedua, dengan tidak menatap langsung ke kamera, karena posisi sudut pengambilan agak menyamping. Ini memberi kesan wawancara tersebut dilakukan dengan santai.
Baca : Belajar teknik-teknik wawancara

Posisi ketiga, subjek dan pewawancara muncul di frame, biasanya dilakukan pada reportase berita. Pada dokumenter-seri kadang dilakukan pula posisi ini, menempatkan kedua pihak didalam frame, dapat pula bertujuan menampilkan kesan konfrontasi.

SIKAP KETIKA MELAKUKAN WAWANCARA


Ada beberapa hal yang meskipun tampak biasa, akan tetapi perlu diperhatikan sutradara atau pewawancara:
  • Disaat melakukan wawancara mata kita harus tetap memandang pada orang yang sedang kita wawancarai.
  • Ada baiknya memulai wawancara dengan mengajukan pertanyaan yang sifatnya mudah atau umum.
  • Perhatian utama juga perlu diberikan ketika menyusun daftar pertanyaan.


Editing Dokumenter

Editing pada dokumenter dan penulisan proposal dokumenter. Perbedaan film cerita dengan film dokumenter ialah: film cerita lebih berkosentrasi pada perkembangan dari setiap plot, isi dan alur cerita. Sedangkan film dokumenter lebih berkosentrasi pada penyajian eksposisi dari tema pokok.

Tetapi perlu ditekankan bahwa setiap produksi memilikimetode yang berbeda-beda, sehingga ketentuan perbedaan diatas juga tidak mutlak. Karena ada film dokumenter yang ber-fokus pada alur cerita (plot), dipihak lain film fiksi juga memperlihatkan pengaruh-pengaruh dari dokumenter.Tetapi pada umumnya dokumenter tidak terlalu mementingkan plot.

IMAJINATIF DI DALAM DOKUMENTER


Pada prinsipnya semua gaya atau aliran di dalam produksi film/video dokumenter, bertujuan mencoba mengangkat kepermukaan sesuatu yang merupakan kejadian moment dramatis, berdasarkan thema dan realita.

Sineas-sineas dokumenter terkenal seperti Robert Flaherty, Dziga Vertov, Joris Ivens, meskipun gaya mereka berbeda, tetapi semuanya berusaha melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih dalam, untuk mengungkapkan suatu realita kedalam medium film. Kita tidak perlu harus menyontoh atau berpatokan pada cara/gaya mereka, tetapi masalah estetika yang mendasari produksi mereka ada nilai positif untuk diperhatikan. 


Film Pendidikan

Baik editor film fiktif maupun non-fiktif, pada umumnya bertujuan menampilakan kreasi mereka untuk membangun emosi penonton, pada peristiwa yang memiliki unsur dramatik. Di dalam film pendidikan, sanga editor justru sebaliknya, unsur pembangkit emosi atau dramatisasi harus dibuang jauh-jauh. Karena tujuan dari film yang bersifat pendidikan ialah, memberikan atau membuat suatu karya untuk mendidik atau untuk bahan pelajaran, sehingga apa yang diperlihatkan harus jelas. 

FILM BERITA (NEWSREELS)
Dalam memilih atau menseleksi materi untuk film berita news-reel, harus diperhitungkan 4 unsur umum, yaitu:
  1. Materi harus menarik (interesant)
  2. Memukau dan berkesan.
  3. Mewakili keseimbangan seleksi dari topik-topik berita yang ada.
  4. Memiliki unsur-unsur hiburan. 

Film Kompilasi

Pembuat film kompilasi bertujuan menyampaikan sebuah eksperiment berdasarkan hipotesis kedalam metode praktis pada produksi sebuah film. Kompilasi dapat diambil dari potongan-potongan berita. 

PENULISAN PROPOSAL DOKUMENTER
Isi proposal harus mencakup :
  1. Penjelasan mengenai fim (Film statement).
  2. Latar belakang dan kebutuhan setting.
  3. Pendekatan struktur dan gaya.
  4. Jadwal Shooting.
  5. Biaya (budget)
  6. Penonton dan Pendistribusian.
  7. Curriculum Vitae (data pribadi film maker)
Pengambilan Gambar & Wawancara, Editing pada Dokumenter "

No comments:

Post a Comment