Pendekatan Marketing Public Relations (MPR) & Harris Grid

PENDEKATAN MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR)
 & HARRIS GRID

Pendekatan MPR - Peran PR adalah merancang strategi mengurusi program-program serta mengijinkan para agen pemasaran untuk melewati para penjaga gawang dan masuk ke pasar. Dalam pandangan Kotler, CPR dan MPR harus memainkan sebuah peran, apa yang disebut rencana strategis “melewati”.

Ketika para pelanggan membuat keputusan untuk membeli, mereka sangat yakin perasaan memutuskan untuk membeli dua hal, produk dan perusahaan.

Artikel terkait lainya :

pendekatan mpr,marketing pr, mpr

Menurut Thomas L Harris, tiga pendekatan dalam MPR terdiri dari; Push, Pull dan Pass.

1. PUSH
Strategi “mendorong” diperlukan untuk menggunakan kekuatan penjualan dan promosi perdagangan untuk mendorong produk melalui saluran-saluran. Produsen secara agresif mendorong produk kepada agen, agen secara agresif mendorong produk kepada pengecer, dan pengecer secara agresif mendorong produk kepada konsumen.

2. PULL
Strategi “menarik” memerlukan pengeluaran uang banyak atas periklanan, dan promosi
konsumen agar permintaan konsumen menjadi lebih berkembang. Jika strategi ini efektif, para konsumen akan meminta produk kepada pengecer mereka, pengecer akan meminta produk kepada agen mereka, dan agen akan menanyakan produknya kepada produsen.

3. PASS
Dalam strategi “mendorong” dan “menarik”, Kotler mengusulkan bahwa dimensi ketiga, yaitu strategi “melewati”, diperlukan pada pemasaran yang saat ini semakin kompleks. Itu didatangkan oleh faktor Kotler yang digambarkan pada megamarketing, terutama untuk keperluan memasuki pasar yang dihalangi atau dilindungi oleh partai lain dari pengguna akhir. Partai ini termasuk, tetapi dengan tak ada arti terbatas, pembuat kebijakan pemerintah. Pembuat undangundang, regulator, partai politik, aktivis, dan kelompok-kelompok kepentingan umum yang pernah mewakili tumbuhnya penyebab agenda, menarik, dan keprihatinan.

Baru saja selama yang dilakukan oleh media sebagai penjaga gawang (gatekeeper), mengetahui berita yang mana akan atau tidak akan masuk, organisasi ini bertindak sebagai
penjaga gawang ke marketplace.

Para pemasar harus berhasil melewati mereka, yaitu untuk memasuki pasar tertentu dan untuk mengatasi atau menetralkan lawan. Satu tugas untuk ini, Kotler mengambil nilainya, karena para eksekutif pemasaran tidak siap dengan latihan atau pengalaman.

Kotler sangat percaya sekali, bahwa orangorang akan melakukan bisnis dengan perusahaan, mereka tahu dan percaya. Para pelanggan percaya ini berhasil didapat dengan memberikan mutu produk yang dinilai baik.

Juga berhasil didapat dengan mensponsori kegiatan dan bisa memahami sebab yang ditunjukkan dengan memberikan penghargaan perusahaan kepada pelanggan. Alat-alat yang digunakan dalam strategi ini Oleh MPR adalah:

  1. Komunikasi pameran perdagangan, termasuk publikasi khusus, pertemuan sponsor, makan pagi, atau penerimaan di mana produk baru dipernalkan ke pasar.
  2. Laporan berkala perdagangan yang menyoroti produk dan pendukung promosi.
  3. Cetakan ulang publisitas untuk digunakan oleh orang-orang penjualan dalam menyebut penjualan atau surat langsung kepada pembeli (teorinya yaitu jika media menganggap berita tersebut mengenai pelanggan).
  4. Artikel penerbitan perdagangan membidik ke barang dagangan manager dan pembeli dan menutupi berita-berita produk, cerita tentang periklanan dan program bantuan promosi, termasuk MPR, wawancara ahli perusahaan dan cerita baris permulaan, atau program keberhasilan pedagang eceran dengan garis produk
Kisi-kisi diperkenalkan (5-1) menegaskan produk di masa:

  • Minat mereka untuk menjadikan konsumen sebagai sasaran, dan Minat potensial mereka kepada media dan bahwa ialah mereka patut dijadikan berita.
  • Bagian atas kiri quadran A: Terdiri dari produk yang banyak diminati, baik kepada konsumen maupun media. 
  • Bagian bawah kiri mewariskan quadran B: Adalah minat yang kurang terhadap media dan konsumen.
  • Bagian atas kanan quadran C: Adalah minat kepada konsumen tetapi tidak kepada media.
  • Bagian bawah kanan quadran D. Adalah minat yang rendah baik kepada konsumen maupun media.
1. Strategi Kuadran A : Perusahaan harus melakukan kampanye dengan menampilkan produk yang terbuka untuk umum.

2. Strategi Kuadran B : Pihak perusahaan harus berusaha mengembangkan “berita” baru mengenai produk-produk mereka untuk menarik perhatian konsumen.

3. Strategi Kuadran C : Strateginya adalah kita harus mensponsori kegiatan-kegiatan yang bernilai berita dan progam-program yang memperkuat posisi dan citra produk.

4. Strategi Kuadran D : Strategi yang harus dilakukan pada produk adalah “Borrow interest” (membangkitkan daya tarik) dengan menghubungkan produk dengan program-program atau peristiwa yang menarik perhatian konsumen dan media :
Contoh : Mensponsori program yang mempunyai tujuan tertentu untuk memberikan kesan pada konsumen dan menarik minat media massa

STRATEGI BERITA MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR)



Kategori
Produk

Kesempatan
Publikasi Produk
A
Komputer
Mobil
Hiburan
Pengumuman berlanjut
Pengenalan Taurus
Rilis film Batman
B
Sup
Sereal
Aspirin
Sup adalah makanan yang baik
Quaker Oat Bran baik untuk
kesehatan
Mencegah serangan jantung
C
Bir
Soof drink
Sepatu atlet
Tour Rolling Stones Budweiser
Iklan Selebriti
Merk Selebriti
D
Knalpot mobil
Rokok
Kue
Midas “mainan untuk anak-anak”
Tennis kecil Virginia
Nabisco Dinah Golf klasik tepi
laut


" Pendekatan Marketing Public Relations (MPR) & Harris Grid  "