Pemilihan Subjek & Presentator Narator dan Narasi

PEMILIHAN SUBJEK & 
PRESENTATOR NARATOR dan NARASI


Pendekatan Terhadap Subjek - Bagaimana kita melakukan pendekatan (praproduksi terhadap subjek, itu akan terlihat pada saat kita melaksanakan (produksi/pengambilan gambar/wawancara). Kepuasan batin akan lebih terasa lagi ketika kita melakukan post-produksi, lalu berlanjut hingga presentasi nanti.

Pendekatan yang masuk dalam bagian riset dan hunting, merupakan suatu langkah awal produksi, untuk menciptakan suatu komunikasi antar manusia. Suatu komunikasi antara tim produksi secara intern, serta komunikasi dengan subjek serta lingkungan terkait seperti birokrasi.

Artikel terkait lainya :


PEMILIHAN SUBJEK

Pemilihan Subjek & Presentator Narator dan Narasi, program dokumenter,

Ada kemungkinan tema dan subjek yang akan kita garap, juga akan di produksi oleh orang lain. Tentu hal ini akan membuat kita jadi ragu atau gusar, apakah kita akan tetap pada rencana semula dengan tema yang sudah diputuskan itu ?

Untuk menetapkan apakah kita akan jalan terus atau membatalkannya, dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab, sebelum melangkah pada keputusan akhir.
  1. Apakah antara Tema, ide, dan subjek ada kecocokan ?
  2. Apakah ada usaha dan motivasi kuat untuk lebih mendalami subjek tersebut ?
  3. Apakah subjek tersebut memiliki arti penting yang mendasari pokok pemikiran, Apakah kita sudah memahami serta menguasai tema dan subjek tersebut secara mantap ? Tetapi bukan suatu pemahaman yang kaku atau dogmatis.
  4. Apakah kita memiliki ikatan emosi yang kuat dengan subjek tersebut ?, meskipun sebenarnya ada subjek lain yang secara praktis lebih mudah digarap.
  5. Hal-hal apakah yang luar biasa menariknya dari subjek dan tema tersebut ?
  6. Dimana hal-hal khusus, unik serta berkesan dari subjek tersebut ?
  7. Bagaimana pendalaman serta pembatasan yang dapat difokuskan, agar dokumenter ini menarik?
  8. Apa yang dapat di presentasikan dari dokumenter ini ? 


Observasi dan Partisipan

Suatu sistem penelitian pada suatu masyarakat dengan cara melakukan observasi partisipan. Dimana dilakukan suatu interaksi mendalam antara si peneliti dengan pihak yang diteliti. Metode penelitian dalam antropologi yang dinyatakan oleh tokoh "antropolog B"

Malinowski ialah, lebih lama kita bergaul dengan objek lebih banyak kita menyelami serta mengetahui apa yang tadinya tidak tampak.

Selama melakukan partisipasi kita dapat senantiasa melakukan dialog baik formal maupun informal, untuk terus menggali informasi dari pengalaman subjek yang dapat menambah masukan bagi penulisan nanti. Disamping akan terus memperluas wawasan penilaian kita terhadap tema, serta subjeknya. Perpaduan pandangan objektif dari kita dengan pandangan subjektif dari pihak subjek, akan menjadi bahan olahan yang selalu baru dan berkembang.

PRESENTATOR NARATOR DAN NARASI


Pada dokumenter ada tehnik bertutur yang umumnya menggunakan dua cara . Pertama, dengan menggunakan presentator, dan yang kedua hanya menggunakan narator saja. Pemilihan kedua tehnik ini juga berkaitan dengan biaya, serta tingkat kesulitan masing-masing.

Menggunakan presentator biayanya lebih mahal ketimbang menggunakan narator. Karena seorang presentator disamping dituntut memiliki penampilan yang enak dilihat juga memiliki vokal yang bagus. Sedangkan narator hanya diperlukan vokal yang bagus

Casting
Melakukan casting narator untuk dokumenter sama halnya denga melakukan casting artis pada film fiksi.

Casting untuk film fiksi bertujuan memilih calon pemain utama, pembantu dan figuran. Sedangkan casting untuk dokumenter bertujuan memilih narator, yang vokalnya cocok dengan isi/tema dan gaya bertutur.

Ada 4 tipe vokal/suara narator:
Penyiar radio/tv memiliki pengalaman dalam mengenal jenis microphone. Khususnya penyiar profesional, memiliki vokal yang enak didengar, artikulasi jelas, ritme dan tempo pengucapan mantap.

Type vokal / Suara Narator
MC atau seorang entertainer, meskipun penampilan serta vokalnya bagus, tetapi ada kemungkinan sulit menyesuaikan dengan gambar visual, terutama pada adegan-adegan yang dramatik. Artis Film, biasanya mengetahui proses pengisian suara sound recording. Kemudian artis juga memahami unsur dramatik dari alur cerita.

Narator Amatir/awam, meskipun dari segi vokal dan pemahaman dramatik visual tidak memadai. Tetapi mereka kadang sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran realita dari adegan atau peristiwa yang ada.

Kriteria Umum menyeleksi casting narator/komentator
  • Memiliki kepekaan dramatik dan timing penentuan waktu.
  • Mampu menguasai dan menjiwai arti serta tujuan dari setiap kata/kalimat, didalam pengolahan pengucapannya.
  • Mampu memberikan aksi dan reaksi terhadap elemen/bagian dari visual.
  • Mampu menggunakan rasa untuk menerapkan unsur dramatik pada ucapannya, sesuai pemahamannya pada film. Sehingga antara narasi dan rangkaian visual terjadi harmonisasi serta saling menunjang.
  • Mampu memahami dengan cepat dan tepat, kapan narasi berfungsi sebagai penunjang, dan kapan sebagai informasi utama. Apabila kemampuan visual agak lemah dalam memberikan informasi pada penonton.

Narasi

Beberapa hal yang bisa diperhatikan dalam penulisan narasi ialah : Seperti musik untuk ilustrasi film, narasi diberikan bukan sekedar untuk di dengar saja, tetapi untuk menunjang visual dalam menyampaikan informasi.

Narasi berfungsi membantu menjelaskan informasi apabila gambar visual tak mampu. Kadang ada informasi yang harus di sampaikan, tetapi visual tak mampu memnuhinya. Misalnya mengenai : Where (dimana lokasi adegan), Who (siapa pelaku/tokohnya), When (kapan terjadinya) How (Bagaimana proses kejadiannya). Tetapi disini ada ketentuan yang harus diperhatikan yaitu, kita harus bertanya dulu pada diri sendiri :
  • Apakah betul penonton mengharapkan penjelasan lebih terinci ?
  • Apakah perlu narasi diperpanjang demi tambahan penjelasan ?
Karena bila salah perhitungan akibatnya justru membosankan, bahkan dapat membingungkan penonton.
  • Narasi tidak boleh bersaing dengan gambar visual.
  • Narasi tidak boleh mengalihkan perhatian penonton dari gambar visual.
  • Narasi tidak boleh memberikan informasi, yang sudah diberikan gambar visual karena akan terjadi informasi ganda yang membosankan
Sifat Narasi
Sifat Narasi dapat dibagi dalam 2 kriteria :
  1. Subjektif
  2. Objektif
1. Narasi Subjektif : Narasi berfungsi sebagai benang merah yang memonopoli, apa yang disampaikan oleh gambar visual.

2. Narasi Objektif : Walaupun narasi dapat menjadi benang merah penuturan, tetapi isi wawancara tidak dijadikan argumentasi dari apa yang diutarakan narasi.

" Pemilihan Subjek & Presentator Narator dan Narasi "