Marketing Public Relations (MPR) & Social Marketing - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, March 4, 2017

Marketing Public Relations (MPR) & Social Marketing

MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR)
&  SOCIAL MARKETING


Definisi Marketing Public Relations - Menurut Thomas L Harris, MPR merupakan : Proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program–program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen.

Untuk selengkapnya mengenai seluk beluk Marketing Public Relations dan Social Marketing mari kita simak pembahasan dibawah ini :

Artikel Terkait :


ARTI PENTING MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR)


MPR dianggap efektif pada banyak area antara lain:
  1. MPR dapat efektif dalam membangun brand awareness dan brand knowledge.
  2. MPR potensial untuk membangun efektivitas pada area “increasing category usage” (meningkatkan penggunaan kategori) dan “increasing brand sale (meningkatkan penjualan merk)”.
  3. Untuk meningkatkan hasil yang ingin dicapai perlu adanya perpaduan antara periklanan dengan MPR.
  4. MPR semakin penting sebab utamanya dengan semakin canggihnya teknologi media elektronik:
  • PR lebih cost effective ditengah biaya media yang tinggi
  • Dapat melengkapai iklan secara komplementer
  • Dapat diapaki sebagai kegiatan yang dapat terpercaya serta dapat menembus situasi yang relatif sulit/terbatas

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG MPR


Sesuai dengan perkembangan kegiatan pemasaran yang adayang semakin komplek dengan dirasakan semakin sulitnya upaya perencanaan pemasaran berkaitan dengan adanya consumer indifference (ketidakpedulian konsumen), resistance (perlawanan), dan clutter (kekacauan).

Maka pelaku pemasaran harus mampu mengembangkan pesanpesan yang bersifat meningkatkan kredibilitas yang ada serta dampak positif bagi konsumen.

Pendorong meningkatnya peran MPR yang utama adalah :
  1. Pecahnya pasar yang bersifat massal
  2. Peledakan informasi dan teknologi
  3. Peningkatan persaingan
  4. Jaringan periklanan semakin kurang kuat
  5. Dampak dari VCR (video camera recorder).
  6. Biaya iklan semakin meningkat
  7. Pergeseran biaya promosi
  8. Ketahanan iklan berkurang
  9. Ketahanan efektivitas TV
  10. MPR dalam Marketing mix
  11. Biro periklanan membutuhkan PR
  12. Peluang media yang berkembang
  13. Kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas.


FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT MPR


Faktor-faktor yang masih dirasakan menghambat adalah :
  1. Relatif sulit untuk dapat dilakukan penilaian/Evaluasi.
  2. Relatif belum dipahami sepenuhnya manfaat dari MPR oleh manajemen serta belum sepenuhnya dukungan dapat diarapkan dari manajemen.

MANFAAT MARKETING PR

Manfaat MPR adalah :
  1. Membangun posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar
  2. Membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen
  3. Membangun kembali, meluncurkan kembali dan reposisi dari produk-produk yang sudah jenuh.
  4. Membangun komunikasi dari kelebihan-kelebihan manfaat dari produk-produk yang sudah lama.
  5. Dapat mengikut sertakan karyawan dan masyarakat untuk lebih mengenal produk.
  6. Membangun pasar baru dan pasar yang lemah
  7. Membangun dan memantapkan perhatian atas suatu kategori produk.
  8. Mengembangkan daya jangkau iklan
  9. Mengatasi resistensi (perlawanan) dari konsumen terhadap iklan
  10. Membantu mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan masalah keuangan yang ada kaitannya dengan pemasaran.
  11. Membangun berita yang positif sebelum kegiatan kegiatan periklanan diadakan.
  12. Membuat iklan lebih berharga pesan-pesannya.
  13. Memberikan suplementasi terhadap kegiatan iklan dengan mengkomunikasikan manfaat produk.
  14. Menyampaikan cerita mengenai produk dalam bentuk yang lebih mendalam.
  15. Menambah eksposur dari produk-produk yang tidak dapat diiklankan kepada konsumen
  16. Dapat mempengaruhi opinion leader
  17. Dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kampanye salles promotion.
  18. Dapat dipakai mengidentifikasikan perusahaan dan produk dengan perbedaan etnik yang ada.
  19. Dapat dipakai dalam meningkatkan brand awareness melalui sponsorship.
  20. Dapat memberikan interpretasi yang tepat terhadap dampak dari issue yang bersifat emerging di pasar.
  21. Dapat mengkomunikasikan keputusan pemasaran sesuai dengan perhatian publik.
  22. Dapat membantu mengatasi masalah produk yang sedang dalam resiko.
  23. Dapat menggairahkan bantuan dari pengecer.


PERANAN MARKETING PR


Menurut Daniel J. Edelman terdapat beberapa situasi dimana MPR dapat berperan banyak, yaitu :
  • Adanya suatu konsep baru dari produk yang mempunyai nilai berita.
  • Perusahaan tidak mempunyai biaya untuk beriklan.
  • Tidak dapat menggunakan media tv disebabkan berbagai peraturan.
  • Bila dibutuhkan suatu gebrakan untuk produk yang sudah ada di pasar.
  • Bila iklan kurang berhasil dalam menciptakan pengenalan produk.
  • Bila produk sukar untuk dapat diterangkan kekuatannya.
MPR program to day are targeted to well defined market segment are strategically planned to reach their market (Program MPR pada hari yang diarahkan secara baik untuk menegaskan segmen pasar secara strategis yang telah direncanakan untuk menjangkau pasar mereka
Robert Laoterborn berkaitan dengan pernyataan diatas sesuai dengan peranan MPR, terjadi pergeseran pilar dasar MPR dari bauran pemasaran ke arah Customer mix (bauran konsumen) sebagai upaya memberikan pelayanan prima, antara lain sebagai berikut:
  1. Customer Value/customer needs and wants (nilai pelanggan)
  2. Cost to Customer (biaya untuk pelanggan)
  3. Convenient for the customer (ketepatan untuk pelanggan)
  4. Communication (komunikasi)
Peranan MPR dalam mencapai objektif pemasaran perusahaan dapat tercapai melalui strategi marketing PR yaitu sebagi berikut :
  1. Melibatkan konsumen dalam pelaksanaan rancangan program kerjanya.
  2. Cepat tanggap terhadap informasi dan pelayanan yang memang dibutuhkan konsumennya.
  3. Proaktif dalam partisipasinya terhadap program yang diselenggarakan oleh pihak lembaga pemerintah dan berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat luas.
Target dan tujuan yang hendak dicapai dalam strategi marketing PR harus sejalan dengan bagian pemasaran dan tujuan pemasaran.

SOCIAL MARKETING


Konsep dan strategi social marketing dapat diartikan sebagai :

Pengguna prinsip-prinsip dan teknik pemasaran untuk penyampaian ide dan perilaku masyarakat tertentu. Menurut Philip Kotler dan Zaltman, Social Marketing adalah suatu penerapan dari konsep pemasaran pada aktivitas non komersial yang berhubungan dengan kepedulian kemasyarakatan, kesejahteraan rakyat dan pelayanan sosial.

Dapat dikemukakan bahwa sosial marketing berkaitan erat dengan aktivitas-aktivitas program pembangunan kesejahteraan masyarakat, kepemerintahan, aktivitas lembaga sosial pemerintah atau pihak swasta non komersial dsb.

CONTOH SOCIAL MARKETING


Contohnya adalah : ‘program perbaikan gizi masyarakat’, maka social marketing tidak hanya melakukan kampanye PR tentang pengertian masyarakat mengenai bergunanya suatu suatu pemahaman dan pengetahuan mengenai peningkatan gizi makanan baik dan sehat untuk menunjang kesehatan masyarakat pada umumnya dan termasuk pihak keluarga khususnya, Tetapi lebih jauh dari itu seorang PRO harus mampu membuat ‘strategi’ untuk mengubah pola kehidupan dan kebiasaan mengkonsumsi makanan sehari-hari.

Strategi komunikasi penyampaian pesan dalam Social Marketing dapat dilakukan dengan mengadakan kombinasi pendekatan tradisional dalam suatu kerangka strategi dari manajemen humas.


STRATEGI MANAJEMEN HUMAS


Strategi Manajemen humas yang dipakai adalah :
  1. Perencanaan (plannning)
  2. Pelaksanaan kegiatan (action planning)
  3. Komunikasi (communication)
Yang terintegrasi dengan memanfaatkan ‘teknologi komunikasi canggih’ dan dipadukan dengan ‘keahlian pemasaran program kemasyarakatan.

ELEMEN KAMPANYE PR
Elemen-elemen kampanye PR adalah :
  • Cause ; yaitu sasaran sosial yang dipercaya oleh agen perubahan akan dapat memberikan jawaban terhadap suatu masalah sosial.
  • Change agent ; yaitu individu yang mencoba mengadakan suatu perubahan sosial dengan melancarkan suatu kampanye perubahan sosial.
  • Target adopters ; yaitu kelompok mayarakat yang menjadi sasaran dari target sosial marketing.
  • Channels ; Saluran komunikasi sebagai media yang digunakan untuk mempengaruhi opini, pandangan dan nilai-nilai dari kelompok sasaran.
  • Change strategy ; yaitu startegi, petunjuk yang digunakan pihak agen-agen perubahan sosial untuk menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku dari target sasaran tersebut.
PRODUK SOSIAL
Produk sosial, yang dilaksanakan dalam program of social marketing berkaitan dengan :
1. Ide Sosial
  • Berhubungan dengan nilai-nilai
  • Kepercayaan
  • Sikap (Attitute)
2. Praktek Sosial Yang berhubungan dengan sikap tindak dan mentalnya (act & behavior)
3. Obyek nyata (tangible object)

TARGET SASARAN PRODUK SOSIAL

Unsur utama yang harus diperhatikan dalam merancang strategi PR Campaign dalam pemasaran yang berkaitan dengan suatu ide sosial dan produk-produk sosial lainnya yang dapat menentukan kelompok masyarakat yang menjadi target sasaran adalah :
  1. Karakteristik sosio demografi
  2. Profil psikologis
  3. Karakteristik perilaku masyarakat
  4. Konsep pemasaran kemasyarakatan
Konsep muktakhir dalam sosial MPR yang menyatakanbahwa tugas organisasi atau perusahaan yang memadukan konsepkonsep pemasaran murni ke dalam bentuk falsafah perusahaan serta kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan nilai-nilai kemasyarakat.

Keberhasilan dalam kampanye social marketing tergantung pada kelompok dalam upaya menunjang aktivitas tersebut antara lain :
  • Permission-granting groups
  • Support groups
  • Opposition groups
  • Evaluation groups
3. Tahapan manajemen sosial marketing :
  • Defining the product & marketing
  • Designing the product & market fit
  • Delivering the product & market fit untuk memicu untuk memotivasi dan mengadopsikan kepada target adopternya dengan cara :
    - The delivering personnel
    - The delivery presentation
    - The defendning of product & market.
Proses manajemen sosial marketing
  1. Menganalisa & audit lingkungan sosial marketing
  2. Merancang & analisa populasi target adopter
  3. Merancang startegy of social marketing
  4. Perencanaan program social marketing.
" Marketing Public Relations (MPR) & Social Marketing "

No comments:

Post a Comment