Kekuasaan & Pemberdayaan Organisasi - Komunikasi Organisasi

KEKUASAAN & PEMBERDAYAAN ORGANISASI
KOMUNIKASI ORGANISASI


Konsep Dasar Kekuasaan dan Organisasi - Schattschneider (1960) menyatakan bahwa organisasi sendiri merupakan “mobilisasi prasangka” (mobilization of bias). Dengan perkataan lain, beberapa masalah menjadi bagian d ari suasana politis dan beberapa lagi dikesampingkan.

Clegg (1989) mengemukakan bahwa :
organisasi pada dasarnya adalah pengendalian….dalam memperluas kekuasaan melalui pendelegasian, orang harus dapat menyatukan delegasi dengan kekuasaan yang mengesahkannya.

kekuasaan,kekuatan,pemimpin,organisasi,komunikasi

























  • Dahl (1957)
  • Riker (1964)
  • Russel (1986)
  • Clegg (1989)
  • Mintzberg (1983)
  • Boulding (1989)
  • Lukes (1977)
  • Bachraz dan Baratz (1962)
  • French dan Raven (1959)
Pandangan mutakhir memperlakukan konsep kekuasaan sebagai suatu konsep multidimensi (Gaventa, 1980) menyatakan bahwa :

  1. Dimensi kekuasaan yang pertama meliputi kendali atas sumber tawar-menawar atasan yang dimiliki A.
  2. Dimensi kedua berkenaan dengan hambatan yang dibangun A bagi keikutsertaan B. Hambatan ini dapat ditandai oleh keputusan-keputusan yang tidak dibuat dan oleh masalah-masalah yang dikesampingkan dari pembahasan/perundingan.
  3. Dimensi ketiga dan yang lebih halus menyoroti bagaimana A mempengaruhi dan membentuk pemikiran B melalui produksi mitos, pengendalian informasi, dan ideologi.
Kita memandang kekuasaan sebagai kemampuan perorangan atau kelompok untuk mempengaruhi, memberi perintah, dan mengendalikan hasil-hasil organisasi.

DINAMIKA KOMUNIKASI ORGANISASI


Carey (1957) mengemukakan bahwa komunikasi menitikberatkan gagasan pengiriman, penyebaran, dan pemberian informasi kepada orang lain untuk tujuan pengendalian. Pearce (1989), komunikasi dipandang sebagai instrumen yang dipakai manusia untuk mencapai maksud-maksud tertentu, memberi instruksi, membujuk atau memperoleh kekuasaan.

Komunikasi sebagai suatu mekanisme kekuasaan
Komunikasi adalah mekanisme pelaksanaan pengaruh (kekuasaan). Dalam konteks organisasi, komunikasi digunakan untuk menentukan norma-norma, tujuan, dan perilaku organisasi.

Komunikasi sebagai Kekuasaan
Komunikasi adalah kekuasaan karena kemampuannya untuk menentukan hasilhasil:pengetahuan, keyakinan dan tindakan. Manusia bertindak berdasarkan pada informasi yang ada, alternatifnya dan pilihan-pilihan yang disediakan oleh informasi tersebut.

Komunikasi dan Proses Pemberian Kekuasaan
Konsep pemberian kekuasaan atau pemberdayaan (empowerment) menurut Conger dan Kanungo (1988) ditinjau dari aspek relasional yang menekankan pembagian kekuasaan antara manajer dan bawahan. Ada usaha untuk melonggarkan hierarki dan menekankan pemecahan masalah bersama.

Komunikasi dan Pelaksanaan Kekuasaan
Komunikasi dalam suatu organisasi harus mencerminkan penggunaan kekuasaan yang bijaksana. Boulding (1989) berpendapat bahwa mempertahankan kekuasaan mungkin bergantung pada pengetahuan kapan untuk menggunakan kekuasaan tersebut.

Kekuasaan & Pemberdayaan Organisasi - Komunikasi Organisasi "