Teori-Teori Mengenai Hubungan Antarpribadi

TEORI-TEORI DALAM HUBUNGAN ANTARPRIBADI

Hubungan Antarpribadi - Ikatan yang menyatukan Individu dalam tataran psikologis tertentu yang memungkinkan mereka memberi dan menerima satu sama lain dan memberikan suatu ikat yang menguntungkan serta terus berkesinambungan.

Pada kesempatan kali ini Dunia Public Realtions ingin membahas mengenai Teori-Teori yang berkenaan dengan hubungan antarpribari, setidaknya ada 5 teori yang membahas mengenai hubungan ini, apa saja teori-teori tersebut? yuk kita simak.


5 TEORI HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

  1. Self disclosure (Joseph Luft).
  2. Atribusi (Heider dan Kelley).
  3. Penetrasi sosial (Altman dan Taylor).
  4. Pandangan terhadap proses (Duck dan Sants).
  5. Perspektif pertukaran sosial (Thilbaut dan Kelley)

Teori Self Disclosure - Joseph Luft

Teori komunikasi mengenai hubungan merupakan proses mengungkapkan informasi pribadi kita kepada orang lain dan sebaliknya.Menurut Luft, orang memiliki atribut yang diketahui oleh dirinya sendiri, hanya diketahui oleh orang lain, diketahui oleh dirinya sendiri dan orang lain, dan tidak diketahui oleh siapapun.

The Johari Window
Atribut dalam Johari Window :
  1. Diketahui oleh dirinya sendiri dan orang lain (Terbuka).
  2. Hanya diketahui oleh orang lain (Buta).
  3. Diketahui oleh dirinya sendiri (Tersembunyi).
  4. Tidak diketahui oleh siapapun (Tidak diketahui).
Jendela Johari terdiri dari 4 bingkai, yaitu :
  1. Bingkai satu menunjukkan orang terbuka terhadap orang lain, karena disebabkan keterbukaan dua belah pihak.
  2. Bingkai dua adalah “orang buta”, merupakan orang yang tidak mengetahui banyak hal tentang dirinya, namun orang lain mengetahui banyak hal tentang dia.
  3. Bingkai tiga disebut “bidang tersembunyi”, menunjukkan keadaan bahwa pelbagai hal diketahui diri sendiri, namun tidak diketahui orang lain.
  4. Bingkai empat disebut “bidang tak menunjukkan keadaan pelbagai hal tidak dikenal”, diketahui diri sendiri dan orang lain.
Model Johari Window dibangun berdasarkan asumsi yang berhubungan dengan perilaku manusia.

  1. Asumsi pertama - Pendekatan terhadap manusia harus dilakukan secara holistik.
  2. Asumsi kedua - Apa yang dialami seseorang atau sekelompok orang hendaklah dipahami melalui persepsi dan perasaan tertentu, meskipun subjektif.
  3. Asumsi ketiga - Perilaku manusia lebih sering emosinal bukan rasional.
  4. Asumsi keempat - Setiap individu atau kelompok orang sering tidak menyadari bahwa tindakan-tindakannya dapat menggambarkan perilaku individu atau kelompok tersebut.
  5. Asumsi kelima - Faktor-faktor yang bersifat kualitatif merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku manusia.
  6. Asumsi keenam - Aspek terpenting dari perilaku ditentukan oleh proses perubahan perilaku bukan struktur perilaku.
  7. Asumsi ketujuh - Kita dapat memahami prinsip-prinsip yang mengatur perilaku melalui pengujian terhadap pengalaman yang dialami individu.
  8. Asumsi kedelapan - Perilaku manusia dapat dipahami dalam seluruh kompleksitasnya bukan dari sesuatu yang disederhanakan.

Teori Atribusi - Heider & Kelley

Melalui bukunya yang berjudul The Psychology Interpersonal Relations, Heider mengemukakan, jika kita melihat perilaku orang lain, maka kita juga harus melihat sebab tindakan tersebut.
Dua jenis atribusi :
  1. Atribusi kausalitas; intinya mempertanyakan apakah perilaku orang lain itu dipengaruhi oleh faktor personal ataukah faktor situasional.
  2. Atribusi kejujuran; yang mempertanyakan sejauh mana pernyataan seseorang menyimpang dari pernyataan umum dan sejauh mana orang tersebut mendapatkan keuntungan dari pernyataan anda.

Teori Penetrasi Sosial - (Altman dan Taylor)

Teori ini mengemukakan perkembangan hubungan, yaitu proses dimana orang saling mengenal satu dengan lainnya. Dalam proses tersebut terjadi penyusupan sosial. Model ini melibatkan self disclosure dan menjelaskan bilamana harus melakukan self disclosure dalam perkembangan hubungan.

Dua dimensi dalam penetrasi sosial :
  1. Keluasan, mengacu pada banyaknya jenis-jenis informasi yang dapat diketahui orang lain.
  2. Kedalaman, mengacu pada lapisan informasi mana yang dapat dikemukakan pada orang lain.

Teori Pandangan Proses - (Duck dan Sants)

Teori ini mengatakan bahwa kualitas dan keaslian hubungan antar pribadi dapat diramalkan melalui pengetahuan dan keadaan pribadi komunikan. Bagi Duck & Sants, tidak semua hubungan akrab, berkembang, stabil, dan memuaskan.

Teori Perspektif Pertukaran - (Duck & Sants)

Inti dari teori ini adalah, bahwa hubungan antar pribadi bisa diteruskan dan dihentikan. Makin besar keuntungan yang diperoleh dari hubungan antar pribadi, maka makin besar peluang hubungan tersebut diteruskan.

Dengan mempertimbangkan konsekuensinya, yaitu ganjaran yang diperoleh dan upaya yang telah dilakukan, orang memutuskan akan tetap meneruskan atau meninggalkan hubungan tersebut (comparison levels).

ENAM JENIS / TAHAP HUBUNGAN ANTARPRIBADI


  1. Tahap perkenalan.
    Hubungan antar pribadi jenis ini terbatas pada pertukaran informasi, dan tidak melibatkan informasi pribadi.
  2. Tahap persahabatan.
    Seorang sahabat mempunyai kedudukan tertentu dalam hubungan antar pribadi.
  3. Tahap keakraban dan keintiman.
    Persahabatan dapat ditingkatkan menjadi hubungan yang akrab dan intim, dimana hubungan semakin mendalam.
  4. Hubungan suami-istri.
    Bila hubungan antar dua jenis kelamin yang berbeda melewati batas hubungan kategori intim dan akrab, maka pasangan tersebut bisa meningkatkan hubungan menjadi suami istri.
  5. Hubungan orangtua dengan anak-anak.
    Anak-anak merupakan buah cinta yang mendalam dari pasutri. Anak-anak adalah wujud kesatuan mereka.
  6. Hubungan persaudaraan.
    Sejumlah anak dalam keluarga memiliki hubungan persaudaraan yang ditandai dengan cinta berlandaskan emosi.
Teori-Teori Mengenai Hubungan Antarpribadi "