Sistem Sosial & Kemasyarakatan - Sosiologi Komunikasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, February 21, 2017

Sistem Sosial & Kemasyarakatan - Sosiologi Komunikasi

SISTEM SOSIAL & KEMASYARAKATAN
SOSIOLOGI KOMUNIKASI


Sistem Kemasyarakatan - Kata sistem berasal dari bahasa Yunani, yaitu systema. Artinya sehimpunan dari bagian atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.

Dalam tradisi ilmu sosial penggunaan istilah sistem lebih sering digunakan untuk merujuk pada pengertian sebuah sistem organik, yaitu sebuah sistem yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen yang lebih kecil yang memiliki kehidupan (animate).

Sistem mengarah pada pengertian sistem sebagai sebuah himpunan kehidupan sosial yang terdiri dari komponen – komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya secara teratur dan sistematis serta membentuk suatu kehidupan yang menyeluruh.

Konsep-konsep dasar sosiologis menyangkut seluruh proses pergaulan hidup dalam wadah tertentu. Misalnya dalam sistem kemasyarakatan. Di dalam wadah tersebut berkembang mermacammacam konsep dasar sosiologi seperti interaksi sosial, kebudayaan, lembag sosial, lapisan sosial, kekuasaan dan wewenang maupun perubahan sosial.

Secara sosiologis, di dalam setiap sistem kemasyarakatan terjadi hubungan antarpribadi, antar kelompok maupun antara pribadi dengan kelompok (dan sebaliknya). Hubungan demikian disebut interaksi sosial yang menyangkut proses saling memengaruhi antara pihak-pihak yang berinteraksi.

Apabila terjadi interaksi sosial yang berulangkali sehingga menumbuhkan pola tertentu, akan tibul kelompok sosial. Kelmpok sosial merupakan himpunan atau kesatuan orang-orang yang mempunyai kepentingan bersama yang sedemikian eratnya sehingga masing-masing anggota merasa menjadi bagian dari kelompok sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Jangan Lewatkan :


DEFINISI SISTEM 


sisitem sosial, definisi sistem

Di masyarakat, sistem digunakan untuk beberapa pengertian sebagai berikut :
  1. Sistem ditujukan sebagai gagasan atau ide yang tersusun, terorganisir dan membentuk suatu kesatuan yang sistematis dan dan logis, umpamanya adalah filsafat, nilai, pemerintahan, demokrasi, kekerabatan dan sebagainya.
  2. Sistem yang merujuk pada pengertian sebuah kesatuan, kelompok, sebuah himpunan dari beberapa unit atau komponen yang terpisah – pisah, memiliki hubungan – hubungan khusus sehingga membentuk sebuah keseluruhan yang utuh.
  3. Sistem ditujukan untuk menyebutkan sebuah metode, cara, teknik yang digunakan, seperti sistem belajar, sistem pelatihan, sistem bertindak dan sebagainya.

Sistem Sosial Talcott Parson

Talcott Parson membagi karakter sistem sosial menjadi dua :
  1. Karakter himpunan, yaitu sistem terdiri dari beberapa komponen yang terdapat dalam kehidupan masyarakat keseharian.
  2. Karakter ekuilibrium, yaitu sistem merupakan sebuah kehidupan yang simbang diatur oleh norma dan aturan – aturan dalam masyarakat tersebut
Teori Sistem
Hal – hal yang dapat dimanfaatkan dari teori sistem adalah :
  1. Sistem sebagai suatu teori dapat digunakan untuk semua ilmu – ilmu sosial.
  2. Sistem mengandung banyak tingkatan dan dapat diaplikasikan pada aspek dunia sosial berskala besar maupun kecil, ke aspek ruang paling subjektif dan objektif.
  3. Teori sistem tertarik pada keragaman hubungan dari berbagai aspek dunia sosial.
  4. Pendekatan sistem cenderung menganggap melihat semua aspek sosiokultural dari segi proses, khususnya jaringan informasi dan komunikasi.
  5. Teori sistem bersifat inheren dan integratif.

Sistem Kemasyarakatan dan Sistem Sosial Budaya

Masing-masing subsistem saling berkaitan secara funssional karena menjadi wadah dan proses yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar manusia. Salah satu faktor yang mempertahankan integrasi sistem kemasyarakatan adalah subsistem tertentu, misalnya subsistem pertahanan keamanan dan subsistem hukum. Subsistem tersebut sesuai dengan fungsinya, dapat disebut inter subsistem.

Subsistem Sosial - budaya
Subsistem sosial-budaya merupakan struktur dan proses dalam suatu wadah tertentu yang mempunyai unsur-unsur pokok di antaranya:
  1. Kepercayaan yang merupakan pemahaman terhadap semua aspek alam semesta yang dianggap sebagai suatu kebenaran (mutlak).
  2. Perasaan dan pikiran, yakni suatu keadaan kejiwaan manusia yang menyangkut keadaan sekelilingnya. Baik yang bersifat alamiah maupun sosial.
  3. Tujuan, yang merupakan suatu cita-cita yang harus dicapai dengan cara mengubah sesuatu atau mempertahankannya.
  4. Kaidah atau norma yang merupakan pedoman untuk berperilaku pantas.
  5. Kedudukan dan peranan; kedudukan (status) merupakan posisi-posisi tertentu secara vertikal, sedangkan peranan (role) adalah hak-hak dan kewajiban baik secara strukturl maupun prosesual
  6. Pengawasan, merupakan proses yang bertujuan untuk mengajak, mendidik atau bahkan memaksa warga masyarakat menaati norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.
  7. Sanksi, yakni persetujuan atau penolakan terhadap perilaku tertentu.
    Di mana persetujuan terhadap perilaku tertentu dinamakan sanksi positif, sedangkan penolakannya dinamakan sanksi negatif yang mencakup pemulihan keadaan, pemenuhan keadaan dan hukuman dalam arti yang luas.
  8. Fasilitas merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai, dan telah ditentukan terlebih dahulu.
  9. Kelestarian dan kelangsungan hidup.
  10. Keserasian antara kualitas kehidupan dengan kualitas lingkungan
Sistem Sosial & Kemasyarakatan - Sosiologi Komunikasi "

No comments:

Post a Comment