Ruang Lingkup & Definisi Sosiologi Komunikasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, February 21, 2017

Ruang Lingkup & Definisi Sosiologi Komunikasi

RUANG LINGKUP & DEFINISI
SOSIOLOGI KOMUNIKASI


Sosiologi Komunikasi - Saat ini perspektif teoritis mengenai Sosiologi Komunikasi bertumpu pada kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek yang bersentuhan dengan fokus kajia tersebut. Narwoko dan Suyanto (2004) mengatakan bahwa, kajian tentang interaksi sosial disyaratkan adanya fungsi – fungsi komunikasi yang lebih dalam, seperti adanya kontak sosial dan komunikasi

Tentang Komunikasi Lainya :


RUANG LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI


Menurut Soerjono Soekanto (1992), sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antarkelompok. 

Menurut Soekanto, Sosiologi Komunikasi juga ada kaitannya dengan public speaking, yaitu bagaimana seseorang berbicara kepada publik. Menghadapi khalayak tertentu, yang terdiri dari lebih dari satu orang dengan jumlah maksimal yang kadang – kadang tidak dapat ditentukan batas – batasnya.

Menurut Burhan Bungin, secara komphrehensif Sosiologi Komunikasi mempelajari tentang interaksi sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media, bagaimana menggunakan efek media sebagai akibat dari interaksi tersebut, sampai dengan bagaimana perubahan – perubahan sosial di masyarakat yang didorong oleh efek media berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung oleh masyarakat sebagai akibat dari perubahan yang didorong oleh media massa itu.

Komunikasi di dalam masyarakat dibagi dalam 5 jenis :
  1. Komunikasi individud dengan individu (Komunikasi Antar Pribadi) adalah komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung ataupun tidak langsung.
  2. Komunikasi kelompok, memfokuskan pembahasannya kepada interaksi kepada orang – orang dalam kelompok kecil.
  3. Komunikasi organisasi menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi.
  4. Komunikasi sosial adalah salah satu bentuk komunikasi yang lebih intensif, di mana komunikasi terjadi secara langsung antara komunikator dan komunikan, sehingga situasi komunikasi berlangsung dua arah da lebih diarahkan kepada pencapaian suatu situasi integrasi sosial, melalui kegiatan ini terjadilah aktualisasi dari berbagai maslaah yang dibahas.
  5. Komunikasi Massa menurut McQuail (1994) adalah komunikasi yang berlangsung pada tingkat masyarakat luas. Pada tingkat ini komunikasi dilakukan dengan menggunakan media massa.

Lingkup komunikasi massa menyangkut sumber pemberitaan, pesan komunikasi, hubungan komunikan dan komunikator dan dampak pemberitaan terhadap masyarakat. Ikhtisar mengenai ilmu komunikasi ditinjau dari komponennya, bentuknya, sifatnya, metodenya, tekniknya, modelnya, bidangnya dan sistemnya.


RANAH, KOMPLEKSITAS DAN OBJEK SOSIOLOGI KOMUNIKASI




Ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Di mana ranah ini bersentuhan dengan wilayah lain, seperti teknologi telematika, komunikasi, proses dan interaksi sosial, serta budaya kosmopolitan

Studi sosiologi komunikasi berbeda dengan studi – studi komunikasi dan sosiologi secara keseluruhan, dengan kata lain objek sosiologi komunikasi tidak sama dengan sosiologi secara umum begitu juga sosiologi komunikasi tidak mengambil objek komunikasi secara utuh, akan tetapi sosiologi komunikasi menjembatani studi – studi sosiologi dan studi – studi tentang interaksi sosial yang dalam sosiologi juga dikenal dengan subkajian masalah – masalah komunikasi, kemudian menariknya ke dalam studi komunikasi yang berkaitan erat dengan sosiologi yaitu studi – studi media, dampak media maupun perkembangan teknologi komunikasi.


Kompleksitas Studi Sosiologi Komunikasi



Studi – studi sosilogi komunikasi selain sifat bersifat interdisipliner dan terbuka terhadap sumbangan disiplin ilmu lain. Sosiologi komunikasi juga memiliki objek kajian yang terbuka luas setiap saat, seirama dengan cepatnya perubahan – perubahan sosial – budaya dan teknologi media yang berkembang di masyarakat beserta semua aspek yang mengikutinya.

Setiap bidang ilmu dalam rumpun ilmu sosial memiliki objek kajian formal yang sama yaitu manusia. Manusia adalah objek yang tak pernah habis dibahas dari berbagai aspek dan sudut pandang baik dalam konteks mikro maupun makro, konteks fisik maupun metafisika bahkan dalam konteks spiritualnya.

Obejek formal manusia yang dimaksud adalah dalam konteks individu, kelompok, masyarakat dunia serta aspek – aspek sosiologis yang mengitarinya.


Objek Sosiologi Komunikasi




Proses sosial dan komunikasi (Interaksi sosial);
  • Telematika dan realitasnya
  • Efek media dan norma sosial baru
  • Perubahan sosial dan komunikasi
  • Masalah sosial dan media massa
  • Cybercommunity
  • Aspek hukum dan bisnis media
Objek formal dalam studi sosiologi komunikasi menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, aspek ini merupakan aspek dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain. Aspek lainnya adalah telematika dan realitasnya. Aspek ini menyangkut teknologi media. 

Teknologi komunikasi dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkannya termasuk realitas maya yang dihasilkan oleh telematika sebagai sebuah ruang publik baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yang cerah bagi ruang kehidupan.


PROSES KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT


Berbagai proses komunikasi dalam masyarakat terkait dengan struktur dan lapisan (layer) maupun ragam budaya dan proses – proses sosial yang ada di masyarakat tersebut, serta tergantung pula pada adanya pengaruh dan khalayaknya, baik secara individu, kelompok ataupun masyarakat luas. Sedangkan substansi bentuk atau wujud komunikasi ditentukan oleh :
  1. pihak – pihak yang terlibat dalam komunikasi (komunikator dan khalayak) ; 
  2. cara yang ditempuh ;
  3. kepentingan atau tujuan komunikasi ; 
  4. ruang lingkup yang melakukannya ; 
  5. saluran yang digunakan dan 
  6. isi pesan yang disampikan. 
Sehubungan dengan itu, maka kegiatan komunkasi dalam masyarakat daat berupa komunikasi tatap muka yang terjadi pada komunikasi interpersonal dan kelompok serta kegiatan komunikasi yang terjadi ada komunikasi massa

Komunikasi Langsung


Pada komunikasi langsung (tatap muka) baik antara individu dengan idnividu, atau individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, kelompok dengan masyarakat, maka pengaruh hubungan individu (interpersonal) termasuk di dalam pemahaman komunikasi ini.

Individu yang mempengaruhi proses komunikasi tidak lepas dari pengaruh kelompoknya baik yang primer maupun sekunder, termasuk pula pengaruh media massa terhadapnya.

Komunikasi Massa


Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa denan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Dengan demikian, maka unsur – unsur penting dalam komunikasi massa adalah :
  • Komunikator
  • Media Massa
  • Informasi (pesan) massa
  • Gatekeeper
  • Khalayak (publik) dan
  • Umpan balik
Pada komunikasi langsung (tatap muka) baik antara individu dengan idnividu, atau individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, kelompok dengan masyarakat, maka pengaruh hubungan individu (interpersonal) termasuk di dalam pemahaman komunikasi ini.

Individu yang mempengaruhi proses komunikasi tidak lepas dari pengaruh kelompoknya baik yang primer maupun sekunder, termasuk pula pengaruh media massa terhadapnya.

Komunikator dalam Komunikasi Massa adalah :
  1. Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi telematika modern sehingga dalam menyebarkan suatu informasi, maka informasi ini dengan cepat ditangkap.
  2. Komunikator dalam penyebaran informasi mencoba berbagai informasi, pemahaman, wawasan dan solusi – solusi dengan jutaan massa yang tersebar di mana tanpa diketahui dengan jelas keberadaan mereka.
  3. Komunikator juga berperan sebagai sumber pemberitaan yang mewakili institusi formal yang sifatnya mencari keuntungan dari penyebaran informasi.

Komunikasi Massa sebagai Sistem Sosial


Komunikasi massa sebagai sistem sosial memiliki komponen – komponen penting, yaitu :
  1. Narasumber sebagai sumber – sumber informasi bagi media massa.
  2. Publik yang mengonsumsi media massa
  3. Media massa, meliputi ; organisasinya, sumber daya manusia, fasilitas produksi, distribusi, kebijakan yang ditempuh, ideologi yang diperjuangkan dan sebagainya.
  4. Aturan hukum dan perundang – undangan, norma – norma dan nilai – nilai, serta kode etik yang mengatur pelaksanaan semua stakeholder komunkasi massa.
  5. Institusi samping yang tumbuh untuk memberi kontribusi terhadap kegiatan komunikasi massa, seperti percetakan, periklanan, badan sensor dan sebagainya.
  6. Pihak – pihak yang mengendalikan berlangsungnya komunikasi massa, permodalan, penguasa, kekuatan politik, maupun kelompok kepentingan.
  7. Unsur – unsur penunjang lain yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan komunikasi massa.
Komponen – komponen komunikasi massa diatas saling berhubungan satu dengan lainnya secara fungsional dan terus mengembangkan fungsi mereka secara bertahap serta merevisi fungsi – fungsi yang sudah tidak berguna lagi dengan fungsi – fungsi sistem lainnya yang lebih baik, aktual, efisien dan efektif.

Sistem sosial komunikasi massa yang dikonstruksi dengan berbagai komponen di atas, membentuk sebuah sistem sosial yang berkembang, solid, mengalami pergerakan – pergerakan internal di antara anggota sistem, berevolusi (bahkan berdifusi) dan akhirnya melahirkan sistem – sistem sosial yang baru yang lebih tangguh dan lebih sempurna.

" Ruang Lingkup & Definisi Sosiologi Komunikasi "

No comments:

Post a Comment