Proses Penelitian dalam Manajemen Krisis

PROSES PENELITIAN DALAM MANAJEMEN KRISIS

Penelitian Krisis - dalam penanganan masalah krisis, Public Realations Officer ditutut untuk selalu berhati-hati dalam menanganinya, untuk itu debelum dibentuk suatu konsep ataupun perencanaan penanganan krisis yang baik sebelum itu perlu adanya sebuah penelitian mengenai krisis yang terjadi ataupun sedang berlangsun, berikut Dunia Public Relations ingin menelaah mengenai Proses Penelitian dalam Manajemen Krisis. 
 

MENDEFINISIKAN MASALAH

Dalam proses manajemen krisis, tentu perlu dilakukan proses penelitian atau riset awal yang dimana pada tahapan riset disini diawali dengan :
  • Mendefinisikan masalah atau pernyataan masalah
  • Menentukan metode risetnya
  • Menganalisis situasi.

Pernyataan Masalah

Pernyataan masalah menggambarkan deskripsi ringkas tentang situasi yang kerap ditulis dalam bentuk kalimat atau alinea pendek.
Pernyataan masalah yang berguna merangkumkan apa yang diketahui tentang situasi masalah itu. Caranya:
  1. Ditulis dalam bentuk present tense, yang menjabarkan situasi saat ini.
  2. Menjabarkan situasi dengan istilah yang spesifik dan bisa diukur, yang merinci kebanyakan atau semua hal berikut:
    • Apa sumber perhatiannya?
    • Di mana menjadi masalah?
    • Kapan menjadi masalah?
    • Siapa yang terlibat atau terpengaruh?
    • Bagaimana mereka terlibat atau terpengaruh?
    • Mengapa menjadi perhatian organisasi dan publiknya?
Pernyataan masalah tidak menunjukkan solusi atau menempatkan kesalahan.
 

Metode Informal

1. Metode Informal atau Eksplorasi
Metode informal masih mendominasi penelitian hubungan masyarakat meski sudah ada metode ilmu pengetahuan sosial yang berkembang. Metode informal berguna jika praktisi mengenali kelemahan dan tujuan dari metode ini. Persoalan utama metode ini adalah cara pemilihan sample, masalahnya pada taraf apa hasil sampel mewakili pihak lain diluar beberapa narasumber informasi. Contohnya hasil hanya dapat mewakili opini minoritas vokal, bukan mayoritas. Metode informal dianggap baik untuk deteksi dan eksplorasi situasi masalah. 
artikel lainya :
Berikut ini beberapa metode informal yang digunakan humas:
  • Kontak Pribadi
    Keterampilan mengira-ngira kesadaran, opini dan sikap orang telah lama dan akan selalu menjadi kualifikasi utama profesional Public Relations. Umpan balik dari kunjungan pribadi berkala dapat didorong diperpanjang dan diperkuat. Contoh: manajer mengunjungi para pemegang saham, RUPS yang diadakan setahun sekali.
  • Informasi Utama
    Sebagai variasi kontak pribadi, umumnya praktisi berbicara dengan informan utama seperti pemimpin atau pakar. Banyak praktisi yang secara tetap berunding dengan orang berpengaruh seperti pengarang, editor, reporter, menteri, pemimpin buruh, profesor, bankir, pemimpin sipil dan pemimpin kelompok kepentingan khusus. Dasar pemilihan informan utama adalah pengetahuan tentang isu dan kemampuan mewakili pandangan banyak orang. Wawancara mendalam kerap menghasilkan sinyal dini terhadap isu-isu penting. 
  • Kelompok Fokus dan Forum Komunitas
    Praktisi memakai kelompok fokus dan forum komunitas untuk mengekplorasi reaksi orang terhadap sebuah isu dan mengumpulkan informasi bermanfaat lainya.
  • Komite dan Dewan Penasehat
    Dibeberapa instansi, kelompok semacam ini berguna sebagai mekanisme umpan balik terus menerus guna mendeteksi perubahan opini publik yang mungkin terjadi. 
  • Ombudsman (lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan) Pemakaian metode pengumpulan informal oleh badan-badan pemerintah. Ada dua jenis ombudsman yaitu:
    1. Ombudsman yang sesuai akan yang asli, menyelidiki dan memecahkan masalah.
    2. Ombudsman untuk mengelakkan masalah, yang kerap untuk melindungi birokrasi dan menciptakan ilusi tentang organisasi yang responsif. 
  • Jalur telepon masuk Pemanfaatan telepon bebas pulsa.
  • Analisa surat Analisa surat masuk secara berkala.
  • Sumber Online
  • Laporan Lapangan
Banyak organisasi mempunyai agen distrik dan reprensetatif lapangan. Agen dilatih untuk mendengar dan mengobservasi, serta cara melaporkan observasi. Mereka dapat berfungsi sebagai mata dan telinga.

2. Metode Formal

  • Analisis Skunder dan Database Online
    Analisa sekunder memakai ulang data yang dikumpulkan orang lain, yang sering dimaksudkan untuk tujuan lain. Pendekatan penelitian yang sering dipakai untuk pengumpulan informasi humas adalah penelitian database online seperti: Nexis, Dund and Bradstreet, Dow Jones News, News net, Data Times.
  • Analisa isi
    Analisa isi adalah penerapan sistematis untuk menentukan secara obyektif hal yang sedang diberitakan oleh media.
  • Survey
    Daftar wawancara tatap muka dan daftar pertanyaan yang dikirim lewat pos merupakan dua pendekatan utama untuk penelitian survey. Keberhasilannya tergantung pada prosedur sampling yang disepakati, pertanyaan yang diajukan dan cara pertanyaan diajukan. 

ANALISIS SITUASI


Analisa situasi merupakan kumpulan yang tidak diringkas dari segala sesuatu yang diketahui tentang situasi, yaitu sejarahnya, kekuatan yang menjalankannya, dan pihak yang terlibat dan terpengaruh didalam dan diluar perusahaan. Analisa situasi berisi semua informasi latar belakang yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengilustrasikan arti pernyataan masalah secara rinci.

Setidaknya ada 4 pertanyaan lain yang harus dijawab melalui penelitian dalam analisa situasi ini:
  1. Seberapa banyak orang memakai informasi dalam suatu situasi masalah?
  2. Informasi seperti apa yang digunakan orang?
  3. Bagaimana orang menggunakan informasi?
  4. Apa yang meramalkan pemakaian informasi?
Analisa rinci atas faktor internal dan eksternal dalam situasi masalah memberi praktisi informasi yang dibutuhkan untuk menilai ‘SWOT’ atau ‘TOWS’,. Ada beberapa pengertian strategis yang logis berasal dari kerangka analitis ini, yaitu:
  1. Strategi SO yang dibangun dari kekuatan organisasi untuk mengambil keuntungan dari peluang dalam lingkungan eksternal
  2. Strategi ST juga dibangun dari kekuatan organisasi untuk menghadapi ancaman dalam lingkungan eksternal. 
  3. Strategi WO mencoba meminimalisasi kelemahan organisasi demi mengambil kentungan daripeluang eksternal.
  4. Strategi WT mencoba meminimalisasi kelemahan organisasi maupun ancaman lingkungan.
Isi analisa situasi secara terperinci sebagai berikut : \
  • Faktor Internal
    1. Pernyataan misi, anggaran dasar, peraturan tambahan, sejarah, dan struktur organisasi.
    2. Daftar, biografi, dan foto pejabat penting anggota dewan, manajer, dan seterusnya.
    3. Deskripsi dan sejarah program, produk, layanan, dan seterusnya.
    4. Deskripsi dan sejarah program, produk layanan dan seterusnya.
    5. Statistik sumber daya, anggaran, susunan kepegawaian, penjualan, keuntungan, pemegang saham, dan seterusnya.
    6. Pernyataan dan prosedur kebijakan yang berhubungan dengan situasi masalah.
    7. Deskripsi tentang cara organisasi saat ini menangani situasi masalah.
    8. Deskripsi dan daftar stakeholder internal organisasi.
    9. Daftar media (dua arah) organisasi untuk berkomunikasi dengan kelompok internal.
  • Faktor Eksternal
    1. Kliping surat kabar, majalah, publikasi dagang, dan newsletter yang meliputi organisasi dan situasi masalah.
    2. Laporan, transkrip, serta rekaman radio, televisi, dan liputan kabel.
    3. Analisa isi liputan media dan smber internet.
    4. Daftar media, jurnalis, kolumnis, pembawa acara bincang-bincang, penulis lepas, dan prosedur yang melaporkan berita dan feature tentang organisasi dan isu yang berhubungan dengan situasi masalah.
    5. Daftar informasi dan latar belakang individu dan kelompok yang mempunyai keprihatinan, kepentingan, dan pendirian yang sama dengan organisasi atas situasi masalah (termasuk gerai media internal dan eksternal terkendali milik mereka). 
    6. Daftar informasi dan informasi latar belakang dari individu dan kelompok yang berlawanan dengan keprihatinan, kepentingan,dan sikap organisasi terhadap situasi masalah.
    7. Hasil survei dan jajak pendapat opini publik yang berhubungan dengan organisasi dan situasi masalah.
    8. Jadwal peristiwa khusus, acara penting dan tanggal penting lainnya yang berhubungan dengan organisasi dan situasi masalah.
    9. Daftar badan pemerintahan legislator, dan pejabat lainnya yang memiliki kekuasaan yang berhubungan dengan pengaturan dan kekuasan legislatif, yang mempengaruhi organisasi dan situasi masalah. 
    10. Salinan penelitian, perundingan, rancangan undang undang yang menunggu keputusan, pemungutan suara umum, publikasi pemerintah, dan laporan dengar pendapat yang relevan.
    11. Salinan penelitian yang diterbitkan tentang topik yang berhubungan dengan situasi masalah.
    12. Daftar buku acuan, rekaman, dan petunjuk yang pentin, serta lokasinya dalam organisasi.
" Proses Penelitian dalam Manajemen Krisis "