Prosedur Riset Komunikasi - Riset Humas

PROSEDUR RISET KOMUNIKASI
RISET HUMAS

Riset - Pada umunya memiliki tujuan untuk memperoleh data-data, fakta, ataupun informasi secara sistematis dalam rangka mengembangkan pengertian. Dalam kegiatan pengumpulan informasi, seorang PR haruslah mempunyai informasi akurat dan faktual sesuai dengan kenyataan tidak mengada-ngada ataupun melibih-lebihkan sesuatu. Dan demi mendapatan data yang akurat itulah Prktisi PR harus melakukan Riset mendalam mengenai suatu objek atau peristiwa dan berikut adalah langkah-langkah melakukan riset.

Artikel terkait :

A. PERUMUSAN MASALAH



Permasalahan adalah awal riset, karena riset adalah upaya untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan. Perumusan masalah dirumuskan dalam kalimat tanya. Perumusan masalah mengandung konsep-konsep yang akan diriset atau dengan kata lain berada di level konseptual.

Contoh rumusan masalah kualitatif:
Bagaimana Program Corporate Social Responsibility Humas PT. X Dalam Upaya Meningkatkan Citra Perusahaan?
Bagaimana Strategi Public Relations PT. X Dalam Employee Relations?

Ketika merumuskan masalah perlu mempertimbangakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut(Kriyantono, 2006: 76):
  1. Apakah masalah yang akan diriset fenomena komunikasi atau tidak? Anda harus mengaitkan dengan objek formal komunikasi
  2. Apakah hasil riset bermanfaat bagi pengembangan ilmu masyarakat? Hal yang baru?
  3. Apakah permasalahan tersebut sesuai dengan minat periset atau tidak?
  4. Apakah riset dapat dilaksanakan atau tidak? Dengan mempertimbangkan ; kemampuan teori periset, masalah yang dapat di konsepsikan, waktu, dana, izin, dan tenaga.

B. PRINSIP PERUMUSAN MASALAH

Prinsip-prinsip perumusan masalah ditarik dari hasil pengkajian rumusan masalah yang telah dilakukan. Adapun Moleong (2005:113) menjelaskan prinsip perumusan masalah sbb:
  1. Berkaitan dengan teori-teori dasar
    Perumusan ini didasarkan atas upaya menemukan teori-teori dasar sebagai acuan utama.
  2. Berkaitan dengan maksud perumusan masalah
    Perumusan masalah disini bermaksud menunjang upaya penemuan dan penyusunan teori substantif, yaitu teori yang bersumber dari data.
  3. Prinsip Hubungan Faktor
    Fokus sebagai sumber masalah penelitian merupakan rumusan yang terdiri dari dua atau lebih faktor yang menghasilkan tanda tanya. Faktor-faktor itu berupa konsep, peristiwa, pengalaman, atau fenomena.
  4. Sebagai wahana untuk Membatasi Studi
    Perumusan fokus yang baik yang dilakukan sebelum peneliti ke lapangan dan yang mungkin disempurnakan pada awal ia terjun ke lapangan akan membatasi penelitian guna memilih data mana yang relevan.
  5. Berkaitan dengan kriterian Inklusi dan Eksklusi
    Masalah yang dirumuskan secara jelas dan tegas akan merupakan alat yang ampuh untuk memilih data yang relevan
  6. Berkaitan dengan Bentuk dan Cara Perumuan Masalah
    Tiga bentuk perumusan masalah:
    (1) secara diskusi yaitu dalam bentuk pernytaan secara deskriptif, diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian,
    (2) secara proposional yakni secara langsung menghubungkan faktor-faktor dalam hubungan logis dan bermakna.
    (3) secara gabungan yakni terlebih dahulu disajikan dalam bentuk diskusi, kemudian ke dalam bnetuk proposional.
  7. Sehubungan dengan posisi perumusan Masalah
    Unsur-unsur penelitian lainnya yang erat kaitannya dengan perumusan masalah ialah latar belakang, masalah, tujuan dan acuan teori dan metode penelitian
  8. Berkaitan dengan hasil penelaahan Kepustakaan
    Perumusan masalah itu tidak dapat dipisahkan dari hasil penalaahan kepustakaan yang berkaitan. Ini bertujuan untuk mempertajam rumusan masalah.
  9. Berkaitan dengan Penggunaan Bahasa
    Perumusan masalah seharusnya menggunakan bahasa langsung yang tidak berbelit-belit dan yang mudah dipahami 
Moleong menjelaskan 4 langkah dalam merumuskan masalah diantaranya:
  1. Tentukan fokus penelitian
  2. Cari berbagai kemungkinan faktor yang ada kaitannya dengan fokus tersebut yang dalam hal ini dinamakan sub fokus
  3. Dari antara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian mana yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan mana yang dipilih
  4. Kaitkan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.

Tahapan Riset

Tahapan atau proses riset menurut Miller dan Nicholson dalam Kriyantono (2007:73) terdapat tiga tahapan riset:
  1. Menanyakan pertanyaan (asking question). Tahap ini merupakan tahap yang menyertai seluruh proses Periset.
  2. Observasi disini periset melakukan pengamatan terhadap suatu objek. Semua metode dalam observasi pada dasarnya digunakan untuk menjawab semua pertanyaan.
  3. Mengkonstruksi jawaban. Artinya mencoba mendefinisikan, menggambarkan dan menjelaskan serta Memberikan penilaian.
Ketiga tahap tersebut bukanlah sebuah proses linear, melainkan sebuah proses saling mempengaruhi 

Tahapan Riset



"  Prosedur Riset Komunikasi - Riset Humas "