Perkembangan Teknologi Media - Sosiologi Komunikasi

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA
SOSIOLOGI KOMUNIKASI


Perkembangan peradaban manusia tidak pernah lepas dari perkembangan teknologi yang begitu mempengaruhi setiap sendi-sendi kehidupan. Teknologi mampu merubah gaya hidup dan juga tradisi manusia. Dalam dunia komuniksasi, teknologi ini membawa pengaruh pada penggunaan atau wujud dari media seperti yang akan Dunia Public Relations bahas pada kesempatan kali ini.


PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA


1.Riwayat Komunikasi dan Sejarah Kemanuasiaan
Riwayat perkembangan komunikasi antar manusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Menurut Nordenstreng dan Varis (1973) dalam (Nasution, 1989:15) ada
empat titik penentu yang utama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu:
  1. Ditemukannya bahasa sebagai alat interaksi tercanggih manusia.
  2. Berkembangnya seni tulisan dan berkembangnya kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa.
  3. Berkembangnya kemampuan reproduksi kata-kata tertulis (written words) dengan menggunakan alat pencetak, sehingga memungkinkan terwujudnya komunikasi massa yang sebenarnya.
  4. Lahirnya komunikasi elektronik, mulai dari telegrf, telepon, radio, televisi hingga satelit.
Dari empat titik ini kehidupan manusia berkembang bersama semua aspek kehidupan manusia yang membedakannya dengan makhluk lainnya, yaitu:
  1. Manusia mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya dengan menggunkan bahasa dan symbol-simbol visual lainya. Dalam teori interaksi simbolis, dikatakan bahwa bentuk interaksi manusia semacam ini merupakan bentuk interaksi terumit dan tercanggih yang pernah dimiliki oleh makhluk manapun di bumi.
  2. Manusia mampu menafsirkan bahasa dan simbol-simbol berdasarkan persepsi dirinya maupun berdasarkan persepsi orang lain.

    Kemampuan ini merupakan puncak dari kemampuan akal dan nurani manusia yang tidak pernah diberikan Tuhan kepada makhluk apapun di dunia dan dalam tata galaksi manapun di alam raya ini.
  3. Manusia mampu belajar menyesuaikan dirinya dengan alam sekitarnya serta menciptakan dan menggunakan alat (teknologi) yang diperlukan dalam mengatasi lingkungannya.
Sejarah komunikasi massa dalam arti yang terbatas, merentang lima abad, meliputi suatu periode yang amat singkat dilihat dari sudut komunikasi secara keseluruhan. Cara yang paling primitif untuk memperoleh kehidupan adalah sebuah clan yang terdiri dari beberapa keluarga, berkeliling mencari hewan dan tumbuhan yang dapat dimakan. 

Masyarakat yang pada saat itu bersifat kesukuan (tribal) merupakan masyarakat oral di mana tradisi kultural ( kepercayaan, keterampilan, dan sebagainya) digariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan cara pengalaman langsung.

2. Perkembangan Media dan Teknologi Komuikasi
O’Brien, 1996 dalam Kadir, (2003:8) mengatakan bahwa, perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi di dalam lingkungan sosioteknologi.

Apabila pandangan O’Brien itu dijabarkan maka dapat digambarkan sebagai berikut:

Lingkungan Sosioteknologi






Kelima komponen itu berinteraksi dalam proses sosial, satu dan lainnya saling berinteraksi dan mempengaruhi di mana setiap komponen memiliki visi masing-masing yang saling bersinergi serta menghasilkan output proses sosial sebagaimana diharapkan oleh seluruh stakeholder sosioteknologi.

Everett M. Rogers (1989) dalam bukunya Communication Technology; The New Media in Society, mengatakan bahwa dalam hubungan komunikais yang ada dalam masyarakat, dikenal ada empat era komunikasi yaitu: era tulis, era media cetak, er media telekomunikasi dan era media komunikais interaktif. 

Dalam era terakhir media komunikasi interaktif dikenal dengan media komputer , videtext dan teletext, teleconferencing, TV Kabel dan sebagainya. Sementara itu Sayling Wen (2002) dalam bukunya Future of the Media melihat media dalam konteks yang lebih luas, tidak saja melihat media dalam konsep komunikasi antar pribadi, namun juga melihat media dengan medium penyimpanan, selain ia melihat media sebagai medium informasi.

Berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Rogers itulah, maka masyarakat percaya bahwa perkembangan teknolohi media berkembang dimulai dari era media tulis dan cetak. Perkembangan media tulis telah lama dikenal masyarakat dan menjadi pertanda permulaan peradaban sebuah bangsa.


KONVERGENSI MEDIA DAN NEW MEDIA


Perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat saat ini, maka diperkirakan pabrik teknologi komunikasi memproduksi berbagai varian teknologi komunikasi setiap hari di pabrik mereka. Saat ini setiap hari, setiap minggu kita dapat menyaksikan berbagai produk teknologi komunikasi baru sebagai hasil konvergensi dari berbagai teknologi komunikasi yang ebelumnya telah dikembangkan, sehingga kadang masyarakat kebingungan dan tercengang dengan temuan baru tersebut.

Bahkan temuannya bersifat cepat, sehingga dapat menembus beberapa generasi sekaligus. Jadi apabila masa-masa sebelum sebuah teknologi komunikasi ditemukan, melampaui beberapa generasi manusia, baru tekologi baru deitemukan. Namun pada saat ini, satu, dua tiga bahkan empat generasi manusia dapat menikmati teknologi komunikasi yang sama. 

Masa-masa ini dapat disebutkan sebagai masa anomi (kekacauan) dalam sebuah proses penemuan teknologi komunikasi sebelum manusia menemukan teknologi komunikasi tang menjadi platform teknologi komunikasi dalam abad ini. Pada masa ketika sebuah platform teknologi komunikasi ditemukan, maka sebuah bentuk teknologi komunikasi akan lebih sederhana bila dibandingkan dengan dengan variannya yang sangat banyak seperti sekarng ini.

Empat Era Perkembangan Komputerisasi

Perkembangna teknologi komputr yang sedemikian cepatnya telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Setidaknya ada empat era penting sejak ditemukannya komputer sebagai alat pengolah data sampai dengan era Internet saat komputer menjadi senjata utama dalam komputerisasi. 

Setiap era memiliki karakteristik masing-msing dan secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang erat dengan alam kompetisi dunia usaha, baik secara mikro maupun makro. Yang harus dipahami, tidak semua negara di dunia telah memasuki pemanfaatna computer yang dicirikan oleh era ke-empat.

Secara mikro, ada hal yang cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antar perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi yang dimulai dari pertama kalinya ditemukannya komputer hingga saat ini. 

Ke-empat era tersebut terjadi tidak hanya sedemikian pesat namun juga didukung dengan teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Keempat era tersebut (Cash et al., 1992 dalam Indrajit, 2001:8), terjadi tidak hanya dipicu oleh perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori baru menganai manajemen perusahaan modern.
  • Era Komputerisasi
    Menurut Indrjit (2001:9) periode ini mulai sekitar tahun 1960-an ketika minicomputer dan mainframe diperkenalkan perusahaan, seperti IBM, ke dunia industri. Kemampuan hitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, menggunakan computer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa.
  • Era Teknologi Informasi
    Menurut Indrajit (2001:11) kemajuna teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa computer memasuki masa “Revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Compueter mulai diperkenalkan sebagai alternative pengganti minicomputer.

    Dengan seperangkat computer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh computer (dengan kecepatan hampir sama dengan kecepatan minicomputer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer diperusahaan bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif.
  • Era Sistem Informasi
    Mengacu pada Indrajit (2001:12), ia mengatakan, teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Pada hampir semua kerangka teori manajemen perubahan (change management).

    Pada hampir semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan yang lebih ditekankan adalah sistm informasi karena computer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut.
  • Era Globalisasi Informasi
    Belum banyak buku yang secara implisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evaluasi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan than 1980-an perkembangan di bidang teknologi informasi (computer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial.













Teknologi komunikasi membutuhkan platform pengembangan yang jelas di masa depan. Seperti yang dijelaskn di depan bahwa saat ini perkembangan teknologi telematika berada pada situasi anomi, di mana tidak ada platform yang jelas arah perkembangannya.

Hal ini disebabkan karena setiap negara berlomba-lomba mengembangkan teknologi telematika sesuai dengan pasar nasional maupun internasional. Bahkan perkembangan teknologi tersebut tanpa uji coba manfaat, resiko dan masalah model, namun sudah dipasrkan di masyarakat.

Sehubungan dengan itu, perkembangan media baru (new media) menjadi kajian tersendiri yang serius dalam aspek sosial. Dengan kata lain yang paling merisaukan dari pengembangan teknologi telematika adalah para ahli ilmu-ilmu sosial. Karena para ahli teknologi menciptakan teknologi telematika dengan modus melemparkan beban sosial dari teknologi yang diciptakan itu kepada para ilmu sosial.


ADOPSI INOVASI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP MEDIA


Neuback dan Clasberg (1996:294-299 telah menulis sub bab teknologi dan perubahan sosial dalam bab perubahan sosial dan pergerakan sosial pada bukunya “Sosiology a Critical Approach”. Ia membahas persoalan produksi energi perubahan teknologi dan proses ketenaga kerjaan, inovasi teknologi.

Neubeck dan Glasberg melihat bahwa perubahan sosial ke depan meghadapi persoalan energy terutama menyangkut tenaga kerja manusia, sehingga perlu memikirkan persoalan perkembangan teknologi dalam proses ketenagakerjaan, walaupun hal ini berhadapan dengan persoalan politik di suat negara, karena pengambilalihan teknologi terhadap tenaga kerja manusia menjad persolan politi yang sering kali dapat menjatuhkan sebuah pemerintahan. 

Namun area pembicaraan dalam wacana ini adalah sesungguhnya sebuah difusi dan inovasi terhadap teknologi yang mau atupun tidak harus dipikirkan karena menyangkut kelangkaan energi tadi.

Perubahan sosial selalu dipengaruhi oleh hal-hal baru di masyarakat yang menciptakan suatu keadaan yang berbeda dengan keadaan sebelumya dalam sistem sosial. Jadi pada kondisi sosial lama terdapat perbedaan, kemudian pada waktu yang berbeda dan di antara sistem sosial yang sama. Maka kondisi ini akan melahirkan perubahan sosial.

Seperti yang dijelaskan oleh Sztompka (2004:3) bahwa konsep dasar perubahan sosial mencakup tiga gagasan : 
  1. perbedaan; 
  2. pada waktu yang berbeda; 
  3. di antara keadaan sistem sosial yang sama,
Dengan demikian maka menurut (Hawlwy, 1978:787 dalam Sztompka, 2004:3), bahwa perubahan sosila adalah setiap perubahan yang tak terulang dari sistem sosila dengan suatu kesatuan.

Sesuatu yang baru menyebabkan perubahan dalam masyarakat itu selalu berhubungan dengan divusi inovasi, di mana perubahan dipacu oleh penyebaran suatu pengetahuan yang baru. Dengan demikian dalam proses difusi inovasi terjadi kegiatan menkomunkasikan pengetahuna baru di masyarakat (“tradisional”=mapan). Rogers (1983:10) mengatajan bahwa ada empat unsur hal yang selalu ada dalam difusi inovasi yaitu, 
  1. inovasi; 
  2. saluran komunikasi; 
  3. waktu; 
  4. sistem sosial. 
Keempat unsur ini berlangsung dalam sistem yang simultan di mana masing-masing sistem itu berhubungan satu dengan yang lainnya selama proses difusi inovasi berlangsung.

Inovasi berkaitan dengan gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang dan masyarakatnya. Konsep baru ini terbentang anatar konsep pengenalan, persuasi dan keputusan menggunakannya (adopsi). Dengan demikina maka baru itu memiliki spectrum dimensional yang luas seperti pada gambar di bawah ini.

KONSEP BARU DALAM INOVASI

Konsep Baru







Dengan demikian,maka inovasi berkaitan dengan teknolohi komunikasi yang digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu yang baru di masyarakat. Teknologi komunikasi ini tidak saja berhubungan dengan media teknologi, namun juga berkaitan dengan pendekatan komunikasi yang digunakan.

Menggunakan televisi dilakukan dengan pertimbangan bahwa media televise adalah media paling poluper dan media paling massal saat ini sehingga apabila tayngan itudilakukan di televise maka akan terekonstruksi sebuah image yang lebih baik dari kondisi semestinya. Kemudian memilih tokoh masyarakat adalah bentuk pendekatan sosial yang dipilih karena umumnya konsumen makanan ayam goring adalah masyarakat paternalistis yang masih menjadikan tokoh masyarakat sebagai panutan termasuk pula otoritas dari berbagai keputusan masyarakat.

Difusi berlangsung pada sistem sosial sudah mulai terbuka terhadap ide-ide baru, paling tidak ditandai dengan perubahan wawasan, pandangan, sikap, dan baru masuk perubahan perilaku.Seperti yang disebutka di atas, bahwa difusi inovasi amat dekat dengan perubahan sosial, sedangkan perubahan sosial itu berkaitan dengan keputusan masyarakatnya.

Perubahan sosial yang terjadi sebagai akibat dari proses sistem sosial yang bergerak, maka setiap sistem sosial berhubungan dengan sistem-sistem lainnya yang lebih besar maupun dalam subsistemnya, karena selain sistem sosial, dalam sebuah sistem umum, maka sistem terdiri dari sistem budaya, sistem sosial, perilaku organisme dan sistem kepribadian.

STRUKTUR SISTEM AKSI








Keempat sistem ini selalu berhubungan satu dengan lainnya dalam fungsi mereka masing-masing sebagaimana gambar di bawah ini

SKEMA AKSI PARSON








Informasi yang diperoleh oleh individu dari lingkungannya yang lebih luas menghasilkan energi yang luar biasa untuk seseorang berubah. Karena lingkungan yang lebih kecil dalam kehidupan seseorang seperti lingkungan fisik akan memberi energi informasi bagi lingkungan yang ada di atasnya, sebaliknya lingkungan yang ada di atas mngontrol perilaku yang ada di bawahnya. 

Karena itu apabila ada renovasi dalam masyarakat, maka rentang waktu yang ada dan dibutuhkan oleh sebuah inovasi yang bermanfaat untuk dicernakan dalam sistem aksi parson ini. Sampai kemudian seseorang dapat memiliki sebuah tindakan yang akan dipilihnya, menerima atau menolak inovasi tersebut. Keputusan menolak sebuah inovasi sesungguhnya merupakan inovasi yang tertunda, karena dalam kurun waktu tertentu seseorang dapat menerima inovasi itu kembali.

MODEL TAHAPAN PROSES KEPUTUSAN INOVASI









Adopsi inovasi dimulai dari pengenalan terhadap sebuah inovasi, pada tahap ini, ciri pengenalan tergantung pada karakteristik ciri sosial-ekonomi, ciri kepribadian, dan perilaku komunikasinya. Individu yang ciri sosial-ekonomi lebih baik akan lebih mudah mengenal objek-objek inovasi. Individu memiliki kepribadian perilaku komunikasi yang cenderung lebih banyak mengetahui objek inovasi secara transparan dan lebih banyak.

Sikap persuasif terbentuk tergantung dar sifat inovasi itu terhadap pribadi seseorang. Tahap persuasif menentukan keputusan seseorang untuk mengadopsi atau menolak inovasi itu. Tahap keputusan memberi kepastian terhadap tahap pelaksanaan inovasi. Bagi keputusan menerima inovasi, maka terbentuk dua pelaksanaan yaitu sebagai pengguna lestari inovasi sampai dengan penghentian pelaksaan inovasi.

Setiap pilihan dalam tahap keputusan dan pelaksanaan inovasi akan memasuki tahp terakhir dalam proses inovasi, yaitu tahap konfirmasi. Bagi yang mengadopsi inovasi akan memberi alas an dan mencari alasan termasuk melakukan konfirmasi terhadap pilihan-pilihannya utuk mengadopsi inovasi, begitu juga sebaliknya bagi yang menolak inovasi akan memberi alasan dan melakukan konfirmasi terhadap alasan-alasannya untuk menolak inovasi.

Dalam masyarakat yang terbuka terhadap perubahan-perubahan sosial seperti masyarakat postmodern, inovasi adalah pilihan dan gaya hidup mereka. Namun pada masyarakat modern melihat inovasi secara rasional, sedangkan masyarakat transisi, memandang inovasi sebagai sesuatu yang harus dicoba dan dibuktikan manfaatnya, termasuk dipertimbangkan untung-ruginya, sedangkan pada masyarakat tradisional, inovasi cenderung ditolak.


SIKAP MASYARAKAT TERHADAP INOVASI (TELEMATIKA)



Keterbukaan masyarakat terhadap sebuah inovasi memungkinkan ia mengadopsi inovasi teknologi telematika. Informasi sebelumnya tentang sebuah inovasi menjadi alasan terhadap sikap ia untuk menentukan sikap menolak atau megadopsi inovasi tersebut, namun informasi cenderung mendorong keterbukaan dan keterbukaan mendorong sikap menerima inovasi, serta sikap menerima inovasi mendorong perilaku untuk emanfaatkan atau menggunakan inovasi itu.

" Perkembangan Teknologi Media - Sosiologi Komunikasi "