Pentingnya Keahlian Menulis Bagi PR - Penulisan Naskah Kehumasan - Dunia Public Relations

Terbaru

Sunday, February 12, 2017

Pentingnya Keahlian Menulis Bagi PR - Penulisan Naskah Kehumasan

PENTINGNYA KEAHLIAN MENULIS BAGI PR


Keahlian menulis menjadi syarat mutlak dalam peningkatan proesionalisme dari para Praktisi Public Relations. Upaya pihak manajemen organisasi untuk membangun hubungan dengan beragam publik menuntut para praktisi tersebut agar tidak hanya mengembangkan kemampuan berbicara (lisan), tetapi juga kemampuan menulis (tulisan) yang dituangkan dalam beragam naskah.

Public Relations Writing merupakan aktivitas menulis yang di desain untuk membangun dan menjaga hubungan yang positif dengan publik yang dapat mempengaruhi organisasi. Karena itu, tujuannya adalah menginformasikan dan mempengaruhi sikap dan perubahan perilaku publik.

Menulis adalah pekerjaan yang memerlukan tiga elemen yaitu,
  1. pikiran,
  2. perasaan, dan
  3. tangan.

3 Elemen Menulis



Tujuan Penulisan Naskah PR
Tujuan Penulisan Naskah PR pada prinsipnya sama dengan membicarakan tujuan PR secara umum karena tujuan penulisan naskah PR merupakan tujuan dari Public Relations. Pekerjaan PR memang bukan pekerjaan akademis. Tetapi pekerjaan PR berkenaan dengan komunikasi. Untuk mengembangkan teknik menulis, seorang praktisi PR tetap memerlukan wawancara, bacaan, teman diskusi, penelitian (penguasaan masalah), dan latihan.
Baca juga :
 

PRODUK-PRODUK TULISAN PR


Karya-karya tulisan atau produk tulisan yang berfungsi sebagai media komunikasi PR meliputi :
  • Siaran Pers (Press Release atau News Release) = Informasi singkat tentang suatu event yang diadakan oleh perusahaan dan disebarkan untuk di muat di media massa.
  • Cerita Latar (Backgrounders) = Informasi detail tentang perusahaan sebagai pelengkap informasi yang dimuat press release 
  • Iklan Perusahaan (Corporate Advertising) = iklan yang tujuannya bukan untuk menjual produk secara langsung, tetapi juga untuk menjual citra perusahaan. 
  • Majalah Dinding (Message Board) = informasi yang ditulis dan ditempelkan di papan terbuka agar karyawan/publik berkunjung 
  • Newsletter penerbitan berkala dari perusahaan tentang aktifitas keseharian perusahaan dan publiknya 
  • Artikel dan Editorial tulisan-tulisan PR yang dimuat di kolom artikel atau opini media massa 
  • Publikasi Ringan = publikasi yang disampaikan melalui media nirmassa :poster, buletin. brosur 
  • Profil Perusahaan (Company Profil) gambaran terkini perusahaan secara lengkap dan dikemas secara menarik 
  • Laporan Tahunan (Annual Report) deskripsi tentang apa saja yang telah dilakukan perusahaan termasuk laporan laba rugi 
  • Naskah Pidato dan Presentasi (Speeches & Presentation) Naskah tulisan yang dipresentasikan secara lisan.

Proses Dasar Menulis

Secara umum, proses menulis terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, penulisan, dan evaluasi.
1. Perencanaan (Planning) 
Adalah tahap awal yang menentukan proses lebih lanjut. Di sini penulis berfikir tentang hal-hal yang fundamental yang berfungsi mengarahkan tulisannya agar tetap fokus dan tidak melebar.
Tahapan dalam perencanaan mencakup :
  1. Merumuskan maksud dan tujuan penulis
  2. Tulisan untuk mata atau untuk telinga teknik tulisan untuk baca di sesuaikan dengan karakteristik media baca. Sedangkan teknik tulisan untuk telinga adalah :
    • Menulis seperti anda bicara
    • Bahasa sederhana, singkat, to the point
    • Menghindari istilah istilah asing
    • Menggunakan kata ganti personal “kita” agar lebih akrab
    • Hindari kata-kata yang hampir sama 
    • hindari pengulangan kata.
    • Tulisan harus didasari oleh pokok pikiran
    • Menganalisis khalayak aau orang yang menjadi sasaran pesan
    • Menetapkan media
2. Penulisan (organizing dan Composing)
Merupakan imlementasi hal-hal yang ditetapkan pada tahap perencanaan. Di sini penulis menentukan corak penulisannya.ada tulisan bercorak narasi, deskripsi, eksposisi dan argumentasi. Pemilihan corak penulisan ini tergantung pada tujuan penulisan, apakah informasi, persuasi atau kolaborasi.

3. Evaluasi (Editing & Rewriting)

salah satu cara evaluasi adalah secara berkala, Public Relations melakukan riset terhadap hasil tulisannya. Riset tersebut antara lain untuk mengetahui tingkat keterbacaan, mengetahui motif dan tingkat kepuasan pembaca terhadap informasi yang disampaikan maupun readership study.

Evaluasi Pemantauan Pemuatan Tulisan

Selain itu, menurut Kasali (2005:169) pada tahap evaluasi, seorang praktisi PR juga perlu memantau pemuatan tulisan di media massa, dan menerima komentar dari pihak ketiga yang netral. Pemantauan akan meliputi hal-hal berikut :


" Pentingnya Keahlian Menulis Bagi PR - Penulisan Naskah Kehumasan "

No comments:

Post a Comment