Pengertian Riset Public Relations

PENGERTIAN RISET PUBLIC RELATIONS

Riset Public Relations - Menurut mubaraq Ishak & Simon Koh Siw Leng dalam Step by step Guide Public Relations, Riset dalam PR “merupakan proses penghimpunan fakta, lapangan, pencatatan dan menganalisis data yang berkaitan dengan persoalan bagian dari kegiatan manusia. (Ruslan, 2004:43)

Sedangkan menurut Fraser P. Seitel, mendefinisikan riset dalam PR yaitu pengumpulan data, fakta, dan informasi secara sistematis dalam upaya untuk mengembangkan suatu pengertian. (Ruslan 2004:45)

Secara umum riset dalam PR yang berkaitan dengan ilmu komunikasi ilmiah, seperti opini publik, sikap (perilaku) dan motivasi individual atau kelompok.

Artikel terkait :

SIFAT RISET PUBLIC RELATIONS


Ruslan (2004:44) menjelaskan sifat riset PR adalahPencarian teori baru, pembahasan dan pengujian teoritis atau pemecahan suatu permasalahan.
Menurut Kriyantono (2007:290) Riset PR pada dasrnya Dapat dibedakan dalam dua sifat, diantaranya
  1. Riset Informal
  2. Riset Fomal

RISET INFORMAL


Riset ini dilakukan tanpa dibatasi oleh aturan-aturan baku dalam riset-riset ilmiah. Riset informal ini biasa disebut riset sehari-hari, contoh risetnya adalah:
  • Record Keeping
    Kegiatan ini adalah yang paling mendasar yang dilakukan PR. Record Keeping sangat bermanfaat ketika PR membuat company profile sebagai upaya memperkenalkan perusahaan

  • Managing By Walking Around (MBWA)
    Dalam riset ini PR secara aktif dan berkala melakukan kunjungan ke divisi-divisi kerja dalam perusahaan. PR melakukan komunikasi personal dengan para karyawan.
  • Opinion Box
    Upaya mengumpulkan fakta-fakta, opini-opini, keluhan-keluhan, saran dan kritik karyawan, dengan menulis surat dan dimasukkan ke dalam kotak yang telah disiapkan disejumlah tempat oleh PR.

  • Unobstrucsive Measurement
    Riset ini memungkinkan PR untuk menganalisis seseorang atau sesuatu objek yang lain tanpa mengganggu aktivitas yang diriset atau tanpa menghentikan kegiatan yang diriset.
  • Publicity Analysis
    Riset ini menganalisis isi media yang berkaitan dengan publisitas oleh isi media. PR dapat menganalisis berapa sering press release yang dimuat media, berapa sering event yang diadakan oleh PR, bagaimana opini publik tentag suatu perusahaan atau apak ada berita-berita negatif tentang perusahaan yang dimuat oleh media .

RISET FORMAL


Riset formal adalah riset yang dilakukan dengan menggunakan prosedur-prosedur ilmiah baik secara kuantitaif maupun kualitaatif. Yang termasuk riser fomal PR adalah sebagai berikut:
  • Wawancara Mendalam
    Misalmya, dengan melakukuan wawancara mendalam dengan publik eksternal tentang persepsi mereka terhadap persepsi mereka

  • Analisis Isi
    Misalnya, melakukan perekaman dan analisis isi terhadap kecederungan isu-isu yang dianggap penting selama 5 yahu terakhir.
  • Survei
    Melakukan survei tentang kepuasan organisasi yang dirasakan karyawan.

  • Focus Group Discussion
    Misalnya, dengan mengundang tokoh-tokoh masyarakat (agamawa, budayawan, akademisi dll) untuk dimintai pendapatnya tentang suatu program yang akan dilaunching.
  • Eksperimen
    Melakukan eksperimen tentang pengaruh pesan-pesan humas terhadap perilaku karyawannya.


MODEL RISET PUBLIC RELATIONS


Praktisi PR yang banyak mengaplikasikan program riset dalam kegiatannya dapat dimasukan ke dalam model PR simetris dan asimetris. Model riset PR tersebut adalah:

1. Model Press Agentry
Model ini bergerak atu arah (one way communication). Pada model ini PR lebih banyak menggunakan propaganda atau kampanye melalui komunikasi satu arah untuk tujuan publisitas yang menguntungkan secara sepihak, khususnya menghadapi media massa dengan mengabaikan kebenaran informasi sebagai upaya untuk menutupi unsur-unsur negatif perusahaan.

2. Model Public Information
Model ini tetap komunikasi satu arah. PR bertindak sebagai journalist resident. Berupaya membangun kepercayaan terhadap organisasi laymelalui komunikasi satu arah, bertujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak, dan tidak mementingkan persuasif.

3. Model Two-Way Asymetric
Model ini lebih baik dari model komunikasi yang satu arah. Model ini PR dapat membantu organisasi mempersuasi publik untuk berpikir dan berperilaku seperti yang dikehendaki organisasi. 

Dalam model ini, PR menggunakan metode ilmiah (FGD, Polling, Interview) untuk mengukur sikap publik, sehingga organisai dapat mendesign program yang mendapat dukungan publik

4. Model Two-Way Symetric
Model ini PR menerapak komunikasi dua arah timbal balik, dimana organisasi dan publik berupaya untuk mengadaptasikan dirinya untuk kepentingan bersama. Terbuka untuk proses negosiasi sehingga terjalin relasi jangka panjang.

Kegiatan riset dalam PR terdapat 3 hal yang penting:
  1. Menggambarkan (deskripsi) suatu situasi proses dan gejala-gejala atau objek tertentu yang sedang diamati
  2. Menjelaskan (eksplanatory) tentang mengapa sesuatu itu dapat terjadi? Apa hubungan sebab akibat, dan efek apa yang akan terjadi selanjutnya ?
  3. Meramalkan (predictability) tentang kemungkinan apa yang akan terjadi ? Bagaiamana jika tidak diambil tindakan-tindakan tertentu untuk menangani permasalahan tesebut.
Pengertian Riset Public Relations  "