Metodologi Riset Kualitatif - Riset Humas - Dunia Public Relations

Terbaru

Sunday, February 26, 2017

Metodologi Riset Kualitatif - Riset Humas

METODOLOGI RISET KUALITATIF
RISET HUMAS


Riset Kualitatif - Bodgam dalan Moleong (2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan “prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati”.

Anselm Strauss dan Juliet Corbin berpendapat bahwa, penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau bentuk hitungan lainnya. Maka itulah, penelitian kualitatif dengan metode analisa deskriptif merupakan suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran orang secara individual maupun kelompok.
  1. Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan pengumpulan data sedalam-dalamya.
  2. Riset kualitatif tidak mengutamakan besarnya populasi atau sampling, bahkan populasi atau samplinya sangat terbatas.
  3. Disini yang lebih ditekankan adalah persoalan kedalaman (kualitas) data bukan banyaknya (kuantitas) data.
  4. Periset ikut aktif dalam menentukan jenis data yang diinginkan, karena itu riset ini bersifat subjektif dan hasilnya digeneralisasikan.
Artikel terkait :


CIRI-CIRI RISET KUALITATIF


  1. Intensif, patisipasi periset dalam waktu lama pada setting lapangan, periset adalah instrument pokok riset.
  2. Perekaman yang sangat hati-hati terhadap apa yang terjadi degan catatan di lapangan dan tipe-tipe lain dari bukti-bukti dokumenter.
  3. Analisis data lapangan
  4. Melaporkan hasil termasuk deskripsi detail, quotes dan komentarkomentar
  5. Tidak ada realitas yang tunggal, setiap peneliti mengkreasi realitas sebagai bagian dari proses penelitiannya
  6. Subjektif hanya dalam referensi peneliti
  7. Realitas adalah holistik dan tidak dapat dipilah-pilah.
  8. Periset memproduksi penjelasan uni tentang situasi yang terjadi dan individu-individunya.
  9. Lebih pada kedalaman (depth) daripada keluasan (breadth)
  10. Posedur riset: empiris-rasional dan tidak berstrukur
  11. Hubungan antara teori, konsep, dan data memunculkan atau membentuk teori baru
Hubungan Pendekatan, Metodelogi dan Metode Riset


METODE KUALITATIF

Metode kualitatif dikenal dengan beberapa metode riset, yaitu:

1. Metode Focus Group Discussion
Focus Group Discussion (FGD) adalah metode riset dimana periset memilih orang-orang yang dianggap mewakili sejumlah publik atau populasi yang berbeda.

2. Metode Wawancara Mendalan (Depth Interviews)
Depth Interviews adalah metode riset dimana periset melakukan kegiatan wawancara tatap muka secara mendalam dan terus menerus (lebih dari satu kali) untuk menggali Informasi dari esponden. Responden disebut juga informan.

3. Metode Observasi
Metode dimana periset mengamati langsung objek peneliti. Ada dua jenis observasi, diantaranya:
  1. observasi partisipan, yaitu periset ikut berpartisipasi sebagai anggota kelompok yang diteliti.
  2. observasi non partisipan, yaitu observasi dimana periset tidak memosisikan dirinya sebagai anggota kelompok yag diteliti.

4. Metode Studi Kasus
Studi kasus adalah metode riset yang menggunakan berbagai sumber data (sebanyak mungkin data) yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komprenhensif berbagai aspek individu, kelompok, suatu program , organisasi atau perisiwa secara sistematis.

5. Metode Dokumentasi
Kriyantono (2006:116) menjelaskan dokumentasi adalah instrumen pengumpulan data yang sering dgunakan dalam berbagai metode pengumpulan data. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisa dan interpretasi data.

6. Metode Riset Kepustakaan
Menurut Supranto dalam Ruslan (2004:31), mendefinisikan riset kepustakaan adalah mencari data atau riset melalui membaca jurnal ilmiah, buku-buku referensi, dan bahan-bahan publikasi yang ada di perpustakaan.


JENIS ATAU TIPE RISET


1. Jenis Eksploratif
Jenis tipe ini menggali data, tanpa mengoperasionalisasi konsep atau menguji konsep pada realitas yang diteliti. Jenis riset ini paling sederhana dan mendasar (biasanya kualitatif).

2. Jenis Deskriptif
Jenis riset ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi objek tertentu.

3. Jenis Eksplanatif
Jenis ini periset menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti.

4. Jenis Evaluatif
Jenis riset ini mengkaji efektivitas atau keberhasilan suatu program, membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual, kerangka teori, operasionalisasi konsep, hipotesis, ukuran keberhasilan riset, dan rekomendasi.

" Metodologi Riset Kualitatif - Riset Humas "

No comments:

Post a Comment