Metode Pengumpulan Data Kualitatif - Riset Humas

METODE PENGUMPULAN DATA KUALITATIF
RISET HUMAS


Metode kualitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Pada prosesnya metode ini adalah proses penelitian yang untuk memahami yang didasarkan pada penelitian yang khas, meneliti tentang manusia dan masyarakat. Metode ini percaya bahwa kebenaran bersifat dinamis dan hanya dapat ditemukan melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksinya.


METODE PENGUMPULAN DATA


Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan periset untuk mengumpulkan data. Menurut Wimmer dalam Kriyanto (2007:91)” Dalam riset Kualitatif dikenal dengan pengumpulan data: observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi.

1. Observasi
Kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut.

Dalam riset ini di kenal dua jenis metode observasi, yaitu observasi partisipan dan observasi non-partisipan.

JENIS-JENIS OBSERVASI



  • Observasi Partisipan, metode observasi dimana periset juga berfungsi sebagai partisipan, ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan kelompok yang diriset, apakah kehadirannya diketahui atu tidak.
  • Observasi nonpartisipan, merupakan metode observasi dimana periset hanya bertindak mengobservasi tanpa ikut terjun melakukan akitivitas seperti yang dilakukan kelompok yang diteliti, baik kehadirannya diketahui atau tidak.

TAHAPAN & KARAKTERISTIK OBSERVASI


  1. Periset melakukan pemilihan terhadap fenomena yang akan diriset.
  2. Periset menerapkan strategi pengubahan atau provokasi, maksudnya memberikan rangsangan agar terjadi sesuatau tertentu dari subjek riset.
  3. Pencatatan adalah upaya perekaman atas peristiwa yang diobservasi.
  4. Pengkodingan artinya membuat data yang ada dalam pencatatan lebih sederhana sehingga mudah dibaca.
  5. Observasi dilakukan untuk tujuan empiris, sesuatu yang dapat dijelaskan secra empris.

INSTRUMENT OBSERVASI

Instrumen Observasi
Seorang periset dalam menggunakan metode pengumpulan data.Observasi,biasanya dilengkapi dengan beberapa instrumen pengumpulan data, antara lain:

  1. Sistem kategori
  2. Sistem skala
  3. Sistem tanda
  4. Pencatatan buku harian
  5. Analisis dokumen

2. Wawancara
Menurut Berger dalam Kriyantono (96)”wawancara adalah Percakapan antara periset seseorang yang diasumsikan mempunyai informasi penting tentang suatu objek.

WAWANCARA

Kriyantono membagi wawancara dalamdua kelompok, yaitu:

  • Wawancara dalam riset kualitatif, yang disebut sebagai wawancara mendalam (depth interview) atau wawancara secara intensif dan kebanyakan tidak berstruktur . Tujuannnya untuk mendapatkan data kualitatif yang mendalam.
  • Wawancara dalam riset kuantitatif, biasanya terstruktur (dilengkapi dengan daftar pertanyaan terstruktur) dan sebagai penambah data yang diperoleh dari kuesioner.

JENIS-JENIS WAWANCARA


  1. Wawancara Pendahuluan, wawancara jenis ini, tidak ada sistematika tertentu, tidak terkontrol, informal, terjadi begitu saja, tidak diorganisasi atau terarah. Dalam riset kualitatif, jenis wawancara ini berguna dalam upaya menciptakan kepercayaan informan pada periset.
  2. Wawancara Terstruktur, wawancara jenis ini dikenal juga sebagai wawancara sistematis atau wawancara terpimpin. Pertanyaan yang akan diajukan kepada responden sudah disusun secara sistematis, biasanya mulai dari yang mudah menuju yang lebih kompleks. Wawancara jenis ini biasanya digunakan pada riset kuantitatif, misalnya survei sebagai data tambahan pertanyaan dalam kuesioner.
  3. Wawancara Semistruktur, wawancara jenis ini mempunyai daftar pertanyaan tertulis tetapi memungkinkan untuk menyakan pertanyaan-pertanyaan secara bebas. Yang terkait dengan permasalahan. Wawancara ini dikenal dengan wawancara terarah atau wawancara bebas terpimpin. Artinya wawancara dilakukan secara bebas, tapi terarah dengan tetap berada pada jalur pokok permasalahan yang akan ditanyakan dan telah disiapkan terlebih dahulu.
  4. Wawancara Mendalam (Depth Interview), wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam. Wawancara ini dilakukuan denga frekuensi tinggi (berulang-ulang) secara intensif. Wawancara jenis ini menjadi alat utama pada riset kualitatif yang dikombinasikan dengan observasi partisipan.


KEY INFORMAN DAN INFORMAN

Dalam wawancara dengan jenis riset kualitatif responden biasa disebut dengan informan. Informan adalah seseorang atau anggota kelompok yang diriset yang diharapkan mempunyai informasi penting. Selain itu, ada juga yang disebut key informan. Ruslan (2006: 261) menjelaskan dalam daftar istilah Metode

Penelitian, key informan yaitu orang utama yang merupakan kunci diharapkan menjadi narasumber informasiatau informan kunci dalam suatu penelitian

KARAKTERISTIK WAWANCARA MENDALAM

  1. Digunakan untuk subjek yang sedikit atau bahkan satu dua orang saja. Berbeda dengan riset kuantitatif yang mensyaratkan sampel harus dapat mewakili populasi.
  2. Menyediakan latar belakang secara detail mengenai alasan informan memberikan jawaban tertentu.
  3. Wawancara mendalam memperhatikan bukan hanya jawaban verbal informan, tetapi juga observasi yang panjang mengenai respons-respons non verbal informan.
  4. Wawancara mendalam biasanya dilakukan dalam waktu yang lam dan berkali-kali
  5. Memungkinkan memberikan pertanyaan yang berbeda atas informan yang satu dengan yang lain
  6. Wawancara mendalam dipengaruhi iklim wawancara (keakraban pewawancara dengan informan)


RISET KEPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI


Riset Kepustakaan
Menurut Supranto dalam Ruslan (2004:31), mendefinisikan riset kepustakaan adalah mencari data atau riset melalui membaca jurnal ilmiah, buku-buku referensi, dan bahan-bahan publikasi yang ada di perpustakaan.

Dokumentasi
Kriyantono (2006:116) menjelaskan Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data, yang bertujuan untuk menggali data-data masa lampau secara sistematis dan objektif.

Dokumentasi bisa berbentuk dokumen publik dan dokumen privat.

  1. Dokumen Publik: berita –berita surat kabar, transkip acara televisi dan lainnya.
  2. Dokumen Privat: memo, surat pribadi, catatan telpon dll.
Metode Pengumpulan Data Kualitatif - Riset Humas "