Merumuskan Strategi Taktik & Anggaran Kampanye

 MERUMUSKAN STRATEGI TAKTIK
& ANGGARAN KAMPANYE

Strategi & Tatik - 2 hal yang berbeda namun kita terkadang sukar untuk menjelaskanya, dalam kaitanya dengan Strategi Kampanye, Strategi & taktik ini biasanya dirumusakan saat Membuat Perencanaan Kampanye dimana dalam perumusan strategi ataupun takti ini biasanya adalah hal yang vital dan menentukan keberhasilan suatu kampanye.

Mengingat pentingnya membuat rumusan strategi taktik dalam sebuah kampanye kali ini Dunia Public Relations ingin membahasnya Merumuskan strategi taktik & Anggaran Kampanye.
Baca juga :

PENGERTIAN STRATEGI

Menyusun strategi untuk suatu kampanye adalah bagian tersulit dari proses perencanaan. Jika strategi yang diterapkan tepat maka segalanya akan berjalan dengan lancar. Strategi seperti perencanaan berlaku untuk semua program maupun kegiatan-kegiatan tunggal. Strategi menjadi penting karena memberikan fokus terhadap usaha yang dilakukan, yang membantu untuk mendapatkan hasil serta melihat jauh kedepan.

Menurut Anne Gregory, strategi adalah pendekatan keseluruhan untuk suatu program atau kampanye. Strategi adalah faktor pengkoordinasi, prinsip yang menjadi penuntun, ide utama dan pemikiran dibalik program taktis.

Strategi ditentukan oleh masalah yang muncul dari analisis situasi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Strategi tidak sama dengan tujuan dan muncul sebelum taktik.Contoh yang dapat membedakan antara tujuan, strategi dan taktik
Merumuskan, Strategi, Taktik, Anggaran, Kampanye
 Tujuan : mengubah gambaran masyarakat simponi agar masyarakat biasa merasa nyaman menghadiri konser
  • Strategi : Menyiapkan kampanye media & Iklan
  • Taktik :
    • Membuat rilis berita tentang konser PSA untuk radio tentang konser
    • Membuat iklan di surat kabar lokal membuat iklan di stasiun radio lokal membuat iklan untuk televisi
Strategi adalah bagaimana kita akan mencapai tujuan dan taktik apa yang akan digunakan. Strategi secara umum biasanya ditetapkan oleh pihak manajemen.

Menurut David Aaker ( Yosal Iriantara) menyatakan bahwa suatu strategi harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
  1. Responsif terhadap lingkungan
  2. Memanfaatkan keunggulan kompetitif
  3. Konsisten dengan keseluruhan strategi lain yang dimiliki
  4. Memberikan fleksibelitas yang memadai bagi organisasi
  5. Sesuai dengan misi dan objektif jangka panjang organisasi.
  6. Layak untuk dijalankan.
Sedangkan Quinn ( Yosal Iriantara. hal. 90) menyatakan kreteria strategi yang efektif mencakup beberapa hal berikut ;
  1. Objektif yang jelas dan menentukan;
  2. Memelihara Inisiatif
  3. Konsentrasi.
  4. Fleksibilitas;
  5. Kepemimpinan yang memiliki komitmen dan terkoordinasi.
  6. Kejutan
  7. Keamanan.
Ada tiga pendekatan yang dapat dipergunakan dalam menyusun strategi organisasi, yaitu;
  1. Pendekatan skenario; yang mendiskripsikan sejumlah gambaran tentang organisasi pada masa depan untuk keudian dipilih gambaran yang dipandang sesuai.
  2. Pendekatan Permasalahan Kritis: Yang mengumpulkan sejumlah permasalahan kritis yang teridentifikasi melalui analisis situasi. Lalu menyusunnya berdasarkan tingkat kerawanannya. Selanjutnya dipilih solusi yang paling baik.
  3. Pendekatan sasaran : Awalnya ditetapkan sasaran oragnisasi dimasa depan selanjutnya baru ditetapkan strategi untuk mencapainya
Dari Strategi ke Taktik Program Kampanye
Tidak dapat dipungkiri bahwa taktik harus dikaitkan dengan strategi secara jelas. Ketika mengembangkan program taktis maka seluruh kekuatan kreativitas harus dikembangkan, dengan memperhatikan faktorfaktor berikut (Anne Gregory);
  • Gunakan strategi untuk memandu brainstorm
  • Tolak kegiatan nonstrategik
  • Hubungkan taktik dengan strategi dan strategi dengan tujuan.
  • Uji taktik setiap kali ada kesempatan.
Ada hal yang perlu diingat. Jika anda telah memikirkan strategi dengan cermat dan strategi tersebut adalah paling tepat, anda harus selalu mengubah taktik sebelum anda mengubah strategi. Review terhadap strategi merupakan langkah penting. Jika program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya maka mungkin anda telah melakukan kesalahan di tingkat taktis.

Suatu program dengan tujuan dan publik yang bermacam-macam akan membutuhkan teknik yang bermacam-macam pula. Salah satu cara melihat program PR adalah dengan menganggapnya sebagai program yang mengandung pesan “mengontak dan yakinkan”.
  1. Identifikasilah dan mengontak publik yang relevan
    Kegiatan ini tentunya terkait dengan penyeleksian publik dan pemilihan jalur komunikasi yang akan digunakan untuk menghubungi mereka.
  2. Meyakinkan khalayak sasaran melalui kekuatan pesan komunikasi yang diluncurkan bahwa mereka harus berpikir, mempercayai atau bertindak dengan cara tertentu.
  3. Teknik yang digunakan dalam program kontak harus dapat menjangkau publik sasaran dengan jumlah yang memadai dan mampu menyampaikan pesan dengan mengakibatkan dampak yang cukup sehingga dapat mempengaruhi mereka.
PR tentu dapat memilih teknik-teknik public relations yang tepat sesuai dengan permasalahan dan tujuan yang hendak dicapai dalam program kampanye. Kampanye yang berbeda membutuhan taktik yang berbeda pula. Ada dua cara yang dipergunakan oleh PR dalam memilih dari sekian banyak teknik yang ada dan yang cocok dipergunakan dalam suatu program yaitu:

  1. Kecocokan (appropriateness)
    Yaitu berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan:
    Apakah teknik yang digunakan dapat menjangkau publik sasaran ?
    Apakah teknik tersebut akan menghasilkan dampak yang diinginkan ?
    Apakah itu merupakan teknik yang dapat dipercaya dan berpengaruh dalam pengiriman pesan yang ingin disampaikan ?
    Apakah pesan dapat diterima dengan menggunakan teknik tersebut?
    Apakah cocok juga digunakan dengan pesan ?
    Apakah juga cocok digunakan bersama dengan alat Komunikasi lainnya yang digunakan organisasi ?
     
  2. Pelaksanaan (deliverability) apakah kita dapat menerapkan teknik yang dipilih tersebut dengan baik, apakah sesuai dengan anggaran yang ada dan dapat diselesaikan dalam waktu yang elah ditetapkan?. Apakah anda memiliki orang-orang yang tepat dengan keahlian yang tepat pula untuk mengimplementasikan teknik tersebut.

ANGGARAN KAMPANYE


Pos-pos pendanaan (biaya) yang dapat digunakan pada hampir semua jenis kampanye yang relatif sudah menjadi standar ( Simmons, dikutip adari Antar Venus) adalah :
  • Personal inti (key personal) = Para adminsitrator = Staff dan tenaga baru yang diproyeksikan.
  • Temporary employess = Orang yang bekerja secara penuh waktu melakukan pekerjaan staff untuk waktu-waktu tertentu saja atau tenaga paruh waktu yang digunakan untuk membantu tugas staff.
  • Tenaga kerja kontrak = yaitu tenaga yang dikontrak untuk jangka waktu tertentu misalnya konsultan, peneliti dan penulis naskah.
  • Tunjangan Tambahan = yaitu berbagai tunjangan yang secara hukum harus diberikan kepada tenaga kerja , mis. Asuransi kesehatan
  • Jasa Produksi = Yaitu berbagai macam produksi khusus yang tidak bisa dilaksanakan sendiri dan harus dikerjakan oleh pihak lain, misalnya produksi iklan televisi.
  • Jasa Pemeliharaan = Berkaitan dengan jasa peneliharaan dan perbaikan peralatan kampanye , seperti komputer, video atau LCD
  • Materi daur ulang = yaitu benda-benda yang secara total habis digunakan dan tak bisa digunakan lagi setelah kampanye misal kertas
  • Benda-benda modal = Berupa mesin ketik, komputer, mesin fax, filecabinet dan benda-benda lain yang tetap dapat digunakan setelah kampanye selesai.
  • Biaya media = Biaya untuk penggunaan media baik meia elektronik maupun cetak
  • Biaya distribusi = adalah biaya yang digunakan untuk mendistribusikan berbagai materi seperti biaya mengirim surat dan biaya pengiriman proposal.
  • Biaya transportasi = yaitu biaya yang digunakan untuk bepergian para tenaga kerja dalam melaksanakan tugas.
  • Biaya komunikasi =  biaya yang digunakan untuk penggunaan media komunikasi selama masa kampanye
  • Sewa tempat = Biaya yang dianggarkan untuk menyewa tempat untuk pelaksanaan kegiatan
  • Entertainment = Makan siang atau makan malam untuk para pekerja, jasa katering untuk rapat serta kebutuhan lain yang dapat menghibur dan memberikan kesengan pada pekerja.
  • Biaya tak terduga (contingency reserve) = Dana untuk keperluan tidak terduga berkisar antara 5 hingga 15 % dari total biaya keseluruhan.
Dengan demikian, anggaran adalah satu hal yang esensial bagi setiap perencanaan. Menurut Lattimore (2010:138) dalam membuat anggaran untuk suatu program kampanye PR, yang biasa digunakan adalah anggaran “zero-based” yakni perencanaan anggaran yang dibangun dengan memasukkan semua biaya spesifik yang diperlukan dalam menyelesaikan proyek.

Dalam hal ini, anggaran dipersiapkan dengan menggunakan model tiga langkah, yaitu:
  1. Membuat daftar semua sumber daya yang diperlukan, seperti orang, waktu, material, dan peralatan.
  2. Membuat estimasi seberapa besar sumber daya ini akan dipergunakan;
  3. Menetapkan biaya dari sumber daya tersebut. 
" Merumuskan Strategi Taktik & Anggaran Kampanye "