Mengenal bagian-Bagian (Anatomi) Kamera & Jenis-jenis Lensa - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, February 11, 2017

Mengenal bagian-Bagian (Anatomi) Kamera & Jenis-jenis Lensa

MENGENAL ANATOMI KAMERA & JENIS-JENIS LENSA

Anatomi Kamera - Kamera adalah alat utama dalam dunia Fotografi, seorang Fotografer yang profesional, untut untuk menguasai Tekhnik Forografi dia juga dituntut untuk mengenal bagian-bagian dari kamera karena mustahil kita bisa menguasai teknik tanpa mengenal alat yang kita gunakan.

Mengingat pentingnya memahami bagian-bagian (Anatomi) kamera dalam dunia Fotogari kali ini, Dunia Public Relations ingin menelaah tentang bagian-bagian kamera.
 

ANATOMI KAMERA SLR 35M


Keterangan Anatomi
  • Tombol pelepas rana adalah tombol untuk melakukan pengambil gambar apabila kita telah mengokang kamera melalui tuas pengokang.
  • Selektor Kecepatan Rana mengatur seberapa lama satu bingkai film terkena cahaya dalam satu per sekian detik. Angka – angka yang tertera diatasnya melambangkan satuan pecahan tadi, yaitu I (I/I detik) hingga 2000 (1/2000 detik) atau lebih (dan juga bisa kurang) tergantung dari merk dan tipe masing – masing kamera.Skala kecepatan rana biasanya ditandai dengan angka (1,2,4,8,15,30,60,125,250,500,1000,2000 dan 4000).
  • Lubang Neckstrap adalah lubang tempat mengikatkan tali pengaman yang biasanya disampaikan ke leher agar kamera tidak jatuh.
  • Tuas penangguh waktu dengan kata selftimer. Berfungsi untuk menunda waktu (sekitar 02 – 10 detik).
  • Tuas pengamat ruang tajam adalah fasilitas untuk mengetahui seberapa luas ruang tajam yang kita peroleh dari setiap bukaan diafragma lensa yang digunakan.
  • Cermin refleks berfungsi untuk memantulkan cahaya yang diterimanya melalui lensa ke prisma penta yang ada diatasnya untuk diteruskan ke mata fotografer melalui viewfinder.
Keterangan Anatomi
Indeks kecepatan rana menunjukkan kecepatan rana yang telah diset. Selektor ASA/ISO berfungsi untuk “memberitahukan” kamera mengenai seberapa sensitif film yang digunakan terhadap cahaya (makin tinggi ASA/ISO sebuah film, makin tinggi sensitivitasnya terhadap cahaya dan kebalikannya)
Baca juga :
Pentaprisma disebut juga “atap kamera”. Di bawahnya terapat prisma penta (pentaprisma.pentaprism) yang berfungsi untuk memantulkan gambar menuju lubang pengamat (viewfinder).

Keterangan Anatomi
  • Dudukan Lensa (Bayonet) berfungsi untuk meneguhkan lensa yang terpasang pada kamera. Dudukan lensa yang umum sekarang adalah yang bersistem bayonet yang hanya membutuhkan sepertiga hingga setengah putaran untuk memasang lensa.
  • Tombol pelepas rana adalah tombol untuk melepaskan kunci pada dudukan bayonet agar anda dapat membuka dan mengganti lensa.
  • Tuas penggulung film adalah apabila film di dalam kamera telah habis terpakai seluruhnya, penggulung balik (rewind) film kembali ke dalam tabung nya dilakukan dengan memutar – mutar tuas ini searah jarum jam hingga film tergulung seluruhnya kembali ke dalam tabung.
  • PC Contact atau kontak lampu via kabel. Digunakan bila kita menggunakan lampu kilat studio atau bila kita ingin meletakkan lampu kilat di tempat yang berbeda dari kamera sehingga untuk menyalakannya dibutuhkan kabel penghubung yang dihubungkan ke kamera melalui PC Contact tadi.
  • Viewfinder atau pembidik, merupakan jendela pengamat guna melakukan pemfokusan terhadap obyek yang akan difoto.
  • Hotshoe atau dudukan lampu kilat pada atap kamera yang berfungsi sebagai kontak untuk menyalakan lampu kilat yang dipasang pada atap kamera.
  • Tuas pengokang untuk menarik film yang sudah terkena cahaya dan menyiapkan frame berikutnya. 

Anatomi Kamera SLR Digital


Keterangan Anatomi
Ada beberapa persamaan antara Anatomi kamera digital Analog dan Digital. Namun beberapa yang membedakan disini seperti :
  • Terminal kabel data adalah tempat untuk menghubungkan kamera dengan komputer, printerdan perangkat – perangkat lain.
  • Lampu Kilat (Flash Body) adalah lampu kilat bawaan yang terpasang pada atap kamera.
  • CCD (Charge Couple Device) adalah media perekam gambar berupa digital.
  • ISO pada kamera digital dapat diatur secara digital. Lain halnya dengan kamera analog yang dimana ISO mengikuti spesifikasi film fillm yang digunakan. 

‘Film’ Digital

CCD sebagai media perekam gambar.
Cara Kerja :
Begitu sebuah sensor digital menerima cahaya (gambar) yang terfokuskan padanya. CCD mengubah cahaya menjadi sinyal – sinyal listrik yang memuat data mengenai terang dan gelap (kontras) yang terdiri dari tiga warna dasar (Merah, Hijau, Biru) / RGB. Data ini yang kemudian disimpan dalam media penyimpanan (memori), baik internal, eksternal maupun dalam bentuk media yang dapat ditukar pakai (removable media).
Film Digital (Lanjutan)
Dengan mengambil perbandingan referensi dari film, dapat dipahami
bahwa film berfungsi sebagai “Sensor” penangkapan (perekaman) gambar sekaligus sebagai media penyimpanan.

Berlainan dengan kamera digital yang dimana sensor penangkapan gambar dan media penyimpanan meruakan dua hal yang berbeda.

MENGENAL JENIS-JENIS LENSA


Ada dua jenis Lensa pada kamera :
  • Lensa Fix (Tunggal / Prime Lens)
    Lensa jenis ini memiliki pembesaran gambar dan sudut pandang yang tidak dapat diubah – ubah. Lensa dengan ukuran jarak lensa (Focal Length) 14 mm f/2,8, 50 mm f/1,8 dan 400 mm f/2,8
     
  • Lensa Zoom (Zoom Lens / Vario)
    Sebuah lensa disebut sebagai lensa zoom apabila pembesaran gambar dan sudut pandanganya dapat diubah – ubah tanpa harus mengganti – ganti lensa. Contoh : 18 – 35 mm f/3,5-4,5, 28 – 70 mm f/2,8 dan 70 – 300 mm f/4-5,6
 Khusus mengenai lensa – lensa tunggal dibagi – bagi lagi ke dalam beberapa kategori :
  • Lensa normal. Lensa yang mempunyai sudut pandang yang kurang lebih sama dengan mata manusia (±45º) dan mempunyai panjang fokus sekitar 50 m (45 – 58 mm) pada kamera format 135.
  • Lensa Sudut Lebar (wide angle). Cakupan lensa yang lebih lebar dari lensa normal (lebih dari 45º).(10 – 58 mm)
  • Lensa Telephoto (tele). Lensa yang memperbesar dan mendekatkan objek serta menyempitkan sudut pandang (panjang fokus lebih besar 50º) disebut dengan lensa tele.(70 – 300 mm).

A. Lensa Makro
Mempunyai kemampuan pembesaran gambar lebih daripada lensa lain. Biasanya banyak digunakan untuk memotret benda – benda atau binatang kecil (contoh : serangga).  Panjang fokus umum yang dipakai adalah dari 50 mm, 105 mm hingga 200 mm).

B. Lensa PC (Perspective Correction)
Banyak digunakan dalam pemotretan arsitektur. Bagian depan lensa ini dapat “diangkat” ataupun “Digeser” untuk mengoreksi perspektif.
C. Lensa Fisheye
Dipakai untuk kepentingan khusus tanpa menghiraukan distorsi (penyimpangan) yang akan ditimbulkannya. Biasanya lensa ini digunakan untuk pengambilan gambar pemandangan dan situasi

Focal Length

Focal Length atau biasa dikenal sebagai sudut jangkauan jarak lensa. Rumusan dari ukuran jarak lensa ini “Semakin besar angka pada lensa, maka jarak lensa nya semakin meyempit. Sementara itu apabila angka pada jarak lensa semakin kecil, maka jarak yang bisa ditangkap lensa akan semakin luas / lebar (Wide)”

Sudut Jangkauan Jarak Lensa (Focal Length)

" Mengenal Anatomi Kamera & Jenis-jenis Lensa "

No comments:

Post a Comment