Memahami Orang Lain dalam Komunikasi Antar Pribadi

MEMAHAMI ORANG LAIN
DALAM KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Memahami Orang Lain - Merupakan upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka menjalin hubungan yang baik dimana pemahaman ini bisa terjadi berkat komunikasi yang saling terbuka antara masing-masing individu. Dari keterbukaan inilah hubungan antar individu menjadi berlandaskan atas saling pengertian

Menelisik lebih dalam mengenai pemahaman tentang orang / individu lain, kali ini Dunia Public Reations ingin membahas mengenai " Memahami Orang Lain dalam Komunikasi Antar Pribadi "



MEMAHAM ORANG/INDIVIDU LAIN


  • Untuk dapat berkomunikasi secara efektif, kita berharap dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita. Kita menginginkan orang lain memiliki penilaian yang baik mengenai diri kita, paling tidak memiliki kesan bahwa kita konsisten dengan tujuan kita berkomunikasi kepadanya
  • Jadi kewajiban kita ketika berkomunikasi adalah memberikan informasi kepada orang lain, melalui perilaku kita, agar dapat digunakan untuk mempersepsi diri kita sesuai dengan yang kita harapkan.
  • Mengenali partisipan komunikasi dilakukan dalam rangka mencapai dua tujuan, yakni …
  1. Mengurangi ketidakpastian (uncertainty reduction)
  2. Perbandingan sosial (sosial comparison) Persepsi terhadap orang lain
Menurut Steve Ducks (1977), dalam proses mempersepsi perilaku orang lain akan membantu tiga hal, yakni :
  1. Perilaku mungkin akan terasa menyenangkan
  2. Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membentuk kesan
  3. Memberikan perkiraan mengenai kelanjutan hubungan
Tiga informasi penting dalam melakukan persepsi terhadap orang lain, yaitu :
  1. Tujuan orang tersebut mempersepsi tujuan orang lain memiliki arti:
    - Sebagai mekanisme proteksi. Kita ingin mengetahui harapan melalui komunikasi yang dilakukan
    - Mengevaluasi kesungguhan atau akurasi dari penampilan
  2. Kondisi internal (psikologis). Mengamati kondisi internal orang lain melalui pengamatan terhadap perilakunya, lalu menyimpulkan sikap, keyakinan, dan nilai.
  3. Kesamaan dengan orang tersebut.
Adanya kesamaan akan mendorong rasa saling menyukai.
Tiga proses kognitif yang terjadi dalam mempersepsikan
  1. Implicit personality theory
  2. Persepsi atribusi
  3. Response Sets
Upaya memahami orang lain menyangkut proses psikologi

01. Implicit Personality Theory

  • Menggunakan impilicit personality berarti berusaha memahami individu tertentu dengan menempatkan ciri-ciri individu tersebut ke dalam suatu kerangka pemahaman.
  • Mengasumsikan orang sebagai psikoloq amatir, yang menggunakan perangkat psikologis untuk mempersepsi orang lain

Proses Atribusi

  • Proses intrapribadi yang menempatkan penyebab atau pengendali atas suatu peristiwa kepada seseorang atau sesuatu
  • Proses persepsi ini menempatkan “locus of control” kepada seseorang (dispositional) atau kepada konteks (situasional). Sebagai bentuk proteksi, kita biasanya memandang diri kita sendiri dalam pengertian situasional. Yaitu kita cenderung menimpakan perilaku kita yang tidak disukai kepada situasi, bukan kepada diri kita sendiri.
Proses atribusi memiliki tiga arti penting, yaitu :
  • Membantu untuk menyusun penjelasan mengenai suatu kejadian dengan menggunakan pola-pola.
  • Secara relatif akurat menggambarkan hubungan antara kondisi psikologis dengan perilaku.
  • Mempengaruhi hasil dari hubungan antar pribadi dan meningkatnya hubungan juga akan mempengaruhi proses atribusi. 

Response Sets

  • Merupakan predisposisi tertentu yang dilakukan untuk menanggapi orang lain.
  • Response sets yang umum digunakan adalah halo effect dan leniency effect.
  1. Halo effect
    Terasa bila kita terlalu menggeneralisir perilaku orang dalam situasi tertentu kepada situasi lain yang sama sekali belum diketahui. Misalnya, orang yang sering terlambat akan kita simpulkan bahwa ia berperilaku sama dalam berbagai hal.
  2. Leniency effect
    Adalah respon dimana kita membiarkan hubungan mempengaruhi persepsi kita terhadap orang lain. Misalnya, kita terlalu mentolerir perilaku orang lain yang secara umum dianggap kurang baik.
Perilaku terhadap orang lain dapat dijelaskan lewat beberapa konsep, yaitu
  1. Impression management.
    Setiap sehari-hari terlibat orang dalam kehidupan dalam “memerankan” dirinya kepada orang lain. (Erving Goffman,1963).

    Impression management memandang komunikasi antar pribadi sebagai sebuah drama atau sandiwara dan merupakan perilaku yang lebih diarahkan oleh orang lain daripada diri kita.
  2. Rhetorical sensitivity .
    Rod Hart dan Don Burks (1972), peka terhadap diri sendiri, situasi, terutama peka terhadap orang lain. 
Lima karakteristik rhetorical sensitivity, yaitu :
  1. Menerima kompleksitas pribadi.
  2. Menghindari sifat kaku/keras dalam berkomunikasi dengan orang lain.
  3. Mengimbangi kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain.
  4. Sadar akan mengkomunikasikan atau tidak sesuatu dalam situasi berbeda.
  5. Sadar suatu pesan dapat dikemukakan melalui berbagai cara.

Attribution theory.

Menanggapi dengan suatu cara yang secara jelas menunjukkan makna tertentu terhadap perilaku orang lain. Teori ini dikembangkan dalam psikologi sosial sebagai cara menangani pertanyaan persepsi sosial.

THEORI attribution dipandang sebagai relevan untuk mempelajari persepsi orang, persepsi peristiwa, peristiwa, perubahan sikap, perolehan pengetahuan diri, intervensi terapi, dan masih banyak lagi. (Ross dan Fletcher, 1985).

" Memahami Orang Lain dalam Komunikasi Antar Pribadi "