Memahami Komunikasi Antar Budaya - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, February 4, 2017

Memahami Komunikasi Antar Budaya

MEMAHAMI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA


Komunikasi Antar Budaya - Meski manusia hidup berddampingan tetapi dalam tatanan kehidupan manusia memiliki sistem yang kompleks berkenaan dengan manusia memenuhi keseharianya. Didalam hidupnya manusia tidak bisa lepas dari Komunikasi sperti dalam komunikasi antar budaya dimana individu-individu dari tiap-tiap sub budaya melakukan proses pertukaran indormasi ataupun komunikasi
 
Pada kesempatan kali ini Dunia Public Relations ingin menelaah mengenai Komunikasi Antar Budaya, mencakup definisi, tujuan dan juga manfaat.
Baca juga :

DEFINISI KOMUNIKASI AINTAR BUDAYA

 
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaannya, misalnya antara suku bangsa, etnik, ras, dan kelas sosial. (Larry A. Samovar dan Richard E. Porter)

Komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia, dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok. (Guo-Ming Chen William J. Starosta)
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antarsuku bangsa, antaretnik dan ras, antarkelas sosial. (L. Rich dan Dennis M. Ogawa dalam buku Larry A. Samovar dan Richard E. Porter Intercultural Communication, A Reader)

Samovar dan Porter juga mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi di antara produser pesan dan penerima pesan yang latar belakang kebudayaannya berbeda.
Charley H. Dood mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi dan kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta.

Komunikasi antarbudaya menelaah elemenelemen kebudayaan yang sangat mempengaruhi interaksi ketika anggota dari dua kebudayaan yang berbeda berkomunikasi. Komunikasi antarbudaya terjadi ketika pesan yang harus ditangkap dan dipahami, diproduksi oleh anggota dari suatu budaya tertentu diproses dan dikonsumsi oleh anggota dari budaya yang lain. Jadi, komunikasi antarbudaya dapat didefinisikan sebagai komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan. (Liliweri, 2004: 9)
 

DIMENSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA


Dalam mencari kejelasan dan mengintegrasi berbagai konsep kebudayaan dalam komunikasi antarbudaya, terdapat tiga dimensi yang perlu diperhatikan, yaitu:
  1. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari para partisipan
  2. Konteks sosial dimana terjadinya proses komunikasi antarbudaya
  3. Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan komunikasi antarbudaya baik secara verbal dan nonverbal.
Dimensi pertama dalam komunikasi antarbudaya merujuk pada bermacam tingkatan lingkup dan kompleksitas organisasi sosial. Dimensi kedua dalam komunikasi antarbudaya merujuk pada konteks sosial komunikasi antarbudaya yang meliputi organisasi, pendidikan, akulturasi imigran, difusi inovasi, dan lain sebagainya.
 
Pada dasarnya komunikasi didalam semua konteks sosial memiliki persamaan dalam unsur-unsur dasar dan proses komunikasi, namun dengan pengaruh kebudayaan yang tercakup dalam latar belakang pengalaman individu membentuk pola persepsi, pemikiran, penggunaan pesan verbal dan perilaku nonverbal dan hubungan yang ada didalamnya.
 
Dimensi ketiga berkaitan dengan saluran komunikasi. Saluran tersebut dibagi atas saluran antarpribadi/perorangan dan media massa. Bersama dengan dua dimensi sebelumnya, dimensi ketiga ini mempengaruhi proses dari hasil keseluruhan proses komunikasi antarbudaya. Ketiga dimensi ini dapat digunakan secara terpisah maupun bersamaan (Senjaya, 2007:7.12-7.14).
 

Memahami Timbal Balik Komunikasi dan Kebudayaan

Meskipun komunikasi dan kebudayaan merupakan dua konsep yang berbeda, namun eksistensinya tidak dapat dipisahkan. Dalam pengertian terjadi hubungan timbal balik antara komunikasi dan kebudayaan. Mulyana (2004:14) mengelaborasi hubungan dialektikal antara komunikasi dengan budaya ini sebagai berikut: 
“Budaya dan komunikasi berinteraksi secara erat dan dinamis "
Inti budaya adalah komunikasi, karena budaya muncul melalui komunikasi. Akan tetapi pada gilirannya budaya yang tercipta pun mempengaruhi cara berkomunikasi anggota budaya yang bersangkutan. Hubungan antara budaya dan komunikasi adalah timbal balik. Budaya takkan eksis tanpa komunikasi dan komunikasi pun takkan eksis tanpa budaya”. Secara lebih spesifik, hubungan timbal balik antara komunikasi dan kebudayaan tersebut dapat dijelaskan berikut ini :
  1. Bangsa Indonesia terdiri dari puluhan bahkan ratusan suku, dan setiap suku tersebut memiliki kebudayaan yang berbeda. Nilai-nilai budaya tersebut pada dasarnya mengendalikan perilaku manusia (penganut budaya tersebut) termasuk perilaku dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya tersebut melalui sarana media, atau perilaku komunikasi.
  2. Berbagai peraturan, norma dan etika yang mengikat suatu masyarakat (komunitas) perlu dipelajari secara bersama, apalagi jika dalam komunitas tersebut terdiri dari orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda.
Memahami Budaya Melalui Komunikasi Dan Berkomunikasi Dilandasi Budaya Memahami budaya dengan segala kompleksitasnya tidak mungkin tanpa menggunakan proses komunikasi. Budaya disosialisasikan dan diwariskan melalui proses komunikasi baik menggunakan bahasa verbal maupun nonverbal. Hal ini terkait dengan fungsi komunikasi sebagai alat sosialisasi. Alat sosialisasi diartikan sebagai sosialisasi unsur-unsur kebudayaan atau wujud kebudayaan (ide, sistem sosial, benda).
 
Prinsip Homofili dan Heterofili dalam Komunikasi antar Budaya
Homofili adalah derajat persamaan dalam beberapa hal tertentu seperti keyakinan, nilai, pendidikan, status sosial dan lain-lain, antara pasangan-pasangan individu yang berinteraksi. (Rogers dan Kincaid, 1981 : 127).
 
Perasaan-perasaan ini memungkinkan untuk tercapainya persepsi dan makna yang sama pula terhadap sesuatu objek atau peristiwa. berdasarkan prinsip homofili, orang cenderung untuk berinteraksi dengan individuindividu lain yang serupa dalam hal karekteristikkarekteristik sosial dengannya.
 
Dodd ( 1982 : 168-17) membuat klasifikasi tentang dimensi-dimensi homofili kedalam:
  1. Homofili dalam Penampilan.
  2. Homofili dalam Latar belakang.
  3. Homofili dalam Sikap.
  4. Homofili dalam Nilai.
  5. Homofili dalam Kepribadian.
Heterofili adalah derajat perbedaan dalam beberapa hal tertentu antara pasangan-pasangan individu yang berinteraksi. Perbedaan kebudayaan dan gaya-gaya komunikasi berpotensi untuk menimbulkan masalahmasalah dalam KAB. Tetapi tidak saja perbedaan, melainkan juga lebih penting lagi, kesulitan untuk
mengakui perbedaan yang menyebabkan masalah serius dan mengancam kelancaran KAB. Maka kesadaran akan variasi kebudayaan, ditambah dengan kemauan untuk menghargai variasi tersebut akan sangat mendorong hubungan antar kebudayaan.

" Memahami Komunikasi Antar Budaya "

No comments:

Post a Comment