Memahami Hubungan Antar Pribadi - KAP

MEMAHAMI HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
KAP

Patel (Reardon, 1987 : 159) bahwa hubungan antarpribadi dalam keluarga dan tempat kerja yang penuh stress dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terserang hipertensi.  Sebaliknya pasangan suami istri yang saling mencintai dan mereka yang memiliki jaringan teman yang menyenangkan cenderung terhindar dari hipertensi.

Orang memerlukan hubungan antarpribadi terutama untuk dua hal :
  1. Perasaan (attachment) Mengacu pada hubungan yang secara emosionil intensif.
  2. Ketergantungan (dependency) Mengacu pada instrumen perilaku antar pribadi, seperti membutuhkan bantuan, persetujuan, untuk mempertahankan kepentingan hidup.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah, jenis, dan kualitas hubungan yang direncanakan atau tidak direncanakan adalah ;
  • Status sosial ekonomi.
  • Umur.
  • Gender.


TEORI-TEORI PENGEMBANGAN HUBUNGAN


Pemahaman mengenai hubungan merupakan aspek penting dari studi tentang komunikasi antar pribadi karena hubungan berkembang dan berakhir melalui komunikasi.


Self disclosure

Proses pengungkapan diri kepada orang lain atau sebaliknya. Sidney Jourard (1971) mengatakan, sehat tidaknya komunikasi antar pribadi tergantung keterbukaan yang terjadi dalam komunikasi.
Baca juga :
Self disclosure terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit informasi tentang diri diungkapkan kepada orang lain.  Prosesnya dipengaruhi oleh respon orang lain/partner bicara dan saling tergantung satu sama lain. Maksudnya, ketika kita membuka diri kepada orang lain dan mendapatkan respon yang positif dari orang tersebut, maka proses tersebut akan berlanjut. 

Dan, semakin banyak kita membuka diri kepada orang lain, maka orang tersebut pun akan semakin membuka diri kepada kita, sehingga tercapai suatu keakraban.

Bawang merah (onion) digunakan sebagai analogi untuk menjelaskan bagaimana orang melalui interaksi saling mengelupas lapisan-lapisan informasi mengenai diri masingmasing.

Lapisan luar berisi informasi superfisial, seperti nama, alamat, dan umur. Sementara, lapisan dalam berisi informasi tentang kepribadian.

Social Penetration

Altman dan Taylor (1973) mengemukakan, model perkembangan hubungan, yaitu proses dimana orang saling mengenal satu dengan lainnya. Proses penetrasi sosial bertahap, yaitu mulai dari komunikasi basa-basi, hingga lebih pribadi (akrab). Orang akan menggunakan persepsi untuk menilai keseimbangan antara upaya daTn ganjaran (costs and rewards).

Bawang merah (onion) digunakan sebagai analogi untuk menjelaskan bagaimana orang melalui interaksi saling mengelupas lapisan-lapisan informasi mengenai diri masingmasing. Lapisan luar berisi informasi superfisial, seperti nama, alamat, dan umur. Sementara, lapisan dalam berisi informasi tentang kepribadian.


Process View (Steve Duck; 1985)

Teori pandangan proses ini menganggap bahwa kualitas dan sifat hubungan dapat diperkirakan hanya dengan mengetahui atribut masing-masing sebagai individu dan kombinasi antara antributatribut tadi.

Social Exchange (Thibaut & Killey)

Teori ini menelaah bagaimana kontribusi seseorang dalam suatu hubungan mempengaruhi kontribusi orang lainnya. Orang mengevaluasi hubungannya dengan orang lain mempertimbangkan konsekuensinya.

Tahap – tahap dalam Perkembangan hubungan
  1. Inisiasi
  2. Eksperimen
  3. Intensifikasi
  4. Integrasi
  5. Ikatan
Inisiasi
Mencakup percakapan singkat dan saling memberi salam. 

Eksperimen
Masing-masing akan mulai mengungkap informasi mengenai partnernya (saling menjajaki dan membantu mengungkap persamaan atau perbedaan kepentingan).

Intensifikasi
Melibatkan penyelidikan yang lebih mendalam pada kepribadian masing-masing.

Integrasi
Menciptakan rasa bersama, dimana keduanya bertindak sebagai suatu unit bukan sebagai individu yang terpisah.

Ikatan
Suatu ritual yang secara formal mengakui hubungan jangka panjangnya.

Duck mengutarakan bahwa perbedaan pandangan mengenai hubungan akan memungkinkan menurunnya hubungan dengan melewati sejumlah tahap/batas.

Fase-fase disolusi hubungan, yaitu :
  1. Fase intra psychic. Orang akan memusatkan perhatian pada partnernya dan menilai adanya ketidakpuasan dalam hubungan.
  2. Fase dyadic. Fokus pada hubungan itu sendiri.
  3. Fase sosial. Menuntut suatu fokus pada kelompok sosial yang lebih besar, seperti keluarga atau teman-teman.
  4. Fase grave dressing. Terjadi pemutusan hubungan 
Fase-fase disolusi hubungan

GANGGUAN: Ketidakpuasan dengan hubungan.


" Memahami Hubungan Antar Pribadi - KAP "