Media Baru & Kebebasan Berkomunikasi - Sosiologi Komunikasi

MEDIA BARU & KEBEBASAN BERKOMUNIKASI
SOSIOLOGI KOMUNIKASI


Media Baru dan Demokratisasi - Organisasi atau institusi media dan bentuk-bentuk komunikasi massa lama (yang sifatnya searah) seringkali membatasi akses individual untuk publikasi informasi dan tidak mendukung adanya partisipasi aktif atau dialog bebas.

Media elektronik yang baru, baik TV atau radio interaktif, sms gateway, internet, dsb telah membuka kesempatan akses masyarakat ke media, sehingga bisa menghindari pola komunikasi searah dari media ke masyarakat dan memungkinkan terjadinya demokrasi massa.

Media baru digunakan untuk menyampaikan informasi, pikiran, ide maupun gagasan yang mencakupi beragam motif atau kepentingan dari berbagai pihak. Media-media tersebut menjadi sarana bagi semua orang untuk menuangkan aspirasinya, terutama melalui internet. 

Internet menjadi media yang sepenuhnya berada dalam ruang lingkup publik dan memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi setiap orang untuk mendapatkan akses terhadap media. Setiap orang bisa menyampaiakn pikiran atau ide-idenya melalui internet, misalnya lewat weblog pribadi maupun forum komunitas online.


KONVERGENSI MEDIA DAN MEDIA BARU


  • Perkembangan teknologi komunikasi saat ini sangat pesat.
    Setiap hari, kita dapat menyaksikan berbagai produk teknologi komunikasi baru sevagai hasil konvergensi dari berbagai teknologi komunikasi yang sebelumnya telah dikembangkan, sehingga kadang masyarakat kebingungan dan tercengang dengan temuan baru itu.
  • Sifat temuan hasil kovergensi teknologi komunikasi begitu cepat, sehingga dapat menembus generasi sekaligus. Jadi, apabila masa-masa sebelum sebuah teknologi komunikasi ditemukan, melampaui beberapa generasi manusia, baru teknologi ditemukan.
  • Masa-masa sebelum teknologi komunikasi ditemukan, dapat disebut sebagai masa anomi (kekacauan) dalam sebuah proses penemuan teknologi komunikasi sebelum manusia menemukan teknologi komunikasi yang menjadi platform teknologi komunikasi dalam abad ini.
  • Masa ketika sebuah platform teknologi komunikasi sudah ditemukan, maka semua bentuk teknologi komunikasi akan lebih sederhana bila dibandingkan dengan variannya yang sangat banyak seperti sekrang ini.


MEDIA DAN KEBEBASAN KOMUNIKASI


Kebebasan komunikasi merupakan suatu kondisi yang terjadi, lebih dari sekedar kriteria penampilan atau ketentuan-ketentuan. 

Kebebasan dalam hal ini lebih mengacu pada hak-hak untuk kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan kebebasan tersebut, harus
ada akses kepada saluran-saluran—channels—dan juga kesempatan untuk menerima berbagai macam informasi. 

Kebebasan berkomunikasi mempunyai dua aspek, yaitu:
  • Pertama, memberikan kesempatan pada beragam suara, ide, gagasan maupun pendapat masyarakat. 
  • Kedua, kebebasan media, yang diasosiasikan dengan kesetaraan atau kesejajaran dalam kreatifitas, originalitas dan perbedaan.
Dalam mewujudkan kebebasan media, terdapat beberapa syarat :
  1. Tidak adanya sensor, lisensi atau bentuk-bentuk kontrol lain dari pemerintah sehingga tidak ada penghalangan hak-hak untuk mempublikasikan dan menyebarkan berita maupun opini ke publik; dan juga tidak ada kewajiban untuk menyampaikan segala bentuk informasi yang tidak diinginkan oleh komunikator.
  2. Adanya kesamaan hak dan kemungkinan bagi seluruh masyarakat untuk dapat secara bebas menerima dan menanggapi berita, pandangan-pandangan, pendidikan dan kebudayan.
  3. Adanya kebebasan bagi komunikator media-media pemberitaan untuk mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan.
  4. Tidak adanya pengaruh dan campur tangan yang tersembunyi atau tidak transparan dari pemilik-pemilik media atau pengiklan-pengiklan terhadap pilihan berita dan opini-opini yang dikemukakan.
  5. Adanya kebijakan-kebijakan editorial yang aktif dan kritis dalam mempresentasikan berita berita dan opiniopini; juga adanya kebijakan publikasi yang kreatif, inovatif dan independen dalam masalah-masalah kesenian dan kebudayaan.

KEUNTUNGAN ADANYA KEBEBASAN MEDIA


Bentuk keuntungan-keuntungan terbesar yang diterima oleh publik atas adanya kebebasan media adalah:
  • Memungkinkan terjadinya pengamatan yang seksama oleh publik secara independen terhadap pemerintah maupun pihak penentu kebijakan publik dan tercukupinya informasi yang terpercaya berkenaan dengan aktifitas mereka—hal ini berkenaan dengan fungsi pengawasan dan kritisasi pihak pers.
  • Memberikan stimulasi terhadap terwujudnya sistem demokrasi dan kehidupan sosial yang aktif dan terbuka.
  • Terbukanya kesempatan untuk mengekspresikan ide-ide, kepercayaan dan pandangan-pandangan mengenai dunia.
  • Terlaksananya pembaharuan dan perubahan kebudayaan dan masyarakat secara berkelanjutan.
  • Meningkatnya jumlah dan variasi kebebasan dalam berbagai aspek yang bisa dilaksanakan
" Media Baru & Kebebasan Berkomunikasi - Sosiologi Komunikasi "