Interaksi Sosial - Sosiologi Komunikasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Wednesday, February 22, 2017

Interaksi Sosial - Sosiologi Komunikasi

INTERAKSI SOSIAL
SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Interaksi Sosial - Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial, sedangkan bentuk khususnya adalah aktivitas –aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok – kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang – perorangan secara badaniah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidu dalam suatu kelompok sosial. Pentingnya kontak dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial dapat diuji pada suatu kehidupan yang terasing (isolation). Kehidupan terasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan mengadakan interaksi sosial dengan pihak – pihak lain.


SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL


Syarat terjadinya interaksi sosial adalah :
  1. Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu antar individu, antarindividu dengan kelompok, antar kelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
  2. Adanya komunikasi (communication), seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan – perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. 

Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah – kaidah dan nilai – nilai yang berlaku. Faktor Sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.

Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan – kecenderungan atau keinginan – keinginan dalam diri seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini. Proses Simpati sebenarnya merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain.

Interaksi sosial antara kelompok – kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi perbenturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Misalnya, di kalangan banyak suku bangsa di Indonesia berlaku suatu tradisi yang telah melembaga dalam diri masyarakat bahwa dalam perkawinan, pihak laki – laki diharuskan memberikan mas kawin kepada pihak wanita, yang sering kali jumlahnya besar sekali dan disertai dengan persyaratan yang berat.

Beratnya syarat – syarat yang harus dipenuhi oleh pihak laki – laki sering kali menyebabkan terjadinya kawin lari, yang dalam hal ini disetujui oleh calon istri. Biasanya persoalan kawin lari tersebut diselesaikan oleh seluruh masyarakat, karena menyangkut kepentingan umum dan tata tertib seluruh masyarakat.


KONTAK SOSIAL


Menurut Soeryono Soekanto (2002) kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum (bersama – sama) dan tango (menyentuh), jadi, aritnya secara harafiah adalah bersama – sama menyentuh. Secara fisik, kontak sosial baru terjadi apabila adanya hubungan fisikal, sebagai gejala sosial hal itu bukan semata – mata hubungan badaniah, karena hubungan sosial tejadi tidak saja secara menyentuh seseorang, namun orang orang dapat berhubungan dengan orang lain tanpa harus menyentuhnya. 

Misalnya, kontak sosial sudah terjadi ketika seseorang berbicara dengan orang lain, bahkan kontak sosial juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti melalui telepon, telegram, radio, surat, televisi, internet dan sebagainya.

Kontak Sosial dapat berlangsung dalam lima bentuk, yaitu :
  • Dalam bentuk sosialisasi yang berlangsung antara pribadi orang per orang. Proses sosialisasi ini memungkinkan seseorang mempelajari norma – norma yang terjadi di masyarakatnya.

    Berger dan Luckman mengatakan proses ini terjadi melalui proses objektivasi, yaitu interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubjektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi.
  • Antara orang per orang dengan suatu kelompok masyarakat atau sebaliknya.
  • Antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya dalam sebuah komunitas.
  • Antara orang per orang dengan masyarakat global di dunia internasional
  • Antara orang per orang, kelompok masyarakat dan dunia global.
Secara konseptual kontak sosial dapat dibedakan antara kontak sosial primer dan kontak sosial sekudner. Kontak sosial primer, yaitu kontak sosial yang terjadi secara langsung antara seseorang dengan orang atau kelompok masyarakat lainnya secara tatap muka. 

Sedangkan kontak sosial sekunder terjadi melalui perantara yang sifatnya manusiawi maupun dengan teknologi. Ketika masyarakat saat ini telah berkembang dengan tingkat kemajuan teknologi informasi semacam ini, maka kontak – kontak sosial primer dan sekunder semakn sulit dibedakan satu dengan lainnya.

Komunikasi

Sosiologi menjelaskan komunikasi sebagai sebuah proses memaknai yang dilakukan oleh seseorang (I) terhadap informasi, sikap dan perilaku seseorang (II) lainyang berbentuk pengetahuan, pembicaraan, gerak gerik, atau sikap, perilaku dan perasaan – perasaan, sehingga seseorang (I) membuat reaksi – reaksi terhadap informasi, sikap dan perilaku tersebut berdasarkan pada pengalaman yang pernah dia (I) alami. 

Fenomena komunikasi dipengaruhi pula oleh media yang digunakan, sehingga media kadang kala juga ikut mempengaruhi isi informasi (I) dan penafsiran (II) bahkan menurut Marshalla McLuhan (1999) bahwa media juga adalah pesan itu sendiri.

Dalam komunikasi ada tiga unsur penting yang selalu hadir dalam setiap komunikasi, yaitu sumber informasi (receiver), saluran (media), dan penerima informasi (audience). Sumber informasi adalah seseorang atau institusi yang memilik bahan informasi (pemberitaan) untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Saluran adalah media yang digunakan untuk kegiatan pemberitaan oleh sumber berita, berupa media interpersonal yang digunakan secara tatap muka maupun media massa yang digunakan untuk khalayak umum.

Sedangkan audience adalah per orang atau kelompok dan masyarakat yang menjadi sasaran informasi atau yang menerima informasi.

PROSES-PROSES INTERAKSI SOSIAL

Menurut Gillin dan Gillin dalam Soekanto (2002), menjelaskan bahwa ada dua golongan proses sosial sebagai akibat dan interaksi sosial, yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.

1. Proses Asosiatif
Adalah sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerja sama timbal balik antara orang per orang atau kelompok satu dengan lainnya, di mana proses ini menghasilkan pencapaian tujuan – tujuan bersama.
  • Kerjasama (cooperation) => adalah usaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Proses terjadinya cooperation lahir apabila diantara individu atau kelompok tertentu menyadari adanya kepentingan dan ancaman yang sama.
Bentuk – bentuk Cooperation
Ada beberapa bentuk Cooperation, diantaranya :
  1. Gotong royong dan kerja baktiGotong royong adalah sebuah proses cooperation yang terjadi di masyarakat pedesaan, di mana proses ini menghasilkan aktivitas tolong – menolong dan pertukaran tenaga serta barang maupun pertukaran emosional dalam bentuk timbal balik di antara mereka.

    Sedangkan kerja bakti adalah proses cooperation yang mirip dengan gotong royong, namun kerja bakti terjadi pada proyek – proyek publk atau program – program pemerintah.
  2. BargainingAdalah proses cooperation dalam bentuk perjanjian pertukaran kepentingan, kekuasaan, barang – barang maupun jasa antara dua organisasi atau lebih yang terjadi di bidang politik, budaya, ekonomi, hukum maupun militer.
  3. Co – optationAdalah proses cooperation yang terjadi di antara individu dan kelompok yang terlibat dalam sebuah organisasi atau negara di mana terjadi sebuah proses penerimaan unsur – unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dala suatu organisasi untuk menciptakan stabilitas.
  4. CoalitionYaitu dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan – tujuan yang sama kemudian melakukan kerja sama satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan tersebut. Coalition umumnya tidak menyebabkan ketidakstabilan struktur di masing – masing organisasi, karena coalition biasanya terjadi di unit program dan dukungan politis.
  5. Joint ventureYaitu, kerja sama dua atau lebih organisasi perusahaan di bdang bisnis untuk pengerjaan proyek – proyek tertentu. Misalnya, eksplorasi tambang batu bara, penangkapan ikan, pengeboran minyak, penambangan emas, perkapalan dan eksploitasi sumber – sumber minral lainnya, di mana kegiatan ini membutuhkan modal dan SDM yang besar sehingga perlu kerja sama di antara perusahaan – perusahaan tersebut.
  • Accomodation => Adalah proses sosial dengan dua makna, pertama adalah proses sosial yang menunjukkan pada suatu keadaan yang seimbang (equilibrium) dalam interaksi sosial antara individu dan antar kelompok di dalam masyarakat, terutama yang ada hubungannya dengan norma – norma dan nilai – nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

    Kedua adalah menuju pada suatu proses yang sedang berlangsung, dimana accomodation menampakkan suatu proses untuk meredakan suatu pertentangan yang terjadi di masyarakat, baik pertentangan yang terjadi diantara individu, kelompok dan masyarakat, maupun dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat itu.
Bentuk – bentuk Accomodation
  1. Coersion, yaitu bentuk accomodation yang terjadi karena adanya paksanaan maupun kekerasan secara fisik atau psikologis.
  2. Compromise, bentuk akomodasi yang dicapai karena masing – masing pihak yang terlibat dalam proses ini saling mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaian oleh pihak ketiga atau badan yang kedudukannya lebih tinggi dari pihak – pihak yang bertentangan.
  3. Mediation, yaitu accomodation yang dilakukan melalui penyelesaian oleh pihak ketiga yang netral.
  4. Conciliation, yaitu bentuk accomodation yang terjadi melalui usaha untuk mempertemukan keinginan – keinginan dari pihak – pihak ang berselisih.
  5. Toleration, bentuk accomodation secara tidak formal dan dikarenakan adanya pihak – pihak yag mencoba untuk menghindari diri dari pertikaian.
  6. Stalement, pencapaian accomodation di mana pihak – pihak yang bertikai dan mempunyai kekuatan yang sama berhenti pada satu titik tertentu dan masing – masing diantara mereka menahan diri
  7. Adjudication, di mana berbagai usaha accomodation yan dilakukan mensgalami jalan buntu sehingga penyelesaiannya menggunakan jalan pengadilan. 
Proses sosial tidak berhenti sampai disitu, karena accomodation berlanjut dengan proses berikutnya yaitu asimilasi, yaitu suatu proses pencampuran dua atau lebih budaya yang berbeda sebagai akibat dari proses sosial, kemudian menghasilkan budaya tersendiri yang berbeda dengan budaya asalnya.

Proses asimilasi terjadi apabila :
  1. Kelompok – kelompok yang berbeda kebudayaan
  2. Individu sebagai warga kelompok bergaul satu dengan lainnya secara intensif untuk waktu relatif lama
  3. Kebudayaan dari masing –masing kelompok saling menyesuaikan terakomodasi satu dengan lainnya
  4. Dan menghasilkan budaya baru yang berbeda dengan budaya induknya.
Proses Disosiatif
Proses sosial disosiatif merupakan proses perlawanan (oposisi) yang dilakukan oleh individu – individu dan kelompok dalam proses sosial diantara mereka pada suatu masyarakat. Oposisi diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau kelompok tertentu atau norma dan nilai yang dianggap tidak mendukung perubahan untuk mencapai tujuan – tujuan yang diinginkan. Bentuk – bentuk proses disosiatif adalah persaingan, kompetisi, dan konflik.
  • Persaingan (competition) adalah proses sosial, di mana individu atau kelompok – kelompok berjuang dan bersaing untuk mencari keuntungan pada bidang – bidang keidupan yang menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, namun tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
  • Controverting adalah proses sosial yang berada antara persainga dan pertentangan atau pertikaian.Kontroversi adalah proses sosial di mana terjadi pertentangan pada tataran konsep dan wacana, sednagkan pertentangan atau pertikaian telah memasuki unsur – unsur kekerasan dalam proses sosialnya.
  • Conflict adalah proses sosial di mana individu ataupun kelompok menyadari memiliki perbedaan – perbedaan, misalnya dalam ciri badanlah, emosi, unsur – unsur kebudayaan, pola – pola perilaku, prinsip, politik, ideologi maupun kepentingan dengan pihak lain.
Perbedaan ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian di mana pertikaian itu sendiri dapat menghasilkan ancaman dan kekerasan fisik.

" Interaksi Sosial - Sosiologi Komunikasi "

No comments:

Post a Comment