Definisi & Metode-metode dalam PIDATO - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, February 21, 2017

Definisi & Metode-metode dalam PIDATO

DEFINISI & METODE-METODE
DALAM PIDATO


Definisi Pidato - Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan gagasan, pikiran, atau informasi serta tujuan dari pembicara kepada orang lain (audience) dengan cara lisan.

Pidato juga bisa diartikan sebagai art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk atau mempengaruhi. Berpidato ada hubungannya dengan retorika, yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif.

Secara garis besar ada empat macam metode pidato, yaitu :

METODE-METODE PIDATO


Definisi & Metode-metode dalam PIDATO

Secara garis besar ada empat macam metode pidato, yaitu :
1. Metode Naskah
  • Pembicara yang memilih mempergunakan metode naskah harus membuat naskah tertulis secara lengkap mengenai apa yang nantinya akan disampaikan dihadapan publik.
  • Pembicara mengembangkan gagasannya dalam kalimatkalimat, alinea-alinea mungkin juga bab-bab dan akhirnya dalam wujud wacana utuh.
  • Pada saat tampil pembicara cukup membacakan naskah tertulis yang telah disiapkannya
2. Metode Hafalan
  • Dengan metode ini pembicara menghafalkan di luar kepala naskah yang sudah disusunnya.
  • Pembicara tidak membuat naskah tertulis terlebih dahulu, tetapi langsung mengingatnya dalam kepala.
  • Di depan publik pembicara tinggal menyajikan kalimatkalimat yang telah disusun sebelumnya dan telah tersimpan dalam pikirannya.
3. Ekstemporan
  • Pembicara dengan metode ini tidak membuat naskah tertulis yang lengkap juga tidak menghafalkan gagasan yang ingin disampaikannya.
  • Di sini pembicara hanya membuat garis besar gagasangagasannya.
  • Di atas mimbar, dengan berpegang pada kerangka yang disiapkannya, pembicara membahasakan gagasannya dengan memilih kata-kata, menyusun kalimat-kalimat, membuat kesatuan-kesatuan wacana dengan improvisasi.
  • Kreativitas dalam berbahasa dituntut dari pembicara.
4. Impromptu
  • Metode impromtu adalah metode serta merta, dimana Pembicara tidak membuat persiapan sama sekali.
  • Kemungkinan pertama, hal ini terjadi karena permintaan tampil kepada pembicara oleh panitia terjadi tiba-tiba.
  • Kemungkinan kedua, pembicara sudah dihubungi sebelumnya, tetapi pembicara menganggap tidak perlu membuat persiapan.
  • Persiapan praktis dilakukan hanya beberapa saat sebelum tampil Improvisasi sangat berperan di sini.

JENIS-JENIS PIDATO

  1. Pidato Pembukaan
  2. Pidato Pengarahan
  3. Pidato Sambutan
  4. Pidato Peresmian
  5. Pidato Laporan
  6. Pidato Pertanggungjawaban
Berdasarkan tujuan, Pidato dibedakan menjadi:

  1. Pidato InformatifBertujuan untuk menyampaikan informasi. Ehninger, Monroe dan Gronbeck menyebut tiga macam pidato informatif :
    - Oral reports (laporan lisan) ; Laporan ilmiah, laporan panitia, laporan tahunan, laporan proyek dan sebagainya.
    - Oral Instruction (pengajaran) : guru yang menjelaskan pelajaran, atasan yang menerangkan pekerjaan atau pemimpin yang membagi tugas kepada bawahannya.
    - Informative Lectures (kuliah) ; ceramah, presentasi di depan konferensi, penyajian makalah, pengajian.
  2. Pidato PersuasifBertujuan untuk mempengaruhi pendapat, sikap dan tindakan orang lain.
  3. Pidato RekreatifTujuan anda hanyalah menggembirakan, melepaskan ketegangan, menggairahkan suasana atau sekedar memberikans leingan yang enak setelah rangkaian acara yang melelahkan. Pidato Rekreatif tidak selalu melucu.
Anda dapat menceritakan pengalaman yang luar biasa, eksotik, aneh tetapi nyata, aneh tetapu tidak nyata. Contohnya: Perhelatan atau pesta , Pertemuan kelompok , Jamuan makan malam

Agar sukses berpidato, ada lima langkah yang harus dilakukan, yaitu:
  1. Survei
  2. Analisis Situasi
  3. Rencana / bagan Pidata
  4. Aktualisasi Pidato
  5. Pencatatan dan Evaluasi
Lima Langkah Sukses Berpidato
1. Survei
  • Undangan : tanggal, tempat, waktu, acara, busana
  • Audience : siapa, status sosial, intelektualitas, interest, bahasa
  • Tempat bicara : jarak dari rumah, akustik, sarana AV, susunan kursi, podium, dan sebagainya.
  • Topik : dari sumber primer, sekunder, angka atau gambar pendukung.
2. Analisis Situasi
  • Kumpulan data dan fakta
  • Buat catatan-catatan
  • Susun menurut urutan prioritas
  • Kaji secara analitis
  • Perlu ubah susunan prioritas
3. Rencana / bagan Pidato
Buat sistematika pembukaan, inti/isi topik, penutup
  • Buat teks lengkap (stadium belajar)
  • Baca dan berlatih, ubah bila perlu
  • Buat catatan kecil sebagai panduan (stadium mahir)
4. Aktualisasi Pidato
  • Catatan kecil, pakaian yang sesuai, alat AV
  • Usahakan tepat waktu
  • Sikap berdiri, sorot mata, ekspresi wajah yang tepat
  • Suara, intonasi, bahasa dan gramatika yang baik
  • Gunakan sela dan pause serta selingan dengan tepat.
  • Gerakan tangan dan body language yang sesuai
  • Blocking dan penggunaan alat AV dengan benar.
5. Pencatatan dan Evaluasi
  • Buat catatan yang perlu tentang hasil pembicaraan
  • Minta komentar dari teman yang ikut hadir atau pers
  • Buat koreksi bila diperlukan
  • Evaluasi seluruh proses dengan cermat

Gaya bahasa dalam berpidato

  1. Metafora,=> yaitu gaya bahasa yang digunakan kata-kata dengan makna kiasan. misal,’ the opposition has a heatr of stone’
  2. Simile => gaya bahasa yang memberikan perumpamaan secara langsung, biasanya memakai kata ‘like’ atau ‘as’. misal, He is a snake (metafora) He is like a snake (simile)
  3. Metonymy => penggunaan suatu kata untuk menggantikan kata lain. Penggantian ini mempunyai pola : - akibat menggantikan sebab, misalnya: great people keep great successes.
  4. Synecdoche, penggunaan suatu kata atau ungkapan untuk menunjukkan hal lain.
    We are, sixty soul, here in the room.
    Bless of God during the smiling year!
  5. Personafikasi, gaya bahasa yang menggunakan benda mati atau menggunakan ide abstrak sebagai benda hidup atau mempunyai sifat-sifat benda hidup.
Cliché (Klise) => Adalah kata atau ungkapan yang maknanya menjadi lemah atau hilang karena terlampau sering diucapkan.
Contoh : ‘murah tetapi bukan murahan’. 

Teknik produksi suara :
  • Kecepatan => Menurut teori kecepatan terbaik bagi seorang orator adalah 130 sapai 185 kata permenit.
  • Volume=> Variasi dalam pengaturan keras lembutnya suara yang dihasilkan bertujuan untuk mengarahkan, menghentakkan dan menghidupkan pendengar agar tetap menaruh perhatian pada pidato.
  • Pita Titik Nada => Untuk menghasilkan pola titik nada yang proposional sebaiknya mengikuti tuntutan dari kata-kata yang disampaikan.
  • Kejelasan => Jangan menggunakan pengucapan kata-kata yang hanya dikenal oleh golongan tertentu saja.
  • Kualitas suara => Produksi udara pada pola suara ketika mengucapkan suatu kata.
  • Artikulasi dan pengucapannya => Organ yang sangat berpengaruh pada pengucapan yaitu : lidah, gigi, rahang dan langit-langit.
  • Pergerakan tubuh=> kontak mata, wajah atau air muka, gerak tangan, pergerakan.
  • Penyampaian efek => efek pada kredibilitas, efek pada pengungkapan informasi, efek pada tanggapan emosional pendengar.

Aspek Perilaku dalam Berpidato
Seperti strategis berbahasa, aspek perilaku berfungsi untuk memperkuat pesan pidato sehingga pidato tersebut efektif.

Aspek Fisik

A. GesturesDengan menggunakan tangan, kepala, wajah atau bagian tubuh lain. Gerakan tersebut harus memilki makna. Gesture terbagi dalam 2, yaitu :

1.Conventional Gestures
Natural gestures, hal ini perlu dilatih karena mengandalkan bakat. Ada 4 bagian dalam gestures alami ini , yaitu
  • Locative Gestures => Untuk menunjukkan suatu objek, baik riil maupun imajinatif.
  • Emphatic Gestures, => Digunakan untk memberikan tekanan pada suatu ide.
  • Picturing Gestures, => Digunakan untuk membertikan gambaran atau deskripsi.
  • Suggestive Gestures => Gestures untuk menimbulkan imajinasi hadirin.
Kontak Mata => Dapat menimbulkan daya tarik. Tataplah hadirin jangan sekali-kali menatap kelangit-langit ruangan atau ke luar. Apalagi melirik seorang gadis cantik yang lewat. Kontak mata tidak boleh ditujukan hanya kepada sekelompok hadirin, namun harus ke semua hadirin secara proporsional.

Posisi tubuh => Meliputi cara berjalan, sikap berdiri, menggunakan podium dan mikrofone, serta jarak berdiri antara pembicara dan hadirin

Penampilan => Berkaitan dengan cara berpakaian saat menyampaikan pidato. Pakaian harus disesuaikan dengan kesempatan dan topik pidato, pembicara lain dan dengan hadirin.

B. Perilaku Hadirin
Langkah pertama yang harus kita lakukaan adalah mencari informasi mengenai hadirin dalam hal :
  • Pengetahuan hadirin tenatng kita sebagai pembicara
  • Tingkat pendidikan
  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Status sosial
  • Afiliasi politik
  • Afiliasi keagamaan
  • Pekerjaan dan pendapatan
  • Keanggotaan dalam suatu klub
  • Latar belakang geografis dan kebudayaan.
C. Aspek Psikologis
1. Sikap atau perilaku yang menguntungkan
  • Rasa percaya diri
  • Simpati
  • Antusias
  • Berpengetahuan luas
  • Rendah diri
  • Suka cita
  •  Konsentrasi
  • Ketulusan
  • Bersahaja
  • Menyakinkan
  • Mempunyai rasa humor
2. Sikap atau perilaku yang merugikan
  • Rendah diri
  • Terlampau menonjolkan diri
  • Terlampau percaya diri
  • Ragu atau takut membuat kesalahan
  • Minta maaf yang berlebihan
  • Terlampau asyik dengan diri sendiri.


Cara Menutup Pidato Secara Mengesankan

Penutup pidato harus dapat memfokuskan pikiran dan perasaan khalayak pada gagasan utama atau kesimpulan penting daris Seluruh isi pidato.

Cara-cara menutup pidato :
  1. Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan
  2. Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat dan kata yang berbeda.
  3. Mendorong khalayak untuk bertindak
  4. Mengakhiri dengan klimaks
  5. Mengatakan kutipan sajak, kitab suci, peribahasa atau ucapan ahli
  6. Menceritakan contoh yang berupa ilustrasi dari tema pembicaraan
  7. Menerangkan maksud sebenarnya pribadi pembicara
  8. Memuji dan menghargai khalayak
  9. Membuat pernyataan yang humoris atau anekdot lucu
Definisi & Metode-metode dalam PIDATO "

No comments:

Post a Comment