Budaya Masyarakat - Sosiologi Komunikasi

BUDAYA MASYARAKAT
SOSIOLOGI KOMUNIKASI


Budaya (culture) - adalah keseluruhan dari adat istiadat, pengetahuan, objek materi dan perilaku yang dipelajari dan ditransmisikan secara sosial. Budaya termasuk ide, nilai, dan artefak (misalnya DVD, komik, dan telephone pintar) dari suatu kelompok orang.

Orang terkadang mengatakan orang lain sebagai "orang yang sangat berbudaya” atau kota yang “memiliki banyak budaya”. Penggunaan istilah budaya tersebut berbeda dengan penggunaan istilah yang sama dalam buku ini. Dalam terminologi sosiologi, budaya tidak hanya mengacu pada karya seni atau selera intelektual.

Budaya mencakup seluruh objek dan ide dalam masyarakat, termasuk bahasa slan, cone ice cream, dan music rock. 

Sosiolog Melihat potret hasil karya Rembrandt dan graffiti di jalanan sebagai aspek budaya yang sama. Suku yang mencangkul tanah dengan memiliki budaya yang sama dengan orang yang menggunakan mesin yang dioperasikan komputer. Setiap orang memiliki budaya yang berbeda dengan karakteristik tersendiri dalam mengumpulkan dan mempersiapkan makanan, membangun rumah, membangun keluarga, serta menilai mana yang benar dan yang salah.

Tentang PR Lainya :



BUDAYA UNIVERSAL


Semua masyarakat telah mengembangkan praktik dan kepercayaan budaya yang sama yang dikenal dengan budaya universal (culture universals). Banyak budaya universal merupakan adaptasi yang terjadi untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti kebutuhan makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Antropolog George Murdock (1945:124) menyusun daftar budaya universal, seperti olahraga atletik, masakan, upacara kematian, obat-obatan, pernikahan, dan larangan seksual.

Praktik budaya yang dicantumkan Murdoch mungkin bersifat universal tetapi caranya yang bervariasi dari satu budaya ke budaya lainnya. Misalnya, satu masyarakat anggotanya diizinkan untuk memilih pasangannya, dan lainnya mendukung pernikahan yang diatur orang tuanya.

Tidak hanya ekspresi dari budaya universal yang berbeda antar masyarakat; dalam suatu masyarakat, budaya juga berubah secara dramatis mengikuti waktu. Setiap generasi dan setiap tahun, kebanyakan dari budaya manusi berubah dan berkembang melalui proses difusi dan inovasi.


ETHNOSENTRISME


Banyak pertanyaan sehari-hari yang merefleksikan bahwa budaya - budaya kita lebih baik dibandingkan yang lainnya. Kita menggunakan istilah, tidak berkembang, mundur dan primitif terhadap masyarakat lain. Yang kita percaya sebagai agama, apa yang dipercaya mereka adalah takhayul dan mitos.

Etnosentrisme berarti mengevaluasi budaya asing sebagai benar atau salah dengan dasar budaya yang dikenal pengamat

RELATIVISME BUDAYA


Jika etnosentrisme berarti mengevaluasi budaya asing sebagai benar atau salah dengan dasar budaya yang dikenal pengamat, relativisme budaya (cultural relativism) berarti melihat perilaku orang dari perspektif orang tersebut. Relativisme budaya memberikan prioritas untuk mengerti budaya lain daripada menilainya sebagai “aneh” atau “eksotik”

Relativisme budaya menekankan konteks sosial yang berbeda yang menghasi lkan norma dan nilai yang berbeda. Oleh karena itu, kita harus meneliti praktik, seperti poligami, adu banteng, dan sistem kerajaan melalui konteks budaya tertentu di mana mereka berada.

Walaupun relativisme budaya tidak mewajibka kita untuk menerima semua variasi budaya, relativisme budaya memerlukan upaya serius dan tidak bias dalam mengevaluasi norma, nilai dan adat istiadat dalam pandangan budaya tersebut.

SISTEM NILAI BUDAYA


Sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi – konsepsi, yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat, mengenai hal – hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Karena itu, suatu sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. Sistem – sistem tata kelakuan manusia lain yang tingkatnya lebih konkret, seperti aturan – aturan khusus, hukum dan norma – norma, semuanya juga berpedoman kepada sistem nilai budaya itu.

Menurut kerangka Kluckhohn, semua sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia itu, sebenarnya mengenai lima masalah pokok dalam kehidupan manusia. Kelima masalah pokok itu adalah :
  1. Masalah mengenai hakekat dari hidup manusia.
  2. Masalah mengenai hakekat dari karya manusia.
  3. Masalah mengenai hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu.
  4. Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
  5. Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya.


SOSIOBIOLOGI DAN BUDAYA


Jika Sosiobiologi menekankan keragaman dan perubahan dalam ekspresi budaya, sekolah pemikiran lain (sosiobiologi) menekankan pada aspek universal dari budaya. Sosiobiologi (sociobiology) adalah studi sistematis tentang bagaimana biologi mempengaruhi perilaku manusia – seperti ekspektasi yang hampie bersifat universal bahwa wanita akan mengasuh dan pria akan kebutuhan keluarga – merupakan hal yang tidak dipelajari, tetapi mengakar dalam sifat genetis manusia.

Penganut sosiobiologi mengaplikasikan prinsip seleks alam Darwin untuk memperlajari perilaku sosila. Mereka berasumsi bahwa bentuk perilaku tertentu menjadi terkait secara genetik jika perilau tersebut memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan hidup (van den Berghe 1878).

Dalam bentuk paling ekstrem, penganut sosiobiologi berpandangan bahwa semua perilaku adalah hasil dari faktor genetik atau biologis dan interaksi sosial tidak memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku manusia.

PERKEMBANGAN BUDAYA 


A. INOVASI
Proses pengenalan ide atau objek baru ke dalam budaya dikenal sebagai inovasi (innovation). Inovasi menarik perhatian sosiolog karena konsekuensi sosial dan pengenalan hal baru. Ada dua bentuk inovasi :penemuan dan penciptaan.

B.GLOBALISASI, DIFUSI, dan TEKNOLOGI
Kehadiran Starbucks-jaringan kedai kopi di seluruh dunia- baru-baru ini adalah sebuah contoh meningkatkan kecepatan globalisasi. Ketika orang-orang di Asia mulai menikmati kopi, mereka yang tinggal di Amerika Utara menemukan shusi. 

Beberapa telah akrab dengan kotak bento, kotak makan kecil yang hiasa digunakan untuk menghidangkan shusi. Semakin bayak ekspresi dan praktik budaya yang melewati batas negara serta mempengaruhi tradisi dan adat istiadat masyarakat yang terpapar budaya tersebut. Sosiolog menggunakan istilah difusi (diffusion) sebagai proses ketika barang budaya menyebar dari satu kelompok ke kelompok yang lainatau antar masyarakat. Difusi bisa terjadi melalui berbagai cara, di antaranya eksplorasi, penaklukan militer, misionaris, serta pengaruh media massa, pariwisata dan internet.

Teknologi dalam berbagai bentuk telah meningkatkan kecepatan difusi budaya dan memperluas distribusi elemen-elemen budaya. Sosiolog Gerhard Lenski mendefinisikan teknologi (technology) sebagai “informasi budaya tentang bagaimana menggunakan sumber materi di lingkungan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia”.

VARIASI BUDAYA


Setiap budaya memiliki karakter yang unik. Suku Inuit di sebelah utara Kanada (yang berpakaian bulu dan mengonsumsi lemak paus sebagai makanan) memiliki kesamaan yang kecil dengan petani di Asia Tenggara (yang beradaptasi dengan udara yang panas dan memiliki makanan pokok beras dari padi yang ditanam di sawah).

Budaya beradaptasi sesuai dengan keadaan, seperti iklim, peguasaan teknologi, populasi dan kondisi geografis. 

A. SUBKULTUR
Anggota dari subkultur berpartisipasi dalam budaya dominan, sementara hal itu juga terlibat dalam perilaku yang unik dan berbeda. Sering kali, sebuah subkultur akan mengembangkan apa yang disebut dengan argot atau bahasa khusus yang membedakan mereka dengan masyarakat yang lebih luas.

B.PERAN BAHASA
Bahasa adalah elemen utama dari budaya yang mendasari variasi budaya. Bahasa juga merupakan komponen penting dari modal budaya (culture capital). Anggota masyarakat biasanya memiliki bahasa yang sama yang memfasilitasi mereka dalam pergaulan sehari-hari.

BAHASA : TERTULIS dan DIUCAPKAN


Pada kenyataannya bahasa adalah dasar dari setiap budaya. Bahasa (language) adalah sistem abstrak dari arti kata dan symbol dari semua aspek budaya. Bahasa termasuk lisan, karakter tertulis, angka, symbol, serta bahasa tubuh dan ekspresi. Karena bahasa adalah fondasi dari setiap budaya, kemampuan untuk menggunakan bahasa lain penting bagi hubungan antar budaya.

KOMUNIKASI NON VERBAL


Seperti halnya bentuk bahasa, komunikasi nonverbal tidaklah sama dalam setipa budaya. Misalnya, penelitian sosiologi yang dilakukan di level makro mencatat orang dari latar belakang budaya yang berbeda memiliki perbedaan dalam menyentuh orang lain dalam interaksi sosial yang normal. Bahkan pengembara yang berpengalaman sering keliru akan hal tersebut.

Dalam beberapa hal, perilaku yang tampaknya melanggar norma di masyarakat, sebenarya justru mempresentasikan kepatuhan atas norma dalam kelompok tertentu. Peminum remaja mengikuti standar dari rekan sebayanya ketika mereka melanggar norma yang mengutuk peminum alcohol di bawah umur. Norma dilanggar karena norma tersebut mungkin bertentangn dengan norma yang lainnya. Keseluruhan perangkat norma dan sanksi dalam satu budaya merefleksikan nilai dan prioritas budaya. Nilai yang paling dihargai memiliki sanksi yang lebih berat; hal yag dianggap kurang penting akan memilki sanksi yang ringan dan informal.

A. NILAI
Nilai (values) budaya adalah konsepsi kolektif dari apa yang dianggap baik, diinginkan dan pantas –atau buruk, tidak diinginkan, dan tidak pantas- dalam suatu budaya,. Nilai mengindikasikan pilihan orang dalam budaya, tertentu, apa yang mereka anggap penting dan bebar (atau salah) secara moral. Nilai dapat menjadi sangat spesifik seperti menghormati orang tua, dan memiliki rumah, atau bisa juga menjadi sangat umum, seperti kesehatan, cinta dan demokrasi.

Nilai mempengaruhi perilaku orang dan berfungsi sebagai kriteria untuk mengevaluasi perilaku orang lain.Nilai, norma, dan sanksi dari suatu budaya sering kali berhubungan secara langsung. Misalnya, jika budaya menempatkan nilai yang tinggi terhadap institusi pernikahan, budaya tersebut juga memilki norma (dan sanksi ketat) yang melarang perzinahan dan mempersulit perceraian. Jika suatu budaya melihat property pribadi sebagai nilai disar, maka budaya tersebut mungkin memiliki hokum yang ketat yang menentang pencurian dan vandalism.


Ideologi Dominan

Ideologi Dominan dari satu budaya adalah serangkaian kepercayaan dan praktik budaya yang menjaga kepentingan sosial ekonomi dan politik mereka yang berkuasa. Kebijakan sosial dari bilingualism mensyaratkan penggunaan dua atau lebih bahasa, memperlakukan
mereka sebagai setara dan sama sah. Bilingualisme didukung oleh mereka yang ingin memperlancar transisi dai pengunaan bahasa asing ke dalam bahasa lokal, tapi ditentang oleh mereka yang mematuhi budaya tradisi dan bahasa tunggal.

" Budaya Masyarakat - Sosiologi Komunikasi "