Apa itu Sosiologi?? - Pengertian dan Definisi Sosiologi

APA ITU SOSIOLOGI??
PENGERTIAN DAN DEFINISI SOSIOLOGI

Sosiologi ? - Studi Ilmiah mengenai perilaku sosial dan kelompok manusia. Sosiologi terfokus pada hubungan sosial, bagaimana hubungan tersebut mempengaruhi perilaku seseorang ; sert abagaimana masyarakat (jumlah total dari keseluruhan hubungan tersebut) berkembang dan berubah

Sosiologi terfokus pada mempelajari perilaku manusia. Namun, kita semua memiliki pengalaman dengan perilaku manusia dan setidaknya sedikit pengetahuan tentang hal tersebut.

Tentang komunikasi lainya :


SOSIOLOGI DAN ILMU SOSIAL


sosiologi komunikasi

Sosiologi sebagai ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari fitur sosial dari manusia serta cara mereka berinteraksi dan berubah. Ilmu sosial termasuk sosiologi, antropologi, ekonomi, sejarah, psikologi dan ilmu politik.

Ilmu – ilmu sosial ini sama terfokus pada perilaku sosial manusia, tetapi setiap ilmu sosial tersebut memiliki orientasi tersendiri. Apabila Sosiologi ditelaah dari sudut hakikatnya, maka akan dijumpai beberapa petunjuk yang akan dapat membantu untuk menetapkan ilmu pengetahuan macam apakah sosiologi itu. Sifat – sifat hakikatnya,menurut Soerjanto Soekanto (2014), adalah sebagai berikut :
  1. Sosiologi merupakan suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Pembedaan tersebut bukanlah pembedaan mengenai metode, tetapi menyangkut pembedaan isi yang gunanya untuk membedakan ilmu – ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gejala masyarakat.
  2. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif tetapi merupakan suatu disiplin yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukanmengenai apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (applied science). Perlu di catat bahwa dari sudut penerapannya, ilmu pengetahuan dipecah menjadi dua bagian, yaitu ilmu pengetahuan murni. Ilmu pengetahuan murni adalah ilmu pengetahuan secara abstrak hanya untuk mempertinggi mutunya Selain itu ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut ke dalam masyarakat dengan maksud membantu kehidupan masyarakat.
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya bahwa yang diperhatikannya adalah bentuk dan pola – pola peristiwa dalam masyarakat, tetapi bukan wujudnya yang konkret.
  5. Soiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian – pengertian dan pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum – hukum umum dari interaksi antar manusia dan juga perihal sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat manusia.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Ciri tersebut menyangkut soal metode yang dipergunakannya.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala yang umum ada pada setiap interaksi antar manusia.


TUJUAN SOSIOLOGI


Tujuan sosiologi adalah untuk mendapatkan pengetahuan yang sedalam – dalamnya tentang masyarakat, dan bukan untuk mempergunakan pengetahuan tersebut terhadap masyarakat.

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mendapatkan fakta – fakta masyarakat yang mungkin dapat dipergunakan untuk memecahkan persoalan – persoalan masyarakat.
Orang yang mendalami sosiologi disebut juga dengan Sosiolog. Seperti ilmuwan sosial lainnya, sosiolog tidak menerima sesuatu sebagai fakta hanya karena “semua orang mengetahuinya”. 

Sebaliknya, setiap bagian informasi harus diuji dan direkam, lalu relasinya dianalisis dengan data lainnya. Sosiolog mengandalkan studi imiah untuk menjelaskan dan memahami lingkungan sosial. Pada waktu tertentu, penemuan sosiolog, serupa dengan logika umum karena mereka berurusan dengan segi kehidupan sehari – hari .

PERKEMBANGAN SOSIOLOGI


Orang selalu ingin tahu tentang hal – hal sosiologi, bagaimana kita bergaul dengan orang lain, apa yang kita lakukan untuk hidup, siapa yang kita pilih sebagai pemimpin. Filsuf dan otoritas keagamaan dari masyarakat kuno dan abad pertengahan melakukan pengamatan yang tidak terhitung terhadap perilaku manusia.

OBJEK SOSIOLOGI


Sebagaimana halnya dengan ilmu – ilmu sosial lainnya. Obyek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan mantar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Agak sulit untuk memberikan suatu batasan tentang masyarakat karena istilah masyarakat terlalu banyak mencakup berbagai faktor sehingga kalaupun diberikan suatu definisi yang berusaha mencakup keseluruhannya, masih ada juga yang tidak memenuhi unsur – unsurnya.

Kebutuhan – kebutuhan Masyarakat
  • Adanya populasi dan population replacement
  • Informasi
  • Energi
  • Materi
  • Sistem Komunikasi
  • Sistem Produksi
  • Sistem Distribusi
  • Sistem Organisasi Sosial
  • Sistem Pengendalian Sosial
  • Perlindungan warga masyarakat terhadap ancaman – ancaman yang tertuju pada jiwa dan harta bendanya.
Unsur - unsur Masyarakat
Masyarakat mencakup beberapa unsur - unsur berikut ini :
  1. Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Di dalam ilmu sosial tak ada ukuran mutlak maupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. Akan tetapi, secara teoritis angka minimnya adalah dua orang atau lebihh yang hidup bersama.
  2. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda – benda mati seperti umpamanya kursi, meja, dan sebagainya. Manusia juga dapat bercakap – cakap, merasa dan mengerti, mereka juga mempunyai keinginan – keinginan untuk menyampaikan kesan – kesan atau perasaan – perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbullah sistem komunikasi antar manusia dalam kelompok tersebut.
  3. Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan
D.Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan lainnya.

Manusia senantiasa mempunyai naluri yang kuat untuk hidup bersama dengan sesamanya. Apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lain seperti hewan, manusia tidak akan mungkin hidup

“dikurung” sendirian di suatu ruangan tertutup, pasti akan mengalami gangguan pada perkembangan pribadinya sehingga lama kelamaan akan “mati”.

Dalam hal ini disebabkan karena pada dasarnya manusia mempunyai dua hasrat yang kuat dalam dirinya, yakni :

  • Keinginan untuk menjadi satu dengan sesamanya atau manusia lain di sekelilingnya (misalnya, masyarakat).
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam sekelilingnya
Suatu masyarakat sebenarnya merupakan sistem adaptif, karena masyarakat merupakan wadah untuk memenuhi berbagai kepentingan dan tentunya juga untuk dapat bertahan.  Namun, di samping itu, masyarakat sendiri juga mempunyai berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi agar masyarakat itu dapat hidp terus.

Dengan demikian, setiap masyarakat mempunyai komponen – komponen dasarnya, yakni sebagai berikut :
A. Populasi, yakni warga – warga suatu masyarakat yang dilihat dari sudut pandangan kolektif. Secara sosiologis, aspek – aspek sosiologis yang perlu dipertimbangkan adalah misalnya :

  1. Aspek – aspek genetik yang konstan ;
  2. Variabel – variabel genetik
  3. Variabel – variabel demografis
B. Kebudayaan, yakni hasil cipta, rasa dan karya dari kehidupan bersama yang mencakup :

  1. sistem lambang – lambang
  2. Informasi
C. Hasil – hasil kebudayaan materiil
D. Organisasi sosial, yakni jaringan hubungan antara warga- warga masyarakat yang bersangkutan yang antara lain sebagai berikut :

  1. Warga masyarakat secara individual
  2. peranan – peranan
  3. Kelompok – kelompok sosial
  4. Kelas – kelas sosial
E. Lembaga Sosial dan Sistemnya

Apa itu Sosiologi?? - Pengertian dan Definisi Sosiologi "