Teori Kominikasi Verbal - Pengantar Ilmu Komunikasi - Dunia Public Relations

Terbaru

Sunday, January 8, 2017

Teori Kominikasi Verbal - Pengantar Ilmu Komunikasi

TEORI KOMUNIKASI VERBAL
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Komunikasi Verbal - Dalam konteks komunikasi antar pribadi, komunikasi verbal adalah jensi komunikasi yang paling sering digunakan dalam konteks KAP, jadi sangat penting adanya pemahaman komunikasi Verbal dan seperti apa komunkasi Verbal itu menurut pada ahli? kali ini Dunia Public Relations akan membahas mengenai Teori Komunikasi Verbal.
 
komunikasi verbal, verbal communication, teori komunikasi
komunikasi verbal

NATURA APPROACH [PENDEKATAN NATURAL]

 
Noam Chomsky, menaruh perhatian bagaimana orang memperoleh bahasa. Ia memandang pembelajaran bahasa sebagai fungsi biologis.

Teorinya disebut struktur dalam (deep structure), yaitu mengasumsikan bahwa suatu tata bahasa atau struktur bawaan (innate grammar) yang ada pada diri manusia sejak lahir.
Tiga struktur bahasa, yaitu :
  1. Adanya hubungan antara subjek-predikat.
  2. Hubungan antara kata kerja (verb) dengan objek mengekspresikan hubungan logis sebab akibat.
  3. Modifikasi yang menunjukkan adanya pertautan kelas (intersection of classes).

Teori dari Dan I. Slobin
Perkembangan kognitif mendahului perkembangan bahasa. Anak mempelajari bahasa secara berbeda tergantung pada tingkat kesulitan bahasa tersebut. 
Slobin mengidentifikasi empat prinsip yang bekerja pada semua bahasa, yaitu :
  1. Memperhatikan susunan kata.
  2. Menghindari pengecualian.
  3. Menghindari interupsi atau penataan kembali unit-unit bahasa.
  4. Memperhatikan kata yang ada pada bagian terakhir kalimat.
 

NATURE APPROACH [PENDEKATAN NATURAL


Pendekatan ini dari pemikiran Edward Sapir dan Benyamin Whorf. Sapir dan Whorf mengemukakan teori yang menentang perspektif alamiah (nature).
Mereka mengembangkan suatu teori kultural mengenai bahasa. Dikatakan bahwa latar belakang dari sistem linguistik (tata bahasa) dari setiap bahasa bukan hanya alat reproduksi untuk menyampaikan gagasan, tetapi lebih sebagai pembentuk gagasan, pembentuk dan pemandu bagi aktivitas mental individu, untuk menganalisis kesan, dan untuk mensintesiskan aktivitas mental dalam komunikasi.

Bahasa dari suatu kultur akan berkaitan langsung dengan bagaimana cara-cara kita berpikir. Asumsi ini sejalan dengan pandangan antropologis tentang relativitas kultural yang menyatakan bahwa kultur yang berbeda memiliki bahasa berbeda, pandangan hidup berbeda, keyakinan, dan nilai-nilai yang berbeda.

Teori Fungsional Tentang Bahasa (General Semantics)
Menganggap bahwa bahasa harus dapat lebih merefleksikan dunia di mana kita hidup. Asumsi yang mendasari general semantik adalah “the word is not the thing”.

Untuk memahami general semantik harus mempelajari sifat-sifat simbol dan bagaimana menggunakannya.

Penggunaan simbol


Mengasumsikan bahwa seluruh perilaku manusia berangkat dari penggunaan simbol. Ada ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Alasannya, manusia hidup di dua lingkungan yang berbeda, lingkungan fisik, dan lingkungan simbolik.

Konstruk-konstruk untuk mempelajari teori general semantics
  • Silent assumptions
  • Reaksi/respons
  • Identitas

Silent assumptions


Dan P. Millar dan Frank E. Millar mengemukakan bahwa makna dari suatu kata tidak terbatas dari yang kita temukan dalam kamus. Jadi, kesalahan semantik terjadi karena kita sering menggunakan asumsi secara diam-diam.  
 

Reaksi/respons 

 
Manusia bereaksi seperti yang dilakukan hewan melalui apa yang disebut respon yang dikondisikan.
 

Identitas

 
Alasan utama mengapa kita cenderung untuk bereaksi adalah melihat kesamaan absolut atau identitas.
Keterikatan pada waktu dan ruang General semantics mengemukakan bahwa segala sesuatu di dalam lingkungan fisik akan terus menerus berubah. Kita tidak sama dengan sepuluh tahun yang lalu.

Multiordinalitas
Menjelaskan mengenai pernyataan yang bertingkattingkat, misalnya kucing berlari lebih cepat daripada kucing hitam.

Orientasi intensional dan ekstensional
Menjelaskan bagaimana orientasi orang ketika merespon suatu hal.
  • Orientasi intensional didasarkan pada defenisi verbal, asosiasi dan sebagainya yang mengabaikan observasi.
  • Orientasi ekstensional didasarkan pada susunan observasi dan investigasi terlebih dahulu sebelum membicarakannya.

Konstruktivisme Perspektif Pesan Dalam Bahasa


Teori ini menaruh perhatian pada proses berpikir (kognisi sosial) yang terjadi sebelum pesan dikemukakan dalam suatu tindak komunikasi. Prinsip-prinsip penting dalam konstruktivisme tersebut adalah:
  1. Konstruksi episodik dan disposisi seseorang di organisasi oleh skemata interpersonalnya (kognisi mengenai bagaimana kita berpikir, misalnya menganggap atau memperkirakan).
  2. Organisasi kesan interpersonal memberikan pemahaman dan antisipasi atas orang lain secara kontekstual dan relevan. Orang seolah sebagai psikolog sosial mencoba menjelaskan, memahami, dan memperkirakan perilaku orang lain di dalam berbagai konteks.
" Teori Kominikasi Verbal - Pengantar Ilmu Komunikasi "

No comments:

Post a Comment