PR & Media Sosial - Cyber Public Relations - Dunia Public Relations

Terbaru

Saturday, January 28, 2017

PR & Media Sosial - Cyber Public Relations

PR & MEDIA SOSIAL
CYBER PUBLIC RELATIONS

PR & Media Sosial - Peran dan posisi public relations (PR) masa kini, tak bisa dipisahkan dengan fenomena media online yang tengah terjadi saat ini. PR dan media ibarat dua sisi mata pisau. Kemana PR bergerak, disitu pula media ada. era Online Media membuka mata praktisi PR terhadap cara komunikasi baru yang lebih sederhana, cepat, mudah, dan menjangkau sasaran luas. Pergerakan informasi yang transparan dan real time adalah sesuatu yang tidak terelakkan.

Media sosial saat ini telah menjadi kekuatan baru dalam berkomunikasi. Bahkan bagi banyak perusahaan, media sosial telah menjadi kekuatan penting untuk membangun merek. Melalui media baru ini, memungkinkan mereka untuk menjangkau dan memahami konsumen yang belum pernah dijangkau sebelumnya.

DEFINISI MEDIA SOSIAL

Dailey (2009:3) mendefinisikan media sosial adalah konten online yang dibuat menggunakan teknologi penerbitan yang mudah diakses dan terukur. Paling penting dari teknologi ini adalah terjadinya pergeseran cara mengetahui orang, membaca, dan berbagi berita, serta mencari informasi dan konten. Ada banyak sekali saluran media sosial yang beroperasi di seluruh dunia, tiga terbesar di antaranya yaitu: facebook, Linkedln dan twitter.
Secara definitif Wikipedia menjelaskan bahwa media sosial adalah sebuah media online di mana para penggunanya bisa dapat dengan mudah berpartisipasi . Berparisipasi dalam arti seseorang akan dengan mudah berbagi informasi;menciptakan konten/isi yang ingin disampaikan kepada orang lain; memberi komentar terhadap masukan yang diterimanya, dan seterusnya. Semua dilakukan dalam waktu cepat dan tak terbatas
Baca Juga :
Media sosial merupakan jenis baru media online yang mencakup karakter antara lain:
  1. Patisipasi, dalam hal ini, media sosial mendorong kontribusi dan umpan balik dari setiap orang yang tertarik.
  2. Keterbukaan, dalam hal ini layanan media sosial terbuka untuk umpan balik dan partisipasi, serta mendorong untuk memilih, berkomentar, dan berbagi informasi.
  3. Percakapan, media sosial memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.
  4. Komunitas, media sosial dapat membentuk komunitas dengan cepat.
  5. Koneksivitas, kebanyakan media sosial berkembang pada keterhubungan dengan situs-situs lain, sumber-sumber lain, dan orang-orang lain (MayField, 2008:5).
Media sosial dapat tampil dalam banyak bentuk, seperti Wiki, Podcast, Blog, dan forum di internet atau forum diskusi. Teknologi seperti e-mail, pesan instan, VoIP, dan Photosharing adalah alat yang sering digunakan. Isinya dapat berbentuk grafik, teks, foto, audio, dan video.
Contoh media sosial adalah :
  • YouTube (tempat berbagi foto dan jaringan sosial),
  • Faceebook (Jejaring sosial),
  • Flickr (berbagi foto),
  • Google (Jaringan sosial dan mesin pencari), dan
  • MySpace (Jaringan sosial) 

BEBERAPA ISTILAH DALAM MEDIA SOSIAL API


(Application Programming Interface) kemudahan dalam menciptakan isi situs dan memindahkannya ke berbagai situs Web. Blog. Secara teknis di sebut Web Blog. Penulis menulis blog seperti seorang wartawan menulis kolom , namun dalam blog orang apat berinteraksi dan menulis respon terhadap informasi yang ada di blog. Blogsphere merupakan kumpulan para blogger sedunia.

Podcast.File media digital yang dapat berbentuk audio/video yang didistribusikan melalui internet dan dapat dimainkan ulang di media player portable atau dikomputer. Istilah ini berasal dari munculnya Ipod Apple dan digabungkan dengan istilah broadcast; sekarang istilah ini memiliki aplikasi yang lebih luas. Podcast dapat diunduh, di-steraming, atau di-feed melalui format feed, seperti RSS. Podcaster adalah penulis atau produser Podcast.

Portal. Pintu Gerbang. Web Portal adalah sebuah situs yang berfungsi sebagai titik untuk mengakses lebih banyak informasi di dalam halaman lain di situs web.

Remix/Mushup sebuah pendekatan terbuka terhadap isi. Masyarakat “remix” mengambil isi situs, memersonalisasinya dengan mengubahnya atau ‘menggodok’nya dengan isi lainnya untuk membuatnya menjadi sesuatu yang sama sekali baru. RSS (Real Simple Syndication) penyediaan informasi ke situs web dan ke perusahaan jasa pemberitaan yang diperbaharui ketika ada yang berubah. Data disampaikan ke pengguna jika data tersebut baru dan tidak mewajibkan seseorang untuk mengambil dan memanfaatkannya.

Social Bookmarking metode pengguna web untuk menyimpan, mengorganisasi, meneliti dan mengatur bookmark halaman Web dengan bantuan meta data. Pengguna menyimpan link ke halaman Web secara pribadi dan membaginya dengan orang atau kelompok tertentu dalam sebuah jaringan khusus.

Tagging cara yang dilakukan pengguna internet dalam menjelaskan isi dengan menambahkan ‘tags’ pada tulisan, gambar, video, posting, atau isi media sosial lainnya.

Web 2.0 penggunaan internet yang memfasilitasi kreativitas dan kolabrasi antar pengguna internet, biasanya hal ini termasuk media sosial yang baru seperti wiki, blog, dan situs jejaring sosial lainnya.

Wiki istilah pendek dari wikipedia. Wiki adalah sebuah teknologi untuk menciptakan situs kolaboratif. Wikipedia sekarang digunakan sebagai satu istilah yang menggabungkan “wike” dengan “encyclopedia” untuk membuktikan bahwa referensi internet sudah mulai. Dikembangkan pada tahun 2001 oleh Jimmy Wales dan Lary Sanger.

Karakter social media yang mengedepankan interaksi, partisipasi, dan kolaborasi terbuka dimana setiap orang mempunyai kesempatam untuk menyuarakan ide, pendapat, dan pengalaman mereka melalui media online khusus (blog atau website) ataupun jaringan online sosial, seperti Facebook, My Space, Blogger, You Tube, dan sebagainya. Dengan karakter seperti itu, berarti social media memiliki peran seperti PR. Media baru secara alamiah menggantikan sebagian besar tugas praktisi PR di dalam perusahaan.

PERBANDINGAN PR TRADISIONAL & PR MEDIA SOSIAL

pr, media sosial,

Social Media Optimization (SMO)

Social Media Optimization (SMO) adalah sebuah usaha agar konten media sosial dapat disebar ke berbagai media sosial. Usaha ini dicapai oleh seorang webmaster yang dapat meningkatkan situs web untuk memungkinkan aspek sosial media dapat berjalan optimal.

Hal ini dapat dilakukan diantaranya dengan membuat tautan ke layanan Del.icio.us untuk memfasilitasi proses uploading isi oleh pengguna. Proses SMO sangat penting bagi parktisi PR, pemasaran, dan pembuat iklan, karena mereka sangat berkepentingan untuk menyebarkan informasi ke audiensi yang lebih luas.

Manfaat Media Sosial bagi PR

Beberapa manfaat media sosial bagi PR dalam berhubungan dengan konsumennya:
  1. Sebagai media komunikasi dua arah di mana brand dan fans/followers sebagai sahabat yang sama kedudukannya.
  2. Memberikan layanan “customer servis” dua arah. 
  3. Sebagai sarana product knowledge maupun edukasi produk. Terutama pada saat ada “friend” yang menyerang lewat media sosial atau beredar luasnya keluhan pelanggan.
  4. Mempermudah untuk menggali insight atau pendapat konsumen tentang produk.


CARA KOMUNIKASI EFEKTIF DI MEDIA SOSIAL


  1. Giving. Dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan follower/friend gunakan prinsip “giving”, memberi memberi-memberi. Berilah mereka konten-konten yang berguna berupa informasi , inspirasi, tips-tips yang berkaitan dengan merek anda. “the more you give, the more you get”.

    Semakin banyak anda memberi, maka followers/friends Anda akan memberikan loyalitas dan trust mereka kepada merek Anda.
     
  2. Conversations. Komunikasi yang anda lakukan haruslah dua arah, di mana setiap komentar, masukan, dan curhat dari follower/friends harus direspons secara interaktif.
     
  3. Listening. Fungsi penting komunikasi di samping conversation adalah mendengarkan (listening) . di ranah media sosial kita harus melakukan conversation dan listeniing secara proporsional. Dengan kontinyu mendengar updates atau posting dari followers/friends maka kita akan menunjukkan bahwa kita peduli kepada mereka, tidak selfish. Kepedulian ini merupakan modal luar biasa untuk menjalin relationship antara merek dengan konsumen.

    Passing. Harus mengerti gaya obrolan pada masing-masing media. Misalnya di Kaskus itu gaya obrolannya begini, beda dengan di FB atau twitter. Gaya bahasanya bagaiman, kita harus tahu dan bersedia meniru.
     
  4. Enthusiasm. Harus benar-benar ingin ngobrol. Jangan bilang mau ngobrol tapi jualan. Boleh juga diselipkan jualan, tapi jangan terlalu kentara. Dan harus bisa menerima kritik. Kritik di social media adalah hal biasa, terhadap suara sumbang, harus bisa menjelaskan dengan baik agar permasalahan menjadi clear.
What skills, knowledge and contacts are important for online PR practitioners?
  1. Update dengan teknologi terbaru
  2. adaptif terhadap perkembangan media social seperti Facebook, twitter dan media social lainnya
  3. Keterampilan Sosial (social skills)
  4. Kreatifitas (creativity)
  5. Keterampilan persuasif (persuasive skills)
  6. Keterampilan tehnis (technical skills)
  7. Kemampuan mengembangkan hubungan dengan pengelola publikasi online dan bloggers
  8. User Behavior

Pemanfaatan Social Media oleh PR

Melibatkan media sosial seperti Facebook, Youtube, dan Twitter sekarang menjadi bagian penting bagi aktivitas PR. Dalam aplikasinya, komunikasi di media sosial disinergikan dengan kampanye PR. Conversation di Twitter misalnya, disesuaikan dengan kampanye Brand.

Beberapa Contoh
PT Ultrajaya memanfaatkan sosial untuk lebih menyampaikan kampanye brandnya.
Mis: Kampanye Teh Kotak dengan tema “persembahan untuk alam” mereka juga menciptakan website bernama www.persembahan-untuk-alam.com sama dengan akun Facebooknya, sementara di Twitter menggunakan akun @untukalam.

Di sisi lain, XL Axiata juga memanfaatkan media sosial untuk berbagai aktivitas PR, baik untuk Brand Awareness, Brand Image, Kampanye, ataupun hanya sekedar update informasi.
Berikut beberapa contoh penggunaan media sosial oleh XL Axiata. Twitter :@XL123

Social Media For Customer Service
Untuk mengikuti dinamika pelanggan yang semakin terhubung dengan media sosial, PR juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana customer service. Bagi perusahaan penyedia jasa angkutan udara misalnya, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai customer service, karena sifatnya yang dapat menciptakan komunikasi dua arah.

Misal:
Pada musibah tsunami di Jepang, dan juga gempa di Yogyakarta dan sekitarnya, Air Asia yang memiliki destinasi penerbangan ke Jepang dan Yogyakarta merasa terpanggil untuk memberi update informasi yang disampaikan melalui akun Twitter (www.twitter.com/AirAsiald) dan Facebook www.facebook.com/AirAsiaIndonesia). Melalui kedua akun media sosial tersebut, Air Asia secara aktif menjawab pertanyaan Follower terkait dengan musibah.

" PR & Media Sosial - Cyber Public Relations "

No comments:

Post a Comment