Perencanaan Pesan Kampanye - Strategi Kampanye Public Relations - Dunia Public Relations

Terbaru

Friday, January 13, 2017

Perencanaan Pesan Kampanye - Strategi Kampanye Public Relations


PERENCANAAN PESAN KAMPANYE
STRATEGI KAMPANYE PUBLIC RELATIONS



Pesan Kampanye - Seperti yang kita ketahui, kegiatan Public Relations bukanlah kegiatan yang sifatnya dadakan, begitu pula dengan kegiatan Kapanye PR yang secara terperinci harus terlebih dahulu dipersiapkan dengan matang seperti melaukan reset maupun merancang strategi pesan dalam proses kampanye nantinya.


Sehingga diharapkan pesan-pesan yang dikampanyekan oleh PR dapat diterima dengan baik dan benar oleh target audiens. mengingat pentingnya menyusun atau merencanakan pesan yang baik, pada kesempatan kali ini Dunia Public Relations akan membahas Perencanaan Pesan Kampanye.
 
pesan kampanye, kampanye pr
kampanye

ARTI PENTING PESAN KAMPANYE

 
Sifat dari pesan tertentu akan bervariasi tergantung dari sifat masing-masing kampanye sendiri. Pesan adalah kekuatan utama dari komunikasi. Pesan harus jelas, singkat dan mudah dipahami. Pesan menjadi penting karena 2 alasan yaitu:
  • Pesan adalah bagian esensial dari proses pembentukan sikap. Jika publik memutar kembali pesan yang pertama kali diberikan oleh pemberi pesan ini merupakan indikasi bahwa (a) pesan tersebut sudah diterima dan (b) pesan sudah dicerna dan telah digunakan. Mungkin ini merupakan bagian dari proses berpikir.
  • Pesan menunjukan komunikasi yang efektif. Pesan adalah bagian esensial dari proses evaluasi. Jika pesan tersebut diulang dalam riset seperti survei sikap, ini menunjukan bahwa pesan tersebut sudah terasimilasi.

MENENTUKAN PESAN KAMPANYE


Ada empat langkah untuk menentukan pesan yaitu:
  1. Menggunakan persepsi yang sudah ada.
  2. Menjelaskan pergeseran yang dapat dilakukan terhadap persepsi tersebut.
  3. Mengidentifikasi unsur-unsur persuasi. Cara terbaik adalah melakukan berdasarkan fakta.
  4. Memastikan bahwa pesan tersebut dapat dipercaya dan dapat disampaikan melalui PR.
Menurut Anne Gregory, bagaimana pesan harus disampaikan dalam kampanye, meliputi persyaratan sebgai berikut:
  1. Format pesan
  2. Nuansa (tone)
  3. Konteks
  4. Waktu
  5. Pengulangan
Sedangkan Antar Venus mengutip pendapat Bettinghaus, Applbaum & Anatol, Shimp dan Delozier, bahwa aspek yang perlu diperhatikan agar mampu mendesain pesan secara efektif, setidaknya ada dua aspek penting yang harus diperhatikan yakni isi pesan dan struktur pesan.
 
Isi pesan meliputi:
  • Materi pendukung,
  • Visualisasi pesan,
  • Pendekatan pesan emosional/rational/moral
  • Kelompok rujukan
 

STRUKTUR PESAN KAMPANYE

 
Struktur pesan merujuk pada bagaimana unsur-unsur pesan diorganisasikan. Secara umum ada tiga aspek yang terkait langsung dengan pengorganisasian kampanye yakni:
 

1. Sisi pesan

Sisi pesan memperlihatkan bagaimana argumentasi yang mendasari suatu pesan persuasif disajikan kepada khalayak. Pola pesan satu sisi, disini penyampai pesan hanya menyajikan pesan-pesan yang mendukung posisinya. Disini kelemahan posisi pelaku kampanye atau kekuatan posisi lawan tidak pernah dinyatakan secara eksplisit.

Pola pesan dua sisi, bila pesan kampanye menyampaikan sebagian kelemahan posisi penyampai atau sebagian kelebihan dari posisi pihak lainnya. Bahwa kelemahan dan kekuatan pihak lawan disampaika secara proporsional agar tidak merugikan posisi pelaku kampanye. Penggunaan pola pesan dua sisi dapat memperkuat kredibiltas pelaku kampanye.

Khalayak akan menganggap pesan dua sisi lebih jujur dan dapat dipercaya. Argumen dua sisi akan efektif ketika berhadapan dengan khalayak dengan ciri-ciri :
  • Berpendidikan tinggi atau cerdas.
  • Menyadari adanya dua sisi yang berseberangan dari suatu isu.
  • Khalayak belum sepakat dengan posisi juru kampanye.
Penggunaan argumentasi satu sisi akan efektif bila :
  • Khalayak sudah dalam posisi mendukung
  • Khalayak mudah bingung atau sulit memahami isu
  • Khalayak tidak menyadari adanya adanya argumentasi yang berseberangan.

2. Susunan penyajian argumentasi

Apakah argementasi akan ditempatkan di awal, tengah atau bagian akhir dari suatu pesan kampanye. Penempatan ini erat kaitannya dengan cara penyusunan pesan yang meliputi susunan, anti klimaks, susunan piramidal atau klimaks. Efektifitas pesan persuasif lebih baik menempatkan argumentasi di awal (primacy efect) dan dibagian akhir ( recency effect)
 

3. Pernyataan kesimpulan;

Apakah pelaku kampanye perlu menyajikan kesimpulan pesan secara eksplisit atau membiarkan khalayak menyimpulkan pesan sendiri (implisit).

Menyajikan kesimpulan secara implisit menurut Stiff harus memperhitungkan karakteristik khalayaknya seperti; pendidikan, kepribadian, dan tingkat keterlibatan khalayak dalam kegiatan kampanye yang dilakukan. Penting tidaknya menyatakan kesimpulan dalam suatu tindakan komunikasi, menurut Hovland, Janis dan Kelly menyimpulkan sebagai berikut:
  • Secara umum, penyajian kesimpulan secara eksplisit akan meningkatkan kemampuan pelaku kampanye dalam melakukan perubahan (pendapat) pada diri khalayak.
  • Bagi khalayak yang kurang cerdas, pelaku kampanye akan lebih mudah mengubah pendapat mereka dengan menyajikan kesimpulan secara eksplisit.
  • Ketika khalayak mempersepsi pelaku kampanye akan memanipulasi mereka dengan adanya kesimpulan yang tegas maka sebaiknya membiarkan khalayak membuat kesimpulan sendiri.
  • Untuk isu yang yang memunculkan keterlibatan tinggi pada diri khalayak atau gagasan yang bersifat personal maka sebaiknya komunikator perlu membiarkan khalayak membuat kesimpulan sendiri.
  • Ketika berhadapan dengan isu-isu yang kompleks maka akan lebih efektif bila kesimpulan dinyatakan secara eksplisit.

PELAKU KAMPANYE


Efektifitas pesan untuk sampai kepada khalayaknya juga akan sangat tergantung pada penyampai pesan (sumber). Faktor siapa yang akan mengatakan apa, akan menentukan siapa yang akan mendengarkan. Salah satu syarat utama seorang bisa sebagai sumber (penyampai pesan) kampanye adalah kredibilitas.

Kredibilitas berkaitan dengan persepsi khalayak tentang keefektifan seseorang sebagai pembicara. Menurut Hovland, Janis dan Kelley, menyatakan ada tiga aspek yang mempengaruhi kredibilitas sumber yakni :
  1. Keterpercayaan ( Trustworthiness)
    Berkaitan dengan penilaian khalayak bahwa sumber informasi dianggap tukus, jujur, bijak dan adil, objektif, memiliki integritas pribadi, serta memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.
  2. Keahlian (expertise)
    Keahlian berhubungan dengan penilaian dimana sumber dianggap berpengetahuan, cerdas, berpengalaman, memiliki kewenangan tertentu dan menguasai skill yang bisa diandalkan.
  3. Daya tarik sumber
    Daya tarik meliputi penampilan fisik dan identifikasi psikologis. Daya tarik fisik memang tidak sepenuhnya menjamin khalayak akan menerima pesan yang disampaikan, namun daya tarik fisik yang negatif hampir dapat dipastikan membuat khalayak kebal terhadap pengaruh yang ditujukan kepadanya.
Dalam rangka kampanye dengan menulis pesan dalam bentuk berita di media massa maka menurut Harwood Childs, dikutip oleh Rosady Ruslan bisa menggunakan strategi sebagai berikut ;
  1. Strategy of publicity;
  2. Strategy of persuation;
  3. Strategy of argumentation;
  4. Strategy of image;

STRATEGI DALAM MENDESAIN PESAN KAMPANYE


Penyusunan pesan kampanye diperuntukkan bagi masingmasing publik yang menjadi khalayak sasaran kampanye. Dalam hal ini Wilson & Ogden (2008: 80) mengemukakan bahwa strategi perancangan pesan untuk sebuah kampanye terdiri dari dua bagian, yaitu Pesan Primer dan Pesan sekunder.

  • Pesan Primer:
    “sound bite statements that encompass what you are trying to motivate the public to do and include a short self-interset appeal”.
  • Pesan sekunder:
    “Bulleted detail that include facts, testimonials, examples and all other informations or persuasive argumens that support a primary message”.

Artikel public relations lainya :

No comments:

Post a Comment