Mengenal Internet & E-PR - Cyber Public Relations

INTERNET INTERNET & E-PR
CYBER PUBLIC RELATIONS


Internet & E-PR - Dalam perkembanganya internet saat ini sudah menjadi trend tersendiri di dunia komunikasi dimana Internet bisa menjadi sebuah mediaum yang mampu membantu proses penyebaran informasi jika dikelola dengan baik, perkembangan internet ini juga membawa dampak pada kegiatan Public Relations yang saat ini juga dituntut untuk menguasai Dunia Internet atau yang lebih dikenal dengan E-PR.

SEJARAH PERKEMBANGAN INTERNET

internet, pr, public relations, e-pr
internet & e-pr

  • Th. 1960 departemen pertahanan AS melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA) merintis sebuah sistem jaringan ARPANET.
  • Th. 1980-an internet mulai digunakan secara terbatas untuk menghubungkan beberapa univrsitas di Amerika.
  • Protokol standar TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982.
  • Sistem nama domain mulai digunakan pada tahun 1984
  • National Science Foundation Network (NSFNET) dibangun pada th. 1986 dan mulai menggantikan peran ARPANET sebagai jaringan riset di AS. Dan Beberapa jaringan internasional mulai dibangun. 
  • ARPANET dibubarkan pada tahun 1990. namun internet tetap terus berkembang hingga sekarang.
  • Awalnya informasi yang bisa diperoleh dari internet hanyalah informasi berbasis Teks. Tahun 1990 layanan berbasis tampilan grafis yaitu World Wide Web (WWW) mulai dikembangkan.
  • Pada tahun 1993, InterNIC didirikan untuk melayani pendaftaran nama domain.
  • Sekitar tahun 1994, internet mulai digunakan di Indonesia.
Hal-hal umum yang dilakukan melalui internet adalah sebagai berikut :
  • Browsing atau surfing:
  • Searching :
  • E-Mail :
  • Mailing List :
  • Chatting :
  • Download :
  • Upload :
  • Belanja on line :
  • Internet Banking :
  • dsb.

Perangkat yang dibutuhkan untuk berinternet:

Untuk melakukan aktivitas internet kita harus terkoneksi dengan internet. Ada banyak cara yang bisa digunakan :
  • Menggunakan gelombang radio
  • Menggunakan saluran TV kabel
  • Melalui telpun genggam
Yang umum digunakan adalah Komputer yang dilengkapi dengan modem dan terhubung dengan saluran telepon ( cara dial up).

Modem merupakan singkatan dari Modulator demodulator yaitu alat yang berguna untuk mengubah aliran data dari komputer menjadi sinyal-sinyal telepon atau sebaliknya. Modem sifatnya bisa bersifat internal dan eksternal.

Agar komputer terhubung dengan internet, amka modem akan mengghubungi Internet Service provider (ISP) menggunakan telepon anda. Dan jika telah terhubung dengan ISP maka siap untuk berinternet.

ISP adalah perusahaan penyedia jasa internet. Diantaranya adalah : CBN, Indonet, Telkomnet Instan, dll. Selain telkomnet instan maka kita harus terdaftar dan berlangganan terlebih dahulu dengan perusahaan provider.

Beberapa peristilahan dalam dunia E-PR

  • Banner ads
    Sejenis iklan kecil yang ditempatkan di situs web
  • Cost per Click (CpC)
    Biaya yang dikenakan kepada si pengiklan setiap kali seorang pengujung mengklik iklan banner mereka
  • CPM ( Cost per thousand)
    Menghitung biaya iklan banner jika suatu situs web menjual ruang iklan yang didasarkan atas impressions. Jika CPM dari iklan banner yang ada di situs web seharga Rp. 2 jt dan ternyata jumlah impressions yang dimiliki iklan itu 2000, si pemasang iklan harus membayar sejumlah Rp. 4 juta.
  • CyberMall
    Kumpulan toko maya yang dikumpulkan dalam satu situs mall online, disebut juga internet shopping mall 
  • Cybernout
    Orang yang berselancar di dunia maya
  • Hits
    Berapa kali pengunjung mengakses ke suatu situs web atau file atau objek yang ada di situs web
  • Unsolicited Email
    Mengirim email promosi ke sekelompok orang secara random dan tanpa dasar persetujuan. Sama dengan spamming.
  • Viral marketing
    gaya publisitas dari mulut ke mulut atau dari mouse ke mouse
  • Imppressions atau Page views
    Apabila iklan banner dilihat. Jika seseorang mengunjungi suatau halaman web enam kali dan melihat iklan berarti akan menghasilkan enam impressions.
 

PUBLIC RELATIONS & E-PR


Memasuki era informasi, peranan teknologi komunikasi perlu diadopsi oleh insan PR, baik sebagai pengguna maupun membuat content teknologi tersebut tersebut.

PR saat ini memasuki masa keemasan karena internet kini telah membawa praktisi mampu mencapai publik sasaran secara langsung tanpa intervensi dari pihak lain seperti redaksi atau wartawan di media massa yang biasanya bertindak sebagai “gatekeeper” dan penyensoran terhadap pesan informasi.

Pengertian E-PR ( Cyber PR)

Public Relations yang menggunakan media internet disebut juga E-PR atau inisiatif PR. Inisiatif PR ini di Indonesia lebih dikenal dengan Cyber PR. E dalam E-PR adalah mengacu pada media elektronik internet (co. E-mail, E commerce)

Bagi perusahaan membangun hubungan antara bisnis di suatu perusahaan dan public audiens merupakan hal yang sangat penting, dan internet mampu melakukannya. Ribuan one to one relations dapat dibangun secara simultan secara interaktif.

Beberapa hal yang bisa dipahami praktisi PR melalui penggunaan internet ;
  1. PR harus menyadari bahwa khalayak/publik dapat mengakses semua press release yang dikirim melalui internet atau server degan kata-kata yang mudah dipahami.
  2. Publik dapat mengakses Press Release dalam home page yang ada di world wide web.
  3. PR dapat membuat mailing list dari publiknya.

Kentungan mengunakan media Internet bagi PR

Keuntungan PR menggunakan internet :
  1. Informasi cepat sampai pada publik
  2. Bagi PR, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media,alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi.
  3. Siapapun dapat mengakses internet
  4. Tidak terbatas oleh ruang dan waktu
  5. Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
Bob Julius Onggo menyatakan keuntungan pemanfaatan internet bagi PR antara lain :
  1. Komunikasi konstan
  2. Respon yang cepat
  3. Pasar global
  4. Interaktif
  5. Komunikasi dua arah
  6. Hemat
Kegiatan PR dengan internet akan sangat mendukung kegiatan offline PR untuk menghasilkan ‘3R’ bagi perusahaan yaitu :
  1. Relations
  2. Reputasi
  3. Relevansi.
Pemanfaatan internet harus all out, di dunia fisik identitas perusahaan bisa disembunyikan dan mengedepankan hanyak produk saja, namun di dunia internet seperti apa perusahaan, karakternya,reputasinya dapat dilihat langsung oleh siapapun mulai dari pelanggan, kompetitor, investor, wartawan dan bahkan kompetitor bisnis.

Fokus E-PR


Fokus utama E-PR adalah membidik media on line, misalnya media berita tradisional yang juga memiliki status online tersohor dan publikasi yang berorientasi web.

Fokus kedua adalah agar produk atau bisnis perusahaan disebutkan pada bagian artikel editorial yang ada di situs web atau ezine lain yang terkenal.

Kegiatan PR dalam Internet antara lain :

  1. Media relations
  2. Kegitan hubungan Pemerintah
  3. Kegiatan hubungan komunitas
  4. Penanganan krisis
  5. Penggunaan website perusahaan
  6. Penggunaan email.
Mengukur efektivitas Humas Online Perusahaan
  1. Menghitung jumlah orang yang mengunjungi dan memberikan informasi rinci mengenai dirinya pada website tersebut.
  2. Laporan penjualan dari pengecer resmi
  3. Mengukur tingkah laku khalayak
  4. Memantau liputan media
  5. Memantau penambahan Database
 

E-PR & UNDANG-UNDANG ITE


Teknologi dalam era globalisasi sekarang ini tidak hanya sekedar suatu alat. Teknologi menawarkan kebebasan untuk mempraktekkan ke mampuan pemasar melalui cara-cara baru, diantaranya dalam bidang komunikasi pemasaran. Webcasting, video conference juga merupaklan alat yang sangat membantu dalam penerapan aktivitas Public Relations.

Public relations (PR) sebagai salah satu pilar terpenting dalam komunikasi pemasaran untuk menciptakan reputasi perusahaan, juga mengalami dampaknya. Dalam strategi komunikasi global para praktisi PR memposisikan diri di front line yang mengkomunikasikan sasaran, pesan-pesan utama, target publics, dan rencana-rencana perusahaan.

Berkat teknologi, praktisi PR dapat menerima dan mengirimkan informasi lebih cepat dan mendapatkan instant response time di tingkat lokal maupun internasional. Dua puluh lima tahun yang silam, media cetak dan media visual dianggap cukup untuk mengirimkan pesan atau berita mengenai perusahaan, namun dirasa masih sangat mahal.

Internet memberikan sederet keuntungan bagi praktisi PR. untuk menciptakan peluang menghadirkan pelanggan pelanggan tanpa harus disaring terlebih dahulu, menyeleksi sendiri informasi-informasi yang penting, meningkatkan two way communications melalui kemudahan memberikan dan menerima feedback, memfokuskan pada more active information-seeking publics.

Untuk Indonesia, hukum yang mengatur media elektronik sendiri adalah UU Informasi / UU ITE dan Transaksi Elektonik. Undang - undang tersebut secara umum mengatakan bahwa untuk kegiatan pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik dilakukan atas asas hukum, itikad baik, manfaat, kehati – hatian dan kebebasan memilih.
 
Sedangkan disebutkan juga beberapa hal yang dilarang yakni ketidakbolehan media memuat sesuatu yang berisikan perjudian, melanggar kesusilaan, kebohongan, pemerasan, pelanggaran terhadap aspek – aspek SARA, pencemaran nama baik dan privasi. 
Artikel public relations lainya :
" Mengenal Internet & E-PR - Cyber Public Relations "