Memahami Kebudayaan - Komunikasi Antar Budaya - Dunia Public Relations

Terbaru

Tuesday, January 24, 2017

Memahami Kebudayaan - Komunikasi Antar Budaya

MEMAHAMI KEBUDAYAAN
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Kebudayaan - Adalah sesuatu yang kompleks yang didalamnya terkandung tatanan kehidupan yang melekat pada suatu masyarakat, kebudayaan yang ada pada masyarakat ini biasanya memiliki perbedaan dengan masyarakat lainya atau yang biasa disebut dengan "Identitas Budaya". Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Kebudayaan mencakup definisi, wujud, dan juga komponenya.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN

budaya, kebudayaan, kab, komunikasi antar budaya
Memahami Kebudayaan
Kata “Kebudayaan” dalam bahasa Inggris adalah “culture”, berasal dari kata latin “colere” yang artinya “mengelola atau mengerjakan. Maka, Menurut Riswandi “Kebudayaan” dapat diartikan “segala daya dan upaya manusia untuk mengelola alam”.

"Kebudayaan berasal dari kata Sanskerta Buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuankemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. 
Baca artikel budaya lainya :

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Definisi Ilmu antropologi, “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Fungsi kebudayaan adalah:
Mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan tingkah laku masyarakat. Memberikan tuntunan dan tuntutan kepada masyarakat. Budaya menuntun masyarakat untuk bertingkah laku sesuai dengan adat istiadat dan menuntutnya jika ia bertentangan atau menyimpang dari norma masyarakat misalnya mendapat pujian.

WUJUD KEBUDAYAAN


Menurut Prof Koentjaraningrat, terdapat tiga wujud Kebudayaan:
  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya. (abstrak, tidak dapat di amati kasat mata).
    • Lapisan pertama yang paling abstrak yaitu nilai budaya (memberikan penilaian baik-buruk atau positif/negatif terhadap perilaku)
    • Lapisan kedua yaitu norma-norma (sanksi sosial bagi yang melanggarnya)
    • Lapisan ketiga yang lebih konkret adalah sistem hukum adat maupun tertulis (sanksi berupa pidana, perdata, maupun denda)
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat (sistem sosial) aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dari waktu ke waktu (konkrit)
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia atau kebudayaan fisik (konkrit) seperti mulai dari korek api kayu sampai dengan netbook/i-phone
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud Ideal) - nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.

    Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

  • Aktivitas (Tindakan) - Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.

    Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

  • Artefak (Karya) - Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. 
 

KOMPONEN KEBUDAYAAN

 
Berdasarkan wujudnya, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
  1. Kebudayaan Material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.

    Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin
     
  2. Kebudayaan Nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Adat Istiadat

  1. Adat Istiadat => Sistem nilai budaya, Pandangan hidup, dan Ideologi. (paling abstrak)
    • Sistem Nilai Budaya = adalah sistem pedoman yang memberi arah pada kehidupan seluruh masyarakat.
    • Pandangan Hidup = adalah sistem pedoman yang dianut oleh golongan/individu tertentu dalam masyarakat
    • Ideologi = Sifatnya lebih khusus daripada sistem nilai budaya. Ideologi negara biasanya disusun secara sadar oleh tokoh-tokoh pemikir dalam negara, masyarakat dan golongan.
     
  2. Adat istiadat => Norma dan Hukum
    • Norma = adalah aturan-aturan untuk bertindak khusus, perumusannya bersifat terperinci, jelas, tegas, dan tak meragukan. Norma disesuaikan dengan pranatapranata masyarakat yang ada. (politik, pendidikan, peradilan, estetik/seni, ekonomi, agama). Menurut Sumner Norma ada 
    • Mores (adat istiadat) dan folkways (tata cara)
    • Hukum = adalah adat istiadat yang mempunyai akibat yang panjang dan mempunyai fungsi pengawasan sosial bersifat memaksa disokong oleh sistem alat kekuasaan yang diorganisasikan oleh negara.
Kebudayaan dan Kerangka Teori Tindakan (Frame of Reference of the Theory of Actions)
Kebudayaan dalam kerangka teori tindakan ada 4 komponen yaitu:
  1. Sistem Budaya
  2. Sistem Sosial
  3. Sistem Kepribadian
  4. Sistem Organisasi
  1. Sistem Budaya
    Adalah komponen yang abstrak dari kebudayaan, fungsinya menata dan memantapkan tindakan serta tingkah laku manusia
  2. Sistem Sosial
    Adalah tingkah laku berinteraksi antar Individu dalam rangka bermasyarakat
  3. Sistem Kepribadian
    Adalah soal isi jiwa dan watak individu yang berinteraksi sebagai warga masyarakat
  4. Sistem Organisasi
    Adalah melengkapi seluruh kerangka dengan mengikut sertakan dalam proses biologic serta bio kimia sebagai makluk alamiah.yang menentukan kepribadian individu
Istilah-istilah budaya yang penting
  1. Pola dan Tema
  2. Eksplisit dan Implisit
  3. Subkultur dan Mikrokultur
  4. Unsur-unsur universal dan keanekaragaman
  5. Perilaku rasional, irasional dan nonrasional
  6. Tradisi
  7. Keunikan budaya

Nilai Dalam Kebudayaan

Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.

Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini, yaitu:
  • Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas).
  • Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut.
  • Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat). 
 
" Memahami Kebudayaan - Komunikasi Antar Budaya "

No comments:

Post a Comment