Memahami Individu Dalam Komunikasi Antar Pribadi

INDIVIDU DALAM KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI


Individu - Dalam tataran komunikasi antar pribadi, memahami individu ini sangatlah penting dimana individu merupakan pelaku komunikasi yang dinilai memiliki pola-pola kepribadian yang unik, sehingga dalam rangka membangun komunikasi yang efektif teman-teman yang ingin belajar ilmu komunikasi diharuskan mengenal atau memahami individu dalam komunikasi antar pribadi.

Pada kesempatan kali ini Dunia Public Relations selain ingin membahas materi mengenai Memahami Individu dalam komunikasi, juga akan membahas tentang fungsi KAP, dan untuk selengkapnya silahkan simak materi dibawah ini.

FUNGSI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI


Fungsi Sosial

  • Untuk kebutuhan biologis dan psikologis
  • Untuk memenuhi kewajiban sosial
  • Mengembangkan hubungan timbal balik
  • Untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu diri sendiri
  • Menangani konflik

Fungsi Pengambil Keputusan

  • Manusia berkomunikasi untuk membagi informasi
  • Manusia berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain

Tujuan Komunikasi Antarpribadi


  1. Menyampaikan Informasi
  2. Berbagi pengalaman
  3. Menumbuhkan simpati
  4. Melakukan kerja sama
  5. Menceritakan kekecewaan atau kekesalan
  6. Menumbuhkan motivasi

Komunikasi antar manusia telah berubah menjadi hubungan yang manusiawi. Komunikasi antar pribadi yang manusiawi berarti komunikasi yang telah memasuki tahap psikologi komunikator dan psikologi komunikan, saling memahami pikiran, perasaan, dan melakukan tindakan bersama.

Untuk menciptakan suatu komunikasi antar pribadi yang bermutu, maka kita perlu menciptakan situasi komunikasi yang penuh keakraban yang didahului oleh pertukaran informasi tentang identitas dan masalah pribadi yang bersifat sosial.

Fungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tanda-tanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Kita akan melakukan seleksit terhadap tanda-tanda dari perilaku dan mengungkapkanya mana yang “palsu” dan mana yang “asli”. Cara inilah yang biasanya dilakukan dalam upaya untuk mengungkap dimensi internal dari diri yang sesungguhnya.

Beberapa aspek psikologis yang terjadi dalam proses komunikasi antar pribadi :

Letak (Lokus) Psikologis Melihat hubungan dari sudut pandang kita sendiri, maka kita akan menyertakan semacam rasa memiliki ketika kita berpikir, bahwa orang lain dan hubungan kita dengan orang tersebut seolah-olah milik kita. Misalnya, kita berkata istri saya, pimpinan saya, teman saya, sesuatu yang diasosiasikan dengan milik saya.

Komunikasi Antar Pribadi adalah proses yang berkesinambungan dan dapat diartikan :
  1. Perubahan suatu masa lalu, kini, dan masa yang akan datang adalah kenyataan yang dihadapi manusia.
  2. Masa lalu adalah pengalaman baik/tidak baik, senang/tidak senang.
  3. Masa kini dalam berkomunikasi melihat masa lalu.
  4. Merupakan proses yang berkesinambungan dan simultan.
Menurut Fisher (1987:106), tiga masalah yang mungkin muncul dalam proses pemahaman oleh individu yaitu:
  1. Munculnya respon terbatas setelah kegiatan komunikasi.
  2. Ingatan atau persepsi individu dapat berubah setelah suatu tindakan komunikasi.
  3. Individu sering mencampuradukkan hubungan antar pribadi dengan respon emosional.
Lokus komunikasi dari komunikasi mengasumsikan individu memiliki dua dimensi
diri, yaitu internal dan eksternal. Dimensi internal mencakup identitas diri, tingkah laku diri, dan penilaian diri. Dimensi eksternal mencakup komponen diri fisik, diri moral, diri personal, diri keluarga, dan diri sosial.

KAP berlangsung antar dua individu, karenanya pemahaman komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam proses psikologis.

Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat didalamnya.

Fungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tandatanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Dalam proses interpretasi ini, setiap individu berbeda. Sebab, setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda karena terbentuk berdasarkan pengalaman yang berbeda pula.

Dalam sudut pandang psikologis, KAP merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan diri. Saat dua orang berkomunikasi, maka keduanya harus memiliki kesamaan tertentu, katakanlah laki-laki dan perempuan.

Mereka secara individual dan serempak memperluas diri pribadi masing-masing ke dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan, atau dengan kata lain melalui proses psikologis mereka.

Proses ini berlangsung terus menerus sepanjang keduanya masih terlibat dalam tindak komunikasi. Menurut Jucius (1967), interaksi dalam komunikasi antar pribadi merupakan satu kekuatan pendukung

Ada 3 faktor interaksi komunikasi antar pribadi, yaitu:
  1. Bagaimana status dan peranan individu dalam lingkungan tertentu.
  2. Bagaimana status dan peranan individu dengan organisasi sosial maupun politik yang menjadi afiliasi individu.
  3. Pertemuan-pertemuan apa yang bisa diikuti oleh individu tersebut.
Tataran Psikologis dalam Komunikasi Dalam Konteks psikologis, komunikasi antar pribadi merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan diri atau proses psikologis tertentu.

tataran psikologis individu dalam komunikasi antar pribadi
tataran psikologis


Keterangan :
Katakanlah Ani berkomunikasi dengan Budi, maka proses psikologis Ani harus memiliki kesamaan tertentu dengan proses psikologis Budi. Gambar diatas memberikan ilustrasi adanya overlap antara proses psikologi Ani dan Budi. Ketika Ani dan Budi berkomunikasi, mereka secara individual dan serempak memperluas diri pribadi masing-masing ke dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan atau dengan kata lain melalui proses psikologis mereka.

Proses ini akan berlangsung terus sepanjang keduanya masih terlibat dalam tindakan komunikasi. Selanjutnya, ketiga tataran psikologis ini berfungsi secara simultan ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang lain, dan tiap tataran dapat dipengaruhi atau mempengaruhi tataran lainnya.

Misalnya, Budi memandang Ani tidak menyukai atau tidak mempercayainya, maka Budi akan mulai menurunkan citra terhadap dirinya sendiri (merasa bahwa dirinya mungkin tidak jujur sehingga menganggap tidak disukai oleh orang yang jujur)

Fisher mengemukakan bahwa proses intrapribadi memiliki paling sedikit tiga tataran yang berbeda. Tiap tataran akan berkaitan dengan sejumlah “diri” yang hadir dalam situasi antar pribadi, yaitu :
  • Pandangan kita mengenal diri kita sendiri (persepsi)
  • Pandangan kita mengenal diri orang lain (metapersepsi)
  • Pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang kita (meta-metapersepsi)
" Memahami Individu Dalam Komunikasi Antar Pribadi "